LOKAKARYA COACHING DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

PENGANTAR

Pagi ini, Sabtu, 16 April 2022, penyelenggaraan Lokakarya Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan acara rutin Program Guru Penggerak  yang diadakan setiap bulan. Bulan April ini, lokakarya tetap dilaksanakan dengan mengambil topik Coaching dan RPP Berdiferensiasi. Sesuai dengan tugas pada lokakarya 3, untuk menjadi ajang  kepada calon guru penggerak mengembangkan kemampuannya dalam merencanakan dan mengembangkan kemampuannya dalam mengajar RPP berdiferensiasi sesuai topik Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Waktu menunjukkan pukul 07.15 menit ketika saya selaku Pengajar Praktik telah tiba di Hotel Taman Surgawi. Pagi yang sejuk itu, suasana di lokasi Lokakarya 4, sangat adem, sesuai dengan karakteristik Taman Ujung Karangasem yang lokasinya masih asri di kelilingi oleh pesawahan disekelilingnya. Nampak di tempat parkir hotel beberapa PP dan CGP sudah berkumpul dan menunggu acara Lokakarya 4 segera dilakasanakan. Beberapa saat kemudian para Calon Guru Penggerak berdatangan untuk bersama-sama melakukan lokakarya yang temanya Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Sebelum acara dimulai, kami sesama pengejar praktik dikumpulkan di sebuah ruangan oleh panitia dari P4TK Penjas dan BK. Pada kesempatan itu, panitia menjelaskan tentang pelaksanaan Lokakarya 4, yang harus dilaksanakan secara baik untuk mencapai tujuan yang maksimal. Program Guru Penggerak yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi adalah salah satu cara memerdekakan pendidikan Indonesia. Melalui program ini akan tercipta guru-guru yang bergerak untuk mengembalikan pendidikan sebagaimana mestinya dalam mengoptimalkan layanan pendidikan pada siswa. Di masa depan diharapkan arah pendidikan selalu menempatkan guru untuk selalu menempatkan pembelajaran dlam kerangka memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.

Pada kesempatan itu juga disampaikan bahwa mulai bulan Juni 2022, P4TK Penjas dan BK akan diliquidasi sehingga para staff dan personil SDM di P4TK masih menunggu program reposisi. Maka Program Guru Penggerak nantinya akan diserahkan ke lembaga Balai Besar Guru Penggerak. Sementara LPMP juga akan diubah menjadi Balai Besar Peningkatan Mutu Pendidikan. Perubahan ini ditujukan untuk menjadikan Unit Pelaksana Teknis Kemendikbudristek menjadi tepat sasaran, tepat ukuran dan tepat proses untuk menunjang efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dlam bidang pendidikan dan kebudayaan.

Pembukaan

Setelah sesi pembekalan dari P4TK, Penjas dan BK selanjutnya masing-masing Pengejar Prkatik dipersilahkan memandu Calon Guru Penggerak dalam menyelenggarakan Lokakarya yang temanya Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Saya saat itu berpasangan dengan Bapak Wayan Sugiana (Kepala SMAN 2 Amlapura) untuk memandu kelas B dengan jumlah peserta CGP sebanyak 10 orang. Kami berdua mempersiapkan media presentasi dan ruangan sebelum mempersilahkan Calon Guru Penggerak memasuki ruangan untuk belajar bersama terkait materi Lokakarya 4 adalah tentang Coaching dan RPP Berdiferensiasi.

Lokakarya yang diselenggarakan ala Guru Penggerak yang sudah memasuki tahapan ke 4 ini memang beda dari biasanya. Strategi penyampaian materi yang selama ini kita ketahui, yang selalu didominasi oleh narasumber sangat berbeda dengan pola lokakarya. Kegiatan ini lebih bersifat menumbuhkan motivasi kepada para guru untuk bergerak dan berubah secara bersamaan. Perubahan yang dimaksud adalah pola pikir dan upaya berbagi sehingga diharapkan para Guru Penggerak ini adalah benar-benar mampu menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan dalam bidang pendidikan. Sesuai dengan tema Lokakarya 4 yaitu CGP memahami dan melaksanakan kesepakatan yang mendukung tercapainya target belajar.

Adapuin tujuan dari Lokakarya 4 dengan tema Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi ini adalah :

  1. Calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid
  2. Calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam melakukan coaching
  3. Calon guru penggerak dapat menyusun RPP yang mengutamakan diferensiasi pada murid

Baca Juga

LOKAKARYA PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

LAPORAN LOKAKARYA PERDANA

Ice Breaking

PP menyiapkan kertas plano dan sejumlah kertas plano kosong yang dibutuhkan, serta laptop, playlist lagu , speaker untuk ice breaking.

Pengajar Praktik menyapa peserta (CGP) untuk membangkitkan semangat setelah 1 bulan tidak bertemu. Mengajak peserta melakukan ice breaking untuk menciptakan suasana yang cair dalam ruangan dengan judul “TANYA & TEMUKAN”

Pengajar Praktik menyapa peserta dengan bertanya kabar sambil berkeliling. Peserta membentuk kelompok beranggotakan 3 orang berdasarkan kesamaan tema pilihan:

  1. Bulan lahir yang sama
  2. Menu sarapan yang sama
  3. Tahun lahir yang sama
  4. Jenjang kelas yang diampu

Peserta kelompok cukup memilih 1 kesamaan saja. Sambil peserta mencari jodohnya, PP memutarkan musik dan menghentikannya. Musik dimainkan selama 3 menit, sambil peserta membentuk kelompok dengan anggota 3 orang, dengan cara mencari teman lain yang memiliki kesamaan atas 4 point di atas. Setelah itu peserta diajak untuk memberikan refleksi terkait pentingnya menemukan kesamaan agar dapat memiliki visi dan misi yang sama dalam mendidik.

Pengajar praktik mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

Apakah tantangan yang dihadapi Bapak/Ibu dalam mencari persamaan? Apakah harus dilakukan agar mudah menemukan persamaan?

Dengan menemukan kesamaan kita akan mudah menentukan visi dan misi sekolah, dan sebaliknya jika terdapat banyak perbedaan tanpa ada kesamaan maka akan mendatangkan atau menimbulkan masalah. Nah pagi ini kita akan belajar menyamakan persepsi tentang strategi pengajaran dan pendampingan yang dapat kita gunakan sebagai modal agar pengajaran kita berpihak pada murid.

Pengantar Sesi dan Kesepakatan Kelas

Pengajar Praktik memberikan informasi kepada Calon Guru Penggerak tentang target belajar yang akan dicapai dalam pertemuan hari ini. Pengajar praktik telah menuliskannya terlebih dahulu sebelum lokakarya pada kertas plano, kemudian menunjukkannya pada CGP

Sepanjang hari ini kita akan belajar tentang pengajaran yang berpihak pada murid. inilah target kita yang akan kita raih di akhir sesi ini yaitu:

  1. Calon Guru Penggerak mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid
  2. Calon Guru Penggerak mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam melakukan coaching
  3. Calon Guru penggerak menyusun RPP yang mengutamakan diferensiasi murid

 

 

Untuk itu maka inilah agenda belajar kita hari ini adalah:

  1. Refleksi Komitmen
  2. Pemetaan diri dalam pengajaran
  3. Praktik Coaching
  4. Penyusunan RPP “Berpihak pada murid”

Hari ini kita punya waktu 6 jam untuk belajar bersama. Oleh karena tu kita perlu membuat kesepakatan. Peserta mengambil kertas Post-it dan menuliskan apa yang penting dilakukan dan mana yang tidak penting. Setelah dirangkum semua kesepakatan yang telah dibuat minimal memuat tentang kesepakatan bersama yang memuat :

  1. …Mengenal waktu
  2. …Mengenal partisipasi
  3. ….Mengenal fokus
  4. …Mengenal target

Kesepakatan di atas mari kita patuhi bersama-sama

REFLEKSI KOMITMEN

Refleksi Pribadi

Tujuan dari sesi ini adalah mampu merefleksikan perasaan atas pengalaman melaksanakan komitmen bulan lalu dan CGP menghargai diri sendiri dan rekan sejawat dalam proses pencapaian mimpi. PP memastikan setiap kelompok  beranggotakan 3 orang CGP dan mengarahkan CGP untuk merefleksikan komitmen yang telah dibuat satu bulan lalu.

PP meminta CGP untuk menuliskan kata kunci dari pelaksanaan komitmen yang telah dibuat bulan lalu dalam kelompok yang beranggotakan 3 orang, seperti 1. Sulit, 2. Mampu, 3. Kerja Keras. Setiap lembar berisikan satu kata kunci yang terdiri dari 1 sampai 2 kata saja, lalu menempelkannya di kertas plano. CGP menyusun dan mengelompokkan kertas post-it yang berisi kata-kata yang sama.

Pengajar praktik menyimpulkan dari kata kunci apa saja yang ditemukan. Berdasarkan tulisan Bapak/Ibu dapat saya simpulkan inilah yang mewakili perasaan Bapak/Ibu dalam pelaksanaan komitmen di bulan lalu.

Refleksi Kelompok

Pengajar praktik meminta CGP untuk menceritakan pengalaman selama sebulan lalu, secara bergiliran, terkait pertanyaan refleksi:

  1. Hal baik apa yang telah dilakukan 1 bulan kemarin?
  2. Tantangan apa yang didapat selama 1 bulan kemarin?
  3. Usaha apa yang telah dilakukan untuk mengatasi tantangan itu?

Cerita disampaikan oleh 3 orang perwakilan CGP yang disimak oleh semua anggota dan diakhiri dengan tepuk tangan. PP menunjukkan kembali kerta plano yang memuat kata kunci. Pengajar Praktik menyimpulkan 10 – 12 kata kunci yang mewakili pengalaman CGP sebulan lalu.

PP memberikan motivasi kepada CGP atas kesimpulan pengalaman yang telah disebutkan, sekaligus mengapresiasi CGP.  CGP menepuk bahu teman sebelah kanannya sambil menyebutkan namanya dengan pertanyaan :

Bapak/Ibu…telah berjuang sampai saat ini!

Memang tidak mudah, tapi Bapak/Ibu bisa…

Murid-murid pasti bangga memiliki guru seperti Bapak/Ibu…

Terus berjuang ya

Kegiatan itu diulangi dengan menepuk bahu teman sebelah kirinya. PP mengapresiasi CGP telah mendukung satu sama lain dalam proses belajar ini. Yang diakhiri dengan tepuk tangan untuk perjuangan kita bersama.

PEMETAAN DIRI DAN PRAKTIK COACHING

Penyadaran Nafas

Tujuan sesi ini adalah CGP mampu melakukan penyadaran nafas sebagai bentuk penghargaan pada diri sendiri, mengidentifikasi kondisi diri dalam pengajaran dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam mempraktikkan strategi coaching. Perlengkapan yang dibutuhkan dalam sesi ini adalah: lembar instruksi penyadaran nafas, playlist lagu, speaker, lembar penugasan coach, lembar pemetaan diri sendiri dan alat tulis.

Suka duka menjadi guru adalah pengalaman semua orang, terkadang orang pernah merasa jatuh sehingga perlu dibangkitkan lagi. Salah satu cara yang direkomendasikan sebagaimana halnya Modul 2.2. PP menyampaikan kita hari ini akan melakukan jeda untuk menghargai diri kita. Salah satu CGP tampil ke depan untuk memimpin acara,.

CGP mengolah nafas sebagai bentuk sayang terhadap diri  Peserta lain duduk tegak namun santai di tempat duduknya masing-masing, lalu memejamkan mata dan hening. Bernafas secara perlahan dengan instruksi sebagai berikut:

Stop/ Berhenti

Hentikan apapun yang sedang Anda lakukan. Silahkan ambil posisi duduk secara nyaman atau posisi berdiri jika tidak memungkinkan. Rilekskan tubuh Anda, mulai dari otot-otot wajah, bahu kiri dan bahu kanan, lengan atas, pergelangan dan jari-jari. Luruskan lengan di atas paha. Lepaskan sepatu. Luruskan kaki dan sentuh lantai dengan telapak kaki langsung. Rasakan kontak antara kaki dan tempat Anda duduk atau berpijak.

Take a Deep Breath/ Tarik Nafas Dalam

Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara masuk dan udara keluar. Dengan bernafas melalui hidung, bernafaslah 4 detik dan buang napas 4 detik. Katakan inhale (bernapas), lalu exhale (buang napas). Lakukan sebanyak 5 kali.

Observe/ Amati

Sekarang, sambil tetap bernapas secara sadar, amati pikiran. Amati pikiran: Apa yang Anda pikirkan? Amati perasaan; Apa yang Anda rasakan? Apa yang sebetulnya sedang terjadi saat ini? Ingat untuk tetap menyadari nafas ya. Amati sekali lagi, pilihan-pilihan yang ada. Pilihlah tindakan yang dirasa paling tepat saat ini. Tanyakan pada diri: Sudahkah saya mengasihi diri sendiri? Amati diri sendiri.

Sekarang, sambil bernapas secara sadar, sebutkan kekuatan yang Anda miliki. Sebutkan satu kekuatan sambil bernapas satu kali. Lalu, sebutkan kekuatan lain sambil bernapas satu kali. Lakukan sebanyak 5 kali. “Tarik nafas, saya …(sebutkan kekuatan diri), buang nafas.”

Proceed/ Lanjutkan

Buka mata Anda perlahan jika merasa sudah siap. Senyum pada diri sendiri. Mari kita lanjutkan kembali kegiatan dengan perasaan yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih.

PP dan peserta lalu melakukan apresiasi terhadap kegaitan yang baru saja dilakukan. PP lalu bertanya kepada peserta :

Bagaimana perasaan Bapak/Ibu saat ini?

Terimakasih untuk ceritanya

Ketika sedang terburu-buru, terlalu banyak pekerjaan, pusing memikirkan murid atau juga dipusingkan dengan kondisi keluarga di rumah, mari kita berlatih untuk mengambil waktu jeda. Ambil waktu 1-2 menit saja untuk memberi penghargaan pada diri sendiri dengan mengolah nafas.

Pemetaan Diri

Fase mengolah nafas tadi adalah salah satu cara mengumpulkan lagi kekuatan bagi diri sendiri, setelah itu baru peserta akan lebih siap melakukan tugas dan tanggung jawabnya lagi seperti mengajar dan lain-lain. Setelah berhasil mengelola kemampuan diri barulah peserta beralih untuk membimbing diri sendiri. Strategi yang akan digunakan untuk membantu orang lain untuk menemukan dan memutuskan strategi kemajuannya adalah coaching. Coaching dapat dilakukan pada rekan sejawat atau murid karena strategi ini sangat memperhatikan kondisi awal, karakter, serta kebutuhan orang lain.

Setelah kegiatan beristirahat tadi, maka saatnya kita bergandengan tangan untuk bersama-sama menjernihkan pikiran dan mengambil tanggung jawab kembali untuk mengarahkan murid agar mengalami kemajuan dalam belajarnya. Belajar yang selalu membutuhkan kebutuhan murid, tetapi jangan sampai hanya kita yang melakukan hal ini, maka pastikan rekan sejawat juga kita ajak untuk melakukan hal yang sama. Maka inilah tugas tambahan bagi kita sebagai guru penggerak, yaitu memastikan rekan sejawat mengalami kemajuan diri. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan agar rekan sejawat kita dapat tumbuh kesadarannya untuk melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid adalah dengan melakukan coaching.

Pengajar praktik lalu menunjukkan tulisan di papan plano tentang pengertian COACHING. Selanjutnya meminta pendapat 1 – 2 orang untuk menjelaskan pengertian coaching. Coaching adalah aktivitas mengarahkan orang lain (Coachee) untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan memaksimalkan potensinya. PP mengajak CGP untuk memetakan diri dengan spesifik dalam melakukan pengajaran yang berpihak pada murid, point penting tentang pemetaan diri ditulis pada papan plano. Sedangkan untuk lembar pemetaan diri telah dicetak sesuai jumlah CGP.

Pada sat kita melaksanakan tugas mengajar maka kita perlu memahami sudah sejauh mana praktik kita selama ini telah mampu memenuhi kebutuhan belajar murid, seperti panduan pemetaan diri sebagai berikut:

  1. Ciri khas dalam mengajar
  2. Umpan balik dan Saran dari murid dan teman sejawat
  3. Cara mengelola emosi dan pikiran negatif

 

PP bertanya pada CGP tentang tugasnya menuliskan jawaban aas panduan pemetaan diri di atas, lalu 2 orang CGP tampil ke depan forum untuk bercerita tentang hal-hal seperti panduan pemetaan diri di atas. Kegiatan sesi ini ditutup dengan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi diri CGP.

Praktik Coaching

Pengajar Praktik mempersilahkan CGP untuk duduk kembali dan menceritakan tentang pemahamannya tentang coaching Model TIRTA seperti pada Modul 2.3. PP menugaskan peserta untuk menyebutkan langkah-langkah coaching model TIRTA yaitu:

a. Tujuan, menyampaikan tujuan coaching tentang menggali potensi dan strategi pengembangan diri coach

  1. Apa yang kamu harapkan dari pertemuan kita hari ini?
  2. Hasil apa yang ingin kamu capai
  3. Dalam pertemuan , fokus tujuan kita…
  4. Agenda yang akan kita diskusikan…

b. Identifikasi, memberikan pertanyan dan umpan balik yang mengarah pada identifikasi potensi coachee

  1. Apakah hal terpenting dalam hidupmu saat ini?
  2. Apa mimpi yang ingin anda capai?
  3. Apa hambatan yang dialami dalam proses?
  4. Bagaimana cara mengatasinya?
  5. Seberapa efektif itu menurutmu?
  6. Dari skala 1 – 10, saat ini posisimu ada di angka berapa untuk mencapai mimpi itu?

c. Rencana Aksi, memberikan pertanyaan dan umpan balik mengenai rencana aksi coachee dalam menyelesaikan masalahnya:

  1. Apa hal pertama yang menurutmu penting untuk dilakukan demi mencapai mimpi itu?
  2. Hal-hal apa saja yang akan kamu lakukan agar dapat mencapai tujuan?
  3. Jika ada hambatan lagi, apa saja yang akan kamu lakukan?
  4. Apakah tandanya bahwa kamu menyebut dirimu berhasil?

d. Tanggung Jawab, Memberikan pertanyaan dan umpan balik mengenai komitmen coachee dalam menjalankan rencana aksinya

  1. Bantuan apa saja yang akan kamu cari untuk mendukugn tindakanmu?
  2. Tiga hal pertama yang akan dikerjakan…
  3. Silahkan menyimpulkan apa yang kamu dapat dari pertemuan kita hari ini

Pengajar praktek menyiapkan lembar praktik yang terdiri dari: 1) Lembar peran coach dan 2) lembar penilaian coaching oleh observer. Lembar ini dibagikan kepada CGP yang dapat berperan sebagai coach dan observer di masing-masing kelompok.  Selanjutnya adalah kegiatan berbagi peran sebagai coach dan coachee serta observer. Kegiatan praktikum ini dilakukan selama beberapa menit antar peran.

Setelah praktik, PP meminta CGP untuk bercerita tentang perasaan dan pengalaman yang diperoleh ketika praktik, dengan 2 pertanyaan kunci. Silahkan menulis perasaannya pada kertas plano. Selanjutnya PP mengajak CGP berdiskusi dengan pertanyaan kunci:

  1. Coach :    Apa yang Anda rasakan saat praktik? Tantangan apa yang dialami saat praktik?
  2. Coachee :    Bagaimana perasaan saat dibimbing? Hal baru apa yang didapatkan setelah dibimbing oleh Coach?
  3. Observer :    Apa yang sudah baik dilakukan oleh Coach saat praktik? Apa yang perlu dimunculkan oleh Coach saat praktik?

Selanjutnya 1 orang perwakilan Coach, Coachee dan Observer, menceritakan pengalamannya terlibat dalam sesi coaching. Hal yang perlu diingat dari peserta ketika melakukan tugasnya mencaoch adalah memandu menemukan jawaban, bukan memandu supaya peserta dapat menjawab,

Tugas berikutnya adalah rencana tindak lanjut, dimana setiap anak berpotensi terpapar pengaruh negatif dari HP, Akibatnya adalah ketergantungan dengan alat ini sampai-sampai lupa dengan pekerjaan pokoknya. Tugas selanjutnya adalah penugasan melakukan coaching dengan teman sejawat yang ada di sekolah.

RPP YANG BERPIHAK PADA MURID

Energizer

Kegiatan sesi ini bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai prinsip diferensiasi dalam RPP yang disusun dan mampu menyusun RPP yang berpihak pada murid yang mengutamakan diferensiasi. Alat-alat yang diperlukan pada sesi ini adalah kertas plano, spidol warna-warni, spidol whiteboard, kertas post-it dan lem kertas.

PP mempersiapkan salah satu cerita yang didalamnya terdapat kata covid. kebakaran dan gempa. PP melanjutkan dengan energizing dengan tahapan:

  1. Peserta silahkan untuk bermain sejenak. Pilih dalam kelompok 1 orang menjadi warga dan 2 orang menjadi rumah
  2. Saya akan bercerita tentang bencana alam pada suatu kota

Terdapat suatu cerita seorang warga memiliki dua buah rumah, Kota tersebut berada di sebuah wilayah yang rawan gempa, karena musim panas kota tersebut juga rawan kebakaran. Parahnya lagi kota itu saat ini ditetapkan oleh pemerintah menjadi kota darurat covid 19. Karena saking parahnya bencana yang dialami kota itu, silih berganti, maka ditentukanlah 3 (tiga) peringatan dini. yaitu peringatan Covid untuk bencana Covid, gempa dan kebakaran.

Maka 1 orang diantara Bapak Ibu berperan sebagai warga, yang punya rumah. Dua orang lainnya berperan sebagai rumah. Jika saya bilang Covid, maka warga berlindung di salah satu rumah yang penuh dengan perlindungan kesehatan, Jika saya bilang gempa, maka warga pindah ke rumah yang tahan gempa, dan terakhir jika kebakaran tidak ada satu rumah pun tahan covid maupun gempa, maka warga mencari perlindungan di rumah tetangga (atau kelompok bubar mencari rumah dan warga baru). Permainan dipimpin oleh pengejar praktik.

 Setiap kali saya bilang “Covid” maka warga harus pindah rumah (rumah tahan covid)

  1. Setiap kali saya katakan “Gempa” maka warga akan pindah ke rumah tahan gempa
  2. Setiap kali saya bilang “Kebakaran”, maka warga dan rumah berpencar mencari kelompok baru

Pengamatan RPP

RPP yang CGP buat sesuai dengan modul 2.1 pada pelatihan daring. PP menugaskan CGP untuk mengidentifikasi komponen diferensiasi pada RPP yang telah disusun. Salah satu RPP dalam kelompok dibedah bersama dimana 2 orang anggota lainnya bertanya secara aktif tentang seberapa sering kemunculan diferensiasi dalam RPP yang dituliskan Sepanjang 5 menit ke depan setelah identifikasi selesai, CGP mempresentasikan..

Komponen RPP diferensiasi yang harus diidentifikasi adalah sebagai berikut:

a.Diferensiasi Konten, pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari murid

  1. Materi disajikan dalam bentuk beragam (contoh: video, bacaan, gambar)
  2. Terdapat keterampilan atau pengetahuan yang bisa dipelajari secara mandiri oleh setiap murid
  3. Pengetahuan yang disajikan memungkinkan murid menyampaikannya pada teman sebaya
  4. Pengetahuan disajikan dalam berbagai tingkat kesulitan untuk satu tema besar
  5. Adanya sumber belajar yang kaya sehingga setiap murid dapat memilih salah satu sub materi yang disukai

b. Diferensiasi Proses, aktivitas belajar murid

  1. Cara penyampaian materi dilakukan secara beragam sesuai kemampuan memahami murid (contoh: diskusi, studi kasus, dongeng, video, permainan)
  2. Terdapat variasi aktivitas untuk memahami materi berdasarkan wadah (luring/daring)
  3. Terdapat variasi aktivitas untuk memahami materi berdasarkan wadah (dalam/luar kelas)
  4. Terdapat variasi aktivitas untuk memahami materi berdasarkan lokasi (dalam/luar kelas)
  5. Ada aktivitas yang melibatkan murid secara aktif untuk menemukan pengetahuan tambahan

c. Diferensiasi Produk, hasil belajar atas pemahaman murid

  1. Terdapat variasi produk pengetahuan untuk setiap murid (contoh: pertunjukan, poster, cerpen)
  2. Penilaian terhadap pemahaman murid dibuat beragam (mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan, minat)
  3. Adanya variasi dalam pengerjaan tugas (tugas individu dan tugas kelompok)
  4. Adanya pemberian kesempatan untuk murid menciptakan produk atau karya mandiri
  5. Adanya variasi penilaian berdasarkan tingkat kesulitan dan kemampuan murid (rubrik penilaian, mudah, sedang dan sulit)

Pengajar praktik memastikan semua CGP telah telah melakukan penilaian terhadap RPP yang dipresentasikan. PP bertanya:

Apakah ada RP yang benar –benar telah dibuat sesuai dengan ketentuan dalam pembelajaran berdiferensiasi? Silahkan satu orang maju ke depan untuk bercerita kepada rekan-rekan yang lain tentang RPP yang dibuatnya. Apakah ada yang ingin menanggapi RPP kawan kita ini? Jika tidak mari kita apresiasi.  OK, sekarang mari kita membuat RPP berdiferensiasi, yang nantinya kita lebih dibantu untuk memahami kondisi murid.

 

Penyusunan RPP

PP memberikan lembar panduan RPP berdiferensiasi, sementara CGP diberikan kesempatan 30 menit untuk membuatnya dalam kelompok.

Bapak/Ibu CGP silahkan mengerjakan RPP pada kertas plano dengan memilih dua indikator pada setiap masing-masing komponen diferensiasi baik proses, konten dan produk. Setelah itu Bapak/Ibu yang belum sempat tampil untuk menyampaikan kondisi kelas, jenjang kelas dan materi yang ingin disampaikan. Setelah itu silahkan rancang RPP yang menyesuaikan dengan kondisi murid yang diceritakan tadi. Lalu tentukan KD, Indikator, materi yang hendak digunakan dalam RPP. Perlu diperhatikan karakter murid, proses penyampaian materi dan keterampilan yang diharapkan, penugasan seperti apa yang diberikan kepada murid sebagai hasil belajar. Ingat dengan tetap menerapkan 6 indikator diferensiasi ke dalam RPP.

Setelah 30 menit setiap kelompok menempelkan plano RPP berdiferensiasi. CGP menandai pada item mana diferensiasi itu dimunculkan. 1 orang CGP berjaga dan bersedia untuk presentasi sementara anggota yang lain silahkan berkeliling untuk melihat RPP dari kelompok lain (10 menit).

Peserta yang presentasi menerima kunjungan peserta dari kelompok lain dan menjelaskan komponen yang merupakan bentuk diferensiasi yang dimunculkan. 2 orang pengunjung dapat bertanya dan memberi masukan terhadap RPP yang dibuat kelompok lainnya. Setiap masukan dari pengunjung dicatat oleh presenter. Pengunjung kembali ke kelompoknya dan menerima pemberitahuan dari temannya yang presentasi atas perbaikan yang disarankan, dan langsung memperbaikinya.

PP dan CGP saling memberikan apresiasi atas karya RPP berdiferensiasi yang telah berhasil dibuat. Peserta lalu kembali ke kelompok. RPP yang telah dibuat didokumentasikan dalam satu folder, oleh ketua kelas selanjutnya dibagikan ke teman lainnya melalui Grup WA.

PENUTUP

Kaizen Refleksi Lokakarya 4 Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi

Sesi Kaizen adalah merupakan sesi penutupan dimana CGP merefleksikan keseluruhan proses yang dialami. Pertanyaan yang diajukan ditulis dalam kertas plano:

  1. Pelajaran berharga apa yang diperoleh hari ini yang layak diteruskan untuk dilakukan di tempat bertugas
  2. Hal baik apa yang telah saya dapatkan dari pengejar praktik dan rekan-rekan sejawat yang menjadi inspirasi bagi saya

Peserta yang mendapatkan lemparan bola kecil akan maju dan mengungkapkan perasaannya dan menuliskannya pada kertas plano

Penutupan dan Penugasan Lokakarya Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi

PP menutup kegiatan lokakarya dengan tema Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi dengan memberikan apresiasi kepada CGP di dalam ruangan itu. PP memberikan penugasan pada CGP untuk menerapkan strategi pembelajaran yang telah disusun dalam RPP.

Sekitar 3 Minggu lagi, kami PP akan berkunjung dan meminta Bapak/Ibu mempraktikan dua hal :

  1. Praktik mengajar berdasarkan RPP yang telah disusun
  2. Praktik Coaching pada rekan sejawat sesuai rencana yang disusun sebelumnya.

Setelah itu kita akan berdiskusi mengenai praktik dan umpan balik yang Ibu/Bapak peroleh

APakah ada pertanyaan tentang tugas ini?

Baiklah semua sudah paham, Bulan depan kita akan bertemu lagi dan berkegiatan bersama dengan lebih seru lagi.

Tetap semangat memberi yang terbaik untuk murid kita.

Lokakarya 4 Coaching dan Pembelajaran Berdiferensiasi

 

SItus Sekolah

1 thought on “LOKAKARYA COACHING DAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI”

  1. Wayan Sugiana, S.Pd.,M.Pd

    Kolaborasi antara PP dengan para CGP hebat dan berdedikasi tinggi untuk mengimplementasikan merdeka belajar melalui pembelajaran yang berdiferensiasi guna mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

    Selamat dan tetap semangat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *