LAPORAN LOKAKARYA PERDANA PENGAJAR PRAKTIK GURU PENGGERAK

Laporan Lokakarya Perdana Guru Penggerak ini, dibuat sekedar untuk mendokumentasikan kegiatan yang saya lakukan sebagai Pengajar Praktik. Isi laporan ini terkait pola kegiatan, pengalaman menarik dan refleksi Pengajar Praktik dalam melaksanakan tugasnya pertama kali sebagai pengajar praktik. Semoga tulisan ini dapat  memotivasi diri untuk semakin bergairah dalam melaksanakan tugas dan belajar bersama kawan-kawan guru penggerak.

Baca Juga

SUPERFLEKSIBEL (SUPERVISI REFLEKSI PEMBELAJARAN)

PENDAHULUAN

Lokakarya perdana merupakan orientasi awal bagi Calon Guru Penggerak agar mengenal lingkungan komunitas belajarnya. Orientasi dilakukan baik dari sisi kebijakan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan P4TK Penjas dan BK, terkait perjalanan guru penggerak selama kegiatan belajar, dan teknis kegiatan yang difasilitasi kepanitiaan dari dinas.

Lokakarya perdana menjadi ajang pertemuan pertama para Calon Guru Penggerak, Pengajar Praktik guru penggerak, pihak P4TK dan jajaran Dinas Pendidikan sebagai pihak penyedia fasilitas dan penyelenggara.

Kegiatan lokakarya perdana dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2021, di SMP Negeri 4 Bebandem. Sesuai surat P4TK Penjas & BK Nomor 3565/B6.2/GT.04.00/2021 pengejar praktik diharapkan hadir dan memandu acara dengan membawa Surat Tugas, SPPD, dan bukti sudah di Antigen Negatif Covid-19. Lokakarya perdana  di Kabupaten Karangasem Bali diawali dengan pembukaan dan sambutan kepala Disdikpora Kabupaten dilanjutkan dengan penjelasan teknis kegiatan dari P4TK Penjas dan BK. Selanjutnya acara diisi oleh pengajar praktik dalam membangun motivasi pada Calon Guru Penggerak.

Semangat para Calon Guru Penggerak untuk mendaftarkan diri secara sukarela dan bersedia menjalani seleksi yang ketat, merupakan landasan yang kuat bagi peluang membuka pemahaman dan kesadaran terkait hakikat guru sebagai agen perubahan. Calon Guru Penggerak yang bersedia untuk menjalani pendidikan selama 9 bulan merupakan kabar baik bagi keberhasilan dalam upaya transformasi pendidikan didampingi pengajar praktik sebagai teman belajarnya. Selama 9 bulan ke depan, bersama pengajar praktik, para Calon Guru Penggerak akan dibentuk profilnya menjadi guru yang mampu menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada siswa, sesuai ajaran Ki Hadjar Dewantara.

Upaya itu didahului dengan mengantarkan pada Calon Guru Penggerak agar memiliki pemahaman konsep pendidikan guru penggerak. Pemahaman itu tidak secara instan diberikan oleh fasilitator ataupun pengajar praktik, tetapi tumbuh dari dirinya. Maka dari itu setelah acara pengarahan dari pihak dinas dan P4TK, selanjutnya acara diisi oleh pengajar praktik dengan acara: 1) Perkenalan, 2) Membuat Kesepakatan Kelas, 3) Ungkapan Kekhawatiran dan Harapan, 3) Memahami Perjalanan Guru Penggerak, 4) Membangun Komitmen dan 5) Refleksi.

PERSIAPAN

Lokakarya perdana merupakan tahapan awal bagi pengenalan lingkungan belajar bagi Calon Guru Penggerak. Melalui lokakarya perdana Calon Guru Penggerak diberikan orientasi umum dalam hal program guru penggerak. Lokakarya perdana Calon Guru Penggerak dilaksanakan di SMP Negeri 4 Bebandem yang beralamat di Jalan Jepun No 9X Desa Bungaya Bebandem Karangasem. Penulis yang saat ini berperan sebagai Pengajar Praktik Guru Penggerak sudah berangkat ke lokasi pada Pukul 07.30 dengan membawa beberapa persyaratan seperti Surat Tugas, Hasil Tes Antigen Covid-19 yang saya lakukan kemarin sorenya, dan beberapa perlengkapan lainnya. Awalnya saya sempat tersesat untuk menuju lokasi, yang sesungguhnya lumayan dekat, karena jarang mengetahui sekolah tersebut. Saya tiba di lokasi kira-kira pukul 08.00, setengah jam sebelum acara dimulai.

Sementara setibanya di lokasi saya disambut oleh Satpam sekolah tersebut sembari melakukan pengecekan suhu tubuh. Rupanya peserta Calon Guru Penggerak dan Pengajar Praktik beberapa telah hadir di lokasi. Kegiatan pembukaan Lokakarya Perdana akan dilaksanakan pada sebuah aula serbaguna sekolah tersebut. Sementara kelas tempat dilaksanakannya lokakarya telah ditentukan menjadi beberapa ruangan.

Sambil menunggu Bapak Kepala Disdikpora Kabupaten Karangasem, kami saling bercakap-cakap dengan para pengajar praktik dan Calon Guru Penggerak, yang sebagian telah saya kenal sebelumnya. Sementara beberapa Pengajar Praktik, yang selama ini mengikuti kegiatan pembekalan secara daring, saat ini berkesempatan untuk mengenal lebih dekat secara luring. Kami selanjutnya saling berkoordinasi dan membagi tugas dalam rangka menyelenggarakan Lokakarya Perdana.

Beberapa saat kemudian Kepala Disdikpora beserta jajaran dari Kabid Pembinaan Kepegawaian Disdikpora Kabupaten Karangasem hadir, yang disambut oleh jajaran pengawas SD, SMP dan Kepala SMA 4 Bebandem. Sebelum acara dimulai, Bapak Kepala Dinas berkesempatan berkeliling ke lokasi kelas dan aula sekolah tempat dimana kegiatan lokakarya akan dilaksanakan. Beberapa saat kemudian Tim dari P4TK hadir, sehingga acara dimulai sekitar Pukul 8.45 WIB.

LANGKAH KEGIATAN

Pembukaan Lokakarya

Pembawa acara  (Ida Ayu Wayan Sugiantari) mengawali acara dengan mengucapkan salam pembuka dan membacakan susunan acara Lokakarya Perdana. Acara dilanjutkan dengan kegiatan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dirigen yaitu Pengejar Praktik Ibu Desy dari SMPN 1 Amlapura. Acara selanjutnya diisi dengan kegiatan berdoa. Selanjutnya Bapak Kepala Disdikpora Kabupaten Karangasem memberi sambutan, yang isinya mengucapkan selamat, terimakasih dan memberi semangat kepada Calon Guru Penggerak dan Pengajar Praktik beserta kepala sekolah yang mendampingi gurunya masing-masing. Setelah Bapak Kepala Dinas menyampaikan harapan-harapan untuk keberhasilan acara Lokakarya Perdana dan Program Guru Penggerak di Kabupaten Karangasem, selanjutnya berpamitan untuk selanjutnya kembali ke kantornya dalam rangka melaksanakan tugas berikutnya.

Agenda dan Tujuan Lokakarya

Acara Agenda dan tujuan Lokakarya selanjutnya disampaikan oleh Pengajar Praktik, melalui presentasi power point yang dijelaskan oleh Pak Sugiana dan Pak Sudipta. Pada kegiatan pleno ini beberapa kepala sekolah dan Calon Guru Penggerak mengajukan pertanyaan sehingga terjadi diskusi, yang interaktif.

Games perkenalan diri

Acara berikutnya adalah permainan dan perkenalan diri, yang diisi dengan perkenalan Pengejar Praktik dan beberapa Calon Guru Penggerak. Acara perkenalan secara lebih intensif akan dilaksanakan ketika kegiatan aktivitas kelas dilakukan. Acara game perkenalan dipindahkan ke sesi berikutnya di masing-masing kelas yang akan dipandu pengajar praktik.

Kesepakatan Kelas 

Selanjutnya acara Kesepakatan Kelas diisi secara berkolaborasi antar beberapa pangajar praktik. Acara yang dilakukan secara singkat, telah mampu menggali ide, pendapat dan gagasan yang selanjutnya dijadikan kesepakatan kelas yang isi kesepakatannya diantaranya adalah “datang tepat waktu, tertib saat belajar, selalu menjaga kebersihan, selalu menjaga kesopanan dan etika baik dalam mengikuti sesi di kelas berikutnya dan menjaga kebersihan lokasi lokakarya perdana Setelah kegiatan kesepakatan kelas dibuat, yang kemudian dilanjutkan dengan istirahat untuk kemudian acara diisi dengan pembagian kelompok kelas.

Selama beristirahat, kami pada Pengajar Praktik dikumpulkan dan diberikan pengarahan oleh P4TK.  Acara tersebut diisi dengan Pengumpulan dokumen dan pengarahan dari P4TK.

Harapan dan Kekhawatiran

Acara selanjutnya diselenggarakan di masing-masing ruang kelas yang pesertanya adalah Calon Guru Penggerak sesuai pembagian kelompok. Saya mendapat tugas mendampingi kawan-kawan pengajar praktik di kelas B, bersama dengan pengajar praktik  I Ketut Sutama. Setelah menyelesaikan administrasi, kami selanjutnya memasuki ruangan dimana kehadiran kami sudah ditunggu. Kami berdua di awal kegiatan melakukan perkenalan diri, dilanjutkan dengan perkenalan diri kawan-kawan CGP. Selanjutnya peserta membagi diri dan berkelompok masing-masing, grup kepala sekolah dan grup Calon Guru Penggerak.

Acara pada kegiatan ini diisi dengan membuat harapan dan kekhawatiran melalui kegiatan diskusi dengan menggunakan bahan kertas plano yang sudah dipersiapkan panitia. Masing-masing peserta selanjutnya membuat Mind Map terkait kekhawatiran dan harapan yang dituliskan pada kertas plano. Peserta selanjutnya secara bergiliran melakukan presentasi produk Mind Map yang mereka telah buat.

Pengajar praktik secara bergantian memberikan pandangan, umpan balik, penguatan dan apresiasi terhadap kekhawatiran dan harapan peserta baik dari kelompok kepala sekolah dan Calon Guru Penggerak. Selanjutnya kegiatan di jeda selama 60 menit, yang diisi dengan kegiatan istirahat makan siang

Perjalanan Calon Guru Penggerak

Setelah makan siang, saya sebagai Pengajar Praktik bersama Pak Sutama mempersiapkan sarana untuk mempresentasikan materi terkait perjalanan guru penggerak. Sesuai panduan, kami seharusnya menyajikan poster dan meminta CGP dan kepala sekolah berjalan keliling mencermati dan memberikan pendapatnya tentang tahapan program Guru Penggerak. Tetapi karena suatu dan lain hal kami menggunakan kertas Post-It.  Peserta yang telah memasuki ruangan selanjutnya ditugaskan menjelaskan kembali perihal urutan kegiatan Perjalanan Guru Penggerak mulai dari Lokakarya Perdana-Pembelajaran Modul-Pendampingan Individu, dari awal hingga akhir.

Calon Guru Penggerak selanjutnya ditugaskan untuk menentukan beberapa hal yang akan dilakukan dalam rangka memenuhi tugas sebagai Calon Guru Penggerak dalam dua bulan ke depan. Pendapat peserta selanjutnya ditulis pada kertas Post-it dan ditempel pada kertas plano. Pengajar praktik memberikan pandangan, penguatan dan apresiasi terhadap upaya peserta dalam memahami perjalanan program guru penggerak.

Komitmen bersama

Kegiatan selanjutnya adalah membuat komitmen bersama baik oleh kelompok kepala sekolah dan Calon guru Penggerak. Kepala sekolah membuat komitmen untuk mendukung pelaksanaan program guru penggerak bagi gurunya, sementara Calon Guru Penggerak membuat komitmen tentang tekadnya untuk belajar pada Program Guru Penggerak.

Peserta baik itu kepala sekolah dan guru menuliskan komitmennya pada kertas Post-it dan ditempel dan dipresentasikan di depan kelas. Pengajar Praktik memberikan penguatan dan apresiasi terhadap komitmen peserta baik kepala sekolah maupun Calon guru Penggerak.

Refleksi peserta

Kegiatan akhir Lokakarya Perdana diisi dengan refleksi peserta oleh kepala sekolah dan Calon Guru Penggerak yang diawali dengan contoh yang disajikan oleh Pengajar Praktik. Hasil refleksi tersebut selanjutnya di tempel di kertas plano. Kegiatan ditutup dengan apresiasi oleh Pengejar Praktik berikut mengucapkan salam penutup dan mengakhiri acara.

PEMBAHASAN

Membangun Kesadaran Mulai dari Diri

Setelah kegiatan pleno pengajar praktik mengambil peran lebih dominan pada saat memandu peserta Calon Guru Penggerak  untuk membangun kesadaran tentang pendidikan guru penggerak mulai dari dirinya. Para Calon Guru Penggerak diajak untuk mengungkapkan tentang kekhawatiran dan harapan yang mereka rasakan ketika sudah bergabung dalam Program Pendidikan Guru Penggerak. Beranjak dari kekhawatiran dirinya, beserta harapan yang mereka miliki ketika mengikuti Program Guru Penggerak, pengajar praktik selanjutnya memberikan gambaran tentang beberapa prinsip yang harus dimiliki oleh seorang guru penggerak.

Kekhawatiran yang diungkapkan sesungguhnya merupakan bentuk perhatian yang sangat mendalam, terhadap tantangan, hambatan yang mungkin mereka rasakan akan menjadi penghalang niatnya untuk berhasil belajar. Boleh jadi hal ini hanyalah imajinasi, atau bayangan ketakutan atas pengalaman traumatis yang membekas pada Calon Guru Penggerak. Bayangan semu tentang hambatan dan tantangan pada suatu keadaan yang belum terjadi hendaknya tidak dipikirkan. Sesungguhnya saya sebagai pengajar praktik sangat meyakini (dan itu saya ungkapkan langsung pada sesi), bahwa mereka telah memiliki jawaban atas kekhawatiran yang mereka ungkapkan. Mereka para Calon Guru Penggerak tersebut, hanya berkeinginan untuk memberi tahu, menyampaikan secara terbuka tentang bayangan kekhawatiran yang mereka buat sendiri. Mereka sesungguhnya membutuhkan teman yang mau mendengar kekhawatiran mereka, maka pengajar praktik hadir untuk mendengarkannya.

Calon Guru Penggerak membutuhkan teman yang mau mendengar dan mengerti apa solusi dan tindakan yang akan mereka lakukan untuk menghadapi kekhawatirannya. Mungkin sebagian besar dari mereka sangat berkeinginan untuk ditanyai tentang langkah-langkah mereka untuk menjawab kekhawatirannya. Maka dari itu, pengejar praktik memiliki peluang mengajukan pertanyaan pemantik, sehingga Calon Guru Penggerak, memiliki kepercayaan diri untuk berbicara mengungkapkan hal-hal baik yang mereka sedang pikirkan. Mereka akan sangat senang dan merasa lega ketika apa yang mereka pikirkan berhasil mereka ungkapkan, dan didengar dengan seksama oleh pengajar praktik.

Apa yang kita pikirkan kadang-kadang berbeda dengan ucapan yang diungkapkan. Ucapan terkadang gagal menyampaikan maksud dari pikiran kita. Terkadang konsep dan abstraksi yang ada dalam pikiran sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Atau mungkin sebagian dari mereka kesulitan dalam mengelaborasi kata dan frasa sehingga mudah dipahami. Maka saat itu, keberadan pengajar praktik menjadi penting untuk menyusun pertanyaan pemantik, untuk memudahkan peserta menemukan kata dan frase yang tepat dalam upaya mengungkapkan kekhawatirannya. Ketika hal itu berhasil dilakukan oleh pengajar praktik, melalui strategi mendengar, mengangguk, dan kontak mata. Maka CGP merasa nyaman senang dan bangga, telah berhasil mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Ketika CGP berada pada level ini, maka tidak ada alasan bagi pengejar praktik untuk mundur dan mendominasi, apalagi terkesan menyangkal atau menggurui. Pertanyaan pemantik berikutnya harus disiapkan sehingga CGP lanjut dengan kepercayaan diri dan nyaman secara melegakan hati mampu mengelaborasi pikiran sehingga berhasil mengungkapkan strategi pemecahan masalah atas kekhawatiran yang telah diungkapkannya. Trik sama juga diterapkan ketika CGP sudah berhasil mengungkapkan solusi atas kekhawatiran yang mereka sampaikan sebelumnya, yaitu mendengar, kontak mata dan anggukan. Hal yang paling berat bagi pengajar praktik dalam hal ini adalah, tidak sabar untuk membantu CGP untuk dapat mengungkapkan buah pikirannya. Hal ini semestinya tidak boleh terjadi, sehingga pengajar praktik, tetap dalam upaya mendengar dengan penuh kesabaran, membuat CGP senyaman mungkin, sehingga elaborasi pikiran mereka berhasil diungkapkan secara verbal.

Dampak dari kegiatan ini, CGP secara tidak sadar telah menemukan dan mampu mengungkapkannya secara baik. Apa yang mereka (CGP) pikirkan dan ungkapkan merupakan janji diri dan komitmen, yang akan membekas melalui proses internalisasi secara mandiri. Hal ini tidak mudah, tetapi sangat efektif dalam membangun kesadaran CGP secara mandiri, bukan atas paksaan, pelafalan, hafalan, dogma atau doktrin. Apa yang menjadi kekhawatiran CGP berikut analisis, solusi dan alternatif tindakan yang dielaborasi dalam pikirannya yang diungkapkan, merupakan feedback bagi dirinya sendiri. Feedback yang mereka lakukan sendiri akan menghasilkan reasoning yang kuat atas apa yang mereka pikirkan dan ungkapkan. Kemampuan mengungkapkan pikiran dengan reasoning yang kuat, akan menghasilkan komitmen. Komitmen yang dihasilkan merupakan hal penting yang harus dicatat oleh pengajar praktik, untuk menagihnya secara berkelanjutan kepada CGP.

Melalui strategi seperti diuraikan di atas, peluang keberhasilan mengembangkan kemampuan CGP untuk melakukan perubahan pola pikir dengan reasoning yang kuat akan melahirkan komitmen yang akhirnya melahirkan tindakan. Intinya adalah, bagaimana pengajar praktik dapat memperkuat komitmen melalui menggali ide, gagasan dan elaborasi pemikiran yang dapat diungkapkan secara verbal, dengan syarat dan kondisi CGP yang nyaman. Seperti diungkapkan di atas, bahwa upaya menjaga komitmen merupakan hal yang perlu dijaga dalam rangka mengubah pola pikir guru yang kelak menjadi agen perubahan dan memiliki skill mumpuni dalam memerdekakan siswa dalam belajar.

Sesungguhnya prinsip-prinsip yang diterapkan pengajar praktik adalah hal-hal yang terkait untuk menumbuhkan skill memerdekakan. Pengajar praktik bertindak sebagai model dalam penerapan strategi memerdekakan, yang kemudian dapat diadopsi oleh CGP dalam membelajarkan siswa dan mengembangkan komunitas merdeka belajar secara berkolaborasi. Rangkaian peristiwa ini selanjutnya diharapkan terjadi secara berantai, mulai dari para instruktur, fasilitator, pengajar praktik, guru penggerak dan komunitasnya, yang pada akhirnya berdampak pada siswa.

Kolaborasi Sesama PP

Prinsip kerja tim pengajar praktik yang telah mewarnai kegiatan itu yang paling menarik adalah kolaborasi. Anggota pengajar praktik Kabupaten Karangasem yang terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, lingkungan kerja, dan pengalaman yang berbeda kemudian berpadu mengemban misi memerdekakan pendidikan. Visi besar itu dapat dicapai jika komunikasi dan kolaborasi antar sesama pengajar praktik berjalan efektif. Intinya adalah koordinasi antara pengajar praktik yang telah terjalin dan terbukti mampu melewati sesi lokakarya perdana akan mewarnai perjalanan pengajar praktik 9 bulan ke depan.

Komposisi pengajar praktik Kabupaten Karangasem berasal dari berbagai latar belakang profesi guru mulai dari Praktisi Sanggar Kegiatan Belajar, Kepala Sekolah Dasar, Guru SMP, Kepala Sekolah SMP, Guru SMA dan Kepala Sekolah SMA zona Kabupaten Karangasem. Karakteristik dan kompleksitas masing-masing profesi tersebut menjadi tantangan dalam berkomunikasi dan berkolaborasi. Tetapi semuanya membaur, mengalir, menyatu, ketika interaksi mulai dijalani. Perasaan enggan dan segan di awal berbuah kesan positif, dimana keterbukaan atas potensi untuk berbagi peran saling melengkapi menjadi faktor penentu keberhasilan lokakarya perdana.

Sebagai catatan tambahan bahwa lokakarya perdana yang dikomunikasikan mendadak oleh pihak Kemendikbud Ristekdikti dan P4TK, akhirnya tidak menyurutkan semangat para pengajar praktik untuk melaksanakan perannya. Walaupun tidak maksimal, tetapi penyampaian materi yang telah digariskan pada program ini sudah dapat dilaksanakan. Kolaborasi dan adaptasi yang cepat oleh para pengajar praktik sudah dapat menggunakan segenap sumberdaya yang ada sehingga kewajiban untuk menyampaikan materi dapat dilaksanakan.

Refleksi kelebihan dan kekurangan

Program Pendidikan Guru Penggerak yang salah satu tahapannya adalah lokakarya perdana, sebagai ajang temu kenal antara CGP, pengajar praktik P4TK dan dinas pendidikan menjadi bagian penting dalam mengawali kegiatan ini. Lokakarya perdana juga dijadikan kesempatan mengenal lingkungan komunitas belajar bagi CGP. Selanjutnya CGP berinteraksi melalui LMS bersama fasilitator, dan terlibat aktif dalam menggali potensi diri bersama pengajar praktik melalui kegiatan pendampingan individu dan lokakarya lanjutan.

Panjangnya kegiatan CGP untuk belajar utuh baik secara konsep dan implementasi kegiatan memerlukan kesiapan yang matang. Setelah kegiatan lokakarya perdana baik CGP dan pengajar praktik bersama-sama mengadakan refleksi baik kelebihan dan kekurangan. Bagi saya selaku pengajar praktik beranggapan bahwa setiap proses kegiatan apapun selalu terdapat kelebihan dan kekurangan. Kegiatan refleksi dalam rangka untuk mendapat gambaran terkait kelebihan dan kekurangan merupakan upaya mendapatkan hal positif yang harus diulang, sebaliknya hal negatif adalah hal yang harus dicarikan pemecahan dan jalan keluar.

Seperti penjelasan penulis sebagai pengajar praktik beberapa hal positif yang ditemukan dari kegiatan lokakarya perdana tersebut adalah:

  1. Kolaborasi antar pengajar praktik yang baik, selanjutnya berdampak pada peluang saling melengkapi jika terjadi kekurangan pada diri terutama dalam mengorganisir materi, pemahaman terkait konsep materi, dan pemahaman hal-hal teknis baik dari sisi administrasi dan kelengkapannya, begitu juga tentang fitur aplikasi LMS dan mengelaborasi kelas sehingga menyenangkan bagi peserta.
  2. Komunikasi antar pengajar praktik yang telah terjalin baik, untuk dapat dilanjutkan sehingga saling mengingatkan satu sama lain terkait informasi terbaru dari pelaksanaan tahapan guru penggerak. Komunikasi yang baik juga akan memperlancar proses pelaksanaan dalam hal penyediaan sarana, aktifitas, dan produk yang mungkin terlupakan, dimana hal tersebut adalah bagian dari portofolio kelengkapan tugas yang harus dikumpulkan oleh pengajar praktik pada setiap kegiatan.
  3. Dukungan dinas pendidikan yang baik, juga harus tetap dijaga, dimana hal ini sangat membantu pengajar praktik dalam menuntaskan tahapan kegiatan. Demikian juga untuk tetap menjaga kualitas hubungan antar elemen program Guru Penggerak dengan pihak dinas. Seperti pengajar praktik, CGP, fasilitator dan pihak lain yang berhubungan secara langsung maupun tidak, agar selalu berinteraksi dengan dinas pendidikan. Hal ini sangat berguna dalam menjaga pelayanan kepada CGP sebagai bentuk kewajiban pengajar praktik dalam berperan sebagai teman belajarnya, tetap dalam kerangka dukungan dari dinas.

Sementara kelemahan dari proses lokakarya perdana, menurut saya sebagai pengajar praktik, akan disampaikan pada bagian rekomendasi dari tahapan refleksi ini. Hal ini saya lakukan dalam rangka menjaga pikiran positif dan saling menyalahkan. Jika kekurangan yang kita ungkap, maka pola pikir kita akan cenderung untuk mengingat hal itu, dan menjadi bagian dari internalisasi diri. Saya sebagai pengajar praktik lebih sependapat dengan pandangan untuk mengungkapkan hal positif sehingga menjadi bagian dari proses internalisasi diri, yang akan mendorong kita untuk melakukan pengulangan. Sementara kekurangan untuk tidak diungkap pada bagian ini, sehingga tidak sempat terpikirkan, apalagi terinternalisasi ke dalam pola pikir. Kekurangan yang terinternalisasi menjadi konsep berpikir cenderung akan meningkatkan rasa takut, canggung bahkan putus asa. Intinya dengan mengingat kita cenderung untuk mengulang, maka dengan mengingat yang baik, kita akan cenderung mengulang hal baik pula.

PENUTUP

Lokakarya perdana meski dilaksanakan sebagai inventaris pemikiran. Adapun produk yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Daftar hadir; 2) Dokumentasi Kegiatan dan 3) Produk Hasil Karya Peserta seperti Mind Map kekhawatiran dan harapan, rencana kegiatan dua bulan ke depan, komitmen dan refleksi peserta. Ketercapaian aktivitas kegiatan baik oleh kepala sekolah dan Calon Guru penggerak, telah hampir terselesaikan, sementara hal lain yang perlu ditingkatkan adalah komitmen guru dan kepala sekolah yang banyak belum nyambung.

Setelah melaksanakan kegiatan tersebut saya sebagai pengajar praktik, perlu lebih mempersiapkan materi ajar, untuk mengurangi vakum pembicaraan dimana saya dan kawan-kawan masih berupaya mencari dan menyediakan konten, sarana dan yang lainnya. Adapun semangat kegiatan pemberdayaan seperti yang diucapkan seseorang yang pengaruhnya cukup luas. Lokakarya perdana yang dilakukan telah terselenggara dengan baik, walaupun masih banyak kekurangan akan kami upayakan di Kabupaten Karangasem

Ada beberapa rekomendasi yang penulis sebagai pengajar praktik dapat sampaikan pada kesempatan ini adalah:

  1. Upaya penyediaan fasilitas yang telah baik oleh dinas pendidikan agar ditingkatkan lagi sehingga memberi hal positif bagi kenyamanan CGP dalam belajar
  2. Upaya menyediakan fasilitas berupa media pembelajaran dan yang lainnya dari P4TK yang telah baik agar ditingkatkan lagi sehingga memaksimalkan proses belajar bagi CGP
  3. LMS yang telah tertata rapi agar disosialisasikan terkait ada beberapa hal atau istilah yang belum pernah saya sebagai pengajar praktik ketahui seperti “lesson learned” dan yang lainnya
  4. Pertanyaan refleksi yang sering diajukan di LMS, agar menghindari menanyakan aspek kekurangan untuk mendukung peningkatan upaya berpikir positif dan budaya positif dari CGP maupun PP

Portal Guru Penggerak

Situs Sekolah

loading...

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *