Project Penguatan Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila

Pendahuluan

Kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi perihal Kurikulum Merdeka seperti tertuang dalam Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, telah memuat kebijakan penerapan Project Penguatan Profil pelajar Pancasila di Pendidikan Dasar dan Menengah, (Kempendibudristek, 2022 ; 65). Jenjang pendidikan dasar dan menengah dapat mengambil alokasi waktu 20-30% dari total jam pelajaran dalam setahun, harus mengimplementasikan Project Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila. Dalam keputusan itu dimuat bahwa pelaksanaan Project Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila dilakukan dengan fleksibel, yang dikelola sesuai karakteristik materi, tema/topik yang akan dikembangkan, dari sisi waktu, teknik, metodik dan urutan.

Berikut topik-topik yang dapat dipilih oleh satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui strategi Project Base Learning, sebagai berikut:

  1. Gaya Hidup Berkelanjutan.
  • Peserta didik memahami dampak aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya
  • Peserta didik membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya serta mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya
  1. Kearifan Lokal
  • Peserta didik membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya.
  • Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/daerah berkembang seperti yang ada, konsep dan nilai-nilai dibalik kesenian dan tradisi lokal
  • Peserta didik merefleksikan nilai-nilai apa yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan mereka
  1. Bhineka Tunggal Ika
  • Peserta didik mengenal dan mempromosikan budaya perdamaian dan anti kekerasan, belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya
  • Peserta didik juga mempelajari perspektif berbagai agama dan kepercayaan, serta kritis dan reflektif menelaah berbagai stereotip negatif dan dampaknya terhadap konflik dan kekerasan
  1. Bangunlah Jiwa dan Raganya
  • Peserta didik membangun kesadaran dan keterampilan memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya
  • Peserta didik melakukan penelitian dan mendiskusikan masalah-masalah terkait kesejahteraan diri (wellbeing). Perundungan (bullying) serta berupa mencari jalan keluarnya.
  • Peserta didik menelaah masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental termasuk isu narkoba, pornografi dan kesehatan reproduksi
  1. Suara Demokrasi
  • Peserta didik menggunakan kemampuan berpikir sistem, menjelaskan keterkaitan antara peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila.
  • Peserta didik dapat merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dunia kerja
  1. Rekayasa dan Teknologi
  • Peserta didik melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif dan sekaligus berempati untuk merekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan diri dan sekitarnya.
  • Peserta didik dapat membangun budaya smart society dengan menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat sekitarnya, melalui penerapan inovasi dan teknologi, mensinergikan aspek sosial dan teknologi.
  1. Kewirausahaan
  • Peserta didik mengidentifikasi potensi ekonomi d tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta keterkaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat
  • Menumbuhkembangkan kreativitas dan budaya kewirausahaan
  • Membuka wawasan peluang masa depan, peka akan kebutuhan masyarakat, menjadi problem solver yang terampil, serta siap menjadi tenaga profesional penuh integritas.
  1. Kebekerjaan
  • Peserta didik menghubungkan berbagai pengetahuan yang telah dipahami dengan pengalaman nyata di keseharian dunia kerja
  • Peserta didik membangun pemahaman ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini
  • Peserta didik mengasah kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan standar yang dibutuhkan dalam dunia kerja

Upaya mewujudkan idealisme pendidikan tersebut, memberikan kesempatan kepada sekolah yang seluas-luasnya, untuk mengambil inisiatif dalam rangka mengadopsi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka yang disesuaikan dengan kondisi sekola. Opsi yang dimungkinkan berdasarkan Kepmendikbudristek adalah:

  1. Menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti Kurikulum Satuan Pendidikan.
  2. Menerapkan Kurikulum Merdeka berdasarkan perangkat ajar yang telah disediakan pemerintah
  3. Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pengembangan berbagai perangkat ajar oleh satuan pendidikan.

Sekolah yang berminat melaksanakan Kurikulum Merdeka dalam upaya mengadopsinya akan mendapat pendampingan dan evaluasi yang akan dilakukan oleh Kemenag, Dinas Pendidikan, Komite Satuan Pendidikan, Dewan Pendidikan dan Masyarakat, terkait:

  1. Struktur Kurikulum
  2. Capaian Pembelajaran
  3. Pembelajaran dan Assesmen
  4. Penggunaan Perangkat Ajar
  5. Kurikulum Operasional Pendidikan

SD Negeri 7 Subagan dalam ikut berperan serta mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkewajiban untuk mengadopsi salah satu opsi yang  ditawarkan. Upaya yang telah dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Guru di SD Negeri 7 Subagan dalam rangka mengimplementasikan Project Penguatan Karakter, yang dideskripsikan  secara detail pada Laporan Refleksi Minggu VI pada uraian berikutnya.

Bersambung di sini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *