DOKTRINISASI SAINS ANTARA FIKSI DAN FAKTA

Doktrinisasi sains antara fiksi dan fakta

Part I Pengantar

Akhir-akhir ini, konten kekerasan dan penghancuran terus saja menghiasi media sosial, khususnya youtube. Mulai dari perang Rusia vs Ukraina, Junta Militer Myanmar vs rakyatnya, Arab Saudi vs Gerilyawan Houthi, Israel vs Palestina, provokasi Kim Jong Un dengan negara-negara tetangganya, ketegangan Cina dengan negara-negara lainnya hingga masalah terorisme yang tidak kunjung usai. Seperti kita ketahui bersama, bagaimana seorang tentara yang telah berhasil didoktrin negaranya, karena alasan mempertahankan negara dari serangan musuh rela mengabaikan sisi kemanusiaan dengan membunuh sesamanya yang berbeda haluan. Demikian juga terorisme, karena alasan membela Tuhan, mereka didoktrin rela mengakhiri hidup orang lain, dirinya sendiri dan bahkan orang tuanya sendiri. Sangat menarik memang, “doktrin” menjadi kata kunci penyebab kekerasan-kekerasan itu terjadi.

Doktrin menurut kamus besar Bahasa Indonesia memiliki arti: 1) ajaran (tentang asas suatu aliran politik, keagamaan; 2) pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dalam penyusunan kebijakan negara https://kbbi.web.id/doktrin. Menurut pengertian itu, pengertian doktrin merujuk pada ajaran agama dan ketatanegaraan berdasarkan pandangan ilmu keagamaan dan ilmu ketatanegaraan. Kata doktrin, sangat berkaitan dengan upaya mencuci otak seseorang, tanpa memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk menggunakan nalar kritisnya dalam memahami suatu fenomena, khususnya fenomena sosial. Parahnya lagi, elemen ilmu dan pakar keilmuan yang semestinya lebih menggunakan logika berpikir kritis dalam mengkaji hal-hal seperti itu. Dalam pikiran penulis, anda saja, logika, nalar atau pola pikir yang mereka kembangkan bertujuan untuk kemaslahatan umat manusia sehingga dapat mengembangkan logika dan nalar atau pola pikir yang baik dan konstruktif untuk kebahagiaan manusia di masa yang akan datang.

Pikiran penulis menerawang kemudian keluar dari kotak atau batasan KBBI tentang hakikat doktrin, yaitu andai saja sains dikembangkan melalui doktrin, apa yang kira kira terjadi? Kenapa penulis memiliki pemikiran ekstrim itu? Sebagaimana halnya kaum fundamentalis atau sebut saja teroris dalam upaya mencuci otak para teror untuk menciptakan ketakutan untuk memaksa orang lain agar melihat kebenaran dan keyakinannya sama seperti cara mereka memandang. Menurut mereka paham fundamentalisme menjadi penting diwujudkan untuk mengembalikan kesadaran manusia agar kembali ke jalan yang benar. Maka meminjam pemahaman itu, fundamentalisme sains sebagai sebuah pandangan hidup yang menempatkan prinsip ilmiah sangat layak dijadikan sebagai sebuah pandangan kebenaran juga. Maka upaya doktrinisasi ajaran sains menjadi hal penting digunakan untuk merubah pandangan orang tentang hakikat alam semesta sebagai fakta dan tempat hidup kita yang nyata saat ini. Mungkin tidak hanya saya yang memiliki pemikiran seperti ini, banyak orang lain juga memikirkannya.

Baca Juga

UNIVERSAL THINKING SCIENCE FICTION

UNIVERSAL THINKING

Alasan yang paling mendasar yang menyebabkan penulis memiliki sudut pandang pemikiran seperti ini adalah fakta sains yang tidak terbantahkan. Maka dari itu penulis dan merenung untuk selanjutnya dituangkan dalam tulisan singkat ini, adalah sebagai upaya menumpahkan perasaan dan kegelisahan hati dan pikiran dalam melihat fenomena-fenomena sosial saat ini. Tulisan ini saya buat atas dasar kegelisahan hati, karena kita sudah terlalu jauh mengabaikan fakta. Kita masih terlalu fokus membahas hal-hal yang tidak penting dan sia-sia. Terserah pembaca menilai penulis nalarya seperti apa, tetapi yang jelas tulisan ini dibuat berdasarkan fakta. Fakta sains yang tidak terbantahkan, yang telah terbukti dan nyata,  membantu memudahkan kehidupan kita sehari-hari. Seperti HP atau gadget yang kita pegang sehari-hari, adalah merupakan karya cerdas manusia yang hanya dipahami bagaimana kita memanfaatkannya, tetapi kita abai, terhadap apa yang telah bekerja di belakang alat canggih tersebut. Bukan berarti saya mengajak semua pembaca untuk menjadi ahli sains atau IPA, tetapi lebih kepada mengajak untuk menyadari, bahwa fakta sains itu ada.

Berikutnya, mungkin sebagian besar di antara kita telah menyadari, bahwa HP atau gadget adalah produk teknologi negara maju yang memanfaatkan sains atau IPA, yang berawal dari temuan sederhana tentang listrik, elektromagnetik, perilaku atom dan molekul hingga ke kedalaman perilaku kuantum di dalam atom itu sendiri. Sudah tidak terbantahkan lagi, penemuan-penemuan spektakuler oleh para ilmuwan mulai dari ilmu matematika sebagai induk dari semua ilmu pengetahuan, fisika klasik dan modern, biologi sederhana hingga tingkat molekuler hingga mampu merubah perspektif ilmuwan yang menghasilkan filsafat-filsafat sains modern. Penelitian ilmiah fisika kuantum, telah merevolusi teknologi digital komputer hingga komputer kuantum yang sedang dikembangkan saat ini. Biologi tingkat molekul, juga telah mengembangkan kemampuan pengaplikasiannya dalam merevolusi ilmu kedokteran yang semakin canggih. Bahkan akhir-akhir ini, para ilmuwan telah berhasil mencangkokkan jantung babi untuk mengganti jantung manusia dan hal itu berhasil.

Tidak kurang dari itu, para antariksawan negara-negara maju, telah mampu mempelajari alam semesta dan jagat raya, mulai dari pendaratan manusia ke bulan, rencana NASA untuk mendaratkan manusia di planet Mars, hingga upaya menemukan tempat hidup baru bagi manusia dengan mencari planet-planet alternatif. Upaya mencari planet alternatif sebagai tempat hidup manusia kelak, karena menurut penelitian ilmuwan, umur matahari, yang juga berhubungan dengan umur bumi, paling lama dalam waktu 4 miliar tahun. Melihat kondisi planet bumi yang kian menua, maka diprediksi bumi hanya memiliki sisa waktu untuk layak huni bagi makhluk hidup tersisa dalam ribuan tahun lagi. Sungguh peran penemuan sains telah membawa peradaban manusia hingga sepesat ini, dimana pada 30 tahun lalu, kehadiran internet tidak pernah kita impikan. Teknologi yang kita rasakan saat ini, telah sangat membantu memberi kita  kemudahan hidup bahkan hampir pada semua bidang kehidupan kita.

Melihat ilustrasi di atas, dan atas apa yang nyata-nyata kita alami sehari-hari, adalah sesuatu yang sangat munafik, jika kita mengabaikan sains telah berperan besar dalam khidupan kita. Artinya kebenaran sains sangat tidak terbantahkan, keberadaannya, yang mengindikasikan bahwa sains identik dengan kebenaran mutlak. Sains adalah kebenaran yang membawa kepastian hidup, dan sebagai tempat kita menyandarkan diri atas kesulitan-kesulitan hidup kita sebagai manusia. Karena selama ini sains telah terbukti membawa kita keluar dari permasalahan-permasalahan hidup. Sekali lagi sudah selayaknya doktrinisasi sains mungkin lebih relevan dilakukan dari pada doktrin-doktrin lain yang justru banyak mendatangkan masalah seperti doktrin atas keyakinan tertentu dan doktrin atas keyakinan kenegaraan.

Upaya manusia untuk menemukan tempat hidup lain yang lebih layak di masa depan sangat dimungkinkan dengan perkembangan teknologi keantariksaan yang maju pesat belakangan ini. Teloskop Huble dan James Web, yang saat ini mengangkasa di ketinggian orbital satelit, telah memberi kita peluang untuk menemukan planet lain (exoplanet) yang layak dihuni di masa yang akan datang. Bukankan usaha ini sangat mulia, sebagaimana kita berharap agar anak cucu kita kelak tetap dapat hidup eksis meneruskan kehidupan kita sebagai manusia? Apakah usaha sains yang telah dilakukan bertentangan dengan ajaran doktrin keyakinan tertentu yang juga tujuannya untuk mencapai kehagiaan manusia? Kebahagiaan adalah kebutuhan kita yang paling tinggi dan telah dijadikan tujuan dari segenap cara manusia memandang baik itu ajaran keyakinan tertentu hingga kenegaraan. Kesemuanya ingin agar anak cucu dan generasi muda kita berbahagia kelak dan tetap dapat melanjutkan kehidupannya kelak. Hal ini adalah sangat mendasar, yang kemudian didorong oleh rasa ingin tahu manusia, hingga kemajuan teknologi saat ini, adalah buah dari pemikiran membuat manusia hidup bahagia.

Kehadiran teknologi ruang angkasa telah membantu para ahli menemukan bagaimana struktur bulan, tata surya, galaksi, grup klaster dan super klaster hingga ke alam semesta sejauh kemampuan manusia mengamati. Berkat rasa ingin tahu para ahli, akhirnya diketahui, jarak matahari sebagai bintang terdekat dengan kita, dengan tetangga terdekatnya yang diberi nama Alfa Centauri adalah 4 tahun cahaya. Bintang itu dapat kita lihat di langit malam tanpa bantuan alat. Karena itu jarak satu bintang dengan bintang lainnya sangatlah jauh, sehingga kita dapat bayangkan sedemikian luasnya alam semesta. Perkiraan para ahli, jarak benda terjauh yang teramati saat ini sekitar empat miliar tahun cahaya. Artinya, cahaya telah mengalami perjalanan empat miliar tahun untuk mencapai kita, sehingga kita dapat mengamatinya hari ini. Artinya lagi cahaya yang kita lihat itu adalah berkas yang dipancarkan triliunan bintang pada empat miliar tahun silam. Bahkan peluncuran teleskop James Web setahun lalu, telah dapat mengabadikan foto dari kenampakan superclaster yang lebih jauh lagi dari pengamatan para ahli sebelumnya. Sebagai perbandingan dimana satu galaksi merupakan kumpulan miliaran hingga triliunan bintang, yang bergabung menjadi grup galaksi yang juga terdiri dari milyaran galaksi. Sementara miliaran grup-grup galaksi itu berkumpul dan bergabung ke dalam satu klaster galaksi, yang membentuk kumpulan yang disebut super kluster. Ternyata terdapat milyaran superklaster yang merupakan isi dari alam semesta kita, sejauh kemampuan manusia mengamatinya saat ini.

Tadi kita telah melihat luasnya alam semesta, yang terus dipelajari manusia untuk mencari tempat hidup alternatif yang lebih baik di masa yang akan datang. Mari kita tengok ke kedalaman benda-benda kecil, seperti gula yang menjadi pemanis kopi kita, lem sebagai perekat benda furnitur kita di rumah, dan kedalaman sehelai rambut kita. Ada apakah disana?

Foto di atas adalah sebuah instalasi CERN yang berlokasi di perbatasan Swiss dan Prancis yang didukung oleh ribuan ahli fisika seluruh dunia dan dana miliaran dolar telah habis diinvestasikan di sana. Untuk apakah itu? Untuk kita yang berpikir awam, hal itu adalah mainan yang menghabiskan uang percuma, yang dilakukan oleh para ahli fisika yang kebanyakan berpikir aneh dan mungkin gila menurut kita.

CERN adalah singkatan dari Bahasa Prancis Centre Europeen pour la Recherche Nucléaire.  CERN merupakan pusat penelitian partikel, terkenal karena memiliki akselerator partikel paling canggih dan mutakhir yaitu Large Hadron Collider (LHC). Kontribusi dan buah dari penelitian CERN sangat berpengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan  terutama di bidang asal-usul alam semesta. Beberapa penemuannya seperti penemuan partikel Higgs Boson (Partikel Tuhan) yang merupakan partikel dasar penyusun seluruh partikel di alam, serta beberapa penelitian lain seperti Super Symmetry dan Quark-Gluon Plasma benar-benar membuka mata dunia tentang fenomena pembentukan alam semesta (https://www.itb.ac.id/news/3974.xhtml). Upaya para ilmuwan untuk mempelajari partikel sub atomik semata-mata untuk memecahkan misteri alam semesta, yang kelak diharapkan menjadi suatu landasan bagi penemuan teknologi baru, dalam upaya memudahkan kehidupan manusia untuk mencapai kebahagiaan.

Jika kita membagi sehelai rambut menjadi beberapa potong, potongan itu kita bagi lagi, dan dibagi lagi demikian seterusnya hingga kita sampai pada bagian terkecil dari materi rambut yang tidak dapat dibagi lagi, yang selanjutnya disebut atom.  Awal Abad 20 Bohr dan Rutherford mengajukan teori tentang benda subatomik, yang oleh peneliti lain akhirnya ditemukan beberapa partikel elementer. Dunia sub atomik, yang selama ini kita pahami sebagai partikel terkecil sebuah materi yang terdiri dari atom dan elektron, tetapi ternyata tidak sesederhana itu. Menurut hasil penelitian, yang dikembangkan sejak sebelum perang dunia pertama, (sebelum Indonesia merdeka) diprediksi bahwa inti atom terdiri dari proton, netron yang dikelilingi oleh elektron. Penelitian Abad 20 dan 21 menemukan hal yang lebih baru bahwa proton disusun oleh partikel yang lebih kecil yang digolongkan berdasarkan sifatnya sebagai Fermion, Boson dan Partikel Komposit.

Untuk sekedar menambah wawasan kita berikut ini diuraikan partikel elementer tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Fermions, fermion memiliki sifat spin partikel yang sama dengan nilai setengah bilangan bulat (-1/2, 1/2, 3/2, dll.). Partikel-partikel ini membentuk materi yang kita amati di alam semesta kita. Dua unsur dasar materi adalah quark dan lepton. Kedua partikel subatom ini adalah fermion, jadi semua boson tercipta dari kombinasi partikel ini. Quark adalah kelas fermion yang menyusun hadron, seperti proton dan neutron . Quark adalah partikel fundamental yang berinteraksi melalui keempat gaya fundamental fisika: gravitasi, elektromagnetisme , interaksi lemah, dan interaksi kuat.

Quark selalu ada dalam kombinasi untuk membentuk partikel subatom yang dikenal sebagai hadron. Ada enam jenis quark: Quark Bawah, Quark yang Aneh, Down Quark, Quark Atas, Pesona Quark dan Up Quark

Lepton adalah jenis partikel fundamental yang tidak mengalami interaksi yang kuat. Ada enam varietas lepton: Elektron, Elektron Neutrino, Muon, Muon Neutrino, Tau. dan Tau Neutrino

  1. Bosons memiliki putaran partikel yang sama dengan bilangan bulat (bilangan bulat seperti 1, 2, 3, dan seterusnya). Partikel-partikel ini memediasi gaya fundamental fisika di bawah teori medan kuantum. Jenis Boson adalah Foton, W Boson, Z Boson, Gluon, Higgs Boson dan Graviton
  2. Partikel Komposit diantaranya Hadron yaitu partikel yang terdiri dari beberapa quark yang terikat bersama sehingga spinnya adalah nilai setengah bilangan bulat. Hadron dibagi menjadi meson (yang merupakan boson) dan baryon (yang merupakan fermion). Partikel yang termasuk ke golongan komposit adalah Mesons, Baryons, Nukleon dan Hyperon

Sementara itu molekul adalah struktur kompleks yang terdiri dari banyak atom yang terikat bersama. Bahan penyusun kimia dasar, atom terdiri dari elektron, proton, dan neutron. Proton dan neutron adalah nukleon, jenis baryon yang bersama-sama membentuk partikel komposit yang merupakan inti atom. Studi tentang bagaimana atom terikat bersama untuk membentuk berbagai struktur molekul adalah dasar dari kimia modern. Para ahli yang tergabung ke dalam CERN pada instalasi Large Hadron Collider (LHC). di perbatasan Swiss dengan Prancis tersebut telah berulang kali melakukan eksperimen untuk menemukan partikel super, super super kecil itu. Mulai dari memecah molekul hingga atom dan di pecah lagi menjadi partikel elementer, berbantuan terowongan canggih untuk memacu partikel hingga mendekati kecepatan cahaya.

Sebagai perbandingan, ibarat sebuat atom adalah seukuran lapangan sepak bola, maka inti atom yang di dalamnya terdiri dari beberapa partikel elementer seperti proton dan neutron tersebut seukuran bola sepak dan bola tenis. Sementara jika kita buka dan uraikan lagi sebuah proton, maka satu proton seukuran lapangan bandar udara, akan memiliki partikel elementer seperti Boson adalah seukuran mobil kecil, sepeda motor dan yang paling besar adalah seukuran pesawat. Seperti di awal kita mengandaikan memotong sehelai rambut, maka untuk mendapatkan potongan seukuran satu partikel elementer seperti Boson, diperlukan pemotongan triliunan kali.

Bahkan banyak lagi upaya manusia yang mengandalkan teknologi dalam upaya menemukan hakikat kebenaran, Sebagaimana pemahaman sains tentang kebenaran adalah relatif. Sementara kebenaran dan keyakinan klasik yang jika dikaji secara kritis, akan menimbulkan pertanyaan besar terkait aspek kebenaran itu sendiri. Dimana selama ini kebenaran itu kita cari melalui berbagai keyakinan klasik menggunakan instrumen keyakinan dan hakikat bernegara, merupakan hal tabu untuk dipertentangkan. Fundamentalisme atas dasar keyakinan tertentu dan kenegaraan banyak mendatangkan kehancuran karena ulah-ulah oknum yang mengklaim kebenaran berdasarkan sudut pandangnya sendiri. Inilah perbedaan prinsip kebenaran sains yang dicari berdasarkan rasa ingin tahu, menggunakan strategi berpikir kritis yang tidak mengharamkan penemuan baru, sebagai sebuah kebenaran yang berkembang. Dalam sains, kebenaran mutlak itu adalah keyakinan bahwa kebenaran hari ini tidak menjamin menjadi kebenaran lagi esok hari. Maka tidak heran, penemuan besar tentang gravitasi oleh Isaac Newton telah disempurnakan secara teoritis oleh Albert Einstein. Hal ini akan menantang manusia untuk selalu belajar tiada henti demi mendapatkan pemahaman yang selanjutnya mampu menciptakan teknologi canggih untuk kemaslahatan hidup manusia. Sampai di sana, apakah masih ada di antara kita yang menganggap bahwa sains itu bukan fakta alias fiksi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *