LOKAKARYA PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

Latar Belakang

Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Karangasem Bali

Laporan Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak

Majunya pendidikan di negara lain terkadang membuat silau dan cepat-cepat ingin mengadaptasinya. Padahal di saat yang sama kita tahu bahwa Indonesia memiliki tokoh pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara yang justru banyak pemikirannya digunakan di beberapa negara Skandinavia. Keberhasilan mereka mengadaptasi pemikiran Ki Hajar Dewantara, karena sejak awal mereka sadar bahwa kemerdekaan belajar adalah esensi dalam upaya mewujudkan manusia seutuhnya. Manusia seutunya diidentikkan dengan bagaimana mewujudkan pendidikan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktivitas pembelajaran. Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan yang berhasil jika pendidikan dapat memanusiaka manusia, seperti gagasan yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara. Menjadikan siswa sebagaimana kodratnya sebagai seorang anak yang harus sadar bahwa mereka adalah bagian dari lingkiungan alam dan sosial. Hal ini sekalilagi sesuai dengan gagasan Ki Hajar Dewantara bahwa proses pendidikan hendaknya mampu menyadari kodrat anak yang selaras dengan kodrat zaman dan alam.

BACA JUGA

Program Pendidikan Guru Penggerak sesungguhnya merupakan upaya mengembalikan pendidikan sebagaikana seaharusnya, sehingga dapat menghasilan sumberdaya manusia yang telah melalui proses pendidikan yang memiliki semangat sebagaimana seharusnya memperlakukan anak untuk belajar sehingga akan terwujud student wellbeing. Pendidikan yang selaras dengan itu adalah tercermin dari proses pembelajaran yang mampu menciptakan siswa senang, nyaman, bahagia dalam belajar.  Melalui hal itu maka siswa akan sangat merindukan sekolah, guru dan buku, demkian pula guru juga akan sangat merindukan anak didiknya. Untuk mencapai hal itu maka pemerintah menggagas Program Guru Penggerak, sekolah penggerak, organisasi penggerak dan semua pihak bergerak secara masif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang membahagiakan.

Program Pendidikan Guru Penggerak dilakukan secara masif dan besar-besaran sehingga upaya menciptakan pembelajaran yang membahagiakan akan cepat terrealisasi. Tahapan pokok dari Program Pendidikan Guru Penggerak adalah kegiatan belajar daring melalui LMS bersama fasilitator guru penggerak, lolakarya bersama pendamping/Pengejar Praktik guru Penggerak dan pendampingan individu, yang dilaksanakan secara bertahap berkelanjutan selam kurang lebih 9 bulan. Agenda Lokakarya juga menjadi bagian terpenting dari program ini, yang dilaksanakan secara tatap muka.

Kabupaten Karangasem yang saat ini telah melaskanakan Pendidikan Guru Penggerak Tahap 2, Angkatan ke 4, dimana penulis berhasil berpartisipasi menjadi Pengejar Praktik, untuk mendampingi 5 orang Calon Guru Penggerak dalam belajar untuk memerdekakan Pendidikan Indonesia. Pada pembahasan berikut ini, adalah agenda dan resume produk CGP dalam mengidentifikasi diri, menganalisis dan menentukan tindak lanjut serta penilaian program.

Agenda Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak

Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak merupakan ajang kolaborasi antar sesama CGP dan pengajar praktik dalam menggali tujuan pribadi, profil diri pasca program, kekuatan dan kelemahan diri dan hambatan internal/eksternal dengan merumuskan rencana pengembangan diri. Hasil yang diharapkan adalah Rencana Pengembangan Diri CGP. Kegiatan ini dilaksanakan pada akhir bulan ke-1 kegiatan Pendidikan Guru Penggerak. Produk yang diharapkan dapat dihasilkan adalah:

  1. Identifikasi proses diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  2. Wvaluasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  3. Rencana Pengembangan diri Calon guru Penggerak

Tujuan belajar yang harus dicapai para Guru Penggerak adalah agar Calon Guru Penggerak (CGP) mampu:

  1. Memahami pentingnya upaya mengembangkan diri
  2. Menjelaskan penerapan kompetensi Guru Penggerak alam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran
  3. Mengidentifikasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  4. Menjelaskan rencana pengembangan diri

Adapun indikator keberhasilan yang diharapkan dicapai dari Lokakarya 1 ini adalah:

  1. Calin guru penggerak dapat melakukan indentifikasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  2. Calon Guru Penggerak dapat membuat rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak

Adapun tahapan kegiatan Lokakarya 1 seperti sudah dilaskanakan yang dilaksanakan pada tanggal  27 November 2021  di Hotel Surgawi di Taman Ujung, Kecamatan Karangasem, Kabupaten karangasem dimulai jam 8.00  sampai jam 15.00 adalah sebagai berikut:

  1. Pembukaan
  2. Pengembangan diri
  3. Kompetensi Guru Penggerak
  4. Posisi diri
  5. Rencana Pengembangan Diri
  6. Penutupan

Kegiatan yang diikuti oleh 53 orang dengan Pengajar Praktik sebanyak  10 orang. Setiap Pengajar Praktik mendampingi 5 CGP. Pelaksaanaan loka karya ini sudah dipersiapan dengan baik terlihat semua peserta melaksakan protokol kesehatan dan telah membawa hasil stes swab. Peserta telah bisa menggali potensi baik dari dirinnya.Hal yang paling penting adalah pengisian instrumrn untuk mengenali komptensi guru penggerak dan instrumrn evaluasi dan rencana kedepan CGP untuk melakukakn aksi nyata dan implementasinya.

Actions Learned Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak 

Topik Pembelajaran Modul Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak

Pada Lokakarya 1 Pendidikan Guru penggerak Calon Guru Penggerak mengenal Kompetensi Guru Penggerak yaitu: 1) Mengembangkan diri dan orang lain, 2) Memimpin pembelajaran, 3) Memimpin pengembangan sekolah, 4) Memimpin manajemen sekolah. Kompetensi tersebut berangkat dari model kompetensi kepemimpinan sekolah sebagai landasan pengembangan diri Calon Guru Penggerak. Topik pertanyaan yang menjadi fokus pembahasan adalah “Apa kompetensi yang perlu dikembangkan oleh Calon Guru Penggerak?

Tujuan dan Indikator

Tujuan yang menjadi fokus sasaran kegiatan Lokakarya 1 ini adalah sebagai berikut::

  1. Calon Guru Penggerak mampu memahami pentingnya mengembangkan diri
  2. Calon Guru Penggerak mampu menjelaskan penerapan kompetensi Guru Penggerak dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran
  3. Calon Guru Penggerak mampu mengidentifikasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  4. Calon Guru Penggerak mampu menjelaskan rencana pengembangan diri

Berdasarkan tujuan di atas, berikut adalah indikator keberhasilan Lokakarya 1 adalah sebagai berikut:

  1. Calon Guru Penggerak dapat melakukan identifikasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  2. Calon Guru Penggerak dapat membuat rencana pengembangan diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak

Agenda

Adapun agenda kegiatan Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak yang dilaksanakan di Ballroom Taman Surgawi Ujung Karangasem Bali adalah seperti tahapan sesuai dengan moderasi Panduan Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak, dimana mewajibkan bentuk kelas adalah huruf U yang memuat:

  1. Pembukaan
  2. Pengembangan Diri
  3. Kompetensi Guru Penggerak
  4. Posisi Diri
  5. Rencana Pengembangan Diri
  6. Penutupan

Produk

Produk yang diharapkan dapat dihasilkan dari kegiatan Lokakarya 1  Pendidikan Guru Penggerak ini adalah sebagai berikut:

  1. Identifikasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  2. Evaluasi posisi diri berdasarkan kompetensi Guru Penggerak
  3. Rencana pengembangan diri Calon Guru Penggerak

Peran Terlibat

Peran yang terlibat adalah Pengajar Praktik dan Calon Guru Penggerak yang difasilitasi panitia dari P4TK, dimana 1 kelas berisi 3 pendamping.

Resume Refleksi CGP Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak

Berikut adalah persepsi Calon Guru Penggerak, dalam memahami posisi diri, evaluasi dan refleksi beserta rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan untuk mengatasi hal-hal yang perlu ditingkatkan. Selain itu persepsi CGP juga terkait penilaian dalam hal proses pelaksanaan Lokakarya 1, Konten materi yang disajikan, hingga proses pendampingan yang dilaksanakan oleh Pengajar Praktik.

Ni Putu Tustiana Dewi

Pada kegiatan Lokakarya 1, Ibu Ini Putu Tustiana Dewi sebagai salah seorang Calon Guru Penggerak mengungkapkan terkait beberapa kompetensi seperti:

  1. Telah konsisten dalam hal kemauan merefleksi diri dan memperbaiki berdasarkan tindak lanjut yang direncanakan, dengan catatan pada upaya meminta umpan balik dari rekan sejawat. CGP juga telah mengungkapkan hal positif dalam dalam hal membantu pengembangan kompetansi guru, menganalisis permasalahan pembelajaran dengan rekan guru dalam mengembangkan diri. Hal yang sangat baik juta telah diungkapkan terutama terkait partisipasi dalam organisasi profesi dan komuniatas dalam rencana mengoptimalkan kegiatan berbagi praktik baik. Hal sangat positif juga telah dikemukakan terkait kemampuan mengelola emosi, moral dan spiritual agas sesuai kode etik.
  2. Kemampuan CGP dalam memimpin pembelajaran tergolong baik seperti diungkapkan dalam hal memimpin upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses KBM, memimpin refleksi dan perbaikan kualitas pembelajaran. Hal sangat baik telah juga diungkapkan yaitu dalam melibatkan orang tua sebagai sumber belajar di sekolah.
  3. Kompetensi CGP dalam hal memimpin manajemen sekolah, teridentifikasi perlu ditingkatkan adalah dalam hal memimpin warga sekolah dalam mewujudkan visi dan misi sekolah, memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pad murid.

Berdasarkan refleksi itu maka CGP menyusun Rencana Guru Penggerak sesuai dengan kompetensi CGP yang akan dikembangkan yaitu:

  1. Pada aspek kompetensi mengembangkan diri dan orang lain, yaitu meningkatkan pengembangan warga sekolah untuk meningkatkan kualitas murid dengan mengadakan pelatihan guru yang akan dilaksanakan bulan Desember ~ Februari dengan indiktor keberhasilan terselenggaranhya pelatihan Belajar dan Games dengan aplikasi Quisis dengan tingkat partisipasi siswa yang baik.
  2. Pada aspek memimpin pembelajaran merencanakan melibatkan orang tua sebagai sumber belajar, membuat paguyuban kelas, dengan rencana pelaksanaan Desember ~ Juni dengan indikator keberhasilan terlaksanannya Rapat Komite dan terbentuknya paguyuban kelas orang tua
  3. Pada aspek memimpin manajemen sekolah dengan mengadakan pelatihan kepada segenap warga sekolah yang direncanakan dimulai pada Bulan Juni Tahun 2022 dengan target capaian sekolah mampu menyusun visi dan misi sekolah berdasarkan masukan dari komite dan paguyuban kelas.

Evalusi Calon Guru Penggerak terhadap proses Lokakarya 1 yang telah dilaksanakan adalah sangat baik pada semua aspek yaitu konten Lokakarya  dan proses pendampingan yang dilakukan oleh pengajar praktik guru penggerak. Hal ini dipersepsikan pada penyampaian tujuan lokakarya, durasi waktu dalam menjalankan sesi, materi yang mudah dipahami, pembelajaran yang dilaksanakasn sesuai tujuan. Dalam hal proses pendampingan Para Pengajar Praktik telah menyajikan materi yang mendalam, materi yang disajikan menarik, mampu menjawab setiap pertanyaan, suasana yang menyenangkan, menghadirkan conton-contoh konkret dan mengelola kelompok secara baik.

Ni Luh Sumarliani

Guru TK Pembina Karangasem ini telah melakukan penilaian diri, yang persepsinya sebagai berikut yaitu:

  1. Aspek kompetensi Guru Penggerak dalam Mengembangkan diri dan orang lain sudah muai melakukan refleksi terhadap KBM yang dilaksanakannya, melalui umpan balik dari siswa. Sementara proses meminta umpan balik perlu ditingkatkan sehingga dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan diri dalam mengajar. Walaupun demikian proses membuat rencana pengembangan diri mendapat perhatian khusus dalam rangka menciptakan kebiasaan mengadakan umpan balik. Hal yang menjadi harapannya, dan telah mulai dilaksanakan yaitu dalam hal mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas murid melalui fasilitatisng, coaching dan mentoring. Partisipasi dalam organisasi profesi secara aktif juga sudah dimulai proses mengambil peran dalam berbagi praktik baik dengan rekan kerja. Kematangan emosional juga mendapat perhatian yang penting untuk ditingkatkan sehingga dapat menunjukkan perilaku sesuai kode etik guru.
  2. Aspek memimpin pembelajaran juga telah mulai dilaksanakan terutama dalam membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid. Hal yang hendaknya juga dimunculkan adalah upaya memimpin rencana pelaksanakan terutama dalam aspek pengelolaan pembelajaran berdasarkan kegemaran mereka. Hal yang mulai dilakukan juga memberi dorongan pada guru lain untuk secara bersama-sama memperbaiki kualitas pembelajaran yang diselenggarakan. Keterlibatan orang tua juga telah mulai menjadi perhatian, sehingga dapat membangun komunikasi yang empatik dalam rangka mengoptimalkan pelibatan orang tua dalam pendampingan belajar anak.
  3. Aspek memimpin manajemen sekolah dalam hal upaya memimpin warga sekolah dalam mengembangkan visi dan misi, menyusun dan memantau proses pelaksanaannya.

Berdasarkan evaluasi diri tersebut, CGP berdasarkan kompetensi yang harus dikuasai seperti dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pada aspek pengembangan diri dan orang lain, CCP memiliki rencana untuk bekerjasama dengan guru lain untuk melaksanakan umpan balik, sehingga mampu menganalisis permasalahan guru lain mulai saat ini. Indikator keberhasilannya adalah terwujudnya pembelajaran yang berkualitas melalui kegiatan yang positif dalam komunitas praktisi.
  2. Pada aspek kompetensi memimpin pembelajaran berencana memaksimalkan peran orang tua sebagai pendamping belajar anak melalui pemanfaatan waktu yang optimal dan berpusat pada siswa. Indikator yang dipakai adalah tercapainya motivasi anak untuk bermain sebagai perwujudan merdeka bermain
  3. Aspek memimpin pengembangan sekolah dilakukan dengan menganalisis kebutuhan siswa, melakukan analisis sumberdaya dan menjalin komunikasi dengan warga sekolah, orang tua dan masyarakat untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar
  4. Pada aspek memimpin manajemen sekolah dilakukan dengan meningkatkan kompetensi guru yang perlu dioptimalkan seperti menjalin komunikasi dengan prang tua secara efektif dalam menysusun Visi dan Misi sekolah, menganalisis sumber daya, sehingga indikator keberhasilan berupa terwujudnya visi dan program sekolah dapat dicapai

Berdasarkan persepsi Ibu Ni Made Dewi Radesi terhdap pelaksanaan Lokakarya 1 ini sudah sangat baik. Hal ini dilihat dari aspek konten dan pendampingan lokakarya.

Ngurah Dwika Kusuma Atmaja

Mengembangkan diri dan orang lain, katagori baiki atau praktik yang diharapkan sudah sering dilakukan dan sudah memiliki jadwal yang rutin, hanya perlu ditingkatkan konsistensinya. Hal yang perlu mendapat perhatian adalah kemauan untuk mendapatkan umpan balik dari sesame rekan guru yang perlu ditingkatkan.

Sementara gambaran diri yang diungkapkan pada aspek kompetensi memimpin pembelajaran telah berada pada posisi baik dengan praktik yang diharapkan telah sering dilakukan dan sudah memiliki jadwal rutin, yang hanya perlu ditingkatkan dari sisi aspek konsistensinya.

Berdasarkan gambaran diri tersebut, yang bersangkutan memiliki rencana terkait aspek-aspek kompetensi guru penggerak adalah sebagai berikut:

  1. Pada aspek Pengembangan diri dan orang lain yaitu belajar lebih intensif lagi melalui pelatihan, membaca buku referensi, berkolaborasi dengan pakar dan akhirnya mampu berbagi dan mengimbaskannya dengan orang lain
  2. Pada aspek Pemimpin Pembelajaran telah baik dari sisi proses beserta kelebihan dan kekurannya, dengan praktik baik yang pernah dilakukan adalah penerapan Metode Megibung (Mengamati, Ekaplorasi, Giring, Inisiatif, Bekerjasama, Unjuk Kerja, Nilai dan Generalisasi)
  3. Pada aspek memimpin pengembangan sekolah dengan mengangkat budaya lokal Karangasem yaitu Megibung yang memiliki makna denotatif makan bersama dalam satu wadah yang biasanya terdiri dari 4 sampai 6 orang. Sementara makna berdasarkan akronimnya Megibung (Mengamati, Ekaplorasi, Giring, Inisiatif, Bekerjasama, Unjuk Kerja, Nilai dan Generalisasi) direncanakan akan diimplementasikan dalam pengembangan Best Practices yang mengarah kepada pemberdayaan guru dan pengembangan sekolah.
  4. Pada aspek memimpin manajemen sekolah akan mengembangkan visi dan misi berdasarkan kearifan lokal yang dianggap menonjol untuk digali untuk menghasilkan nilai-nilai kepemimpinan yang diharapkan dapat mendukung upaya menata alur kerja sehingga visi dan misi sekolah dapat terwujud.

Berdasarkan persepsi beliau, pelaksanaan lokakarya 1 ini telah berlangsung baik, dimana tercermin dari sisi:

  1. Konten lokakarya yang telah sangat baik dengan pelaksnaaan yang konsisten antara rencana lokakarya dengan pelaksanaan
  2. Pendampingan lokakarya juga telah sangat baik dimana para Pengajar Praktik telah mampu membawakan materi secara mendalam, menarik, menciptakan suasana yang baik, pengelolaan kelompok yang baik, menyajikan contoh konkret, dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.
  3. Fasilitas dan lingkungan yang aman dan nyaman, makanan yang cukup, fasiltas toilet dan fasilitas lainnya yang sangat baik.

Ni Made Dewi Radesi

Upaya menggali posisi diri pada CGP atas nama Ni Made Dewi Radesi pada aspek Mengembangkan diri dan orang lain, sangat baik dalam hal kemauan mengevaluasi diri, dan membuat rencana pengembangan diri sementara kemauan untuk mendapatkan umpan balik dari rekan sejwat perlu ditingkatkan.  Kegiatan yang berhubungan dengan pemetaan persoalan pembelajaran perlu diadakan, sehingga diharapkan dapat menganalisis permasalahan rekan sejawat dan membantu mereka mengembangkan diri, perpartisipasi dalam organisasi profesi melalui kegiatan berbagi praktik baik.

Pada aspek memimpin pembelajaran sesekali hendaknya berperan sebagai pemandu dalam praktik pembelajaran, melalui perencanaan pengaturan lingkungan kelas yhang memerdekakan. Sesekali juga hendaknya pernah menjadi pemimpin proses refleksi terhadap semua guru sehingga mampu mendorong guru lain melakukan perbaikan proses pembelajaran. Pelibatan orang tua yang telah baik dalam KBM hendaknya juga diiringin dengan pelaksanaan pertemuan dimana guru berperan memandu dan memimpinnya.

Upaya memelopori perwujudan visi dan misi sekolah harus ditingkatkan dengan melibatkan segenap warga sekolah dalam fungsinya memimpin manajemen sekolah yang merupakan salah satu kompetensi dari guru penggerak. Hal lain yang juga harus diupayakan adalah memimpin dan megelola program sekolah sehingga berdampak pada murid.

Berdasarkan evaluasi diri Bu Ni Made Dewi Radesi, beliau merencanakan beberapa hal terkait perannya sebagai guru penggerak yaitu:

  1. Dalam aspek pengembangan diri dan orang lain, merencanakan meningkatkan kemampuannya dalam bidang IT sehingga dapat mengembangkan proses pembelajaran di kelas. Hal itu dapat dicapai melalui mengikuti beberapa kegiatan pelatihan sehingga siswa dalam belajar lebih cepat mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan.
  2. Dalam aspek memimpin pembelajaran, berniat mengadakan refleksi proses pembelajarna secara rutin baik melibatkan siswa, rekan sejawat, kepala sekolah maupun pengawas sekolah. Rencananya setiap kali proses pembelajaran direfleksi oleh siswa dan sebulan sekali melibatkan rekan sejawat, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mencapai indikator keberhasilan dengan munculnya perbaikan atas proses pembelajaran yang dilaksanakan
  3. Dalam aspek memimpin pengembangan sekolah, rencana tindak lanjut yang akan dilakukan adala melibatkan orang tua siswa sesekali dalam proses pembelajaran di kelas (kelas inspirasi). Kegiatan ini direncakakan akan dilaksankaan sekali dalam satu semester terutama fokus kepada orang tua yang memiliki kemampuan native speaker. Keberhasilan kegiatan ini ditandai dengan meningkatkanya antusiasme dan motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
  4. Dalam aspek memimpin manajemen sekolah beliau berinisiatif akan mengaktifkan program one person one tumbler, ketika diijinkan oleh kepala sekolah saat pembelajaran tatap muka penuh. Indikator keberhasilan program ini adalah ketika siswa mampu menjelaskan cara mengatasi sampah sehingga sekolah bebas dari sampah.

Berdasarkan persepsi Ibu Ni Made Dewi Radesi terhdap pelaksanaan Lokakarya 1 ini sudah sangat baik. Hal ini dilihat dari aspek konten, pendampingan lokakarya, dengan komentar bahwa pengejar praktik telah sangat hebat dalam memotivasi para Calon Guru Penggerak.

I Wayan Surata

Persepsi Bapak I Wayan Surata salah seorang Calon Guru Penggerak asal SD Negeri 3 Budakelaing, pada kegiatan Lokakarya 1 mengungkapkan melalui refleksi dirinya terkait kompetensi guru penggerak yang beliau rasakan ada pada dirinya saat ini, yaitu:

  1. Pada aspek mengembangkan diri dan orang lain, telah melaksanakan praktik yang diharapkan dan hal itu sudah sering dilakukan secara rutin, hanya belum konsisten. Hal yang paling menggembirakan adalah kemampuan beliau dalam mengelola emosi, kematangan moral dan spiritual yang sesuai kode etik dipersepsikan sangat baik.
  2. Pada aspek memimpin pembelajaran, seperti meminpin upaya membangun lingkungan belajar yang berpusat pada murid, telah sering dilakukan. Sementara memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses nelajar yang berpusat pada murid telah berlangsung baik dan konsisten. Kegiatan merefleksi kualitas pembelajaran juga sudah sering dilakukan walau tidak sering. Pelibatan prang tua juga sangat ering dilakukan secara berkelanjutan.
  3. Pada aspek memimpin manajemen sekolah juga telah sering dilakukan dengan hasil yang baik, seperti memimpin untuk mewujudkan visi sekolah dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid.

Berdasarkan pemetaan posisi diri tersebut, beliau merencanakan kegiatan tindak lanjut berdasarkan masing-masing kompetensi guru penggerak dimaksud:

  1. Akan mengikuti pelatihan baik mandiri maupun kolektif dalam rangka mengembangkan kompetensi mengembangkan diri dan orang lain
  2. Pada aspek memimpin pembelajaran agar lebih fokus kepada pembelajaran yang lebih berpusat pada anak, memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berpartisipasi dengan capaian keberhasilan yang diharapkan adalah siswa merasa senang, nyaman dan merdeka dalam belajar sehingga siswa dapat memunculkan potensi dan bakat yang ada dalam dirinya secara lebih optimal.
  3. Rerncana pelibatan orang tua yang perlu dioptimalkan lagi dalam rangka mewujudkan kemampuan memimpin manajemen sekolah sebagai salah satu kompetensi guru penggerak

Hampir keseluruhan aspek dari proses kegiaan Calon Guru Penggerak telah konsisten dilakukan. Hal ini mulai dari tujuan, waktu, manfaat, pemahaman atas materi, membawakan materi secara menarik, menawab pertanyaan dengan tepat, menghadirkan contoh konkret mampu mengelola kelompok melalui kegiatan pendampingan oleh Pengajar Praktik secara instensif.

Kelebihan dan Kekurangan Pelaksanaan Lokakarya 1

Kelebihan pelaksanaan kegiatan Lokakarya 1, adalah seperti penjelasan di bawah ini:

  1. Pelayanan dari P4TK yang baik dan ramah
  2. Penyediaan sarana dan prasarana yang cukup
  3. Lokasi pelaksanaan yang baik
  4. Ketersediaan makanan yang enak dan cukup

Sementara kekurangan pelaksanaan kegiatan Lokakarya 1, adalah seperti penjelasan di bawah in adalah

  1. Tempat Lokakarya 1 sedikit berangin, dan panas karena lokasi Lokakarya ada di ruang terbuka yaitu di restoran Vila Taman Surgawi Ujung Karangasem, hal ini dilakukan karena tidak menemukan alternatif lain yang relevan sesuai syarat pelaksanaan.
  2. Perhatian peserta sering terpecah dengan kelas lainnya

Kesimpulan

Kegiatan Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak telah berlangsung dengan baik. Hal ini selaras dengan pendapat penulis sebagai Pengajar Praktik telah dapat mendorong Calon Guru Penggerak mengungkapkan posisi diri, refleksi dan menyusun tindak lanjut. Hampir keseluruhan indikator keberhasilan baiik yang berorientasi produk maupun proses pembimbingan dan pendampingan telah dilaksakan dengan capaian baik dan sangat baik.

Semoga awal yang baik sebagaimana mengawali kegiatan Pendampingan Lokakarya 1 dapat berlanjut dan CGP mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dalri kegiatan ini. Bukan hanya guru dan kepala sekolah yang bergerak, teapi orang tua juga diharapkan mampu bergerak dalam upaya melaksanakan kegiatan bergotong royong dalam pengambangan Guru Penggerak.

SITUS SEKOLAH

PRESTASI SDN 7 SUBAGAN

Foto Bersama Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *