Berbagi Melalui Pendampingan Guru Penggerak

Setelah berkomunikasi di Grup Calon Guru Penggerak, saya sebagai pengajar praktik selanjutnya menyusun jadwal pendampingan. Seperti biasa kegiatan saya jadwalkan mulai dari sekolah terdekat. Kebetulan CGP yang saya jadwalkan pertama kali adalah sekolah dimana teman saya bertugas. Ni Putu Tustiana Dewi adalah rekan saya yang pernah berkolaborasi ketika aktif berorganisasi di Kelompok Kerja Guru Kecamatan Karangasem dimana saya sebagai ketuanya waktu itu.

Pendampingan 1, kegiatan pertama ini menjadi awal dari bagaimana upaya saya mengeksplorasi apa yang telah dilakukan oleh teman CGP dalam rangka mengembangkan dirinya dan bahkan jika mungkin orang lain. Pengalaman teman CGP yang satu ini memang telah sering aktif berorganisasi, sehingga sejak pendampingan perdana, ada sesuatu yang berbeda dari yang beliau sajikan sebagai bentuk upaya memenuhi kewajibannya dalam belajar sebagai Calon Guru Penggerak.

Pagi itu saya memasuki kawasan pedesaan yang asri di Desa Tegallinggah Kabupaten Karangasem. SD Negeri 1 Tegallinggah yang berlokasi di Kecamatan Karangasem ini, memiliki kontur tanah persawahan terasering yang menawan. Lengkap dengan pemandangan Gunung Agung dan bebukitan yang menghijau membuat suasana hati bak teduh mengiringi deru motor yang saya kendari ketika meninggalkan barisan pepohonan yang di sebelah timur Kota Amlapura.

Memasuki gerbang sekolah saya disambut suasana sekolah yang sejuk dengan berbagai tanaman yang menghiasi kebun sekolah yang dilengkapi dengan kolam dan patung Saraswati. Suasana nyaman dan ramah ketika saya disambut rekan-rekan guru yang sejatinya telah saya kenal sejak lama dan sebagian merupakan sahabat-sahabat saya. Canda dan tawa mengiringi langkah kaki ketika menapaki halaman depan kantor kepala sekolah yang menyambut saya dengan ramah.

Percakapan ringan dan santai mengawali kegiatan pendampingan, sesaat setelah seorang guru menyajikan minuman. Setiap kali mengawali percakapan terkait materi pendampingan selalu ada rasa canggung, akan tetapi strategi pembelajaran tematik yang telah mengakar mungkin salah satu kemampuan yang handal untuk digunakan, sehingga seolah-olah antara bagaimana menyambungkan antara percakapan santai untuk beralih ke serius bukan permasalahan lagi bagi saya. Bahkan di sela-sela percakapan serius, tidak lupa untuk membubuhkan candaan sehingga suasana pendampingan tidak tegang.

Mengaitkan lingkup percakapan keseharian bercampur bahasa lokal tidak kemudian menyebabkan proses pendampingan menjadi lepas dari makna, tetapi hal ini justru menambah hidup suasana pendampingan itu sendiri. Selepas menyampaikan pengantar yang bersifat kontekstual selanjutnya menukik pada topik inti dari pendampingan ini yaitu penyampaian tujuan yaitu:

Diskusi pengalaman, tantangan dan pembelajaran saat penerapan Aksi Nyata Modul 1.1 (sebagai kelanjutan dari Pendampingan 0)

  1. Diskusi pengalaman, tantangan dan pembelajaran saat penerapan Aksi Nyata Modul 1.2
  2. Diskusi tindak lanjut hasil lokakarya 1 terkait tugas meminta umpan balik dari rekan sejawat
  3. Diskusi tentang tindak lanjut dari Loka 1
  4. Cerita tentang umpan balik baik dari teman sejawat dan siswa
  5. Refleksi, apresiasi dan motivasi PP kepada CG

Menginjak pada topik pembahasan yang lebih mendalam adalah terkait kegiatan pembahasan beberapa hal sesuai tujuan di atas yaitu :

  1. Diskusi pengalaman tantangan dan pembelajaran saat penerapan Aksi Nyata Modul 1.1 sebagai kelanjutan dari Pendampingan 0. Berdasarkan pembelajaran mengenai filosofi Ki Hajar Dewantara telah mendorong guru melakukan perubahan, dengan respon peserta didik dengan baik. Respon siswa yang positif tersebut telah memotivasi CGP untuk semangat lagi dalam menyelenggarakan pembelajaran. Sehingga pada tindak lanjut dari kegiatan ini CGP merencanakan akan mengulang kembali hal-hal baik yang telah dilaksanakan.
  2. Diskusi dengan CGP tentang pengalaman, tantangan pembelajaran saat guru menerapkan nilai-nilai guru penggerak, peran guru penggerak, hal yang telah menjadi pembelajaran selama menjalankan strategi ini, merencanakan langkah lanjutan dan perasaan CGP seperti yang tertuang dalam penulisan jurnal harian CGP
  3. Diskusi tindak lanjut hasil Loka 1 terkait tugas meminta umpan balik dari rekan sejawat terkait pendapat, strategi untuk mendapatkan umpan balik, dan perasaan ketika mendapatkan umpan balik
  4. Diskusi terkait terkait umpan balik dari siswa tentang bagaimana cara memposisikan diri dalam pembelajaran, tentang perubahan apa yang telah diperoleh, tentang hal-hal yang telah dilakukan CGP untuk mengembangkan rasa cipta dan karsa, tentang respon siswa terhadap perubahan cara mengajar sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara, tentang perasaan siswa, tentang bagaimana strategi mendapatkan umpan balik dari siswa
  5. Membicarakan tentang hal yang dilakukan untuk menyempurnakan praktik mendapatkan umpan balik baik dari siswa maupun dari teman sejawat
  6. Membahas tentang refleksi pendampingan terkait hal menarik, apa yang sudah baik, apresiasi dan motivasi sebagai kegiatan akhir proses pendampingan

Selama kegiatan pendampingan beberapa hal telah dilakukan, tetapi beberapa hal lagi masih perlu dicermati, karena masih dalam tahapan penyesuaian model Pendampingan 1 yang agak kompleks dibandingkan dengan model pendampingan perdana. Waktu pendampingan sudah sesuai dengan ketentuan dimana status pendampingan telah selesai dilaksanakan, sehingga CGP siap untuk mengadakan lokakarya 2

Catatan pendampingan yang perlu dikemukakan adalah, penyederhanaan instrumen yang memerlukan waktu lama memahaminya.  Karena terdapat instrumen kuis yang diisi oleh CGP ada juga yang diwawancara, sehingga pada awal kegiatan masih menimbulkan kebingungan. Tetapi seiring waktu berjalan, saat ini P telah memahami masalah tersebut.

Hal-hal tambahan yang diperlukan CGP selama proses pendampingan, adalah waktu yang cukup dan kesempatan dari CGP untuk mengungkapkan pendapat dan perasaannya ketika di coach. Hal lain yang juga menjadi pengalaman berarti bagi saya selaku Pengajar Praktik adalah memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam menjalankan tugas keseharian.

Demikian deskripsi pengalaman dalam menjalankan tugas sebagai Pengajar Praktik Guru Penggerak di SD Negeri 1 Tegallinggah. Semoga apa yang telah dilakukan oleh CGP dapat dilanjutkan dan akan menjadi pengalaman baru saya pada pendampingan berikutnya. Selain mendapat kesempatan untuk berbagi, saya juga mendapat pengalaman baru yang mungkin belum pernah saya alami sebelumnya. Sehingga hal ini menjadi inspirasi bagi saya untuk menerapkannya pada pelaksanaan tugas pokok saya di instansi pangkal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *