Gaya dan Gerak

Halo anak-anak, sudah mulai bosen ya belajar di rumah? Suapaya tidak bosen, cara belajarnya di rubah yuk. Kita nonton video aja. Daripada kalian nonton video gak karuan, atau main games, mending kita menonton video sambil belajar.

Kita pasti pernah melihat benda di sekitar kita bergerak. Kira kira penyebabnya apa ya? Naa.. kalau kalian ingin tahu tentang apa itu gaya, dan gerak sekaligus hubungannya apa, silahkan kalian tonton video di bawah ini.

Upps.. sebelum menonton biasakan siapkan buku catatan dan alat tulis, simaklah videonya, dan buatlan ringkasan tentang isi video tersebut, selanjutnya foto pekerjaan kalian dan kirimkan ke guru kelas kalian.

O ya satu lagi, ingat selalu jaga kebersihan seperti cuci tangan sesering mungkin, jangan keluar rumah, makan, olahraga dan istirahat yang cukup.

Selamat menyaksikan !

 

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=V8yfbyq-Isw&w=560&h=315]

 

Gimana videonya asik kan? Ilmu apa yang telah kalian dapatkan dari kegiatan belajar tadi? Ingat ya buat ringkasan videonya. Kalau kalian masih penasaran, di bawah ini adal video lagi buat kalian. Selamat menyaksikan.

 

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=TsKa4QujLII&w=560&h=315]

 

Kalau diajak nonton pasti gak capek kan? Gak bosen kan? Tapi kalian kangen gak sama guru kalian. Kalau kangen silahkan hubungi guru kalian dan berdiskusilah dengan beliau tentang isi video tadi.

O ya masih mau nonton lagi? ini nih video yang lebih seru. Silahkan di simak !

 

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=nuD9zChII94&w=560&h=315]

 

Gimana kalian punay ide gak? Kan di videonya ada mesin yang bisa nonstop hidup tanpa memerlukan tambahan energi lagi. Mesinnya trus bergerak seperti gak pernah mati-mati. Walo percobaannya gagal, tapi mereka adalah para ilmuwan yang selalu berpkir untuk memecahkan rahasia alam. Kalian pun harus berpkir terus ya, menghayal juga boleh.. Upsss… jangan menghayal yang gak-gak ya.

OK anak-anak kalau kalian ingin noton video lagi, chat guru kalian dan minta lagi video-video baru, pasti nanti dicarikan. Selamat berkatifitas. Ingat ya jurnalnya jagan lupa diisi.

Jangan ketinggalan info dari situs ini ! Silahkan share atau bagikan melalui facebook, group WA atau media tweter kalian, dan silahkan berkomenter di bawah !

Sampai jumpa!

Posted in Pembelajaran | Tagged , , | Leave a comment

Selasa, 01 ~ 05 Desember 2020

Setelah 11 bulan penulis dipindahkan dan menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SD Negeri 7 Subagan, akhirnya mendapat kesempatan untuk menunjukkan kegiatan Praktik Baik yang telah dilakukan. Menjalankan tugas yang dengan durasi semur jagung, apalagi di tengah ancaman Pandemi Covid~19 merupakan tantangan tersendiri bagi penulis. Kebetulan juga disaat yang sama SD Negeri 7 Subagan mendapat kesempatan didampingi dan difasilitasi oleh LPMP Bali dalam pengembangan mutu pendidikan berbasis SPMI.

Pengembangan mutu pendidikan yang terus menerus dilaksanakan hendaknya didukung oleh segala lapisan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Lembaga yang paling berperan dalam menjamin pengembangan mutu pendidikan adalah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali.  LPMP memiliki kewajiban dalam penjaminan mutu pendidikan dari mulai jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Tugas dan fungsi LPMP adalah pemetaan, perencaan dan penjaminan pengembangan mutu.

Program LPMP dalam penjaminan mutu salah satunya adalah desiminasi praktik baik pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, kepada sekolah-sekolah yang didampingi dan difasilitasi oleh LPMP. Kegiatan yang diawali pada Hari Selasa, 1 Desember 2020, sampai Hari Sabtu, 5 Desember 2020 di Hotel Ismaya Putri Bali  Adapun susunan acara :

  1. Pada Hari Selasa, 1 Desember 2020, kegiatan Pembukaan dilaksanakan di Ballroom Hotel Ismaya Putri Bali pada Pukul 15.00 Wita yang dibuka secara daring oleh Ketua LPMP Bali dari Bandara Sukarno Hata. Adapun pesan beliau ketika membuka adalah besarnya harapan Kepala LPMP Bali bahwa pelaksanaan pendampingan dan fasilitasi LPMP Bali dapat secara nyata mengembangkan asksi nyata sekolah dalam upaya mengembangkan sekolahnya
  2. Acara selanjutnya adalah pemberian Materi Orientasi Program Kegiatan Desiminasi Praktik Baik Pengembangan SPMI yang didampingi oleh LPMP
  3. Pada Hari Rabu, 2 Desember 2020 ~ Sabtu, 5 Desember 2020 dilaksanakan kegiatan presentasi Praktik Baik (Best Praktices) oleh peserta yang hadir sebanyak 125 orang peserta, yang sebarannya berasal dari unsur Kepala Sekolah, Pengawas dan TPMPD. Penutupan dan pengumuman nominasi Best Praktice akan dilakukan pada akhir kegiatan.

Penulis yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil kegiatan Praktik Baik berjudul “Strategi Supervisi Pembelajaran GELAR untuk Mengembangkan Karakter Abad 21 Siswa di SD Negeri 7 Subagan Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021”. Praktik baik tersebut menjelaskan tentang bagaimana kiat penulis dalam rangka mewujudkan pengembangan karakter Abad 21 melalui Layanan Aplikasi Google Class Room. Sasaran pengembangan beberapa aspek  dari Praktik Baik tersebut dengan subjek pengambilan data siswa, guru dan orang tua adalah :

  1. Aspek Critical Thingking dan Problem Solving melalui penyelenggaraan proses pembelajaran dengan mengedepankan aspek mendorong siswa mengembangkan nalar berpikirnya dalam rangka memecahkan masalah atas materi yang disajikan guru
  2. Aspek Creativity dan Inovasi melalui penyelenggaraan proses pembelajaran dengan memberikan siswa kesempatan berkreasi berlandaskan bakat dan minatnya di bawah bimbingan guru dan orang tua dalam upaya menghasilkan produk belajar ketika pembelajaran dilaksanakan
  3. Aspek Colaboration, yang mendorong siswa dalam upaya mengembangkan nalar dan kreativitasnya dengan bekerjasama tim
  4. Aspek Comunications, yang mendorong siswa dalam upaya mengembangkan cara berkomunikasi siswa baik tertulis maupun lisan.
  5. Aspek Intergritas, yang mendampingi dan memfasilitasi anak dalam rangka pengembangan karakter siswa

Penulis yang mendapat giliran tampil pada nomor urut ke empat telah berupaya menyajikan kegiatan Best Practices secara maksimal. Walaupun desiminasi ini bukan lomba tetapi enam nominasi yang dicari tersebut, baik dipikirkan atau tidak tetap saja menjadi pemikiran. Tetapi bukan itu yang utama sesungguhnya, yang terpenting adalah bagaimana prinsip berbagi yang dikembangkan oleh LPMP, telah berdampak pada banyak karya aksi nyata yang benar-benar menginspirasi bagi saya.

Perjalanan belum seleisai, keluar dari Hotel Inaya Putri Bali, merupakan perjalanan untuk merenung. Banyak hal yang belum sempat dilaksanakan, padahal itu hal yang termudah sekalipun. Karena banyak karya terbaik dimulai dari hal-hal yang simpel, sederhana, tetapi menjadi hebat dan luar biasa, karena memiliki dampak yang luar biasa bagi dunia pendidikan.

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Setelah enam bulan Konferkab PGRI Karangasem, maka giliran Kecamatan Karangasem Bali mengadakan hajatan lima tahunan tersebut. Sebagai organisasi guru terbesar di Indonesia dimana struktur kepengerusannya yang berjenjang dari pusat hingga ke daerah senantiasa terus berbenah untuk menjadi organisasi profesi yang mampu beradaptasi dengan perubahan.  I Nyoman Merta adalah Ketua PGRI Cabang Kecamatan Karangasem masa bakti 2015/2020, di sela-sela kesibukannya mendampingi panitia dalam persiapan Konfercab, Selasa, 24 November 2020, mengatakan bahwa, “Kita harus taat kepada AD/ART organisasi dalam menjalankan Konfercab, karena hanya dengna demikian kita dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bermutu termasuk memilih calon-calon pengurus PGRI yang mampu beradaptasi dengan perubahan”.

Persiapan kegiatan Konfercab di Kecamatan Karangasem telah dimulai dengan rapat-rapat kecil untuk membicarakan langkah-langkah kegiatan.  Adapun urutan kegiatan persiapan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Rapat persiapan awal pada hari Selasa, 10 November 2020 di SD Negeri 1 Padangkerta, yang diawali dengan kegiatan pembukaan, dan pengarahan Ketua PGRI Kecamatan Karangasem terkait tata cara penyelneggaraan Konferensi Cabang yang dirangkai dengan pemilihan Kepengurusan Baru Masa Bakti 2020/2025
  2. Rapat persiapan kedua yang dilaksanakan pada hari Jumat, 13 November 2020 di SD Negeri 1 Padangkerta, yang diawali dengan pengarahan dari Ketua PGRI Kecamatan Karangasem yang dilanjutkan dengan penyusunan kepanitiaan Konfercab. Panita konfercab selanjutnya dibebani tanggun-jawab untuk menyelenggarkaan Konfercab mulai dari teknis pelaksanaan yang rencananya dilaksanakan secara daring, sosialisasi, pembukaan pendaftaran calon pengurus dan mendata pemilih
  3. Rapat ketiga, merupakan rapat panitia dalam memantapkan  pelaksanaan Konfercab yang dilaksanakan beberapa kali secara daring.
  4. Rapat keempat, pada Hari Selasa, 24 November 2020, merupakan dinalisasi kegiatan atau gladi pelaksanaan kegiatan Konfercab
  5. Rapat kelima, pada Hari Rabu, 25 November 2020, bertepatan dengan Peringatan  Hari Ulang Tahun PGRI ke 75 dan hari Guru Nasional Tahun 2020, merupakan puncak dari pelaksanaan Konfercab.

Tata cara pelaksanaan Konfercab PGRI Kecamatan Karangasem mengacu pada BAB XII Pasal 40 Pemilihan Pengurus Cabang/Cabang Khusus AD/ART PGRI Hasil Kongres PGRI Tahun 2019 yaitu :

  1. Pemilihan Pengurus Cabang dipilih dalam konferensi yang wajib diadakan paling lambat 6 bulan setelah Konferensi Kabupaten
  2. Pencalonan Pengurus Cabang dilaksanakan oleh Konferensi
  3. Pemilihan Pengurus Cabang dipimpin oleh Pengurus Kabupaten
  4. Peserta yang memiliki hak suara memilih seorang Ketua (F1), Wakil Ketua (F2), dan Seorang Sekretaris (F3), dalam waktu bersamaan melalui pemungutan suara secara bebas dan rahasia
  5. Peserta yang memiliki hak suara dapat memilih nama yang sama untuk F1, F2 dan F3 dalam waktu bersamaan dengan cara menuliskan pada kartu suara masing-masing
  6. Dalam hal seseorang mendapatkan suara terbanyak untuk F1, F2 dan atau F3 sekaligus, maka diambil untuk posisi kepengurusan yang lebih tinggi
  7. Ketiga pengurus terpilih bertindak sekalu formatur didampingi oleh 1 (satu) orang utusan Pengurus Kabupaten dan 1 (satu) orang Pengurus Cabang sebelumnya untuk melengkapi kepengurusan
  8. Formatur wajib melengkapi susunan Pengurus Cabang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dari daftar nama calon tetap yang telah disahkan
  9. Komposisi personalia Pengurus Cabang wajib memperhatikan keterwakilah perempuan paling kurang 30%
  10. Komposisi personalia Pengurus Cabang memperhatikan keterwakilan anggota dari masing-masing jenis jenjang satuan pendidikan yang ada pada pada wilayah kerja cabang
  11. Sebelum melaksanakan tugasnya, Pengurus Cabang terpilih mengucapkan janji dan dilantik oleh Pengurus Kabupaten dihadapan Peserta Konferensi
  12. Serah terima Pengurus Cabang yang lama ke yang baru dilakukan di hadapan Peserta Konferensi
  13. Hal-hal yang berkaitan dengan inventaris, kekayaan dan keuangan organisasi masih menjadi tanggung jawah pengurus lama sampai ada penyelesaian dengan pengurus baru paling lambat 15 (lima belas) hari setelah konferensi
  14. Dalam hal terjadi kekosongan anggota pengurus, pengisiannya dilakukan oleh rapat pleno Pengurus Cabang, kecuali untuk jabatan pengurus harian terpilih pengisiannya wajib dilakukan Konferensi Kerja Cabang dengan tetap mengindahkan Pasal 28
  15. Apabila terjadi kekosongan Ketua terpilih sebelum Konferensi Kerja Cabang harus ditunjuk pelaksana tugas (Plt) oleh Rapat Pleno
  16. Masa Bakti Plt sejak ditetapkan sampai terpilihnya Ketua Pengganti antar waktu dalam Konferensi Kerja Cabang
  17. Apabila Ketua Terpilih sebagaimana ayat (16) menjabat lebih dari ½ Masa Bakti dihitung 1 pereode kepengurusan
  18. Proses pemilihan dan teknis pelaksanaannya di atru dalam tata tertib yang disahkan oleh forum sidang

Pelaksanaan Konfercab PGRI Kecamatan Karangasem dilaksanakan secara daring, dengan melibatkan lebih dari 40 orang yang mewakili 20 orang guru di rantingnya masing-masing.  Peserta akan mengikuti konfercab melalui Zoom Meeting, dan dapat disaksikan secara langsung melalui layanan siaran langsung Facebook. Peserta yang memiliki hak pilih akan menyalurkan aspirasinya melalui aplikasi layanan Google Form yangn telah diseting sedemikian rupa menggunakan token masing-masing yang berbeda untuk menghidari kecurangan.  Sistem ini dikembangkan oleh Tim Kreatif Panitia Kofercab PGRI Kecamatan Karangasem

Penyelenggaraan Konfercab PGRI Kecamatan Karangasem akan menghasilkan beberapa keputusan strategis yang salah satunya adalah terbentuknya Kepengurusan Baru Masa Bakti 2020/2025. Semoga keputusan-keputusan yang diambil dapar menjadi rute bagi perjalanan PGRI dalam menjalankan perannya untuk menjaga profesionalitas guru. Keputusan strategis lainnya adalah terbentuknya kepengurusan Masa Bakti 2020/2025 yang akan menjadi Kado Ulang Tahun PGRI ke-75.

Hidup Guru dan PGRI

Solidaritas Yes

 

 

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Prosedur adalah keterurutan langkah kegiatan yang sistematis dalam rangka menjamin hasil dari proses tersebut tercapai maksimal. Semakin kompleks sistem yang dikelola maka semakin kompleks da rumit juga prosedur yang harus dilakukan. Pada beberapa bagian kita perlu memilah dan mimilih langkah-langkah yang bersesuaian sehingga satu bagian dengan bagian lainnuya menjadi sistem yang tersusun sistematis dan sederhana. Hal ini tak ubahnya seperti algoritma komputer yang dapat menangani suatu proses yang rumit dan kompleks secara lebih ringan dan efisien. Seperti kita ketahui setiap prosedur algoirtma menjadi prosedur dasar dibalik dijalankannya berbagai aplikasi yang sering kita pakai pada gadget kita. Sudah barang tentu ada aplikasi yang bagus dan sebaliknya, susah digunakan dan pada akhirnya error yang pada bahasa pemrograman menghadirkan pedan “debug”.

Kompleksitas tugas dan fungsi kepala sekolah selama ini jika dilihat dari sisi algoritma komputer sudah terlalu banyak beban sintak yang tumpang tindih, sehingga tidak efisien untuk dieksekusi. Walaupun bisa berjalan tetapi lambat dan terkadang error. Bukan untuk menyalahkan siapa-siapa tetapi fakta ini harus dicarikan jalan keluarnya, sehingga sintak SOP yang dihadirkan pada tulisan di atas semoga memperingan beban penulis dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Tulisan ini masih dalam rangka ujicoba sehingga mungkin banyak yang eror dlam perjalannya, tetapi dalam rangka mendorong kreatifitas dan inovasi secara berkelanjutan hal ini harus dilakukan.

Pengembangan Standar Operasional Prosedur merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses, interaksi antar komponen, keterukuran proses dan produk hingga keberlanjutan perjalanan suatu sistem yang memuat elemen multi program. Seperti diketahui ruang lingkup pekerjaan kepala sekolah adalah hal yang sangat rumit dan kompleks. Apalagi subjek yang dikelola adalah manusia, yang tidak dapat disamakan dengan menajemen pengelolaan produk barang dagangan, dimana jka salah kelola maka dampaknya adalah sumber daya generasi masa depan yang menjadi taruhannya. Kompleksitas multi program yang ditangani kepala sekolah sudah layaknya ditangani orang yang super-super profeisonal dan mumpuni dalam segala hal.

Point kedua yang layak dicermati adalah penguasaan konsep pengelolaan sekolah tidak dapat dilakukan hanya dengan kemampuan teknis, tetapi harus ditangani oleh orang yang memiliki kemampuan lebih dalam memahami keseluruhan sistem secara filosofis dan komprehensif. Kehadiran orang teknis tanpa landasan filosofis yang kuat sebagai leader di sekolah maka akan lahir kepemimpinan birokratis yang mengedepankan bukti fisik tanpa makna. Dampaknya tentu pada siswa sebagai generasi masa depan harapan bangsa yang akan terbengkalai, akibat dari kepala sekolah yang hanya mementingkan target capaian berdasarkan catatan-catatan pelaksanaan yang kemungkinan menggambarkan kondisi semu dari proses pendidikan itu sendiri.

Point ketiga adalah yang juga dapat dipandang sebagai kemampuan mendasar dari seorang mengembangkan kemampuan leadership kepala sekolah adalah visioner dan berani mengambil langkah trobosan yang terkadang di luar kebiasaan. Penguasaan pemahaman mendasar ditambah dengan wawasan yang luas memungkinkan seorang leader mampu menerjemahkan konsep dan konten yang berasal dari sinyal akademik berbasis ilmiah yang setiap detik, menit, jam, dan hari telah terbit dari berbagai sumber jurnal dan pandangan para ahli. Pemikiran terbuka seperti ini akan melahirkan kepemimpinan yang fleksibel yang mampu melahirkan langkah-langkah kebijakan yang bijaksana dan mencengangkan.

Tulisan berikut ini adalah bagian dari upaya penulis dalam menghadirkan pemikiran berbeda terkait Standar Operasional Prosedur dalam rangka membebaskan ruang gerak kepala sekolah. Panduan yang lahir dari produk orang lain layak dikritisi dan disempurnakan untuk disesuaikan dengan kondisi setempat. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah, karena seoal-olah sebagai jalan tengah antara kerumitan dan kompleksitas sistemik yang terjadi dengan keinginan diri untuk tetap maju dan berkembang secara lebih efisien tanpa meninggalkan kaidah filosofis mendasar dari proses pendidikan itu sendiri.

Pengembangan Standar Operasional Prosedur yang di ketengahkan pada tulisan ini adalah dalam upaya menghadirkan upaya inovasi berdasarkan konsep Manajemen Berbasis Sekolah terhadap kerumitan dan komplesitas tugas kepala sekolah yang berusaha dipahami esensinya. Selanjutnya dari berbagai elemen yang berserakan tersebut dipililah dan dipilih bagian yang bersifat esensial untuk dirakit menjadi sistem SOP baru yang lebih efisien. Semoga dengan pemikiran seperti ini dapat menggerakan diri sebagai kepala sekolah untuk selalu dapat memandang masa depan sebagai sebuah visi mulia meninggalkan beban-beban yang menghambat pergerakan maju tanpa kehilangan bekal pokok kita sebagai guru yaitu profesional berlandaskan kode etik.

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Mengembangkan kreatifitas siswa tidak terlepas dari upaya bagaimana sekolah terus berupaya mendorong guru, siswa dan orang tua untuk selalu berkreatifitas. Pada konteks merdeka belajar  bukan hanya siswa yang harus kreatif, guru dan orang tua juga harus menjadi tauladan dalam memberi contoh anak didiknya menjadi kreatif. Kolaborasi tiga pihak tersebut, menurut pengalaman telah berdampak kepada motivasi siswa untuk berkreatifitas dapat meningkat. Situasi itu telah berdampak pada kreatifitas siswa dalam membuat produk atas pembelajaran berbasis projek dengan model pendekatan pendidikan berdifrensiasi yang di laksanakan di sekolah kami.

Berdasarkan pengalaman itu, kami kembali termotivasi untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model tersebut, dengan harapan motivasi untuk berkreatifitas pada siswa tetap meningkat secara bekelanjutan. Format kegiatan pembelajaran saat ini disinkrunkan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Guru ke-75, dan Hari Guru Nasional Tahun 2020. Melalui kegiatan ini, selain siswa, orang tua dan guru dapat berkreatifitas, juga merupakan bentuk kegiatan untuk mengapresiasi profesi guru. Sehingga konten produk belajar yang dihasilkan adalah terkait dengan upaya membiasakan siswa, orang tua dan guru untuk mengapresiasi guru-guru mereka, karena mereka menjadi seperti sekarang berkat jasa para guru.

PeringatanHaru Guru Nasional Tahun 2020 tersebut merupakan momen penting bagi segenap lapisan masyarakat khususnya yang berkecimpung pada bidang pendidikan untuk sama-sama beranjak dari situasi nyaman, yang direfleksikan tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Perubahan merupakan sesuatu yang konstan terjadi, maka hakekat diri untuk konsisten menjaga dan mengikuti alur perubahan yang konstruktif merupakan sikap yang relevan saat ini. Melalui Peringatan hari Ulang Tahun PGRI ke-75, dan Hari Guru Nasional Tahun 2020, kita wujudkan Kreatifitas Siswa Berkecakapan Hidup Abad 21 Melalui dedikasi Guru  dan Orang Tua Menyelenggarakan Merdeka Belajar.

Sebagai gambaran pelaksanaan kegiatan dimaksud di SD Negeri 7 Subagan berikut adalah Rencana Kerja Kepala Sekolah SD Negeri 7 Subagan pada Minggu XVIII, berikut disertakan juga Jurnal Kepala Sekolah Minggu ke XVII seperti tabel di bawah ini :

 

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Ada yang berbeda dengan peringatan Hari Ulang Tahun Guru ke 75 di Cabang PGRI Kecamatan Karangasem. Kebiasaan peringatan Hari Ulang Tahun Guru adalah menyelenggarakan perayaan seperti lomba-lomba dan iven-iven yang lain, tetapi di Cabang PGRI Kecamatan Karangasem dilaksanakan kegiatan Konferensi Cabang. Kegiatan konferensi Cabang ini rencananya akan dilaksanakan secara daring, karena beberapa pertimbangan teknis terkait Protokol Kesehatan.

Secara teknis pelaksanaan Konfercab akan dilakukan melalui Zoom Meeting dan pemungutan suara pemilihan pengurus baru akan dilaksanakan melalui Google Form. Secara garis besar Konfercab yang melibatkan sekitar 60 orang tersebut akan dihadiri oleh : 1) Utusan PGRI Kabupaten, 2) Utusan PGRI Ranting, 3) Pengurus Lama, 4) Bakal Calon Pengurus Baru dan 5) Panitia.

Selepas penerimaan pertanggungjawaban kepengurusan lama melalui Zoom Meeting dilanjutkan dengan sidang pemilihan pengurus baru menggunakan mekanisme daring via Google Form. Peserta yang memiliki hak pilih yaitu 1 dari 20 orang anggpta PGRI Cabang dengan sebaran institusi jenjang satuan pendidikan, dan jenjang karir profesi.  Utusan ranting yang berhak memilih menyalurkan aspirasinya dengan memilih 3 formatur yaitu Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris. Pemilih akan memilih calonnya melalui Google Form yang dirancang sedemikian rupa dimana masing-masing pemilih akan mendapatkan token berbeda. Hal ini akan menghindarkan penyalahgunaan hak pilih, karena mereka tidak akan mungkin menggunakan hak pilihnya dua kali atau digunakan oleh orang lain. Token tersebut memastikan bahwa pemilih yang terdaftar dan pendapatkan tokenlah yang berhak memilih melalui perangkatnya.

Identitas pemilih juga dijamin kerahasiannya karena proses pemilihan dilakukan anonim, sehingga orang lain yang berkehendak tidak bertanggung jawab akan kesulitan untuk mengotak-atik sistem. Sedianya begitu terpilih maka formatur yang terbentuk segera melengkapi kepengurusannya hari itu juga yang akan didampingi seorang pengurus lama dan seorang utusan dari pengurus PGRI Kabupaten. Jika perjalanan acara tersebut lancar maka tepat pada tanggal 25 November 2020, PGRI Cabang Kecamatan Karangasem akan memiliki kepengurusan baru yang akan menjadi kado bagi Hari Ulang Tahun Guru ke 75.

Dirgahayu PGRI pada Hut ke 75, Kreatifitas dan Dedikasi Guru untuk Indonesia Maju dan Hari Guru Nasional Tahun 2020,

Bangkitkan Semangat Wujudjkan Indonesia Merdeka Belajar,  Guru Menolak Menyerah Karen Korona

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Sebagai pengantar Laporan Pembelajaran Mingggu ke XVI, 09 ~ 14 November 2020 tepatnya menginjak pada hari ke 78 sampai 83 semester I Tahun Pelajaran 2020/2021 seperti pelaporan akan dikemukakan bagaimana sebuah upaya terencana bersiklus dan konsisten telah memperoleh hasil yang menggembirakan, walaupun hanya dalam konteks “sudah terlaksana”.  Setidaknya bagi penulis sendiri yang mengetengahkan program pembelajaran bagi siswa pada Masa Pandemi Covid~19, telah merasakan manfaatnya baik bagi pengembangan kompetensi siswa, kompetensi guru bersama-sama orang tua dalam membelajarkan dan mendampingi siswa dalam belajar.

Beberapa capaian guru dalam rangka pelaksananaan Pembelajaran Jarak Jauh secara pelan namun pasti  telah dirasakan guru itu sendiri. Walaupun tidak ada kajian khusus terkait dengan hal ini, tetapi melihat aktifitas guru yang semakin beragam mengindikasikan bahwa pendidikan berdifrensiasi bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Beberapa aktifitas beragam dari guru dalam rangka mengoptimalkan pelayanan terhadap beragamnya kebutuhan guru telah dimulai dari perbedaan kebutuhan platform pembelajaran.

Beberapa platform, pembelajaran yang telah diupayakan guru secara tertatih-tatih di tengah keterbatasan motivasi, kompetensi, sarana dan prasarana adalah sebagai berikut :

  1. Terlaksanannya PJJ dengan menggunakan aplikasi  Google Class Room dimana kepala sekolah selalu hadir mendampingi guru baik dalam rangka pembinaan, pendampingan dan supervisi
  2. Terlaksananya PJJ dengan menggunakan aplikasi Whatsaap Group dimana kepala sekolah selalu memberikan dorongan kepada para guru, siswa dan orang tua untuk tetap belajar dan berkeatifitas
  3. Terlaksanannya PJJ yang bervariasi menggunakan aplikasi Zoom Meeting, walaupun tidak dapat menjangkau semua siswa tetapi telah mengobati kerinduan siswa dan guru untuk berinteraksi secara sinkronous
  4. Terlakanannya PJJ yang bervariasi menggunakan aplikasi Quisis yang meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui quis quis yang menyenangkan dan menantang
  5. Terlaksanannya Program Kunjungan Rumah untuk meminimalisisr kesenjangan pemahaman konsep mendasar pada siswa dengan kondisi khusus, yang tidak memungkinkan mereka melakukan aktivitas belajar lainnya
  6. Terlaksanannya Program Penerapan Project Base Learning dengan lahirnya produk-produk belajar siswa yang beraneka ragam utamnya dan lebih banyak video Youtube
  7. Terlaksananya Program Pengembangan Karakter melalui PJJ di Masa Pandemi Covid~19 melalui pembuatan RPP berkarakter ala Covid~19, keterlibatan orang tua, utamanya dalam pengembangan kecakapan hidup siswa
  8. Terlaksananya Program Peningkatan Keterampilan Guru dalam melaksanakan PJJ melalui Supervisi Individual maupun kelompok berbasis Google Class Room dan Whatsaap Group
  9. Terlaksanannya Program Parenting Educations yang melibatkan orang tua siswa dalam pendampingan anak belajar, pembentukan karakter dan kecakapan hidup yang dikoordinasikan melalui Whatsaap Group
  10. Terlaksananya Peningkatan Motivasi Guru dalam berkreatifitas dan berinovasi melalui pembuatan Video Tutorial, Pembelajaran yang tidak hanya semata-mata dalam pembelajaran konten tetapi terkait dengan pengembangan kecakapan hidup.

Sebagai gambaran produk autehntik yang menggambarkan keberhasilan walaupun hanya sebatas dalam konteks pelaksanaan dapat dilihat pada postingan di bawah ini atau silahkan berkunjung ke postingan halaman sebelumnya.

 

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Sebagai pengantar dari Laporan Minggu ke XV, tanggal 02 ~ 07 November 2020, tepatnya pada minggu ke 69 hingga 67 proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2020/2021 semester I di era Covid-19 ini, penulis akan memaparkan perihal bagaimana sebuah penjabaran visi misi membutuhkan upaya berkelanjutan pada tataran implementasinya.  Penyusunan visi dan misi sekolah berikut turunan administrasinya merupakan awal dari sebuah upaya Rencana Pengembangan Sekolah.

Sebaik-baiknya sebuah program akan tidak bermakna jika dibandingkan dengan sejelek-jeleknya upaya yang dilakukan sungguh-sungguh dan berkelanjutan. Akan tetapi suatu upaya yang sungguh-sungguh sudah barang tentu memerlukan perencanaan yang matang diserta refleksi berkelanjutan. Artinya, sebuah rencana boleh jadi perlu dan penting, tetapi tindakan menjadi amat penting dan paling penting dari sekedar perencanaan. Barangkali secara tidak sadar kita telah melaksanakan perencanaan ketika melaksanakan tindakan.

Barangkali inilah suatu pendekatan atau mungkin model upaya pengembangan sekolah yang dapat dilakukan. Tindakan awal merupakan tindakan lanjutan dari sebelum dilakukannya tindakan  awal, tindakan tahap I merupakan tindak lanjut dari tindakan awal, tindakan II merupakan tindakan lanjutan dari tindakan I dan seterusnya.  Tindakan merupakan implementasi dari rencana, dimana hasil dari implementasi tersebut merupakan refleksi dari tindakan, yang selanjutnya menjadi rencana dari tindakan selanjutnya. Atau dapat digambarkan seperti bagan berikut ini:

Makna dari bagan di atas adalah, keberlanjutan yang tiada henti dari proses pengembangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi.  Secara mudah dapat kita katakan bahwa di dalam setiap perencanaan, kita sekaligus telah melaksanakan tindakan, evaluasi sekaligus refleksi, demikian pula pada setiap tindakan kita juga telah melakukan rencana, evaluasi dan refleksi begitu juga selanjutnya. Pemahaman ini berdampak pada bagaimana kita selalu terjaga dengan empat aspek tersebut setiap saat.

Rangkaian 4 aspek tersebut selama ini kita pandang terpisah yang biasanya terdokumentasikan dengan baik sehingga seola-olah program yang dirancang 4 tahun, kita asumsikan perencanaannya yang sesaat dengan durasi pelaksanaan 4 tahun sedangkan evaluasi dan refleksinya kita lakukan di akhir. Sementara di tengah perjalanan kita lupa bahwa dalam segmen tahunan, bulanan, mingguan, harian dan jam, kita juga melakukan emapt aspek tersebut secara simultan silih berganti tiada berhenti.

Perbandingannya dapat kita lihat, jika kita mematok program 4 tahunan, maka di tengah jalan jika terjadi perubahan maka, program 4 tahunan tersebut kita bongkar pasang lagi, atau kita enggan melakukannya karena putus asa. Sementara program mingguan capaian kecil saja merupakan hal yang sangat baik, yang dapat menghindarkan kita dari keterlenaan karena terlalu panjangnnya durasi program.

Program mingguan yang penulis sengaja sajikan dalam laporan ini merupakan upaya melaksanakan strategi tersebut, karena program mingguan kalau dilaksanakan akan lebih fleksibel dari pada mematok program bulanan atau tahunan. Program mingguan akan lebih fleksibel, dari pada program yang durasinya lebih panjang dan lebih kaku. Program dengan durasi lebih pendek menurut hemat penulis lebih adaftif terhadap perubahan khususnya dalam menghadapi dinamika perubahan pada masa Covid~19 ini :

Berikut adalah rancangan program mingguan kepala sekolah dan guru seperti disertakan dalam laporan di bawah ini:

>

 

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Sebagai pengantar laporan Minggu ke XIV ini yang menginjak hari ke 69 ~ 71 adalah beberapa deskripsi upaya memotivasi diri yang dilakukan dengan menempatkan tantangan untuk memotivasi teman sejawat sesama kepala sekolah dan teman sejawat di sekolah sendiri. barangkali ini adalah salah satu teknik untuk memacu kinerja, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengingatkan diri untuk lebih mawas diri.

Bayangkan saja bagaimana ketika diskusi terjadi di Grup Kelompok Kerja Kepala Sekolah yang secara lugas saya menyampaikan beberapa hal yang memerlukan keberanian diri untuk mengungkapkannya. Terkadang orang lain melihat keberanian mengungkapkan fakta merupakan tindakan konyol di tengah-tengah beragamnya pandangan terkait bagaimana upaya kritis terhadap situasi yang telah nyaman dan mapan. Resiko tanggapan miring atau dikatakan “sok idealis” memang pantas diterima. Tetapi sekali lagi hal ini adalah salah satu teknik yang saya gunakan dalam rangka tetap menjaga idealisme dan keyakinan diri terhadap existensi diri tetap terjaga.

Berikut adalah beberapa point penting isi diskusi terangkum sebagai berikut :

  1. Bahwa Rencana Pengembangan Sekolah yang sedang menjadi trending topik bagi kepala sekolah peserta diklat Penguatan Kepala Sekolah sebenarnya adalah upaya riil dan nyata dalam wujud rencana yang secara konsisten dan berkelanjutan harus dilaksanakan
  2. Bahwa konsekwensi dari keputusan berani mengambil tanggung jawab sebagai kepala sekolah adalah niscaya untuk loyal dan konsisten dalam rangka menunjukkan dan memberi dampak positif dari upaya mengembangkan sekolah untuk melaju menuju tujuan yang sudah ditetapkan
  3. Bahwa membelajarkan diri untuk kritis adalah upaya awal dari menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif baik bagi guru dan kepala sekolah, sehingga ketika perencanaan, proses pelaksanaan, evaluasi, monitoring dan tindak lanjutnya tetap dapat menemukan solusi atas masalah yang pasti ditemukan
  4. Bahwa perubahan pola pikir adalah mutlak dimiliki guru maaupun kepala sekolah dalam rangka upaya membentuk siswa yang tahan banting, suka tantangan, mampu menyelesaikan masalah, mandiri, kretif, inovatif, kolaboratif dan komunikatif
  5. Bahwa upaya menyadarkan diri tentang hakekat jabatan dan profesi merupakan tanggungjawab moral yang diimplementasikan dalam sikap perilaku kita sebagai abdi negara yang telah dihargai jerih payahnya sehingga tekad baja dalam melaksanakan tugas, iklas, tidak banyak mengeluh merupakan karakter yang harus kita pupuk selalu.
  6. Bahwa kebijkan merdeka belajar adalah upaya pemerintah dalam bidang pendidikan memberikan keleluasaan bagi guru untuk merencanakan dan menyelenggarakan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa, bukan semata mata kepentingan dan kemudahan kita. Untuk hal ini guru dan kepala sekolah harus senantiasa mengetahui kondisi terkini siswanya yang berkaitan dengan layanan pendidikan yang layak dan relevan bagi siswa dan orang tua dengan berbagai karakter, latar belakang, minat, bakat dan kondisi lainnya. Hal ini akan melahirkan sistem pendidikan inklusif, berorientasi layanan pendidikan berdasarkan kebutuhan.
  7. Bahwa diskusi yang kritis saat ini terkadang menimbulkan persepsi yang berbeda bahkan negatif, yang sering diklaim menyerang ranah pribadi, padahal hal tersebut merupakan ranah profesi kolektif yang enggan diperdebatkan. Untuk hal yang satu ini masih perlu diperdebatkan. Alasanya anggapan beberapa pihak bahwa memperdebatkan sesuatu yang sensitif adalah tidak layak. Padahal sebenarnya disanalah letak kelemahan kita selama ini. Orang yang enggan berdebat dan jarang mau berdiskusi secara terbuka adalah cenderung antikritik, cenderung mengisolasi diri, menghindari ancaman, senang berada di zona nyaman. Sekali lagi padahal hal itu adalah penghambat bagi peluang untuk berkembang, maju, kreatif dan inovatif.

Isu lain juga yang penulis tankap minggu ini adalah terkait dengan bagaimana upaya mengubah pola pikir rekan sejawat di sekolah pun tidak luput dari tantangan. Akan tetapi landasan berpikir positif dan konstruktif, telah membawa penulis pada kesadaran bahwa :

  1. Perencanaan harus disosialisasikan sejak jauh-jauh hari dalam rangka memberi persiapan kepada pelaksana dalam hal ini guru untuk secara optimal menyiapkan sarana pendukung dalam upaya membelajarkan siswa
  2. Strategi merubah pola pikir harus diawali dengan pembiasaan, tidak dapat hanya dengan sekedar membuat program selanjutnya memaksa mereka melaksanakannya
  3. Mengigatkan kawan-kawan guru setiap saat tentang hakekat profesinya, yang pada dasarnya mereka telah mengerti, tetapi oleh karena kontribusi berbagai kepentingan baik yang memihak profesi ataupun yang kontra, maka terkadang kawan-kawan guru kehilangan arah.
  4. Perencanaan program harus progresif, yaitu 5 langkah lebih maju dari pada keadaan normal, yang sangat menguntungkan dalam hal ini adalah guru akan terpacu untuk belajar, mencari informasi terkait tugas-tugasnya, berbuat sesuatu yang kreatif dan inovatif. karena pada dasarnya kreatifitas dan inovasi tidak akan pernah muncul dalam konsisi nyaman. Semua trobosan-trobosan terjadi karena ada tantangan dan ancaman.
  5. Mengelola sumberdaya manusia pendidikan, yaitu guru kita juga berhadapan dengan berbagai karakter yang unik, tetapi tidak dapat disamakan dengan layanan kepada siswa. Layanan kepada guru adalah layanan untuk membimbing, mendampingi, memfasilitasi dan memdiasi kepentingan guru dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan profesinya sebagai guru.

Pendampingan, pembinaan, fasiltas dan mediasi yang dilakukan kepala sekolah selama ini, sedikit banyak telah meningkatkan kinerja guru. Beberapa contoh dari bukti kinerja guru dan kepala sekolah seperti disertakan dalam postingan laporan ini yaitu :



Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Karakteristik siswa yang beragam pada masa pelaksanaan PJJ saat ini memerlukan pendekatan pelaksanaan pembelajaran yang berbeda, yang menyesuaikan dengan kondisi dan karakteristik peserta didik secara lebih inklusif. Strategi yang ditempuh untuk lebih memahami karakteristik siswa dan keluarganya dilakukan dengan assesmen diagnosis kepada siswa di awal minggu PJJ ke XIII. Beberapa karakteristik siswa secara umum teridentifikasi sebagai berikut :

  1. Siswa dengan karakteristik kepemilikan sarana untuk PJJ yang lengkap seperti laptop, HP, paket data, cakupan area jaringan seluler dan kesediaan pendampingan orang tua, dengan tingkat partisipasi yang tinggi dalam pembelajaran
  2. Siswa dengan karakteristik kepemilikan saarna PJJ  HP, paket data, cakupan area jaringan seluler dan kesediaan pendampingan orang tua, dengan partisipasi yang tinggi dalam pembelajaran
  3. Siswa dengan karakteristik kepemilikan sarana PJJ HP, paket data, cakupan area jaringan seluluer, dengan partisipasi yang tinggi dalam pembelajaran
  4. Siswa dengan karakteristik kepemilikan sarana PJJ HP berbagi bersama keluarga lainnya, paket data dan cakupan area jaringan seluler dengan partisipasi yang tinggi dalam pembelajaran
  5. Siswa dengan karakteristik kepemilikan sarana PJJ HP berbagi bersama keluarga lainnya, paket data dan cakupan area jaringan dengan intensitas partisipasi siswa yang rendah dalam pembelajaran

Berdasarkan data di atas beberapa alternatif tindakan yang sudah dan sedang diupayakan adalah sebagai berikut :

  1. Pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Full Daring baik sinkronous melalui Google Meet maupun asinkronous melalui Google Class Room , Whatsaap dan Quisis (untuk Quisis sedang dalam proses penrencanaan dan akan dilaksnakanan pada PJJ Minggu XIII untuk semua kelas kecuali kelas I)
  2. Pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Daring asincronous dengan Google Class Room dan Whatsaap (sasaran siswa kelas II, III, IV, V dan VI)
  3. Pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Daring asinkronous dengan Whatsaap (dilaksanakan kepada beberapa siswa dengan kondisi tertentu)
  4. Pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Blended Learning (campuran) antara Google Class Room, Whatsaap, dan penyetoran tugas mingguan ke sekolah (hampir semua siswa melaksanakannya)
  5. Pelaksanaan pembelajaran dengan strategi Blended Learning (campuran) antara Google Class Room dengan Kunjungan Rumah (dilaksanakan untuk siswa dengna kondisi tertentu)

Layanan dan variasi belajar siswa ygn diseleneggarakan guru meliputi :

  1. Full Daring interaktif dengan Google Meet, Google Class Room, Quisis, Google Form dan Whatsaap (sedang dirancang guru seperti termuat dalam RPP, dan dan akan dilaksanakan pada proses belajar Minggu XIII, untuk kelas II, III, IV, V dan VI
  2. Daring dengan Google Class Room, Google Form untuk semua kelas
  3. Menerima tugas mingguan untuk semua kelas
  4. Kunjungan rummah untuk semua kelas (beberapa guru sedang merencanakan untuk pelaksnaannya pada Minggu XIII)

Berikut adalah Laporan PJJ Minggu XIII,  Rencana Kerja Kepala Sekolah Minggu XIII dan RPP Guru seperti termuat di bawah ini:

 

 

 

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment

Tidak terasa Pembelajaran Jarak Jauh telah berlangsung 12 minggu, dimana pada laporan saat ini menyajikan laporan kegiatan PJJ hari ke 57 ~ 62. Pada minggu ke XII ini hal-hal penting yang perlu dikemukakan adalah :

  1. Penguasaan dan keterampilan siswa atas kemampuannya menggunakan aplikasi Google Class Room terdeteksi telah baik
  2. Guru dalam melaksanakan pembelajaran telah terbiasa dalam menggunakan Google Class Room kecuali guru dan siswa kelas I yang masih tetap dominan menggunakan Whatsaap, karena kondisi siswa kelas I perlu dimaklumi belum relevan menggunakan aplikasi LMS, karena mereka masih fokus belajar menulis, membaca dan berhitung dasar.
  3. Pembelajaran yang dulunya direncanakan hanya berformat menonton video, atau membaca materi tetapi saat ini telah berkembang ke kegiatan-kegiatan project yang lebih bervariasi dan inovatif.
  4. Kepala sekolah bersama guru, terkait dengan bantuan paket pulsa dari pemerintah ikut bertanggung-jawab dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif dan progresif. Dimana telah direncakaan untuk menghadirkan pembelajaran dengan format menghasilkan video karya guru sendiri tentang praktik-praktik kecakapan hidup yang dapat mereka selenggarakan di rumah. Kegiatan PJJ yang dulunya selalu monoton berformat Asincronous dengan LMS Google Class Room akan dikembangkan selangkah lagi ke PJJ berbasis aplikasi Sincronous yaitu menggunakan Zoom.
  5. Proses evaluasi yang dulu hanya dominan soal pilihan ganda telah didorong ke arah evaluasi yang lebih authentic melalui pengerjaan project-project yang lebih menghasilkan produk bermanfaat dan bermakna bagi siswa.
  6. Pendekatan parenting kepada orang tua telah pula diupayakan dalam rangka meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar sehingga aktivitas dan alasan-alasan yang kurang produktif  bagi keberlangsungan belajar beralih ke aktivitas yang secara rela dan iklas dilakukan oleh orang tua dalam pembimbingan dan pendampingan anak saat belajar.
  7. Sekolah sekarang telah mengembangkan format asssesmen diagnostik dalam menyelenggarakan pembelajaran yang lebih inklusif berdasarkan kondisi, minat dan karakter siswa dan kondisi orang tua siswa.

Adapun kelemahan yang masih  teridentifikasi dalam kegiatan PJJ minggu-minggu sebelumnya yang telah mampu diatasi adalah :

  1. Partisipasi siswa beserta orang tua dalam pembelajaran berbasis LMS Google Class Room yang kecil telah meningkat, yang diatasi dengan kegiatan parenting melalui grup Whatsaap orang tua
  2. Motivasi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang bertujuan melayani siswa dalam mewujudkan keterampilan berpikir kritis, kreatif inovatif, komunikatif dan kolaboratif yang dulunya kecil telah diatasi dengan menghadirkan proses belajar aktif  melalui penerapan Pendekatan Project Base Learning.
  3. Oran tua yang dulu banyak mengeluh baik dalam mendampingi anaknya, sinyal, pulsa dan waktu telah diatasi, walaupun tidak berhasil 100% tetapi telah menunjukkan peningkatan dimana keluhan – keluhan di atas tidak muncul lagi. hal tersebut telah mampu diwujudkan karena tindakan parenting bersama kepala sekolah dan guru kepada orang tua untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang keberadaan dan eksistensi  putra-putri mereka kelak tergantung bagaimana mereka mendidiknya sekarang, yang tidak semata-mata tanggungjawab guru dan sekolah.

Berikut adalah aktifitas kegiatan belajar seperti dilaporkan berdasarkan data lampiran di bawah ini berupa laporan dan rencana kerja kepala sekolah, RPP guru dan dokumentasi kegiatan belajar seperti di bawah ini :

LAPORAN DAN RENCANA KERJA KEPSEK

RPP KELAS I

RPP KELAS III

RPP KELAS IV

RPP KELAS VI

RPP KELAS V

 

DOKUMENTASI

Posted on by TeacherCreativeCorner | Leave a comment