PENDAMPINGAN INDIVIDU-2 DI SD NEGERI 2 PERTIMA

Kegiatan Pendampingan Individu-2 di SD Negeri 2 Pertima

Pengantar

Seminggu sebelum dilaksanakan Lokakarya-3, maka dilaksanakan Pendampingan Individu-2. Saat itu pengajar praktik melaksanakan tugas untuk mendampingi dan berdiskusi terkait pengalaman menerapkan komunitas praktisi, dan diskusi reflektif terkait penerapan disiplin positif di sekolah. Selain itu juga dilaksanakan refleksi terhadap tugas yang diberikan untuk dibawa ke lokakarya 3 nanti tentang visi dan aksi sekolah dalam upaya penerapan pembelajaran, disiplin positif dan komunitas praktisi. Pendampingan Individu-2, juga dilaksanakan dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana respon siswa, rekan sejawat, kepala sekolah dan diri sendiri terkait proses pembelajaran yang telah dilaksanakan guru yang selanjutnya disebut dengan survey 360 derajat. 

Tahapan kegiatan pendampingan terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir pendampingan. Pada kegiatan awal pengejar praktik memberi kabar terkait jadwal kunjungan yang akan dilaksanakan, sambil meminta CGP untuk mempersiapkan sarana dan prasarana seperti dipersyaratkan pada Pendampingan Individu-2 yaitu: kuesioner 360 derajat.

 

Baca Juga

LITERASI DAN NUMERASI ANALISIS KRITIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN

PENDAMPINGAN INDIVIDU CALON GURU PENGGERAK

KOMUINITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF

KOMUNITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF DI SMA NEGERI 2 AMLAPURA

Pendampingan Individu 2

Sesuai jadwal pelaksanaan Pendampingan Individu 2, maka dilaksanakan pada Hari Rabu, 9 Maret 2022. Setibanya di SD Negeri 2 Pertima, sebagaimana disampaikan oleh kepala sekolah, bahwa CGP sedang sakit. Kami berdiskusi terkait kondisi kesehatan CGP yang menurut keterangan dokter memerlukan waktu istirahat satu hari lagi. Karena keadaan itu maka kegiatan Pendampingan Individu 2 kemudian diundur ke Hari Jumat, 11 Maret 2022.

Setelah sempat berdiskusi dan menanyakan kabar CGP melalui percakapan di Whatsapp, dan memastikan CGP dapat beraktifitas normal lagi, maka pagi itu Jumat, 11 Maret 2022, saya berjanji untuk menemuinya sekitar pukul 10.00 Wita setelah jadwal kunjungan ke CGP I Wayan Surata di SD Negeri 3 Budakeling. 

Cuaca cerah hari itu telah menyemangati saya untuk melakukan pendampingan yang kedua, dimana saya langsung berangkat dari SD Negeri 3 Budakeling ke SD Negeri 2 Pertima. Tidak terasa, waktu perjalanan 20 menit ke sekolah tersebut, akhirnya tiba di depan gerbang sekolah yang masih terbuka, pada Pukul 10.30 menit. 

Kepala sekolah dan CGP akhirnya menyambut kedatangan saya dengan ramah, seraya mengajak saya berkeliling untuk melihat hasil dari kegiatan aksi nyata yang telah dilakukan CGP berkolaborasi dengan guru-guru di sekolah tersebut.

Sambil bercakap-cakap saya akhirnya dipersilahkan untuk masuk dan duduk, sambil berdiskusi dengan CGP atas nama Ngurah Dwika.

Setelah mengisi buku tamu dan administrasi pendampingan Ngurah Dwika lalu mengajak saya untuk berdiskusi lebih lanjut pada suatu ruangan kelas yang saat itu lengang, karena siswa kembali belajar secara PJJ. 

Diskusi kami mengalir sedemikian rupa, sambil menggali hal-hal positif yang telah dilakukan CGP, selama sebulan terakhir, sejak PI-1, dimana saat itu kondisi CGP juga sedang sakit.

Upaya persuasif yang saya lakukan dalam memotivasi beliau agar kembali bersemangat dan mengikuti kegiatan ini, walaupun di tengah-tengah kebimbangan yang dialami selama ini, sepertinya CGP masih mampu mengikuti program pendampingan ini. Terlepas hubungan dengan fasilitator dengan tugas-tugasnya di LMS yang masih perlu ditingkatkan, tetapi untuk kegiatan pendampingan masih tetap berlangsung. 

Melihat beberapa aksi nyata yang telah mampu diselenggarakan seperti komunitas praktisi dalam mengembangkan kemampuan CGP dan guru di sekolah tersebut, saya optimis program ini dapat beliau selesaikan. 

Sebagaimana halnya pengalaman CGP dalam merintis usaha yang sempat mengalami jatuh bangun, saat ini beliau terapkan dalam komunitas praktisi untuk meningkatkan capaian belajar siswa. Aksi nyata yang beliau selenggarakan mengambil topik mengembangkan kewirausahaan siswa sejak dini, melalui kegiatan menanam tanaman bunga. Kegiatan ini sangat positif dalam upaya mengaktifkan siswa dalam belajar terutama untuk menumbuhkan karakter mandiri pada siswa. Mulai dari kegiatan menanam bunga, memetik hingga memanfaatkannya untuk kegiatan membuat canang sari. Kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkolaborasi antara guru kelas dengan guru Agama Hindu, dan bahkan dengan guru PJOK. 

Guru kelas mengambil peran untuk mengembangkan karakter mandiri, mengajarkan materi pertumbuhan tanaman, kegiatan ekonomi, karakter bergotong-royong mandiri, hemat dan kewirausahaan. Sementara guru Agama Hindu dapat berperan dalam membelajarkan siswa tentang upacara yang menggunakan bunga yang ditanam sebagai bahannya. Sementara guru PJOK dapat mengajarkan kepada siswa pentingnya melakukan gerakan aktivitas fisik dan otot-otot yang bekerja saat mencangkul mempersiapkan lahan untuk bercocok tanam.

Ide aksi nyata ini sangat baik, dalam rangka menciptakan kesempatan berkolaborasi antar guru dalam pengerjaan proyek pembelajaran.Dimana hal ini adalah hal positif untuk dilakukan dan sangat relevan dengan Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang dirintis oleh pemerintah. Kegiatan menanam bunga Gumitir yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan canang sari yang berguna sebagai sarana persembahyangan sebagai bentuk kegiatan proyek pembelajaran juga terkait dengan upaya memanfaatkan tradisi kearifan lokal. Konteks lokal yang berhasil digunakan oleh guru baik sebagai sumber dan media pembelajaran adalah juga terkait dengan muatan Kurikulum Merdeka tersebut.

Berdasarkan hasil diskusi dengan Ngurah Dwika, saya memberikan beberapa catatan hal-hal yang baik sekaligus hal yang perlu ditingkatkan dari kegiatan itu. Hal-hal sebagai masukan untuk lebih mengoptimalkan capaian pembelajaran yang sangat bermakna tersebut adalah agar sesering mungkin melibatkan siswa dalam kegiatan dimaksud. Siswa harus terlibat mulai dari pemaparan awal materi, sehingga siswa mengerti maksud dan tujuan dari kegiatan belajar dengan menggunakan metode proyek tersebut. Keterlibatan siswa secara intensif mulai dari proses perencanaan kegiatan, pelaksanaan hingga akhir adalah hal yang baik dan bermakna bagi siswa. Siswa akan mengalami proses belajar yang sesungguhnya dan menemukan sendiri keterhubungan antar materi, muatan pelajaran dan pengalaman terlibat dalam proses pengerjaan proyek hingga memanfaatkan produk bunga Gumitir itu sebagai sarana persembahyangan.

Tahap demi tahap peristiwa yang dialami siswa bersama guru dalam berinteraksi dengan media dan sumber belajar tersebut, akan memberikan kesan mendalam yang nantinya akan berbekas lama dan akan mewarnai kehidupan mereka kelak.

Penutup

Tidak terasa jam di tangan saya telah menunjukkan Pukul 01.30, Wita, dan saatnya saya menutup kegiatan bersama CGP. Sebagai penyemangat, saya mengucapkan apresiasi dan semangat kepada CGP agar melanjutkan dan mengoptimalkan kegiatan dimaksud dengan mempertimbangkan catatan yang saya berikan. Melihat antusiasme dari CGP, saya berpikir optimis bahwa kegiatan yang beliau gagas akan berhasil, utamanya dalam melibatkan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar saat kegiatan aksi nyata itu dilaksanakan. Saya selanjutnya menutup kegiatan Pendampingan Pndividu-2 dan lanjut berpamitan dan mengingatkan beliau, untuk hadir pada kegiatan Lokakarya-3 esok hari, dan berharap beliau tetap sehat dan dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Link Sekolah

1 thought on “PENDAMPINGAN INDIVIDU-2 DI SD NEGERI 2 PERTIMA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *