PROFIL PELAJAR PANCASILA

3.2.1 RASIONAL PROFIL PELAJAR PANCASILA

BACA JUGA

PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA

Upaya mewujudkan warga negara Indonesia yang demokratis dan untuk menjadi unggul dan produktif di Abad-21 dengan berpartisipasi dalam pembangungn global yang berkelanjutan serta tangguh dalam menghadapi tantangan. Hal ini diwujudkan melalui gerakan dengan semangat “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang berkompeten berkarakter dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila”. Profil Pelajar pancasila memiliki enam kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci. Keenamnya saling berkaitan dan menguatkan sehingga upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang utuh membutuhkan berkembangnnya keenam dimensi tersebut secara bersamaan, tidak parsial, Keenam dimensi tersebut tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa sekaligus warga dunia, adalah:

  1. Beriman, bertawa kepada TUhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
  2. Berkebinekaan global
  3. Bergotong-royong
  4. Mandiri
  5. Bernakar kritis
  6. Kreatif

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhdap permasalahan di lingkungan sekitarnya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek (Project Base Learning), yang berbeda dengan pembelajaran berbasis projek dalam program intrakurikuler di dalam kelas, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberiken kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dalam situasi tidak formal, struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang lebih interaktif, dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. Projek merupakan serangkaian untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dengna cara menelaah suatu tema menantang. Projek didesain agar peserta didik dapat melakukan investigasi, memecah masalah, dan mengambil keputusan. Peserta didik bekerja dalam pereode waktu yang telah dijadwalkan untuk menghasilkan produk dan/atau aksi.

3.2.2 DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA

Dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.

Pelajar Indonesia yang beriman, bertawa kepada Tuhan YME, dan berkahlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannnya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari, yang terdiri dari elemen kunci:

1. Ahklak Beragama

Pelajar Pancasila mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati inti dari sifat-sifatnya adalah kasih sayang. Ia juga sadar bahwa dirinya adalah mahkluk yang mendapatkan amanah dari Tuhan sebagai pemimpin di muka bumi yang mempunyai tanggung jawab untuk mengasihi dan menyayangi dirinya, sesama manusia dan alam serta menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Pelajar Indonesia senantiasa menghayati dan mencerminkan sifat-sifat ilahi tersebut dalam perilakunya di kehidupan sehari-hari. Penghayatan atas sifat-sifat Tuhan juga menjadi landasan dalam pelaksanaan ritual ibadah atau sembahyang sepanjang hayat. Pelajar Indonesia juga aktif mengikuti acara-acara keagamaan dan ia terus mengeksplorasi guna memahami ajaran, simbol, kesakralan, struktur keagamaan, sejarah, tokoh penting dalam agama dan kepercayaannya serta kontribusi hal-hal tersebut bagi peradaban dunia. Adapun alur perkembangan Subdimensi Akhlak Beragama adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 alur perkembangan sub dimensi ahklak beragama

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mengenal dan Mencintai Tuhan Yang Maha Esa Mengenal sifat-sifat utama Tuhan Yang Maha Esa bahwa Dia adalah Sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan mengenali kebaikan dirinya sebagai cerminan sifat Tuhan Memahami sifat-sifat Tuhan utama lainnya dan mengaitkan sifat-sifat tersebut dengan konsep dirinya dan ciptaan-Nya Memahami berbgai kualitas sifat-sifat Tuhan Yang Maha Esa yang diutarakan dalam kitab suci agama dan menghubungkan kualitas-kualitas positif Tuhan dengan sikap pribadinya, serta meyakini firman Tuhan sebagai kebenaran
Pemahaman Agama/

Kepercayaan

Mengenal unsur-unsur utama agama/kepercayaannya (ajaran, ritual suci, kitab suci, dan orang suci/utusan Tuhan YME Mengenal unsur-unsur utama agama /kepercayaan (simbol-simbol keagamaan dan sejarah agama kepercayaan) Memahami unsur-unsur utama agama/kepercayaan dan mengali peran agama /kepercayaan dalam kehidupan serta memahami ajaran moral
Pelaksanaan Ritual Ibadah Terbiasa melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama/kepercayaannya Terbiasa melaksanakan ibadah wajib sesuai tuntunan agama /kepercayaan Melaksanakan ibadah rutin sesuai dengan tuntutnan agama/kepercayaan berdoa mandiri, merayakan dan memahami makna hari-hari besar

2. Ahklak Pribadi

Ahklak yang mulia diwujudkan dalam rasa sayang dan perhatian pelajar kepada dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa menjaga kesejahteraan dirinya penting dilakukan bersamaan dengan menjaga orang lain dan merawat lingkungan sekitarnya. Rasa sayan, peduli, hormat dan menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipirkannya. Karena menjaga kehormatan dirinya, Pelajar pancasila bersikap jujur, adil, rendah hati, bersikap serta berperilaku dengan penuh hormat. Ia selalu berupaya mengembangkan dan mengintrospeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Sebagai wujud merawat dirinya, Pelajar pancasila juga senanttiasa menjaga kesehatan disik, mental, dan spiritualnya dengan aktivitas berolahraga, aktivitas sosial, dan aktivitas ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Karena karakternya ini, ia menjadi orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataaan, tindakan, dan pekerjaan, serta berkomitmen untuk setia pada ajaran agama dan kepercayaannya serta nilai-nilai kemanusiaan. Adapun alur perkembangan Subdimensi Akhlak Pribadi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 alur perkembangan sub dimensi ahklak pribadi

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Integritas Membiasakan bersikap jujur terhadap diri sendiri dan orang lain dan berani menyampaikan kebenaran atau fakta Membiasakan melakukan refleksi tentang pentingnnya bersikap jujur dan berani menyampaikan kebenaran Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran atau fakta serta memahami konsekuensi-konsekuensi diri sendiri
Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual Memiliki rutinitas sederhana yang diatus secara mandiri dan dijalankan sehari-hari serta menjaga kesehatan dan keselamatan/keamanan diri dalam semua aktivitas kesehariannya Mulai membiasakan diri untuk disiplin, rapi, membersihkan dan merawat tubuh, menjaga tingkah laku dan perkataan dalam semua aktivitas keseharian Memperhatikan kesehatan jasmani, mental dan rohani dengan melakukan aktivitas fisik, sosial dan ibadah

3. Ahklak Kepada Manusia

Sebagai anggota masyarakat, Pelajar Pancasila menyadari bahwa semua manusia setara di hadapan Tuhan. Ahlak mulianya bukan hanya tercermin dalam rasa sayangnya pada diri sendiri tetapi juga dalam budi luhurnya pada sesama manusia. Dengan demikian ia memerlukan persamaan dan kemanusian di atas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain. Pelajar pancasila mengidentifikasi persamaan dan menjadikannya sebagai pemersatu ketika ada perdebatan atau konflik. Ia juga mendengarkan dengan baik pendapat yang berbeda dari pendapatnya, menghargainya, dan menganalisisnya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri. Pelajar Pancasila adalah pelajar yang moderat dan beragam. ia menghindari pemahaman keagamaan dan kepercayaan ekslusif dan ekstrim, sehingga ia menolak prasnagka buruk, diskriminasi, intoleransi dan kekerasan terhadap sesama manusia karena perbadaan ras, kepercayaan, maupun agama. Pelajar Pancasila bersusila, bertoleransi dan menghormati penganut agama dan kepercayan lain. Ia menjaga kerukunan hidup sesama umat beragama, menghormati kebebasan menjalankan hidup sesama umat beragama, menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, tidak memberikan label negatif pada penganut agama dan kepercayaan lain dalam bentuk apapun, serta tidak memaksakan agama dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka. Pelajar Pancasila juga senantiasa. Adapun alur perkembangan Subdimensi Ahklak kepada Manusia adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 alur perkembangan sub dimensi ahklak kepada manusia

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan Mengenali hal-hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai berbagai hal, serta memberikan respon secara positif Terbiasa mengidentifikasi hal-hal yang sama dan berbeda yang dimiliki diri dan temannya dalam berbagai hal serta memberikan respon secara positif Mengidentifikasi kesamaan dengan orang lain sebagai perekat hubungan sosial dan mewujudkannya dalam aktivitas kelompok. Mulai mengenal berbagai kemungkinan interpretasi dan cara pandang yang berbeda ketika dihadapkan pada dilema
Berempati kepada orang lain Mengidentifikasi emosi, minat dan kebutuhan orang terdekat dan meresponsnya secara positif Terbiasa memberikan apresiai di lingkungan sekolah dan masyarakat Mulai memandang sesuatu dari perspektif orang lain serta mengidentifikasi kebaikan dan kelebihan orang disekitarnya

4. Ahklak kepada Alam

Sebagai bagian dari lingkungan, Pelajar Pancasial mengejawantahkan ahklak mulianya dalam tanggung jawab, rasa sayang dan peduli terhadap lingkungan alam sekitarnya. Pelajar Pancasila menyadari bahwa dirinnya adalah salah satu di antara bagian-bagian dari ekosistem bumi yang saling mempengarhui. Ia juga menyadari bahwa sebagai manusia, Ia mengemban tugas dalam menjaga dan melestarikan alam sebagai ciptaan Tuhan. Hal tersebut membuatnya menyadari pentingnya merawat lingkungan sekitar sehingga Ia menjaga alam tetap layak dihuni oleh seluruh mahkluk hidup saat ini maupun generasi mendatang. Ia tidak merusak atau menyualahgunakan lingkungan alam, serta mengambil peran untuk menghentkan perilaku yang merusak dan menyalahgunakan lingkungan alam. Pelajar Pancasila juga senantiasa reflektif, memikirkan dan membangun kesadaran tentang konsekuensi atau dampak dari perilakunya terhadap lingkungan alam. Kesadarannya ini menjadi dasar untuk membiasakan diri menerapkan gaya hidup peduli lingkungan, sehingga ia secara aktif berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Adapun alur perkembangan Subdimensi Akhlak kepada Alam adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4 alur perkembangan sub dimensi ahklak kepada alam

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Memahami keterhubungan Ekosistem Bumi Mengidentifikasi berbgai ciptaan Tuhan Memahami keterhbungan antara satu ciptaan dengan ciptaan Tuhan lainnya Memahami konsep harmoni dan mengidentifikasi adanya saling ketergantungan antara berbagai ciptaan Tuhan
Menjaga Lingkungan Alam Sekitar Membiasakan bersyukur atas lingkungan alam sekitar dan berlatih untuk menjaganya Terbiasa memahami tindakan-tindakan yang ramah dan tidak ramah lingkungan serta membiasakan diri berperilaku ramah lingkungan Mewujudkan rasa syukur dengan terbiasa berperilaku ramah lingkungan akibat perbuatan tidak ramahlungjungan dalam lingkup kecil maupun besar

5. Ahklak Bernegara

Pelajar Pancasila memahami serta menunaikan hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai arga negara. ia menempatkan kemanusiaan, persatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan peibadi. Akhlak peribadinya medorong Pelajar Pancasila untuk peduli dan membantu sesama, untuk bergotong-royong. Ia juga mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, sebagai dampak dari akhlak pribadinya dan juga akhlaknya terhadap sesama. Keimanan dan ketakwannya juga mendorong untuk aktif menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai wujud cinta yang dimilikinnya untuk negara. Adapun alur perkembangan Subdimensi Akhlak Bernegara adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5 alur perkembangan sub dimensi ahklak bernegara

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Melaksanakan hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia Mengidentifikasi hak dan tanggungjawabnya di rumah sekolah dan lingkungan sekitar sekolah serta kaitannya nsengan keimanan kepada Tuhan YME Mengidentifikasi hak dan tangggung jawab orang-orang di sekitarnya serta kaintannya dengan keimanan kepada Tuhan YME Menngidentifikasi dan memahami peran, hak dan kewajiban dasar sebagai warga negara serta kaitannya dengan keimanan kepda Tuhan YME dan secara sadar mempraktikkannnya dalam kehidupan sehari-hari

Dimensi Berkebhinekaan Global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitas, dan tetap berpikiran terbuka dan berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinann terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen kunci dari berkebhinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama. dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman berkebinekaan.

1. Mengenal dan menghargai budaya

Pelajar Pancasila mengenali, mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, jenis kelamin, cara komunikasi, dan budayannya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas diriya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi anggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global

Adapun alur perkembangan Subdimensi Mengenal dan menghargai budaya adalah sebagai berikut:

Tabel 3.6 alur perkembangan sub dimensi Mengenal dan menghargai budaya

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mendalami budaya dan identitas budaya Mengidentifikasi dan mendeskripsikan ide-ide tentang dirinya dan beberapa kelompok di lingkungan sekitarnya Mengidentifikasi dan mendeskripsikan ide-ide tentang dirinya dan berbagai kelompok di lingkungan sekitarnya, sertacara orang lain berperilaku dan berkomunikasi dengannya Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman budaya di sekitarnya, serta menjelaskan peran budaya dan bahasa dalam membentuk identitas dirinya
Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya Mengidentifikasi dan mendeskripsikan praktik keseharian diri dan budayanya Mengidentifikasi dan membandingkan praktik keseharian diri dan budayanya denganorang lain di tempat dan waktu/era yang berbeda. Mendeskripsikan dan membandingkan pengetahuan, kepercayaan dan praktik dari berbagai kelompok budaya.
Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya Mendeskripsikan pengalaman dan pemahaman hidup bersama-sama dalam kemajemukan. Memahami bahwa kemajemukan dapat memberikan kesempatan untuk memperolah pengalaman dan pemahaman yang baru. Mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari keragaman budaya di Indonesia

2. Komunikasi dan interaksi antar budaya

Pelajar Pancasila berkomunikasi dengan budaya berbeda dari dirinya secara setara dengan memperhaeikan, memahami, menerima, keberadaan, dan menghargai keunikan setiap budaya sebagai sebuah kekayaan perspektif sehingga terbangun kesaling pahaman dan empati terhadap sesama.

Adapun alur perkembangan Subdimensi Komunikasi dan interaksi antar budaya adalah sebagai berikut:

Tabel 3.7 alur perkembangan sub dimensi Komunikasi dan interaksi antar budaya

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Berkomunikasi antar budaya Mengenalibahwa diri dan orang lain menggunakan kata, gambar, dan bahasa tubuh yang dapat memiliki makna yang berbeda di lingkungan sekitarnya. Mendeskripsikan penggunaan kata, tulisan dan bahasa, tubuh dan hasa tubuh yang memiliki makna yang berbeda di lingkungan sekitarnya dan dalam suatu budaya tertentu Memahami persamaan dan perbedaan cara komunikasi baik di dalam maupun antar kelompok budaya
Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perpektif Menekspresikan pandangannya terhdap topik yang umum dan mendengarkan sudut pandang orang lain yang berbeda dari dirinya dalam lingkungan keluarta dan sekolah Menekspresikan pandangannya terhadap topik yang umum dan dapat mengenal sudut pandang orang lain. Mendengarkan dan memperkirakan sudut pandang orang yang berbeda dari dirinya pada situasi di ranah sekolah, keluarga dan lingkungan sekitar. Membandingkan beragam perspektif untuk memahami permasalahan sehari-hari. Memperkirakan dan mendeskripsikan situasi komunitas yang berbeda dengan dirinya ke dalam situasi ke dalam situasi dirinya dalam konteks dan regional

3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan

Pelajar Pancasila secara refleksit memanfaatkan kesadaran dan pengalaman kebinekaannnya agar terhindar dari prasangka dan setreotip terhadap budaya yang berbeda, termasuk perundungan, intoleransi, dan kekerasan, dengan mempelajari keragaman budaya dan mendapatkan pengalaman dalam kebinekaan. Hal ini membuatnya menyelaraskan perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang secara setara dan harmonis antar sesama.

Adapun alur perkembangan Subdimensi Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.8 alur perkembangan sub dimensi Refleksi dan tanggung jawab

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan Menyebutkan apa yang telah dipelajari tentang orang lain dan interaksinya dengan kemajemukan budaya lingkungan sekolah dan rumah Menyebutkan apa yang telah dipelajari tentang orang lain dari interaksinya dengan kemajemukan budaya di lingkungan sekitar Menjelaskan apa yang telah dipelajari dari interaksi dan pengalaman dirinya dalam lingkungan yang beragam
Menghilangkan strereotip dan prasangka Mengenali perbedaan tiap orang atau kelompok dan menyikapinya sebagai kewajaran Mengkomunikaskna setereotip dan prasangka yang dimilikinya tentang orang atau kelompok di sekitarnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik Menkonfirmasi dan mengklarifikasi setereotip dan prasangka yang dimilikinya yang dimilikinya tentang orang atau kelompok di sekitarnya untuk mendapatkan yang lebih baik serta mengidentifikasi pengaruhnya terhadap individu dan kelompok di lingkungan sekitarnya
Menyelaraskan perbedaan budaya Mengidentifikasi perbedaan budaya yang konkret di lingkungan sekitar Mengenali bahwa perbedaan budaya mempengaruhi pemahaman antar individu Mencari titik temu nilai budaya yang beragam untuk menyelesaikan permasalahan bersama

4. Berkeadilan sosial

Pelajar Pancasila peduli dan aktif berpartisipasi dalam mewujudkan keadilan sosial di tingkat lokal, regional, nasional, dan global. ia percaya akan kekautan dan potensi dirinya sebagai modal untuk menguatakan demokrasi, untuk secara aktif -partisipatif membangun masyarakat yang dalam dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan.

Adapun alur perkembangan Subdimensi Berkeadilan sosial adalah sebagai berikut:

Tabel 3.9 alur perkembangan sub dimensi berkeadilan sosial

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Aktif membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan Menjalin pertemanan tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, jenis kelamin, dan perbedaan lainnya, dan mengenal masalah-masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di lingkungan sekitarnya Mengidentifikasi cara berkontribusi terhadap lingkungan sekolah, rumah dan lingkungan sekitarnya yang inklusif, adil dan berkelanjutan Membandingkan beberapa tindakan dan praktik perbaikan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan dampaknya secara jangka panjang terhadap manusia, alam, dan masyarakat
Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama Mengidentifikasi pilihan-pilihan berdasarkan kebutuhan dirinya dan orang lain ketika membuat keputusan Berpartisipasi menentukan beberapa pilihan untuk keperluan bersama berdasarkan kreteria sederhana Berpartisipasi dalam menentukan kreteria yang disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama
Memahami individu dalam demokrasi Mengidentifikasi peran, hak dan kewajiban warga dalam masyarakat demokratis Memahami konsep hak dan kewajiban, serta implikasinya erhadap perilakunya Memahami konsep hak dan kewajiban, serta implikasinya terhadap perilakunya. Mengunakan konsep ini untuk menjelaskan perilaku diri dan orang sekitarnya

Dimensi Bergotong Royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegitan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian dan berbagi.

1. Kolaborasi

Pelajar Pancasila memiliki kemampuan kolaborasi, yaitu kemampuan untuk bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang, ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain. Ia terampil untuk bekerja sama dan melakukan koordinasi demi mencapai tujuan berama dengan mempertimbangkan keragaman latar belajarn setiap anggota kelompok, Ia mampu merumuskan tujuan bersama, menelaah kembali tujuan yang telah dirumuskan, dan mengevaluasi tujuan selama proses bekerjasa sama. Ia juga memiliki kemampuan komunikasi, yaitu kemampuan mendengar dan menyimak pedan dan gagasan orang lain, menyampaikan pesan dan gagasan secara efektif, mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi, dan memberikan umpan balik secara kritis dan positif. Pelajar Pancasila juga menyadari bahwa ada saling ketergantungan yang positif antar-orang. Melalui kesadaran ini, ia memberikan kontribusi optimal untuk meraih tujuan bersama. ia menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya secara semaksimal mungkin dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan anggota lain dalam kelompoknya. Adapun alur perkembangan Subdimensi Kolaborasi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.10 alur perkembangan sub dimensi berkolaborasi

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Kerja sama Menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok dalam kegiatan bersama Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di linkungan sekitar (sekolah dan rumah)
Komunikasi untuk mencapai tujuan Memahami informasi sederhana dari orang alin dan menyampaikan informasi sederhana kepada orang lain menggunakan kata-katanya sendiri Memahami informasi yang disampaikan (ungkapan pikiran, perasaan dan keprihatinan) orang lain dan menyampaikan informasi secara akurat menggunakan berbgai simbol dan media Memahami informasi dari berbagai sumber dan menyampaikan pesan menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif kepada orang lain untuk mencapai tujuan bersama
Saling ketergantungan positif Mengenali kebutuhan kebutuhan diri sendiri yang memerlukan orang lain dalam pemenuhannya Menyadari bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam memehuhi kebutuhannya dan perlunya saling membantu Menyadari bahwa meskipun setiap orang memiliki otonominya masing-masing, setiap orang membutuhkan orang lain dalam emmenuhi kebutuhannya
Koordinasi sosial Melaksanakan aktivitas kelompok sesuai dengan kesepakatan bersama dengan bimbingan dan saling mengingatkan adanya kesepakatan tersebut Menyadari bahwa dirinya memiliki peran yang berbeda dengan orang lain/temannya, serta mengatahui konsekwensi perannya terhap ketercapaian tujuan Menyelaraskan tindakannya sesuai dengan perannya dan mempertimbangkan peran orang lain untuk mencapai tujuan bersama

2. Kepedulian

Pelajar Pancasila memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi di lingkungan fisik dan sosial. Ia tanggap terhadap kondisi yang ada di lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi yang lebih baik.  Ia merasakan dan memahami apa yang dirasakan orang lain, memahami perspektif mereka, dan menumbuhkan hubungan dengan orang dari beragam budaya yang menjadi bagian penting dari kebinekaan global. Ia memiliki persepsi sosial yang baik sehingga ia memahami mengapa orang lain bereaksi tertentu dan melakukan tindakan tertentu. Ia memahami dan menghargai lingkungan sosialnya, serta menghasilkan situasi sosial yang sejalan dengan pemenuhan kebutuhan berbagai pihak dan pencapaian tujuan. Adapun alur perkembangan Subdimensi Kepedulian adalah sebagai berikut:

Tabel 3.11 alur perkembangan sub dimensi kepedulian

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Tanggap terhadap lingkungan sosial Peka dan mengapresiasi orang-orang di lingkungan sekitar kemudian melakukan tindakan sederhana untuik mengungkapkannya Peka dan mengapresiasi orang-orang di lingkungan sekitar, kemudian melakukan tindakan untuk menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain
Persepsi Sosial Mengenali berbagai reaksi orang lain di lingungan sekitar dan penyebabnya Memahami berbagai alasan orang lain menampilkan respon terntentu Menerapkan pengetahuan mengenai berbagai reaksi orang lain dan penyebabnya dalam konteks keluarga, sekolah serta pertemanan dengan sebaya

3. Berbagi

Pelajar Pancasila memiliki kemampuan berbagi, yaitu memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruan yang ada di masyarakat secara sehat. Melalui kemampuan berbagi, ia mampu dan mau memberi serta menerima hal yang dianggap berharga kepada.dari orang teman sebaya, orang-orang di lingungan sekitarnya, dan lingkungan yang lebih luas. Ia mengupayakan diri dan kelompoknyha untuk memberi hal yang dianggap penting dan berharta kepada orang-orang yang membutuhkan baik di lingkungannya maupun di masyarakat yang lebih luas (negara dan dunia).

Adapun alur perkembangan Subdimensi Berbagi adalah sebagai berikut:

Tabel 3.12 alur perkembangan sub dimensi berbagi

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Memberi dan menerima hal yang dianggap berharta dan penting kepada/dari orang di lingkungan sekitar Memberi dan menerima hal yuang dianggap penting dan berharta kepada/dari orang-orang di lingkungan sekitar baik yang dikenal maupun tidka dikenal Memberi dan menerima hal yang dianggap penting dan berharta kepada/orang-orang di lingkungan luas/masyarakat yang dikenal maupun tidak dikenal

Dimensi Mandiri

Pelajar Indoensia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri:

1. Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi

Pelajar Pancasila yang mandiri senantiasa melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi mencakup refleksi terhadap kondisi diri, baik kelebihan maupun keterbatasan dirinya, serta situasi dan tuntutan perkembangan yang dihadapi. Hal ini akan membuat ia mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. Kesadaran tersebut akan membantunya untuk dapat menerapkan tujuan pengembangan diri yang sesuai dengan kondisi diri dan sistuasi yang dihadapi, memilih strategi yang sesuai, serta mengantisipasi tantangan dan hambatan yang mungkin terjadi.

Adapun alur perkembangan Subdimensi Pemahaman Diri adalah sebagai berikut:

Tabel 3.13 alur perkembangan sub dimensi pemahaman diri

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapai Mengidentifikasi dan menggambarkan kemampuan, prestasi, dan ketertarikannya secara subjektif Mengidentifikasi kemampuan, prestasi, dan ketertarikannya serta tantangan yang dihadapi berdasarkan kejadian-kejadian yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari Menggambarkan pengaruh kualitas dirinya terhadap pelaksanaan dan hasil belajar; serta megidentifikasi kemampuan yang ingin dikembangkan dengan mempertimbangkan tantangan yang diharapinya dan umpan balik dari orang dewasa
Mengembangkan refleksi diri Melakukan refleksi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta prestasi dirinya Melakukan refleksi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, dan prestasi dirinya serta situasi yang dapat mendukung dan menghambat pembelajaran dan pengembangan dirinya Melakukan refleksi untuk mengidentifikasi fakor-faktor di dalam maupun di luar dirinya yang dapat mendukung/menghambatnya dalam belajar dan mengembangkan diri;serta mengidentifikasi cara untuk mengatasi kekuarangan

2. Regulasi diri

Pelajar Pancasila yang mandiri mampu mengatur pikiran, perasaan dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajar dan pengembangan dirinya baik di bidang akademik maupun non akademik. Ia mampu menetapkan tujuan pengembangan dirinya serta merencanakan strategi untuk mencapainya dengan didasari penilaian atas kemampuan dirinya dan tuntutan situasi yang dihadapinya. Pelaksanaan aktivitas pengembangan diri dapat dikendalikan olehnya sekaligus menjaga perilaku dan semangat agar tetap optimal untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Ia senantiaasa memantau dan mnegevaluasi upaya yang dilakukan dan hasil yang dicapainya. Ketika menemui permasalahan dalam belajar, ia tidak mudah menyerah dan akan berusaha mencari strategi atau metode yang lebi sesuai untuk menunjang keberhasilan pencapaian tujuannya.

Adapun alur perkembangan Subdimensi Regulasi Diri adalah sebagai berikut:

Tabel 3.14 alur perkembangan sub dimensi regulasi diri

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Regulasi Diri Mengidentifikasi perbedaan emosi yang dirasakan dan situasi-situasi yang menyebabkan-nya; serta mengekspresikan secara wajar Mengetahui adanya pengaruh orang lain, situasi, dan peristiwa yang terjadi terhadap emosi yag dirasakannya; serta berupaya untuk mengekspresikan emosi secara tepat dengan mempertimbangkan perasan dan kebutuhan orang lain disekitarnya Memahami perbedaan emosi yang dirasakan dan dampaknya terhadap proses belajar yang interaksinya dengan orang lain; serta mencoba cara-cara yang sesuai untuk mengelola emosi agar dapat menunjang aktivitas dan interaksinya dengan orang lain
Penetapan tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan diri serta rencana strategis untuk mencapainya Menetapkan target belajar dan merencanakan waktu dan tindakan belajar yang akan dilakukan Menjelaskan pentingnya memiliki tujuan dan berkomitmen dalam mencapainya serta mengeksplorasi langkah-langkah yang sesuai untuk mencapainya Menilai fakor-faktor (kekuatan dan kelemahan) yang ada pada dirinya dalam upaya mencapai tujuan belajar, prestasi, dan pengembangan dirinya serta mencoba berbagai strategi untuk mencapainya
Menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri Berinisiatif untuk mengerjakan tugas-tugas rutin secara mandiri di bawah pengawasan dan dukungan orang lain Mempertimbangkan memilih dan mengadopsi berbagai strategi dan mengidentifikasi sumber bantuan yang diperlukan serta berinisiatif menjalankannya untuk mendapatkan hasil belajar yang diinginkan Memahami arti penting bekerja secara mandiri serta inisiatif untuk melakukannya dalam menunjang pembelajaran dan pengembangan dirinya
Mengembangkan pengendalian Melaksanakan kegiatan belajar di kelas dan menyelesaikan tugas-tugas dalam waktu yang telah disepakati Menjelaskan pentingnya mengatur diri secara mandiri dan mulai menjalankan kegiatan dan tugas yang telah disepakati secara mandiri Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam mengelola diri dalam pelaksanaan aktivitas belajar dan pengembangan dirinya
Percaya diri, tangguh (resilient) dan adaptif Berani mencoba dan adaptif menghadapi situasi baru serta bertahan mengerjakan tugas-tugas yang disepakati hingga tuntas Tetap bertahan mengerjakan tugas ketika dihadapkan dengan tantangan dan berusaha menyesuaikan strateginya ketika upaya sebelumnya berhasil Menyusun menyesuaikan dan mengujicoba berbagai strategi dan cara kerjanya untuk dapat membantu dirinya dalam penyelesaian tugas yang menantang

Dimensi Bernalar Kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir dalam mengambilan keputusan.

1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan

Pelajar Pancasila memproses gagasan dan informasi, baik dengan data kualitatif maupun kuantitatif. Ia memiliki rasa keingintahuan yang besar, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut. Ia juga mampu membedakan antara isi informasi atau gagasan dari penyampainya.  Selain itu, ia memiliki kemauan untuk mengumpulkan data atau fakta yang berpotensi menggugurkan opini atau keyakinan pribadi. Berbekal kemampuan tersebut, Pelajar Pancasila dapat mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang relevan dan akurat.  Adapun alur perkembangan Subdimensi Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.15 alur sub Subdimensi Memperoleh  memproses informasi  gagasan

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuan dan untuk mengidentifikasn suatu permasakahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya Mengajukan peratanyaan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan dan mengkonfirmasi pemahaman terhadap suatu permasalahan menganai dirinya dan lingkungan sekitar Mengajukan pertanyaan untuk membandingkan berbagai informasi dan untuk menambah pengetahuannya

2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran.

Pelajar Pancasila menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang ia dapatkan. Ia mampu menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan. Akhirnya, ia dapat membuktikan penalarannya dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan.

Adapun alur perkembangan Subdimensi menganalisis dan mengevaluasi penalaran adalah sebagai berikut:

Tabel 3.16 alur  sub Subdimensi Menganalisis mengevaluasi penalaran

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Elemen menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya Melakukan penalaran konkret da memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan Menjelaskan alasan yang relevan dalam penyelesaikan masalan dalam pengambilan keputusan Menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan
Mereflsksikan dan mengevaluasi pemikirannya sendiri Menyampaikan apa yang sedang dipikirkan sedara terperinci Menyampaikan apa yang sedang dipikirkan dan menjelaskan alasan dari hal yang dipikirkan Memberikan alasan dari hal yang dipikirkan serta menyadari kemungkinan adanya bias dalam pemikirannya sendiri

3. Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri.

Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri. Pelajar Pancasila melakukan refleksi dan evaluasi terhadap  pemikirannya sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proses berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan. Ia menyadari proses berpikirnya beserta putusan yang pernah dihasilkannya, dan menyadari perkembangan serta keterbatasan daya pikirnya. Hal ini membuatnya menyadari bahwa ia dapat terus mengembangkan kapasitas dirinya melalui proses refleksi, usaha memperbaiki strategi, dan gigih dalam mengujicoba berbagai alternatif solusi.  Selain itu, ia memiliki kemauan untuk mengubahopini atau keyakinan pribadi tersebut jika memang bertentangandengan bukti yang ada. Adapun alur perkembangan dimensi merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri sebagai berikut.

Tabel 3.17 alur  sub Subdimensi merefleksi dan mengevaluasi pemikiran

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mengidentifikasi mengklarifikasi dan mengolah informasi dan gagasan Mengidentifikasi dan mengolah informasi dan gagasan Mengumpulkan, mengklasifikasi dan memilih informasi dari berbagai sumber Mengumpulkan, mengklasifikasikan, membandingkan dan memilih informasi dari berbagai sumber serta memperjelas informasi dengan bimbingan orang dewasa

Dimensi Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yangorisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatifterdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karyadan tindakan yang orisinal serta memiliki keluwesan berpikir dalam mencarialternatif solusi permasalahan.

1. Menghasilkan gagasan yang orisinal

Pelajar yang kreatif menghasilkan gagasan atau ide yang orisinal. Gagasan ini terbentuk dari yang paling sederhana seperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan sampai dengan gagasan yang kompleks. Perkembangan gagasan ini erat kaitannya dengan perasaan dan emosi, serta pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan oleh pelajar tersebut sepanjang hidupnya. Pelajar yang kreatif memiliki kemampuan berpikir kreatif, dengan mengklarifikasi dan mempertanyakan banyak hal, melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda, menghubungkan gagasan-gagasan yang ada, mengaplikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya untuk mengatasi persoalan, dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian

Adapun alur perkembangan dimensi menghasilkan gagasan yang orisinal

 sebagai berikut.

Tabel 3.18 alur  sub menghasilkan gagasan yang orisinil

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Menggabungkan beberapa gagasan menjadi ide atau gagasan imajinatif yang bermakna untuk mengekspresikan dan atau perasannya Memunulkan gagasan imajinatif baru yang bermakna dari beberapa gagasan yang berbeda sebagai ekspresi pikiran dan/atau perasaannya Mengembangkan gagasan yang ia miliki untuk membuat kombinasi hal yang baru dan imajinatif untuk mengekpresikan pikiran dan/atau gagasan

2. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Pelajar yang kreatif menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal berupa representasi kompleks, gambar, desain, penampilan, luaran digital, realitas virtual, dan lain sebagainya. Ia menghasilkan karya dan melakukan tindakan didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu, pelajar yang kreatif cenderung berani mengambil risiko dalam menghasilkan karya dan tindakan.

Adapun alur perkembangan dimensi menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal sebagai berikut.

Tabel 3.19 alur  sub menghasilkan karya tindakan orisinil

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mengeksplorasi dan menekspresikan pikiran dan/atau perasannya alam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannnya sesuai dengan minat dan kesukaannya alam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi dan mengkritisi karya dan tindakan yang dihasilkan Mengeksplorasi dan mengapresiasikan pikiran dan/atau perasannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi dan mengkritisi karya dan tindakan yang dihasilkan

3. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi

Pelajar yang kreatif memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan yang ia hadapi. Ia mampu menentukan pilihan ketika dihadapkan pada beberapa alternatif kemungkinan untuk memecahkan permasalahan. Ia juga mampu mengidentifikasi, membandingkan gagasan-gagasan kreatifnya, serta mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambilnya tidak berhasil. Pada  akhirnya, pelajar kreatif mampu bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif Ketika menghadapi perubahan situasi dan  Adapun alur perkembangan subdimensi memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi sebagai berikut.

Tabel 3.20 alur  sub keluwesan berpikir mencari solusi

Subelemen Di Akhir Fase A Di Akhir Fase B Di Akhir Fase C
Mengidentifikasi gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan Membandingkan gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan Berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *