IMPLEMENTASI KOMUNITAS PRAKTISI SEBAGAI AJANG BERBAGI

LOKAKARYA 2

12 Februari 2022 di Taman Surgawi Karangasem Bali

Pengantar

Program Guru Penggerak adalah program unggulan Kemendikbudristek saat ini. Jiwa penggerak harus dimiliki oleh para Calon Guru Penggerak, yang nantinya diharapkan dapat menggerakan rekan sesama praktisi guru dalam mengembangkan mutu pendidikan. Misi pemerintah dalam upaya menggerakkan komunitas dalam rangka mencari dan berbagi praktik baik, yang dapat dilakukan secara berkolaborasi antar guru, merupakan terobosan dalam memotivasi mengembangkan ide-ide kreatif para guru. Upaya berbagi praktik baik antar sesama guru merupakan serangkaian proses pematangan diri para guru mulai dari diri, lingkungan praktisi hingga nantinya dapat mempengaruhi pengembang kebijakan.

Pengajar Praktik memegang peranan penting dalam upaya membantu para Calon Guru Penggerak untuk dapat mengembangkan komunitas praktisi di lingkungan kerja, mulai dari sekolah hingga komunitas yang lebih luas. Pengajar Praktik dapat dianggap sebagai model yang memiliki skill memandu CGP dalam upaya mengembangkan komunitas praktisi. Maka dari itu, Pengajar Praktik harus mempersiapkan diri baik saat melakukan pendampingan dan melakukan lokakarya. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Pengajar Praktik dalam mengelola waktu kerja, di tengah-tengah aktivitas pokok sebagai guru atau kepala sekolah untuk dapat belajar, sebagaimana halnya CGP yang juga mengalami tantangan yang lebih kompleks.

Persiapan

Sesuai dengan surat undangan dari P4TK Penjas dan BK, maka pada tanggal 12 Februari 2022, dilaksanakan Lokakarya 2 yang berempat di Villa Taman Surgawi Ujung Karangasem. Persiapan dalam memandu lokakarya bersama 2 orang Pengajar Praktik, Ide Ayu Wayan Sugiantari dan I Wayan Mertayasa telah dipersiapkan sejak dari dua hari yang lalu. Seperti pengalaman sebelumnya mengawali lokakarya selalu canggung, karena padatnya materi tahapan lokakarya seperti yang telah diskenariokan oleh Kemendikbud. Tetapi perasaan apapun itu, kegiatan ini harus dijalani dengan optimis. Bersama 2 orang Pengejar Praktik yang sudah tidak diragukan lagi, saya sendiri merasa agak tenang. Karena sebelumnya kami saling bersepakat untuk saling dukung dan saling melengkapi.

Sejak dua hari sebelum dilaksanakan kegiatan Lokakarya, kami melakukan persiapan dengan membaca panduan secara seksama. Melalui kolaborasi via media Whatsapp Group, kami bertiga berdiskusi membedah panduan dan menyelaraskan pemahaman. Padatnya kegiatan Lokakarya 2 ini, membuat kami bertiga harus fokus membagi tugas dan belajar memahami alur kegiatan. Panduan yang dibuat sangat baik dan detail membuat kami kesulitan, karena daya ingat dan kemampuan menghafal yang sudah menurun. Maka jalan satu-satunya adalah mencoba membuat resume kegiatan, sambil berupaya memahami arah kegiatan Lokakarya 2 ini. Inilah tantangan, sementara di sisi lain pelaksanaan dan pelaporan pendampingan sedang kami laksanakan. Tetapi berbekal tekad, kami akhirnya lebih percaya diri, karena sempat mendalami materi lokakarya sebelum tampil sebagai pemandu kegiatan nanti.

Setibanya di Vila, atau mungkin banyak orang menyebutnya Hotel Taman Surgawi, ternyata di lokasi para Guru Penggerak telah lebih dulu tiba. Ternyata di aula bawah telah berkumpul teman-teman Pengajar Praktik berdiskusi dengan panitia dari P4TK Penjas dan BK. Saya kemudian ikut bergabung dengan teman-teman Pengajar Praktik yang lain yang sudah duluan tiba di lokasi. Acara yang baru di mulai tepat ketika saya bergabung tersebut, diisi dengan pengarahan terkait teknis kegiatan dan administrasi.

Selang beberapa saat sesi pengarahan tersebut, selesai dan kebetulan saat itu saya bersama Tim Pengajar Praktik Kelas A telah ditentukan berada di ruangan tersebut. Ruangan aula yang agak lega, dengan ketersediaan sarana yang lumayan lengkap, seperti, LCD, papan tulis, meja yang telah tersusun rapi dalam bentuk U, dan fasilitas yang paling saya cari adalah colokan listrik. Saya kemudian mempersiapkan laptop dan mensetting Google Meet untuk lokakarya virtual kepada salah seorang CGP atas nama Ni Made Dewi Radesi dari instansi SMA Negeri 2 AMlapura yang kebetulan saat itu terindikasi tertular Covid-19, berdasarkan hasil tes antigen. 3 orang CGP di kelas lainnya dan salah seorang teman Pengajar Praktik atas nama Agus Sudipta juga positif Covid. Ni Made Dewi Radesi selanjutnya bergabung untuk mengikuti lokakarya secara virtual. Saya menyapa beliau dan menanyakan keadaannya yang saat itu ternyata baik-baik saja, sehingga dipastikan dapat mengikuti kegiatan lokakarya.

Pembukaan

Sesi pertama kegiatan lokakarya diawali dengan pembukaan yang dibawakan oleh Ide Ayu Wayan Sugiantari, sementara saya dan I Wayan Mertayasa bertindak membantu pelaksanaan lokakarya. Sesi pembukaan diisi dengan penyampaian salam pembuka dan dilanjutkan dengan kegiatan berdoa dan diakhiri dengan sesi perkenalan Pengejar Praktik.

Kegiatan selanjutnya adalah sesi perkenalan CGP yang dikemas dalam acara yang menarik yaitu permainan tembak-tembakan. Oleh pembawa acara yang dibawakan oleh Ide Ayu Wayan Sugiantari, peserta CGP diajak bermain tembak tembakan yang diawali dengan mengajak mereka membuat linkaran. Peserta yang ditembak oleh Pengejar Praktik lalu menunduk dan peserta yang mengapit, saling tembak. Barang siapa yang menembak duluan maka dialah pemenangnya.  Permainan dilanjutkan dengan mengadakan suit, tetapi suitnya adalah dengan menunjukkan jumlah jari dan atas jari yang ditunjukkan itu, pasangan melakukan perkalian, barang siapa yang dapat menyebutkan hasilnya terlebih dahulu, maka dialah pemenangnya. Pemenang lalu memperkenalkan diri, dan tidak boleh tidak mengikuti permainan berikutnya.

Tujuan Lokakarya

Pemandu acara selanjutnya menyampaikan tujuan Lokakarya Kedua, ketika sesi permainan selesai dilaksanakan. Pemandu menampilkan slide yang menayangkan tujuan dari kegiatan Lokakarya Kedua yaitu:

  1. Calon Guru Penggerak dapat menjelaskan manfaat berbagi dari diskusi komunitas praktisi
  2. Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi manfaat komunitas praktisi bagi sekolah masing-masing
  3. Calon Guru Penggerak dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang membuat komunitas praktisi
  4. Calon Guru penggerak dapat menganalisis diri dalam menjalankan perannya sebagai guru penggerak untuk membuat komunitas praktisi
  5. Calon Guru Penggerak dapat menjelaskan tahapan menggerakkan komunitas praktisi

Menu Belajar

Pemandu acara selanjutnya menayangkan slide berikutnya yang menayangkan menu belajar lokakarya kedua yaitu:

  1. Mengalami diskusi komunitas praktisi
  2. Meneropong aplikasi komunitas praktisi
  3. Mengenal peran guru penggerak dalam membuat komunitas praktisi
  4. Menggerakkan komunitas praktisi

Membuat Kesepakatan Kelas

Sebagaimana halnya tradisi dari kegiatan lokakarya yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh guru ketika melaksanakan pembelajaran di kelasnya sendiri, yaitu pada tahapan membuat kesepakatan kelas. Pemandu acara selanjutnya mengajak para peserta lokakarya untuk membuat kesepakatan bersama sehingga kegiatan lokakarya ini dapat berhasil dilaksanakan. Setelah melalui diskusi, beberapa CGP yang selanjutnya disepakati oleh CGP yang lain mengajukan beberapa hal yang selanjutnya dijadikan kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas hari itu adalah:

  1. Peserta lokakarya selalu datang tepat waktu pada berbagai sesi Lokakarya
  2. Peserta lokakarya mensilent HP nya
  3. Peserta lokakarya mengikuti kegiatan dengan tertib dan memperhatikan instruksi dari pemandu acara
  4. Peserta lokakarya tetap mengikuti protokol kesehatan
  5. Peserta lokakarya selalu menjaga kebersihan tempat diselenggarakannya kegiatan

Komunitas Praktisi Sebagai Strategi Pengembangan Profesi Guru

Kegiatan selanjutnya dalam Lokakarya Kedua ini adalah sesi Komunitas Praktisi sebagai Strategi Pengembangan Profesi Guru, yang kebetulan saya mendapatkan giliran untuk memandu acara.

Sebagai pemandu acara saya kemudian mengawali kegiatan dengan menjelaskan tentang teknis diskusi yang akan dilakukan pada sesi ini. Kepada peserta selanjutnya dibagikan kertas post-it berwarna kuning dan merah dan beberapa spidol. Sementara Pengejar Praktik yang lain menempelkan kertas plano pada dinding yang masing-masing bertuliskan:

  1. Relasi dengan Siswa
  2. Relasi dengan Guru
  3. Mengajar dengan cara yang menarik

CGP sebagai peserta kemudian menuliskan masalah yang dialaminya dalam menyelenggarakan pembelajaran selama ini pada kertas Post-it berwarna kuning. Peserta kemudian diminta untuk menempelkan kertas Post-it tersebut pada papan plano terdekat. Sementara peserta yang mengikuti secara daring, dibantu menuliskan masalahnya oleh Pengajar Praktik. Selanjutnya beberapa peserta diminta untuk menganalisis masalah dan mengumpulkannya pada papan plano yang sejenis. Kegiatan selanjutnya adalah salah seorang wakil dari masing-masing kelompok menjelaskan masalah yang teridentifikasi sesuai dengan judul topik yang terdapat pada papan plano (3 topik di atas). Peserta kemudian dibagi kembali menjadi 3 kelompok berbeda, dimana tugas kelompok baru adalah menulis solusi dari masalah yang disajikan seperti tertulis pada kertas Post-it berwarna kuning. Solusi tersebut dituliskan pada kertas Post-it berwarna merah.  Perwakilan dari masing-masing kelompok selanjutnya ditugaskan untuk menjelaskan solusi dari permasalahan yang ada.

Refleksi Manfaat Komunitas Praktisi

Refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan komunitas praktisi yang baru saja dilakukan adalah terkait dengan peristiwa, perasaan, pembelajaran dan penerapan ke depan. Kepada peserta saya sebagai Pengejar Praktik mengajukan beberapa pertanyaan seperti 1) Apa kegiatan yang baru kita lakukan?, 2) Apa saja tahapan dalam kegiatan tadi?, 3) Apa saja permasalahan yang muncul, 4) Apa saja solusinya.

Setelah menggali perasaan peserta dilanjutkan dengan pertanyaan terkait sesi pembelajaran 1 yaitu Apakah Bapak/Ibu mengetahui istilah tadi?, Apa saja manfaat dari diskusi komunitas praktisi?, Apa saja yang menjadi kunci penting dalam proses diskusi tadi? dan terakhir Apa yang Bapak/Ibu amati dari pross saya memfasilitasi diskusi?

Bapak/Ibu nantinya akan menjadi guru penggerak yang akan berperan menggerakan komunitas praktisi dan memfasilitasi diskusi seperti yang telah saya lakukan. Seperti yang Bapak/Ibu lihat dalam diskusi tadi, buat proses komunikasi positif. Dimana setiap orang dapat mengajukan idenya dan tidak merasa dihakimi. Ingat kembali proses tadi saat Bapak/Ibu memfasilitasi diskusi komunitas praktisi.

Pertanyaan akhir yang saya ajukan adalah apa yang akan Bapak/Ibu lakukan jika nanti diminta untuk mengadakan komunitas praktisi? dan Hal apa yang perlu Bapak/Ibu tingkatkan ke depannya agar bisa mengadakan diskusi komunitas praktisi secara lebih baik? Saya sebagai pemandu selanjutnya mengapresiasi apa yang telah dilakukan para pengejar praktik hari ini.

Sekilas Materi Komunitas Praktisi

Pemandu kemudian menyajikan sekilas materi tentang komunitas praktisi, yang telah tersedia pada tayangan slide 7 tentang filosofi komunitas praktisi. Menurut Wenger, 2012, Komunitas Praktisi adalah sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya lebih baik lagi dengan berinteraksi secara rutin.

Pada slide 8, kemukakan tujuan dari komunitas praktisi meliputi:

  1. Mengedukasi anggota dengan mengumpulkan dan berbagi informasi yang terkait dengan masalah dan pertanyaan tentang praktik pengajaran dan pembelajaran
  2. Memberi dukungan pada anggota melalui interaksi dan kolaborasi sesama anggota
  3. Mendampingi anggota untuk memulai dan mempertahankan pembelajaran mereka
  4. Mendorong anggota untuk menyebarkan capaian anggota melalui diskusi dan berbagi
  5. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapat dengan pekerjaan sehari-hari

Selanjutnya dilanjutkan pada tayangan slide 9, tentang ciri-ciri komunitas praktisi yang membedakannya dengan komunitas praktisi lainnya. Hal yang membedakan adalah dari sisi domain atau ruang lingkup. Kesamaan tujuan, identitas, minat, latar belakang, nilai yang dipercaya, keresahan tentang sesuatu, adalah ruang lingkupnya. Komunitas, seperti tatanan sosial yang disepakati oleh anggotanya yang memiliki keinginan untuk berbagi, niat saling mendukung, interaksi yang reguler, terbuka dan saling bertanya. Praktik, dimana adanya pengetahuan yang dikembangkan dan dipelihara sebagai hasil dari kegiatan komunitas praktisi, seperti hasil kegiatan komunitas praktisi.

Pemandu selanjutnya menayangkan slide 10 tentang contoh komunitas praktisi, yang dilanjutkan dengan jenis komunitas praktisi pada slide 11 tentang jenis komunitas praktisi yang menurut slide ini adalah:

  1. Berbagi masalah dan mengembagkan proses untuk mencari penyelesaian masalah
  2. Merumuskan tindakan untuk menyelesaikan masalah
  3. Berbagi pengalaman menjalankan praktik
  4. Merefleksikan tindakan-tindakan yang sudah diambil untuk melakukan perbaikan
  5. Mendokumentasikan kegiatan dan produk para anggotanya untuk belajar

Menganalisa Penerapan Komunitas Praktisi di Sekolah

Pada sesi ini kegiatan di pandu oleh Pengajar Praktik (I Wayan Mertayasa) yang mengawali sajiannya dengan menayangkan slide 12 tentang upaya mengajak peserta untuk memikirkan dampak jika komunitas praktisi terbentuk di sekolah masing-masing. Pemandu mengajukan pertanyaan jika seandainya komunitas praktisi ini dilaksanakan di sekolah, maka perubahan apa yang akan dirasakan?, Apakah perubahan itu baik atau tidak? dan Apakah Bapak/Ibu ingin memiliki komunitas praktisi di sekolah masing-masing?

Pada tahapan ini nampak peserta menjawab dengan sangat antusias tentang bagaimana harapannya agar di sekolah terdapat komunitas praktisi yang nantinya dapat menjadi ajang mencari solusi atas masalah yang ditemukan oleh guru sehingga perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dapat dilaksanakan secara baik.

Penyaji selanjutnya menayangkan slide 13 yang memuat tentang manfaat komunitas praktisi, tantangan dalam menerapkan komunitas praktisi, peluang dalam menerapkan komunitas praktisi, dan cara kita sebagai guru dalam menerapkan komunitas praktisi berdasarkan tantangan dan peluang yang ada.

Saya dan teman yang lain lanjut membagikan LK tentang atau aplikasi komunitas praktisi untuk diisi oleh peserta. Hasil isian aplikasi selanjutnya di share antar peserta komunitas dan satu sama lainnya saling bercerita tentang tantangan dan peluang dalam mengaplikasikan komunitas praktisi.

Pengajar praktik kemudian mempersilahkan kepada peserta untuk beristirahat dan makan siang, dengan durasi waktu 1 jam. Peserta diharapkan memasuki ruangan kembali pada pukul 13.00.

 

Memahami Peran Guru Penggerak dalam Membuat Komunitas Praktisi

Pengajar praktik yang selanjutnya memandu acara lokakarya adalah Ida Ayu Wayan Sugiantari, dengan membawakan materi tentang Mengenal Peran Guru Penggerak dalam Membuat Komunitas Praktisi. Kegiatan diawali dengan energiser, untuk mengembalikan fokus peserta pada pelaksanaan lokakarya Pemandu menyapa peserta, dan dilanjutkan dengan melakukan permainan sederhana.

Kegiatan dilanjutkan dengan menayangkan slide 14 yang memuat langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Menganalisis kebutuhan anggota
  1. Memfasilitasi rencana kegiatan belajar
  2. Mencari narasumber yang relevan
  3. Menyelenggarakan kegiatan belajar di komunitas
  4. Mendokumentasikan dan mempublikasikan
  5. Mendampingi rekan sejawat dalam mempraktikkan hasil
  6. Evaluasi dan refleksi pembelajaran dan penerapan kegiatan

Peserta lanjut dibagi menjadi 3 kelompok berbeda dimana masing-masing ditugaskan mengeksplorasi materi tentang Peran Guru Penggerak dalam Membuat Komunitas Praktisi. Pemandu kemudian mengerahkan peserta untuk berbagi tugas dalam mempelajari materi sesuai 6 point di atas. Pembagian tugas dilakukan dengan cara, kelompok 1 mempelajari materi poin 1 dan 2, kelompok 2 mempelajari materi point 3 dan 4, kelompok 3 ditugaskan mempelajari materi 3, 6 dan 7.

Setelah beberapa saat mengeksplorasi materi, peserta melanjutkan kegiatan berbagi pengetahuan dengan kelompok lainnya, dengan cara bertukar kelompok. Masing-masing kelompok selanjutnya diberikan kesempatan untuk menjelaskan materi apa yang telah dipelajarinya.

Menganalisa Diri dalam Peran Guru Penggerak

Pada sesi ini, peserta disajikan tayangan slide 16 yang memuat tentang upayanya menganalisis diri terkait kelebihan diri, kelemahan dan cara memperkuat kelebihan. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk menceritakan hal tersebut, dilanjutkan dengan mengisi lembar Analisa Diri dalam Menggerakkan Komunitas Praktisi.

Wisata Belajar

Pemandu materi ini adalah kembali dilakukan oleh Ida Ayu Wayan Sugiantari yang dibantu oleh saya dan I Wayan Mertayasa dalam mempersiapkan 3 pos yang terdiri dari Pos Merintis, Menumbuhkan dan Merawat Keberlanjutan.

Pemandu menayangkan tayangan slide 17, yang memuat materi tentang bagaimana cara mengajak orang untuk bersedia bergabung ke dalam komunitas praktisi. Pada kegiatan ini pemandu mengajak peserta untuk memperdalam bagaimana cara menggerakkan komunitas praktisi.  Masing masing perwakilan kelompok membaca bagaimana strategi menggerakkan komunitas praktisi. Kemudian masing-masing mempresentasikan materi apa yang telah mereka pelajari berdasarkan pos yang telah disediakan. Pemandu kembali melakukan penguatan tentang strategi menggerakkan komunitas praktisi, sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya.

Membuat Rencana Untuk Sekolah

Pada sesi ini peserta diajak untuk mengisi LK tentang Rencana Pembuatan Komunitas Praktisi yang akan dibuat di sekolahnya masing-masing. Pemandu dan pengajar praktik berkeliling mendampingi peserta untuk dapat menyelesaikan LK tersebut. Peserta juga diharapkan saling berbagi satu dengan yang lainnya.

Penutup

Benang Merah

Pemandu pada sesi ini kembali diisi oleh saya selaku Pengajar Praktik, yang diawali dengan kegiatan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari hari ini. Pengajar Praktik memberikan pertanyaan pemantik agar peserta dapat mengungkapkan pendapatnya.  Pengajar praktik kemudian mengajukan pertanyaan :

  1. Apa pentingnya kita perlu adanya komunitas praktisi?
  2. Apa artinya komunitas praktisi?
  3. Apa saja peranan kita sebagai guru penggerak di komunitas praktisi?
  4. Apa saja strategi dalam mengembangkan lingkungan positif di komunitas praktisi?
  5. Apa saja tahapan dalam menggerakkan komunitas praktisi?

Peserta diharapkan memberitahukan apa saja yang telah dilakukan pada lokakarya ini dan sharing ke media sosial. Pemandu kemudian melakukan apresiasi kepada peserta yang telah mampu menjalani tahapan pengembangan komunitas praktisi.

Kegiatan selanjutnya adalah membagikan lembar evaluasi untuk kepada CGP untuk mendapatkan umpan balik terhadap apa yang telah baik dan apa yang perlu disempurnakan dari kegiatan lokakarya hari ini.

 

Refleksi

Pemandu (I Wayan Putra) kemudian mengajak peserta untuk merefleksikan diri dan memaknai apa yang telah dilaksanakan hari ini. pada sesi ini peserta diajak bercerita tentang hal-hal yang telah baik hari ini dan hal yang perlu ditingkatkan.  Sekali lagi pemandu menyampaikan ucapan terimakasih kepada dan apresiasi sebesar besarnya atas partisipasi dalam kegiatan belajar pada Lokakarya 2 ini.

Selanjutnya pemandu, menyampaikan informasi terkait lokakarya 3 yang akan dilakukan sebulan lagi sambil membagikan instrumen Lokakarya 3.

Kesimpulan

Pada sesi penutupan kegiatan diakhiri dengan foto bersama Calon Guru Penggerak dan Pengajar Praktik. Setelah kegiatan penutupan Pengajar Praktik merapikan berkas dan portofolio kegiatan untuk dirapikan dan diarsipkan. Tidak lupa juga melakukan kegiatan kebersihan, sementara peserta lokakarya satu-persatu meninggalkan lokasi. Rasa lelah sore itu telah terbayarkan, walaupun pelaksanaan Lokakarya 2 telah dilaksanakan, menurut hemat saya peribadi ada banyak hal yang harus ditingkatkan, dan juga ada banyak hal-hal baik yang telah saya dapatkan dalam kegiatan itu. Semoga pada kegiatan Lokakarya 3 kegiatan dapat lebih dimaksimalkan sehingga mendatangkan manfaat bagi pengembangan mutu pendidikan di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *