Pendampingan CGP Yang Berkesan

Pagi ini Sabtu 5 Februari 2022, saya berkesempatan untuk berkunjung ke TK Negeri Pembina Karangasem. Sekolah ini berlokasi di Gang Kapulaga Jalan Untung Surapati Amlapura Karangasem. Sekolah ini tidak asing lagi bagi saya, karena telah beberapa kali sempat berkunjung ke tempat ini. Pada kesempatan sebelumnya saya berkunjung ke tempat ini dalam rangka seminar akademik yang sering digagas oleh kepala sekolah TK Negeri Pembina dimana saya kebetulan ditunjuk sebagai kontributor. Saat ini adalah kali kedua saya berkunjung ke tempat ini dalam rangka menjalankan tugas sebagai Pengajar Praktik Guru Penggerak.

Sejak memasuki kompleks sekolah, telah sangat jauh berubah dari sebelumnya. Penampilan cat sekolah yang berwarna -warni, penataan kebun sekolah yang sangat baik, berbagai atribut sekolah seperti yang berkesan bagi saya adalah adanya rambu-rambu evakuasi bencana, yang sangat jarang ada bahkan di sekolah saya sendiri. Semakin ke dalam melangkahkan kaki maka kita akan disuguhkan ruangan kelas, kantor kepala sekolah dan penataan pernak-pernik sekolah lainnya yang membuat berkali-kali decak kagum tentan keberadaan sekolah ini.

Ida Ayu Anom Pratiwi adalah sosok kepala sekolah TK Negeri Pembina yang sebenarnya saya sudah kenal sejak lama. Tetapi mengenal beliau tidak cukup dari tampilan yang simpatik darinya. Tak kurang dari berbagai capaian prestasi telah diraihnya. Sepanjang yang saya tahu, setelah beliau menyelesaikan tugasnya sebagai Pengejar Praktik Guru Penggerak (seperti yang saya lakoni hari ini) saat ini beliau telah lulus seleksi sebagai Fasilitator Guru Penggerak.

Lebih dari itu dua orang gurunya juga telah meraih prestasi yang luar biasa. Pada periode sebelumnya Ibu Putu Sumiartini adalah guru TK Pertama yang menjadi Guru Penggerak, yang saat ini juga telah lulus menjadi Asesor Guru Penggerak. Terinspirasi dari hal itu, maka saat ini menyusul Ibu Ni Luh Putu Sumarliani juga telah berhasil lolos sebagai Calon Guru Penggerak yang sedang mengikuti Pendidikan Guru Penggerak yang kebetulan saya berperan sebagai Pengajar Praktiknya.

Tidak membuang waktu lagi, saya ingin menggali lebih jauh lagi, bagaimana sesungguhnya strategi yang mereka lakukan sehingga dapat berhasil seperti ini. Pada sebuah ruangan belajar saya dipersilahkan duduk dan diberi kesempatan berbincang dengan CGP. Ibu Putu Sumarliani, S.Pd Aud adalah sosok guru TK yang pada pertemuan sebelumnya pernah saya gali terkait dengan motivasi dan tantangannya ketika mengikuti Program guru Penggerak. Sesuai tujuan pendampingan saya hari ini, adalah menindak lanjuti dari program yang telah beliau sampaikan sejak dilakukan Lokakarya 1 sebagai wujud komitmennya menghadirkan pembelajaran yang memerdekakan di kelasnya.

Sebagai kegiatan awal saya sampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan pendampingan hari ini, kurang lebih sebagai berikut:

  1. Diskusi tentang pengalaman, tantangan dan pembelajaran saat penerapan Aksi Nyata Modul 1.1 yang merupakan kelanjutan dari kegiatan pendampingan 0
  2. Diskusi pengalaman, tantangan dan pembelajaran terkait penerapan Aksi Nyata Modul 1.2 tentang nilai, peran, strategi dari Guru Penggerak
  3. Diskusi Tindak lanjut hasil Loka 1 terkait tugas meminta umpan balik dari rekan sejawat tentang pendapat, umpan balik, reaksi dari umpan balik, dan tindak lanjut dari kegiatan umpan balik
  4. Diskusi tentang umpan balik kepada siswa tentang bagaimana guru memposisikan siswa, reaksi terhadap interaksi siswa, respon siswa ketika pelaksanaan umpan balik, perasaan ketika mendapatkan umpan balik, tindak lanjut terhadap hasil umpan balik
  5. Mendiskusikan terkait tindak lanjut dari hasil kegiatan umpan balik secara umum
  6. Refleksi terkait apa yang menarik, apa yang telah baik, apresiasi dan motivasi

Melihat uraian tujuan di atas, saya pikir terlampau padat dapat saya gali hanya dalam beberapa jam saja. Tetapi melalui strategi percakapan yang santai dan merdeka, saya tidak mengalami hambatan yang berarti. Pada saat proses pendampingan yang dilakukan santai dan penuh keakraban, sesekali teman sejawat dan kepala sekolah beserta guru yang lain juga menyapa dan membantu CGP dalam kegiatan ini.

Hal-hal yang telah dibahas saat kegiatan pendampingan adalah sebagai berikut:

  1. Diskusi pengalaman CGP tentang pengalaman saat melaksanakan pembelajaran yang berwujud aksi nyata untuk mencari pengalaman ketika melaksanakan pesan-pesan dari Modul 1.1 Filosofi Ajaran Ki Hajar Dewantara.  Guru menjelaskan bahwa internalisasi pemikiran akibat dari pemahaman tentang Ajaran Ki Hajar Dewantara telah berpengaruh terhadap perilaku guru dalam membelajarkan siswa. Hal ini berdampak pada respon peserta didik yang sangat antusias dan senang. Respon tersebut terjadi sebagai dampak dari penerapan pembelajaran yang menyenangkan terinspirasi dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Hal yang sudah baik dari proses pembelajaran yang telah dilakukan adalah terkait penerapan pembelajaran yang diawali dengan kesepakatan kelas dan penerapan budaya positif dalam pembelajaran.  Hal yang tampak berubah dari CGP adalah budaya berpikir positif yang awalnya belum dipahami, tetapi mendapatkan manfaat yang sangat besar dalam memotivasi siswa. Menurut penjelasan CGP, dulu dalam menegakkan aturan kelas agak bersifat tegas, harus ini dan harus itu, tanpa diawali dengan kesepakatan kelas. Saat ini hal ini sangat bermanfaat bagi yang bersangkutan untuk memotivasi agar siswa mau menaati aturan yang siswa buat sendiri
  2. Hal yang disampaikan guru penggerak adalah nilai-nilai yang harus dimiliki guru penggerak yang salah satunya adalah rutin melakukan kegiatan refleksi diri. Karena melalui kegiatan merefleksikan diri guru senantiasa untuk mengeksplorasi kelebihan dan hal-hal yang perlu ditingkatkan dari proses pembelajaran yang telah dilakukan
  3. Umpan balik yang dilakukan teman sejawat, sedikit banyak telah membantu CGP dalam memahami dirinya (bukan hanya pendapatnya sendiri) tetapi lebih kepada pendapat orang lain terhadapnya. Melalui kegiatan mendapatkan umpan balik (yang terkadang mendapatkan tantangan) CGP lebih mampu menyadari hakikat dirinya
  4. Upaya menggali pendapat siswa sehingga CGP mendapatkan umpan balik dari siswa, adalah hal yang menarik baginya. Upaya guru menggali pendapat siswa tentang dirinya telah berdampak kepada bagaimana guru senantiasa berupaya memperbaiki perencanaan dan proses pembelajaran yang dilakukannya. Upaya perbaikan tersebut nyata-nyata dilakukan karena sebagian besar siswa mengharapkan perubahan itu. Siswa meminta secara terbuka (walaupun siswa TK), tetapi mereka telah berhasil mengungkapkan harapannya kepada guru. Ada siswa yang bahkan tidak mau ditemani guru lain, kalau tidak CGP yang mengajaknya belajar.
  5. pada akhirnya guru sampai pada suatu kesimpulan untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang mereka telah lakukan untuk tetap dilakukan karena hal tersebut telah terbukti membantu CGP dalam menguubah perspektif terkait pandangannya tentang pembelajaran. Hal-hal yang menyenangkan siswa sebagai bentuk motivasi awal agar siswa mau belajar dan berinteraksi dengan guru dan teman siswa lainnya menjadi salah satu fokus perhatian CGP
  6. Pada akhir pertemuan CGP menyampaikan hal-hal yang menarik yang telah dilakukan Pengajar Praktik dalam pendampingan saat ini, dan menyarankan untuk mengulang hal tersebut. Dimana menurut CGP cara pendampingan yang dilakukan dengan santai dan akrab sehingga CGP tidak merasa canggung dalam menyampaikan hal-hal yang harus disampaikannya kepada pengajar praktik. Hal yang menurut CGP harus benahi pada proses pendampingan selanjutnya adalah terletak kepada CGP sendiri agar fokus untuk berkegiatan mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan siswa sehingga menjadi hal baik bagi penyemangat dalam rangka menguatkan diri melalui pendampingan.

Pembahasan itu berjalan santai, dan merdeka berkat teknik coaching yang saya lakukan. Proses coaching yang dilakukan Pengajar Praktik saat ini telah lebih baik dan mendalam berdasarkan pengalaman sebelumnya. Suasana santai dan akrab kemudian memantik PP untuk mampu berpikir dan menggali lebih banyak lagi informasi tentang hal-hal baik yang membanggakan bagi CGP. Terkait waktu pendampingan, sudah tidak menjadi masalah, karena juga didasarkan atas kesepakatan dan aturan yang sudah ditetapkan.

Secara umum pendampingan individu 1 yang saya lakukan kepada Ibu Ni Putu Sumarliani, S.Pd Aud telah berhasil dan selesai. Proses pendampingan kepada Ibu Sumarliani telah berlangsung baik dan banyak hal yang telah saya dapatkan di sini.

Hal-hal yang menjadi catatan bagi saya selaku Pengajar Praktik terhadap capaian belajar CGP telah sangat baik. Catatan yang ada adalah catatan kebaikan yang sangat menginspirasi bagi saya selaku pengajar praktik yang telah diberi kesempatan melakukan pendampingan di TK Negeri Pembina Karangasem. Kepala sekolah yang energik dan selalu memotivasi guru-guru untuk melakukan hal-hal positif dalam mengembangkan CGP dan guru-guru lainnya merupakan hal istimewa yang menjadi pelajaran berarti bagi saya. Hal ini telah menjadi pemikiran dan akan diterapkan di tempat saya bertugas yaitu SD Negeri 7 Subagan.

Hal lain yang menjadi catatan dari saya adalah bagaimana CGP menemukan beberapa hal yang harus ditingkatkan dari dirinya adalah terkait strategi berkomunikasi dan menyampaikan ide. Karena menurut beliau, walaupun sudah memiliki ide dan gagasan tetapi skill dalam menyampaikan gagasan dimaksud  harus ditingkatkan. Walaupun dengan tertatih-tatih saya sebagai Pengejar Praktik telah merasakan perubahan yang luar biasa dari Ibu Sumarliani dalam rangka menyampaikan gagasannya. Hal yang nampak telah banyak berubah dari penampilan awal saat pendampingan perdana. Hal ini sangat membanggakan bagi saya sebagai Pengajar Praktik tentang pentingnya Pendidikan Guru Penggerak yang nyata-nyata telah merubah cara pandang yang berimplikasi kepada cara pengambilan keputusan yang tercermin dari perilaku dan aktivitas keseharian CGP.

Bukan hanya itu ada beberapa hal tambahan yang saya peroleh dari proses pendampingan di TK Negeri Pembina adalah :

  1.   Bagaimana antusiasme guru dalam selalu menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada siswa
  2. Bagaimana peran kepala sekolah yang selalu hadir dalam memotivasi dan memfasilitasi guru agar selalu berinovasi menghadirkan praktik-praktik pembelajaran yang mengedepankan pelayanan pada siswa berbasis student centre
  3. Berikutnya adalah penjelasan CGP tentang bagaimana upaya penyelesaian masalah yang sudah CGP lakukan ketika ada siswa yang menangis dan berkat strategi dan pendekatan yang beliau lakukan yaitu bagaimana berperan layaknya Ibu Kandung siswa dalam mendampingi siswa belajar, sungguh telah menyentuh hati saya sebagai Pengejar Praktik tentang bagaimana seorang guru dengan segenap ketulusan dan keikhlasan yang dimilikinya telah mampu membuatnya berhasil menjadi guru TK/PAUD
  4. Peran teman sejawat yang juga turut hadir berdiskusi secara terbuka dengan CGP juga telah membuat suasana pendampingan benar-benar hidup. Dimana teman sejawat CGP yang bernama Putu Sumiartini (CGP Angkatan terdahulu) telah benar benar mencerminkan bagaimana komunitas sekolah yang telah bergerak sedemikian rupa telah menjadikan TK Negeri Pembina salah satu sekolah yang spesial menurut saya.
  5. Hal terakhir yang juga membuat saya kagum dengan TK Negeri Pembina adalah bagaimana peran kepala sekolah dengan karakteristik leadership yang kuat telah menghadirkan proses pembelajaran yang menggerakkan, komunitas guru di sekolah yang bergerak. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana capaian kepala sekolah atas nama Ida Ayu Anom Pratiwi yang telah tuntas dalam menjalankan tugas sebagai Pengajar Praktik pada periode sebelumnya, dimana saat ini telah dipercaya mengemban tugas sebagai Fasilitator Guru Penggerak periode selanjutnya. Motivasi fasilitasi dan pembimbingan beliau telah berhasil melahirkan 2 CGP (Ibu Sumiartini dan Ibu Sumarliani) 1 Asesor (Ibu Sumiartini) , 1 PP (Ida Ayu Anom Pratiwi) dan 1 Fasilitator (Ida Ayu Anom Pratiwi).  Singkat kata tiada lain dari kekaguman yang seolah tiada kata lain yang mampu terucap dari capaian TK Negeri Pembina Karangasem selain “Luar Biasa”.

Demikian tulisan terkait pendampingan saya di TK Negeri Pembina yang telah saya lakukan. Tujuan pendampingan yang sesungguhnya dalam rangka menggali melalui strategi coach kepada CGP adalah merupakan pengalaman berharga bagi saya. Selain dapat membantu CGP dalam upaya meningkatkan pemahaman terhadap apa yang telah dilakukannya, mencari pemecahan atas masalah yang dihadapi tetapi telah sangat berharga bagi saya meraih pengalaman baru. Hal ini sesuai dengan prinsip dan peran Praktik Mengajar Guru Penggerak adalah sebagai teman belajar dari CGP, sepertinya telah saya lakoni dengan baik. Saya ingat harapan narasumber yang memberikan materi tentang coach bahwa peran Pengajar Praktik bersifat menggali dan menguatkan yang menghindari intervensi. Hal ini telah membuat CGP berusaha mengungkapkan hal positif yang telah dilakukan sekaligus menjadi tantangan baginya untuk terus berkembang, akibat dari proses penguatan positif yang dilakukan. Penguatan dimaksud bukan mengada-ngada tetapi berdasarkan bukti nyata perubahan yang telah dilakukan CGP berkolaborasi dengan teman sejawat dan kepala sekolah. Semoga pendampingan esok saya mendapatkan pengalaman baru, dan mungkin akan lebih seru dan menarik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *