PENDAMPINGAN KOMUNITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF DI SD NEGERI 1 TEGALLINGGAH

Pengantar

Komunitas praktisi dan disiplin positif adalah topik dari pendampingan guru penggerak saat ini. Sebelum itu, sebagai persiapan pelaksanaan Pendampingan Tahap 2, seperti mempersiapkan print out surat tugas dari Disdikpora Kabupaten Karangasem, SPPD, Instrumen 360o. Hal yang unik dari pendampingan tahap 2 ini adalah Instrumen 360o . Seperti kita ketahui bersama 360o merupakan besar sudut satu keliling lingkaran. Maka instrumen 360o, merupakan cara memantau berdasarkan sudut pandang Pengajar Praktik dari semua sisi.

Hari  itu Senin, 7 Maret 2022, saya melakukan perjalanan untuk melaksanakan Pendampingan Tahap 2, yang saat itu dijadwalkan untuk dilaksanakan di SD Negeri 1 Tegallinggah. Sekolah dimaksud berlokasi di Desa Tegallinggah Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Bali. Sekolah yang dinahkodai oleh Ini Putu Tustiana Dewi tersebut berlokasi di daerah pedesaan asri di timur kota Amlapura. Melihat kenampakan alam dengan sawah menghijau dan membentang, meneduhkan hati saya sebagai pengajar praktik dalam rangka pendampingan kepada Calon Guru Penggerak.

Tepat Pukul 08.15, saya tiba di depan kantor kepala sekolah dan sesaat kemudian disambut oleh seorang kepala sekolah yang kebetulan saat itu juga sebagai Calon Guru Penggerak. Status CGP yang sudah menjabat kepala sekolah terjadi karena kebutuhan kepala sekolah di Kabupaten Karangasem yang kurang. Maka dari itu, CGP yang baru lulus program Program Guru Penggerak selanjutnya diangkat menjadi kepala sekolah. Ni Putu Tustiana Dewi yang selain masih berstatus CGP, juga sudah menjabat sebagai kepala sekolah dimana dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari juga mengajar pada siswa kelas VI, karena kekurangan guru.

Baca Juga

IMPLEMENTASI KOMUNITAS PRAKTISI SEBAGAI AJANG BERBAGI

PROJECT PENGUATAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA TAWUR AGUNG KESANGA DAN NYEPI

 

Pembahasan Pendampingan

Setelah dipersilahkan duduk di ruangan kepala sekolah selanjutnya disajikan minuman berupa kopi dan jajanan ringan oleh seorang staf yang menurut kepala sekolah baru saja bertugas sebagai tenaga honorer, akibat kurangnya SDM di sekolah tersebut. Senyum ramah dari kepala sekolah mempersilahkan saya untuk menikmati kopi dan jajanan, selagi saya menyajikan kegiatan pembuka untuk menyampaikan tujuan pendampingan hari itu.

Saya menyampaikan tujuan pendampingan hari itu adalah :

  1. Untuk mendiskusikan bagaimana penerapan komunitas praktisi di sekolah sesuai dengan hasil dan tindak lanjut dari kegiatan Lokakarya
  2. Untuk mendiskusikan proses penerapan disiplin positif di kelas CGP
  3. Untuk mendiskusikan refleksi tugas yang akan dibawa pada kegiatan lokakarya 3
  4. Untuk mendiskusikan praktik dan pembelajaran yang telah dilakukan mengenai penerapan disiplin positif di kelas dan perintisan komunitas praktisi
  5. Terakhir kali, melakukan diskusi terkait refleksi, penguatan dan umpan balik terhadap hal-hal yang telah dilakukan Calon Guru Penggerak

Komunitas Praktisi

Secara ringkas penerapan komunitas yang telah dilakukan oleh Calon Guru Penggerak lanjut diceritakan dan dideskripsikan seperti penyampaian beliau adalah:

“Pengalaman merintis komunitas praktisi di sekolah merupakan hal yang baru bagi saya, dimana saya harus mengumpulkan teman yang ada di sekolah serta menanyakan permasalah-permasalah yang ada dalam proses pembelajaran di kelas. Dan dalam proses tersebut kita dapat mencari cara untuk mengatasi permasalahan dimana minat baca siswa yang kurang bagaimana cara kita untuk membangkitkan minat baca tersebut. Kegiatan yang dilakukan sudah berjalan namun belum maksimal dimana saya mengajak guru kelas 6 untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas 6 dengan memberikan bahan bacaan melalui HP karena proses pembelajaran masih berjalan daring”

Beliau melanjutkan, “Tantangan dalam penerapan komunitas praktisi adalah waktu serta pembelajaran yang masih berjalan secara daring sehingga dirasakan kurang efektif, dimana beberapa siswa juga di mempunyai hp maupun paket data. Cara mengatasinya adalah dengan memaksimalkan waktu yang diperoleh, siswa yang tidak bisa mengangses lewat hp bisa datang kesekolah untuk mengambil buku sebagai bahan bacaan”

Ketika saya menanyakan tentang hal menarik yang beliau rasakan beliau menyatakan,”Hal yang menarik saat merintis komunitas praktisi adalah saya dapat berkolaborasi, berdiskusi serta mencari jalan keluar dari permasalah yang telah dihadapi”.

Disiplin Positif

Terkait dengan disiplin positif dalam perspektif dan pengalaman beliau dalam upaya mengimplementasikannya, beliau menjelaskan, 

“Usaha yang dilakukan dalam mengembangkan disiplin positif di kelas adalah dengan membuat kesepakatan kelas baik dalam kelas luring maupun daring. Misalnya selalu menyapa siswa, berdoa dan memberikan motivasi kepada siswa, siswa mampu menjawab pertanyaan guru di wa ketika pembelajaran daring dengan bahasa yang sopan”.

Ketika saya menggali kesan yang beliau rasakan ketika melakukan kegiatan disiplin positif, beliau menyampaikan, “Kesan siswa dalam menerapkan budaya positif adalah mereka sangat antusias dan mau berubah ketika diberitahu. Berperilaku berkata sopan kepada guru dan sesama”.

Beliau melanjutkan, “Tantangan yang dihadapi adalah memupuk disiplin positif yang telah ada karena dimasa seperti saat ini kadang siswa PJJ kadang siswa PTM memerlukan tenaga yang ekstra untuk menerapkan hal tersebut menjadi budaya/kebiasaan yang terus dimiliki oleh siswa. Relasi dengan Siswa sangat senang dan siswa ingin terus diajar oleh saya karena mereka merasakan kedekatan dengan guru dan bisa berinteraksi dengan baik”.

Hal yang menyangkut respon siswa seperti beliau sampaikan adalah bahwa respon dari siswa dapat menjadi acuan bagi saya untuk melakukan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Strategi yang akan dilakukan untuk memulai komunitas praktisi di sekolah adalah saya akan segera mengumpulkan teman-teman di sekolah membuat rencana perbaikan untuk meningkatkan minat membaca siswa, dengan Tema Serasa Teras Literasi (Senin, Rabu, Sabtu) kegiatan membaca melalui Teras Literasi yang diprioritaskan untuk anak kelas IV,V dan VI terlebih dahulu.

 

 

Refleksi Kegiatan

Pada kegiatan akhir, sebagai pengajar praktik saya melakukan pertanyaan kilas balik terkait apa yang telah CGP dapatkan selama proses pendampingan, dan hal-hal yang perlu ditingkatkan dari kegiatan pendampingan hari ini. Hal positif yang beliau sampaikan terkait proses pendampingan hari ini, beliau sangat mengapresiasi apa yang telah pengajar praktik lakukan sebagai usaha untuk menggali ide dan gagasan atau sekedar mendalami kembali apa yang telah dilakukan selama ini. Kegiatan pendampingan yang telah dilakukan menurut beliau telah berjalan baik, dan sangat membantu dalam memotivasi, sehingga dapat melakukan dan mengulang hal-hal yang baik dari berbagai hal yang telah beliau pelajari selama ini pada program guru penggerak. Akhir kata beliau mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas pendampingan yang telah dilakukan, dan berharap pengajar praktik tidak bosan-bosan untuk mendampinginya dalam melakukan aktivitas dalam upaya mengimplementasikan program guru penggerak.

Selanjutnya saya berpamitan, sambil merapikan dokumen yang telah beliau tanda tangani dan  diakhiri dengan sesi foto bersama kepala sekolah. Nampak suasana keakraban para guru dengan kepala sekolah ketika saya melangkahkan kaki meninggalkan sekolah tersebut. Hari itu saya merasa ada hal baru yang telah saya dapatkan dari proses pendampingan itu. Hal positif itu, telah menjadi bekal saya pulang dari proses pendampingan untuk selanjutnya dapat saya implementasikan di tempat saya bertugas.

Link Situs Sekolah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *