KOMUNITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF DI SMA NEGERI 2 AMLAPURA

Published by TeacherCreativeCorner on

Pengantar

Pagi itu, saya memacu motor Vixion yang telah selama 10 tahun saya tunggangi tanpa masalah. Walau sudah beberapa kali di servis tetapi lajunya tetap kencang bak motor baru. Lumayan.. dari pada membeli motor baru, yang menurut orang sering macet, ya mending ini saja bandel. Bukan bermaksud promosi ya, tetapi pengalaman. Oh ya, pembahasan saat ini adalah tentang pendampingan Calon Guru Penggerak ke SMA Negeri 2 Amlapura, bukan membedah fitur-fitur motor ya.. hehe.

Setibanya di gerbang SMA 2 Negeri Amlapura, dimana sekolah yang dikomandani I Wayan Sugiana, ini adalah sekolah yang tidak kering dengan prestasi. Hal ini nyata adanya, ketika memasuki ruang tamu kepala sekolah, nampak berderet banyak sekali piala yang tertata rapi. “Oh itu piala yang sudah ada dari dulu” sambut Pak Wayan Sugiana seraya mempersilahkan saya duduk. Percakapan ringan pun kami mulai berbagi pengalaman tentang proses pendampingan Calon Guru Penggerak, dimana selain sebagai kepala sekolah beliau juga sama seperti saya, merangkap menjadi Pengajar Praktik. Maka pembicaraan pun nyambung, hingga membahas tentang pakaian seragam. Sekali lagi bukan bermaksud mempromosikan baju …heheh.

Sesaat kemudian Ibu Ni Made Dewi Radesi hadir bersama kami, dan melakukan sesi foto dan pengisian dokumen. Hal ini dilakukan supaya tidak lupa, karena pengalaman kemarin, sesi pengisian dokumen terlupakan karena sesi coaching. Sebentar kemudian Pak Wayan Sugiana mempersilahkan saya untuk melakukan pendampingan, sementara beliau juga melakukan hal yang sama di tempat lain. Ibu Ni Made Dewi Radesi kemudian mempersilahkan saya menikmati sajian yang telah disediakan, seraya bercerita tentang kegiatan aksi nyata yang beliau lakukan dalam program guru penggerak.

Baca Juga

PENDAMPINGAN KOMUNITAS PRAKTISI DAN DISIPLIN POSITIF DI SD NEGERI 1 TEGALLINGGAH

PROJECT PENGUATAN KARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA TAWUR AGUNG KESANGA DAN NYEPI

Project Penguatan Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila

Pendampingan

Komunitas Praktisi

Kamis, 10 Maret 2022, adalah jadwal yang telah disepakati dengan Calon Guru Penggerak atas nama Ni Made Dewi Radesi saat pelaksanaan pendampingan tahap 2 (PI 2). Materi pendampingan saat ini adalah hal-hal baik yang telah dilakukan CGP terkait komunitas praktisi dan disiplin positif.  Beliau menyatakan bahwa pengalamannya menerapkan komunitas praktisi adalah ketika berbagi dengan rekan sejawat sesama guru bahasa di SMA Negeri 2 Amlapura tentang Pembelajaran Berliterasi dan Menyenangkan. Anggota komunitas guru bahasa di sekolah tersebut, adalah 11 orang yang terdiri dari guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Bali mulai dari kelas X ~ XII.

Bu Dewi Radesi mengatakan bahwa ia sering memanfaatkan kegiatan rapat sekolah untuk menyampaikan pengalaman terbaiknya ketika melaksanakan inovasi pembelajaran di kelasnya. Berkat penguatan dari kepala sekolah maka beberapa guru ingin menggali lebih jauh terkait hal baik yang ditawarkan tersebut. Praktik baik yang telah dilakukan Bu Dewi Radesi beberapa telah berhasil memperoleh capaian yang membanggakan. Capaian tersebut berupa prestasi siswa, seperti prestasi menulis novel oleh Astama, puisi oleh Putri Rahayu dan ada yang sampai mencapai prestasi nasional seperti Nanda.

Melalui komunitas praktisi Bu Dewi Radesi telah menyampaikan prosedur dalam pelaksanaan Pembelajaran Berliterasi dan Menyenangkan yaitu diawali dengan menugaskan setiap siswa untuk menyelesaikan membaca satu buku. Setiap dua minggu sekali menyampaikan laporannya kepada guru. Setiap bulan buku yang dibaca siswa selalu berganti, sehingga mereka memiliki banyak wawasan dan perbendaharaan kata-kata dalam menunjang upayanya meningkatkan kemampuan dalam menulis aktif. Capaian kegiatan ini menurut Ibu Dewi Radesi sampai saat ini sebanyak 75% siswa telah mampu menuntaskan kegiatan tersebut.

Hal yang membanggakan bagi beliau adalah bahwa harapan guru lain untuk mendapatkan ide-ide baru dari komunitas praktisi, saat beliau menjelaskan kegiatan dimaksud. Selain melalui komunitas praktisi, upaya teman sejawat untuk menggali hal positif tersebut, juga dilakukan secara individu untuk mendapatkan pengalaman yang lebih detail sebagaimana yang telah dilakukannya.

Selain hal yang membanggakan, hal yang menjadi tantangan beliau selanjutnya adalah ada juga teman-teman sejawatnya yang masih menunggu timing yang tepat dalam berinovasi dan melakukan perubahan. Apalagi kepada rekan-rekan seniornya, dimana secara pribadi beliau merasakan hambatan komunikasi, sehingga hal ini membutuhkan upaya untuk mencari cara untuk berbagi, sehingga mudah untuk diterima.

 

Categories: Uncategorized

1 Comment

Ni Luh Sari Suryastini · March 10, 2022 at 9:49 pm

Memang kesepakatan terkait hal baik yang mesti dilakukan sangat berpengaruh terhadap disiplin siswa. Saya sendiri sudah melakukan ini sejak dulu. Tata tertib kelas dibuat atas kesepakatan bersama. Sanksi pelanggaran pun juga ditentukan siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: