AKSI SEKOLAH YANG BERPIHAK PADA MURID

Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid adalah topik Lokakarya-3 setelah seminggu terakhir berkunjung ke beberapa sekolah untuk mengadakan Pendampingan Individu.

Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid adalah topik Lokakarya-3 setelah seminggu terakhir berkunjung ke beberapa sekolah untuk mengadakan Pendampingan Individu. Kegiatan lokakarya 3 yang direncanakan adalah pembuatan kesepakatan belajar, berbagi kebanggaan menjadi Guru dan KS, mengenali harapan murid, merumuskan guru ideal dan sekolah berpihak pada murid, merumuskan cita-cita dan aksi sekolah berpihak pada murid, memilih pelaksanaan komitmen jangka pendek Guru dan KS, penutup dan tindak lanjut. Kegiatan lokakarya bertujuan untuk mendapatkan output berupa pemahaman Guru dan kepala sekolah terhadap harapan murid, Visi Misi sekolah berpihak pada murid, Komitmen Guru dan kepala sekolah. Kegiatan Lokakara di Bulan ke 3 ini dilaksnaakan pada hari Sabtu, 12 Maret 2022 seperti jadwal yang telah diprogramkan oleh P4TK Penjas dan BK, yang dilaksanakan di Hotel Taman Surgawi Ujung Karangasem.

Baca Juga

KOMUNITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF DI SMA NEGERI 2 AMLAPURA

PENDAMPINGAN KOMUNITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF DI SD NEGERI 1 TEGALLINGGAH

PROJECT PENGUATAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA TAWUR AGUNG KESANGA DAN NYEPI

PERSIAPAN

Rencana moderasi Lokakarya 3 yang bertemakan Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid, yang seperti biasa telah dirancang secara detail oleh penyelenggara, sehingga membutuhkan persiapan dalam rangka pemahaman baik konsep dan tekhnik pelaksanaan yang lumayan kompleks. Atas inisiatif beberapa kawan sesama Pengejar Praktik, maka sehari sebelumnya diadakan diskusi dalam upaya berbagi ide dan gagasan dalam mendalami moderasi yang telah disusun. Selain bermanfaat dalam upaya memperlancar kegiatan lokakarya, juga mendapatkan pelajaran penting dari kegiatan dimaksud terutama konsep-konsep Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid. Walaupun mendapatkan kesempatan dua hari dalam memahami langkah teknis Lokakarya-3, tetapi berkat usaha saling bahu membahu antar pengajar praktik, akhirnya tiba pada hari pelakaksanaan.

Pagi itu, tepat pukul 07.00, kami para Pengajar Praktik telah tiba di lokasi kegiatan. Kami sengaja mendahului karena ingin memastikan ruangan lokakarya telah diseting sebagai mana tertuang dalam rencana moderasi. Nampak beberapa ruangan telah disiapkan oleh pihak hotel yang berkoordinasi dengan panitia, dari pihak P4TK Penjas dan BK Kemendibudristek yang tiba kemari sore. Menurut panitia, terdapat perubahan pola pelaksanaan kegiatan, dimana di awal kegiatan terdapat kegiatan pembukaan dari Disdikpora Kabupaten Karangasem. Turut diundang pada kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Ketenagaan Disdikpora Kabupaten Karangasem selaku panitia daerah, kepala sekolah Calon Guru Penggerak dan Pengawas SD, SMP dan SMA di Kabupaten Karangasem.

Sebelum pelaksanaan pembukaan, kami para Pengajar Praktik di brefing oleh Panitia dari P4TK Penjas dan BK yang didampingi oleh Kabid Ketenagaan Disdipoda Kabupaten Karnagasem. Kami diberikan arahan terkiat teknis pelaksanaan kegiatan, kelengkapan administrasi dan penugasan kepada peserta Lokakarya-3. Apresiasi disam[aikan oleh panitia kabupaten dan kementerian atas persiapan tempat dan kesiapan para Pengejar Praktik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal yang paling ditekankan oleh Andri Wahman, S.Sos selaku panitia dari P4TK Penjas & BK Kemendikburistek adalah agar kami para pengajar praktik benar-benar dapat mengarahkan Calon Guru Penggerak, Kepala Sekolah dan Pengawas untuk memahami Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid, yang selanjutnya dapat dituangkan dalam Aksi Jangka Pendek dalam sebulan ke depan dapat benar-benar diterapkan di masing-masing sekolah.

PEMBUKAAN

Setelah mengadakan gladi, akhirnya Bapak Kepala Dsdikpora Kabupaten Karangasem I Wayan Sutrisna menghadiri acara, yang disambut oleh panitia, pengajar praktik dan pesereta Lokakarya-3. Selanjutnya acara pembukaan Lokakarya-3 dibuka dengan susunan acara:

1. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
2. Menyanyikan Mars Guru Penggerak
3. Doa
4. Laporan Panitia
5. Arahan sekaligus membuka oleh Pejabat Disdik
6. Pengumuman: mobilisasi peserta ke kelas masing-masing (pembagian kelas CGP, PP, KS dan PS)

Pembukaan Lokakarya-3 Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid

Menurut penyampaian panitia dari P4TK Penjas dan BK Kemendikburistek, bahwa P4TK Penjas dan BK Kemendikburistek sangat berharap agar Calon Guru Penggerak benar-benar dapat mencapai tujuan Program Guru Penggerak menjadi motor bagi upaya mewujudkan guru yang tergerak, bergerak dan menggerakkan, melalui kegiatan bekerjasama dan berkolaborasi memanfaatkan potensi dan suberdaya yang ada di sekolah. Sehingga hal ini memerlukan kreatifitas dan inovasi dari pada guru penggerak yang dapat menciptakan iklim pembelajaran yang menggerakan dan memerdekakan. Selanjutnya Pak Andri juga menyampaikan, bahwa Program Guru Penggerak Angkatan ke 7 segera dibuka, yang direncanakan akan merekrut 20.000 Calon Guru Penggerak dan 4.000 Pengejar Praktik di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan berikutnya, Bapak I Wayan Sutrisna selaku Kepala Disdikpora Kabupaten Karangasem, sangat berharap sekolah-sekolah mau tergerak dimana para guru penggerak dapat mengajukan peran sebagai guru penggerak dan pengajar praktik. Selain itu diharapkan banyak sekolah ikut mendaftar dalam Program Sekolah Penggerak yang nantinya akan bersama-sama menggerakkan iklim pendidikan di Kabupaten Karangasem. Tidak lupa juga beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dari P4TK Penjas dan BK Kemdibudristek, Calon Guru Penggerak dan Pengejar Praktik beserta Kepala Sekolah dan Pengawas yang terlibat dalam kegiatan ini.

Setelah kegiatan pembukaan dilaksanakan, maka pengajar praktik mempersilahkan kepada para peserta untuk memasuki ruangan kelas seperti yang telah dibagikan sebelumnya. Peserta telah dibagi ke dalam kelas-kelas yaitu A, B, C, D dan E dengan komposisi, 2 orang Pengejar Praktik, 5 – 6 orang Galon Guru Penggerak, 5 – 6 orang Kepala Sekolah dan 1 orang pengawas. Kegiatan Sesi I – V, selanjutnya dilaksanakan di kelas masing-masing, dengan kelengkapan seperti LCD, ruangan yang diisi bangku yang di tata membentuk huruh U dan perlengkapan lainnya dari panitia P4TK Penjas dan BK.

SESI I PENGANTAR LOKAKARYA

Pengantar Sesi 1

Sebelum memulai kegiatan, seperti biasa kesiapan dari perangkat sound system dan audio proyektor di cek terlebih dahulu. Hal ini saya lakukan untuk memperlancar proses kegiatan presentasi materi pada sesi Pengantar Lokakarya yang menjadi bagian dari tugas yang harus dikerjakan sesuai dengan kesepakatan pembagian tugas dengan partner PP Ida Ayu Wayan Sugiantari.

Seperti biasa awal sesi saya awali dengan mengucapkan salam pembuka kepada peserta CGP yang saat itu telah hadir dan duduk rapi dengan deretan bangku huruf U. Tak lupa juga salam hangat saya sampaikan kepada pengawas pembina dan kepala sekolah yang kebetulan pada Lokakarya 3 ini diundang untuk hadir.

Setelah saya tengok panduan moderasi pendampingan ternyata yang menjadi tujuan dari kegiatan Lokakarya Sesi 1 ini adalah:

  1. Memahami tujuan dari kegiatan lokakarya ini
  2. Membuat kesepakatan kelas agar lokakarya partisipatif dan saling belajar
  3. Peserta berbagi mimpi
  4. Saya kemudian menyampaikan tujuan utama dari kegiatan Lokakarya 3, ini adalah

Dalam rangka membuka pemikiran peserta untuk mulai memasuki inti kegiatan dari Lokakarya 3 ini, saya mengawali kegiatan dengan menyampaikan ajakan bahwa pertemuan pada kegiatan ini adalah dalam rangka penyusunan Visi, misi dan program sekolah, yang selanjutnya menjadi modal awal untuk menciptakan pembelajaan yang berpusat pada murid.

Sebagai tema pembuka saya mengajak peserta Lokakarya untuk menonton filem India, sebagai pengantar tema kegiatan hari itu, kemudian saya memutarkan Filem Inspiratif durasi pendek yang berjudul The Tree.

Nampak sekali peserta menonton filem tersebut dengan seksama, walaupun durasinya tidak lebih dari 2 menit, tetapi bagi yang pertama kali menonton filem ini akan merasakan sesuatu yang membekas dalam hati. Selanjutnya kewajiban saya selaku Pengejar Praktik untuk menggali apa sesungguhnya yang menjadi pemikian para pesrta Lokakarya hari ini.  Setelah selang beberapa waktu, saya mencoba untuk membiarkan situasi tetap hening, sambil secara perlahan tetapi pasti, saya mengucapkan beberapa kata yang dapat merangsang peserta untuk berpikir dan merenung, apa sesungguhnya pesan yang terdapat dalam filem tersebut.

Beberapa peserta lalu mengacungkan tangan dan mencoba untuk mendeskripsikan apa sesungguhnya pesan yang dapt digali dari filem durasi pendek tersebut. Luar biasa memang tanggapan beragam yang diajukan para peserta, saya awalnya tidak berpikir sampai sejauh itu, ilustrasi deskripsi dan argumentasi yang dikemukakan peserta. Maka dari itu, semua yang ada diperasaan saya tersebut saya ungkapkan dengan rasa terimakasih kepada para peserta yang pagi itu telah mengunkapkan pesan yang hendak disampaikan dari video tersebut.

Berdasarkan ungkapan perasan mereka kemudian saya mengambil kesimpulan bahwa gotong-royong dan kolaborasi atau bekerja sama adalah kunci dari pencapaian impian atas kekawatiran kita bersama. Sebagaimana diilustrasikan dalam filem tersebut, seorang anak kecil yang mungkin berpotensi untuk diremehkan kemampuannya, sontak dan seraya mendapat dukungan dari banyak orang, untuk saling membantu satu dengan yang lainnya. Maka beranjak dari hal ini, kita yang setiap kali merasa kecil dan kurang berharga, sesungguhnya menyimpan potensi luarbiasa untuk berkembang. Mereka yang sebelumnya tidak diperhitungkan, dan dipandang remeh, akan menjadi insan luar biasa ketika hatinya tergerak, bergerak dan mampu menggerakkan.

Maka dari itu mulai dari insan yang terhinakan sekalipun, ketika mampu bergerak akan menjadi inspirasi bagi orang lain, dan orang lain yang sebenarnya memiliki kemampuan, dan tidak menyadarinya akan ikut tergerak, bergerak dan menggerakkan. Maka video singkat tersebut sesungguhnya telah menyebabkan hati kita tergerak, bergerak dan menggerakkan. Pada video itu mereka yang bergerak bersama-sama untuk mengatasi kekawatiran bersama, harapan bersama akhirnya mampu memindahkan tantangan, berupa pohon hambatan yang merintangi gerak dan langkah kita untuk maju.

Video tersebut telah mengsinspirasi kita bahwa semangat gotong royong yang merupakan nilai dan budaya warisan nenek moyang kita, yang benar-benar terbukti mampu melepaskan kita dari berbagai rintangan yang telah banyak terekam dalam sejarah bangsa kita.  Maka dari itu pada lokakarya ini, kita akan jadikan seamangat gotong royong sebagai landasan berpikir agar kita mampu tergerak, bergerak dan menggerakkan, dalam upaya menghadapi kekawatiran kita, meraih harapan jika kita kaitkan dengan konteks kita sebagai guru, yaitu mewujudkan impian anak-anak kita agar kelak mereka dapat menjalani kehidupan di masa depan yang penuh ketidakstabilan, ketidak pastian, kerumitan dan kebingungan.

Setelah saya menyampaikan ilustrasi tersebut, selanjutnya disampaikan rangkaian kegiatan hari itu adalah:

  1. Membuat kesepakatan kelas
  2. Ambil pelajaran dan gali mimpi
  3. Visi, misi dan program sekolah yang berdampak pada murid
  4. Menyepakati aksi jangka pendek CGP dan kepala sekolah
  5. Penutup dan tindak lanjut

Membuat Kesepakatan Kelas

Sebagai langkah pertama saya mengajak peserta lokakarya untuk membuat kesepakatan kelas dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan yang dilakukan hari ini dapat berjalan lancar, semua orang bisa terlibat, saling belajar satu dengan yang lainnya, serta mendapatkan hasil berupa keluaran yang positif.

Hal-hal yang perlu saya garibawahi dalam menyusun kesepakatan kelas para kepada para peserta CGP, kepala sekolah dan pengawas hari itu dalam hal mengupayakan untuk hadir tepat waktu setelah kegiatan istirahat. Kemudian saya sebagai PP mengarahkan peserta untuk mmebuat item kesepakatan lainnya seperti:

  1. Hadir dan datang tepat waktu
  2. Berpartisipasi aktif dalam diskusi
  3. Menghargai pendapat orang lain (semua pendapat dan pertanyaan adalah sangat berharga)
  4. Pengguna telpon genggam untuk mengubah ke mode silent
  5. Menjaga kebersihan ruang kelas dan lingkungan tempat lokakarya diselenggarakan
  6. Mengembalikan perlengkapan yang disediakan sesuai dengan tempatnya
  7. jara jarak dan mematuhi protokol kesehatan
  8. dan lain-lain

Hal lain yang sangat penting adalah disiplin waktu, maka PP yang sedang menyajikan materi juga harus sering diingatkan terkait waktu yang digunakan dalam pemaparan materi dan pelaksanaan tahapan kegiatan satu demi satu.

Berbagi Impian Pendidik

Setelah 30 menit berlalu, kini sampailah pada sesi berikutnya, yaitu sesi Berbagi Impian Pendidik, yang diharapka selesai dalam waktu 20 menit. Sebelum sesi ini dimulai, saya dan rekan saya membagikan kertas A4, dan 2 spidol warna-warni. Setelah semua peserta mendapatkan alat tulis dimaksud, PP menginstruksikan untuk menuliskan impian mereka pada kertas tersebut. PP mengilustraksikan sebuah pertanyaan yang sering diajukan oleh Google ketika kita lupa dengan password yaitu “Sebutkan nama guru yang paling Anda sukai!”

Sambil memantau pelaksanaan kegiatan berbagi impian pendidik, sesuai dengan buku moderasi lokakarya 3, saya menyampaikan ilustrasi tentang harapan para peserta inginkan ketika menjalani masa pensiun kelak. “Ketika di hari akhir nanti, apa yang sekiranya Bapak/Ibu ingin dikenang seperti apa oleh mantan siswa-siswa kita. Apakah Bapak/Ibu ingin dikenang sebagai pendidik yang lucu, galak, inspiratif, mendidik, ramah, baik atau yang lainnya? Silahkan tulis kata kuncinya pada kertas yang telah disediakan!”

Setelah peserta menyelesaikan tugasnya menulis kata kunci tentang harapannya terkait, bagaimana dan hal apa yang yang ada pada diri kita untuk dikenang oleh mereka kelak, PP menugaskan masing-masing peserta untuk menyampaikan kata-kata kunci tersebut! “Mari kita sama-sama berdoa agar impian kita tentang bagaimana siswa menyebutkan hal tentang kita kelak ketika kita telah pensiun

Setelah menyebutkan kata kunci tentang harapan peserta ketika mereka pensiun, peserta menempelkannya pada kertas plano yang telah disediakan dengan plaster kertas yang sebelumnya dibagikan. Kegiatan menempel ini sangat penting untuk menjadi penyemangat para peserta dalam mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan berikutnya adalah peserta diajak untuk Ambil Pelajaran dan Gali Mimpi, dimana kegiatna ini disampaikan oleh rekan sejawat.

SESI II AMBIL PELAJARAN DAN GALI MIMPI

Penerapan Konsep Bagja

PP menjelaskan tujuan sesi Ambil Peran dan Gali Mimpi kepada peserta. Ambil Pelajaran yaitu memetik pelajaran dari kegiatan mengajar yang telah kita lakukan sedangkan Gali Mimpi adalah harapan dan cita-cita kita terhadap harapan agar pembelajaran berdampak pada murid

PP menyampaikan slide tentang presentasi Bagja beserta deskripsi dan pengertiannya. Kegiatan dilanjutkan dengan menayangkan video yang memuat tentang penjelasan tentang Bagja beserta penjelasan deskripsinya. Pada akhir kegiatan PP mennyimpulkan tentang hakekat elemen dari Bagja seperti penjelasan berikut ini.

  1. Buat Pertanyaan

Tahapan untuk mempertanyakan, “Apa cita-cita bersama atau tujuan besar yang ingin dicapai dalam pembelajaran pada sekolah yang berdampak pada murid? Hal ini juga untuk menannyakan apa bentuk nyata dari cita-citabersama yang diharapkan tersebut?

  1. Ambil Pelajaran

Tahapan ambil pelajaran adalah untuk mempertanyakan, “Apa pengalaman baik yang telah dilakukan selama ini? Demikian pula apa yang perlu ditingkatkan dari berbagai tantangan yang dialami selama ini?

  1. Gali Mimpi

Tahapan gali mimpi adalah langkah kegiatan untuk menjabarkan harapan sebagai sebuah solusi dari pelajaran baik atau pelajaran yang perlu ditingkatkan dari pengalaman yang telah dialami selama ini.

  1. Jabarkan Rencana

Tahapan ini adalah upaya merumuskan visi, misi dan program berdasarkan mimipi yang telah kita gali tersebut

  1. Atur Eksekusi

Aksi jangka pendek dalam sebulan ke depan, yang memuat rencana-rencana aksi yang mungkin dilaksanakan berdasarkan pertimbangan sumberdaya yang tersedia.

PP membagi kelompok berdasarkan kelompok pendamping (5 orang kepala sekolah, 5 orang CGP da pengawas)

Berbagi Hasil Tugas Mandiri

Pesserta lokakarya selanjutnya mempresentasikan Tugas LK-2 pada Lokakarya 2, yang menjadi tugas tindak lanjut (PR). Berdasarkan program tersebut selanjutnya dijabarkan dalam Visi, Misi dan Program sekolah. Presentasi dilakukan melalui kertas plano yang telah disiapkan.

Hal-hal penting yang perlu ditekankan pada saat presentasi adalah terkait beberapa point penting seperti di bawah ini:

  1. CGP diminta berceritan tentang hal baik yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah yang ditanggapi oleh kepala sekolah/pengawas atas cerita guru tersebut
  2. Peserta menulis dalam plano apa pesan atau kunci atau kesimpulan dari pelaksanaan pembelajarna di sekolah selama ini
  3. Peserta mengungkapkan hal yang perlu dipertahahkan dan hal yang perlu diperbaiki dari proses pembelajaran selama ini sehingga menjadi perbaikan di masa yang akan datang
  4. Berbagi tugas gali mimpi dengna meminta CGP bercerit atentang harapan/mimpi warga sekolah
  5. Pendamping menuliskannya kata kunci dalam kertas plano
  6. Memberi kesempatan pada kepala sekolah dan pengawas untuk menanggapi agar pembelajaran berdampak pada murid
  7. PP mengajak peserta untuk bediskusi terkait apa yang bisa kita lakukan untuk mencapai hal itu? menyalin hasil diskusi pada plano
  8. PP menyimpulkan hasil diksusi, “Apa yang telah baik dan perlu ditingkatkan menjadi perbaikan pembelajaran di masa yang akan berdampak pada murid maka kolaborasi harus ditingkatkan. Gotong royong adalah kunci mewujudkan pembelajaran yang berdampak pada murid.

SESI III VISI, MISI DAN PROGRAM SEKOLAH

Pengantar Visi Misi

Kegiatan pengantar Visi dan Misi dan Program Sekolah dilaksanakan di kelas besar untuk mewujudkan Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid Sebelum PP memberikan pengantar, peserta dipastikan telah siap. PP memberikan Ice Breking sebelum kegiatan dimulai. Kegiatan Ice Breaking menyambung kata.

Langkah-langkah kegiatan Ice Breaking menyambung kata adalah, :

  1. Membagi peserta menjadi 4 kelompok,
  2. Peserta 1 dari masing-masing kelompok menulis kata Saling Berkorban
  3. Peserta 2 dari masing-masing kelompok menulis kata Untuk Pendidikan Adalah
  4. Peserta 3 dari masing-masing kelompok menulis kata Untuk Mencapai Tujuan Bersama
  5. Peserta 4 dari masing-masing kelompok menulis kata Kesediaan Semua Pihak
  6. Peserta 5 dari masing-masing kelompok menulis kata Untuk Saling Membantu
  7. Peserta 6 dari masing-masing kelompok menulis kata Masa Depan Anak yang Lebih Baik
  8. Peserta 7 dari masing-masing kelompok menulis kata Gotong Royong
  9. Peserta 8 dari masing-masing kelompok menulis kata Saling Menopang
  10. Potongan kertas itu lalu di kumpulkan dan dibagikan lagi secara acak
  11. Permainan dilakukan tanpa suara
  12. Peserta menyusun frase itu agar menjadi kalimat “Gotong royong untuk pendidikan adalah kesediaan semua pihak untk slaing membantu, saling menopang, saling berkorban, untuk mencapai tujuan bersama masa depan anak yang lebih baik”
  13. Kelompok yang merasakan ada frase yang kurang lengkap dapat mencarinya dan menukarkanya dengan kelompok lain
  14. Setelah selesai permainan peserta menjelaskan makna dari permainan tersebut terutama terkait dengan kerjasama dan komunikasi

Pendamping menjelaskan tujuan dari kegiatan penyusunan Visi, Misi dan Program Sekolah yang berdampak pada murid. Kegiatan ini terkait dengan aktivitas sebelumnya dimana peserta telah diajak untuk mengambil pelajaran dan menggali harapan semua pihak agar pembelajaran selau berdampak pada murid. Kegiatan penyusunan Visi, Misi dan Program sekolah yang dilakukan pada kegiatan lokakarya ini, akan dilanjutkan di sekolah masing-masing, tetapi paling tidak melalui kesempatan ini kita memiliki modal untuk melihat kembali kekawatiran, mengambil pelajaran, menggali harapan dan menuangkannya ke dalam Visi, Misi dan Program Sekolah.

Sebelum melanjutkan kegiatan, PP menayangkan video tentang kiat-kiat mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid di SMPN 3 Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Beberaoa saat setelah video ditayangkan peserta menyimak dengan seksama kiat-kiat dari kepala sekolah SMPN 3 Wangi-Wangi dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak panda murid. PP selanjutnya meminta pendapat dari 2 orang peserta terkait video yang ditayangkan tersebut.

Setelah PP menyampaikan apresiasi dan memberikan penguatan serta umpan balik tehadap pendapat yang disampaikan 2 orang peserta tersebut, selanjutnya PP mengulas bahwa Visi, Misi dan Program Sekolah disusun dengan tujuan besar untuk meningkatkan kemampuan dan bakat siswa serta meningkatkan sumber daya yang ada pada guru dan lingkungan sekolah. Sekolah ini telah memberi kita gambaran bahwa Visi, Misi dan Program sekolah tidak hanya sebatas ada pada profil sekolah, tetapi memang diwujudkan dalam aksi nyata.

Kerja Kelompok Merumuskan Visi Misi dan Program Sekolah

PP melanjutkan kegiatan untuk menyusun Visi, Misi dan Program Sekolah dalam kelompok pendamping. PP menyampaikan pengantar tentang penyusunan Visi, Misi dan Program Sekolah, yang akan dilakukan oleh guru (CGP) dengan kepala sekolahnya. Sementara pengawas diharapkan dapat mendampingi masing-masing sekolah dalam penyusunan Visi, Misi dan Program Sekolah tersebut.

PP menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya ini adalah upaya memulai penyusunan Visi, Misi dan Program Sekolah yang mungkin mustahil diselesaikan saat lokakarya ini. Sehingga kegiatan ini dapat dilanjutkan ketika kembali ke sekolah masing-masing, dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

PP kemudian menjelaskan pengantar materi sebelum pembuatan Visi, Misi dan Program Sekolah seperti tertera pada LK 1 Lokakarya 3 ini. Setelah mendengar penjelasan awal terkait Visi, Misi dan Program Sekolah tersebut, selanjutnya CGP, kepala sekolah dan pengawas akan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Diskusikan dan rumuskan visi sekolah khususnya dalam proses pembelajaran yang berdampak pada murid
  2. Lanjutkan dengan menyusun misi sekolah yang berdampak pada murid
  3. Rumuskan satu program pembelajaran untuk mewujudkan Visi dan Misi yang berdampak pada murid tersebut.
  4. Catat hasil diskusi pada lembar kerja yang telah disedikan

Durasi waktu pengerjaan yang diberikan kepada peserta adalah 75 menit, yang dilanjutkan dengan kegiatan berbagi kepada sekolah lainnya pada kelompok pendamping

Berbagi Hasil Visi dan Aksi Sekolah yang Berpihak pada Murid

Sebelum kegiatan berbagi kegiatan pada sisi ini diselingi dengan Ice Breaking. Langkah-langkah Ice Breaking saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Peserta diminta untuk berdiri
  2. Peserta menyanyi adaptasi dari lagu

Kalau aku sebut 1 tepuk tangan

Kalau aku sebut 1 tepuk tangan

Kalau ada yang salah

Mari aku tunjukkan

Kalau 1 tepuk tangan

Kalau 1 tepuk tangan

Kalau aku sebut 2 bilang ha ha

Kalau aku sebut 2 bilang ha ha

Kalau ada yang salah

Mari aku tunjukan

Kalau 2 bilang ha ha

Kalau 2 bilang ha ha

Kalau aku sebut 3 angkat kaki

Kalau aku sebut 4 turun kaki

Kalau ada yang salah

Mari aku tunjukkan

Kalau 3 angkat kaki

Kalau 4 turun kaki

Kalau aku sebut 5 cium lutut

Kalau aku sebut 6 goyang goyang

Kalau ada yang salah

Mari aku tunjukkan

Kalau 5 cium lutut

Kalau 6 goyang goyang

Kegiatan lokakarya dilanjutkan dengan berbagi Vivi, Misi dan Program Sekolah yang berdampak pada murid, dengan menugaskan setiap sekolah membacakan rumusan Visi, Misi dan Program Sekolah yang berdampak pada murid. PP menjelaskan bahwa perumusan Visi, Misi dan Program Sekolah adalah bagian dari BAGJA pada huruf “J”.

PP menyimpulkan kegiatan berbagi Visi, Misi dan Program Sekolah pada beberapa point penting yang harus diingat yaitu:

  1. Visi adalah tujuan besar bersama yang sungguh-sungguh ingin di capai di masa yang akan datang, yang dicapai dengan gotong-royong atas prinsip kesukarelaan untuk kepentingan kebaikan anak
  2. Wujud nyata dari Visi (cita-cita) bersama ini ditunjukkan dengan aksi nyata berupa program-program yang dijalankan dengan semangat gotong-royong untuk semata-mata kepentingan kebaikan anak
  3. Kita yakin bahwa perubahan kecil yang kita lakukan hari ini, akan berdampak besar bagi anak di masa yang akan datang

PP menjelakan kegiatan berikutnya adalah aksi nyata jangka pendek, yang akan dibawakan dengan rekan PP Ida Ayu Wayan Sugiantari.

SESI IV AKSI JANJI JANGKA PENDEK

Pengantar

Diawali dengan Ice Breking yang disajikan pengajar praktik, untuk mengembalikan peserta untuk fokus pada kegiatan yang diselenggarakan. Selanjutnya PP Menjelaskan tujuan sesi ini, yaitu aksi sebulan ke depan baik oleh kepala sekolah atau CGP, bisa dimulai dari perubahan kecil atas program yang telah disusun atau hal hal lain untuk mesujudkan cita-cita bersama. “Seribu langkah ditentukan oleh langkah pertama, perubahan besar yang berdampak selalu diawali oleh perubahan kecil yang dilakuna terus menerus”

PP mengajak peserta mengamati dan mencermati lembar kerja, yang dipandu dan dibacakan PP, sambil bertanya jawab dengan peserta.

Kepala sekolah dan CGP duduk berdekatan untuk menyusun aksi nyata jangka pendek dalam sebulan ke depan. Kegiatan aksi nyata jangka pendek tersebut dengan tetap mempertimbangkan aspek keberlangsungan program. Program yang disusun, dengan tetap mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia, sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan, biaya yang sesuai, efektifitas pelaksanaan, keberlanjutan dan dampak pada murid.

SESI V PENUTUP

Umpan Balik

CGP dan kepala sekolah duduk berdekatan yang didampingi pengawas, dilanjutkan dengan setiap sekolah membacakan rencana kerja jangkan pendek yang mendapatkan umpan balik dari peserta lainnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan umpan balik terhadap hal-hal baik yang telah dilakukan pada lokakarya hari ini. Demikian pula hal apa yang perlu ditingkatkan agar pelaksanaan lokakarya dapat lebih sempurna di kemudian hari. Umpan balik dilakukan secara bergiliran, sehingga semua peserta memiliki kesempatan yang sama.

Memetik Pembelajaran dan Evaluasi

PP menempelken plano memetik pembelajaran hari ini dan evaluasi lokakarya. Kepada peserta dibagikan kertas pos it/metaplan, untuk dituliskan kata kunci yang mencerminkan pelajaran apa yang telah didapatkan pada lokakarya hari ini. CGP dipersilahkan menulis kata kunci sebanyak-banyaknnya untuk ditempelkan pada plano.

PP meminta perwakilan pengawas, kepala sekolah dan CGP untuk menjelaskan kata kunci yang telah dituliskan.

Selanjutnya PP meminta peserta melakukan evaluasi terhadap kegiatan lokakarya hari ini dengan memberikan contreng pada plano evaluasi yang ada kolom penilaian (senang, biasa, sedih) pada hal-hal seperti:

  1. Materi Lokakarya
  2. Metode Lokakarya
  3. Pendamping
  4. Partisipasi Peserta
  5. Logistik dan Tempat Pelatihan
  6. Konsumsi

Kesimpulan dan Tindak Lanjut

PP menyampaikan kesimpulan kegiatan lokakarya ke-3 dengan topik Visi dan aksi sekolah yang berpihak pada murid di Taman Surgawi Karangasem yaitu: “Saya melihat bahwa semua orang dalam ruangan ini bangga menjadi pendidik dan terus ingin belajar untuk melakukan perubahan untuk murid. Kita harus percaya bahwa setiap mmurid harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama dan lebih baik. Semoga Visi, Misi dan Program Sekolah yang telah dirumuskan secara bersama-sama (bergotong-royong) dapat ditindaklanjuti oleh warga sekolah lainnya sehinga membawa dampak pada murid di masa depan mereka”

PP juga menambahkan kata kata motivasi untuk menambah kepercayaan diri peserta untuk bersedia mengimplementasikan aksi nyata dalam sebulan ke depan. Dimana pada lokakarya 4 akan dibahas lebih lanjut tentang guru yang berpihak pada murid oleh karena itu pastikan CGP membawa RPP yang dibuat untuk memenuhi tugas pembelajaran pda Modul CGP ke-2 terkait pembelajaran berdiferensiasi.

Sebelum menututp pertemuan PP tidak lupa menyampaikan terimakasih, mohon maaf atas segala kekurrangan, dan tetap semangat, karena hanya dengan semangat hidup kita akan lebih berarti. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

Link Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *