PENDAMPINGAN KOMUNITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF DI SD NEGERI 1 TEGALLINGGAH

Published by TeacherCreativeCorner on

Pembahasan Pendampingan

Setelah dipersilahkan duduk di ruangan kepala sekolah selanjutnya disajikan minuman berupa kopi dan jajanan ringan oleh seorang staf yang menurut kepala sekolah baru saja bertugas sebagai tenaga honorer, akibat kurangnya SDM di sekolah tersebut. Senyum ramah dari kepala sekolah mempersilahkan saya untuk menikmati kopi dan jajanan, selagi saya menyajikan kegiatan pembuka untuk menyampaikan tujuan pendampingan hari itu.

Saya menyampaikan tujuan pendampingan hari itu adalah :

  1. Untuk mendiskusikan bagaimana penerapan komunitas praktisi di sekolah sesuai dengan hasil dan tindak lanjut dari kegiatan Lokakarya
  2. Untuk mendiskusikan proses penerapan disiplin positif di kelas CGP
  3. Untuk mendiskusikan refleksi tugas yang akan dibawa pada kegiatan lokakarya 3
  4. Untuk mendiskusikan praktik dan pembelajaran yang telah dilakukan mengenai penerapan disiplin positif di kelas dan perintisan komunitas praktisi
  5. Terakhir kali, melakukan diskusi terkait refleksi, penguatan dan umpan balik terhadap hal-hal yang telah dilakukan Calon Guru Penggerak

Komunitas Praktisi

Secara ringkas penerapan komunitas yang telah dilakukan oleh Calon Guru Penggerak lanjut diceritakan dan dideskripsikan seperti penyampaian beliau adalah:

“Pengalaman merintis komunitas praktisi di sekolah merupakan hal yang baru bagi saya, dimana saya harus mengumpulkan teman yang ada di sekolah serta menanyakan permasalah-permasalah yang ada dalam proses pembelajaran di kelas. Dan dalam proses tersebut kita dapat mencari cara untuk mengatasi permasalahan dimana minat baca siswa yang kurang bagaimana cara kita untuk membangkitkan minat baca tersebut. Kegiatan yang dilakukan sudah berjalan namun belum maksimal dimana saya mengajak guru kelas 6 untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas 6 dengan memberikan bahan bacaan melalui HP karena proses pembelajaran masih berjalan daring”

Beliau melanjutkan, “Tantangan dalam penerapan komunitas praktisi adalah waktu serta pembelajaran yang masih berjalan secara daring sehingga dirasakan kurang efektif, dimana beberapa siswa juga di mempunyai hp maupun paket data. Cara mengatasinya adalah dengan memaksimalkan waktu yang diperoleh, siswa yang tidak bisa mengangses lewat hp bisa datang kesekolah untuk mengambil buku sebagai bahan bacaan”

Ketika saya menanyakan tentang hal menarik yang beliau rasakan beliau menyatakan,”Hal yang menarik saat merintis komunitas praktisi adalah saya dapat berkolaborasi, berdiskusi serta mencari jalan keluar dari permasalah yang telah dihadapi”.

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: