Refleksi Tengah Semester KBM guru di SD Negeri 7 Subagan, merupakan kegiatan untuk mengisi jeda Tengah Semester. Hal ini sangat penting dilakukan karena, siswa telah belajar secara jarak jauh, setiap hari mengerjakan tugas, mengikuti virtual meeting, berkolaborasi melalui Google Classroom dan Whatsapp Group, sehingga memberi dampak dimana anak-anak menjadi jenuh. Penyajian materi yang dilaksanakan secara rutin via Google Classroom dan Whatsapp Group dikhawatirkan berdampak buruk pada kondisi siswa. Maka dari itu perlu diberikan jeda untuk mengerjakan hal-hal yang lebih menyenangkan, tidak membebani siswa dan agak santai.

Refleksi Tengah Semester KBM Guru yang dilaksanakan mulai tanggal 27 September sampai dengan 27 Oktober 2021, diisi dengan tugas kepada siswa maupun guru untuk merefleksikan dirinya. Adapun refleksi yang diberikan kepada guru mendapat respon seperti tulisan guru di bawah ini:

REFLEKSI SISWA 

Sementara Refleksi kepada siswa dilaksanakan oleh guru masing-masing seperti dijelaskan di bawah ini.

Refleksi Kelas 3

Komentar

Posting materi untuk refleksi Tengah Semester I telah berlangsung dengan baik, dimana guru telah mengajukan pertanyaan terkait upaya untuk mengatasi sejuhmana respon siswa terhadap KBM yang telah dilaksanakan. Walaupun hanya sebagian siswa yang menanggapi, telah menunjukkan hal baik, ada kemauan dan bahkan telah mampu mendeskripsikan kalimat panjang. Hal ini akan menjadi modal mereka dalam berupaya mengkomunikasikan ide dan perasaan melalui tulisan.

Saran

Terimakasih, kepada guru dan siswa kelas III yang antusias untuk berupaya mengemukakan ide dan gagasan mereka. Selanjutnya untuk ditingkatkan, diintensifkan dan dikembangkan pada refleksi-refleksi selanjutnya. Terimakasih. 

Hasil

Adapun hasil refleksi siswa yang terekam telah menunjukkan hasil positif, dimana siswa telah mampu mengkomunikasikan hal-hal yang mampu mereka sampaikan. Sesederhanapun, komunikasi yang mereka kembangkan, adalah sangat berharga ketika hal itu adalah buah pikirannya sendiri. Karena proses belajar mulai dari diri, mulai dari yang sederhana, adalah landasan untuk menjadikan diri mereka berpikiran besar, kelak di kemudian hari.

Refleksi Kelas IV

Komentar

Refleksi yang disajikan pada siswa kelas IV telah sangat baik, dimana guru telah mengarahkan siswa untuk dapat merefleksikan dirinya terhadap KBM yang telah diikuti, melalui pertanyaan. Respon siswa yang sangat beragam merupakan cerminan karakteristik siswa yang unik, berbeda satu dengan yang lainnya. Melihat respon siswa, walaupun sebagian, tetapi telah menunjukan hal yang positif, yang telah mampu mengemukakan ide dan perasaan saat mengikuti KBM PJJ.

Saran

Hal positif yang telah ditunjukkan oleh siswa, hendaknya dilanjutkan, dikembangkan dan ditingkatkan pada refleksi maupun KBM berikutnya. Selamat, terimakasih dan tetap semangat.

Hasil

Hasil refleksi siswa kelas IV sangat menggembirakan, dimana sesuai jenjang kelasnya telah tercermin komunikasi yang lebih baik. Proses mengkomunikasikan buah pikirannya terkait pendapat mereka tentang hal yang telah dipelajari sangat pantas untuk mendapat penghargaan.

Refleksi Kelas V

Komentar

Kegiatan refleksi pada siswa kelas V telah berlangsung dengan baik. Guru telah menghadirkan panduan refleksi belajar siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk menggali ide dan perasaan mereka setelah melaksanakan KBM dari Minggu I hingga Minggu X. Sebagian siswa telah mampu menunjukkan kemampuan mereka dalam mengemukakan ide dan perasaan mereka. Mulai dari aktivitas nyata siswa, keinginan mereka, dan harapan-harapan mereka telah mampu dikomunikasikan melalui tulisan.

Saran

Hal-hal baik yang telah dilakukan untuk dapat ditingkatkan, dikembangkan dan dilanjutkan. Selamat dan tetap semangat.

Hasil

Karya anak dalam merefleksikan diri mereka terhatap KBM yang telah dilakukan merupakan hal yang sangat membanggakan guru dan orang tua. Ide orisinil yang mereka kemukakan adalah harapan yang kita prioritaskan. Harapan kesempurnaan proses berpikir mulai dari yang sederhana ke kompleks. Hal utama yang diperlukan kepada mereka adalah keberlanjutan dan bimbingan berkesinambungan.

Refleksi Kelas VI

Komentar

Pertanyaan guru untuk mengarahkan siswa dapat merefleksikan dirinya terkait dengan kegiatan KBM mulai dari Minggu I hingga Minggu X. Ungkapan anak-anak dalam refleksinya, telah menunjukkan upaya mereka dalam mengkomunikasikan ide dan perasaan mereka. Hal-hal baik yang terungkap dari mulai pembiasaan positif dan KBM PJJ ketika belajar di rumah telah menunjukkan siswa berpotensi mengembangkan kemampuan berkomunikasinya dengan baik.

Saran

Hal baik yang telah dilaksanakan agar ditingkatkan, dikembangkan dan dilanjutkan dengan konsisten, agar kegiatan pembiasaan dapat terlaksana sehingga siswa secara perlahan mampu mengambangkan karakternya. Selamat, tetap semangat dan terimakasih.

Hasil

Adapun hasil refleksi siswa kelas VI terhadap penyelenggaraan KBM, merupakan kabar baik kegiatan refleksi ini. Sesederhana apapun ungkapan bahasa dalam proses komunikasi tertulis pada siswa pantas untuk mendapat apresiasi. Hal ini merupakan pengejawantahan dari Ajaran Ki Hajar Dewantara, yaitu mengembalikan harkat dan martabat siswa kembali ke hakekatnya sebagai anak.

REFLEKSI GURU

Berdasarkan panduan pertanyaan yang diajukan kepala sekolah kepada guru, seperti termuat pada situs di sini Maka telah terpantau refleksi guru yang juta termuat di situs di sini, telah menunjukkan kemampuan guru dalam mengemukakan ide, gagasan, harapan dan rencana-rencananya dalam upaya mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam mengelola pembelajaran.

Secara umum guru telah mampu merefleksikan proses penyusunan RPP dan pelaksanaan KBM yang telah dilakukannya. Refleksi yang telah dilakukan paling tidak menjadi pemikiran, harapan dan rencana yang murni berasal dari proses berpikir. Proses berpikir yang positif yang telah dilakukan guru, selanjutnya akan berdampak pada proses pengambilan keputusan, motivasi dan semangat kerja hingga tumbuhnya komitmen bagi guru dalam meningkatkan profesionalismenya. Tumbuhnya komitmen diri untuk tumbuh dan berkembang atas kesadaran yang timbul akibat kegiatan refleksi yang dilakukan diharapkan menjadi pemantik bagi perubahan mindset dan perilaku guru untuk selalu berubah setiap saat menyesuaikan dengan perubahan yang akan terjadi. Harapan akhir dari kegiatan ini adalah guru menjadi sadar bahwa, tujuan utama mereka bertugas mengelola KBM baik daring maupun luring adalah untuk melayani siswa dalam mengembangkan sikap dan motivasi belajar siswa yang meningkat dan mandiri.

Beberapa tulisan guru terkait refleksi dirinya, dalam upaya merefleksikan kegiatan pembelajaran yang telah diselenggarakannya selama ini sebagai berikut:

REFLEKSI ORANG TUA

Sementara refleksi yang dilakukan kepada dan oleh orang tua disajikan melalui pemberian form angket persepsi orang tua terhadap KBM yang dilaksanakan secara PJJ pada Tengah Semester I yaitu KBM I hingga KBM X. Setelah dianalisis adapun hasil yang diperoleh dapat dijelaskan di bawah ini yaitu:

Berketuhanan dan Berakhlak Mulia

Menurut persepsi orang tua diperoleh data bahwa beberapa indikator seperti :

  1. akhlak pribadi, menyadari bahwa menjaga dan merawat diri penting dilakukan bersamaan dengan menjaga dan merawat orang lain dan lingkungan sekitarnya
  2. akhkal beragama, menerapkan pemahamannya tentang kualitas atau sifat-sifat Tuhan dalam kehidupan
  3. akhlak manusia, mengutamakan persamaan dan kemanusiaan di atas perbedaan serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain
  4. akhlak kepada alam, menyadari pentingnya merawat lingkungan sekitarnya sehingga dia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkungan alam, agar alam tetap layak dihuni oleh seluruh mahkluk hidup saat ini maupun generasi mendatang
  5. ahklak bernegara, memahami serta menunaikan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warga negara

telah menunjukkan hal yang baik dimana rata-rata anak dengan katagori selalu, berada pada persentase 51,9%, sering sebanyak 26,4%, kadang-kadang sebanyak 13,5%.

Berkebinekaan Global

Indikator dari berkebinekaan global adalah seperti berikut:

  1. mengenal dan menghargai budaya, mengenali, megidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai macam kelompok berdasarkan perilaku, cara berkomunikasi dan budayanya, serta mendeskripsikan pembentukan identitas dirinya dan kelompok, juga menganalisis bagaimana menjadi angggota kelompok sosial di tingkat lokal, regional, nasional dan global
  2. komunikasi dan interaksi antar budaya, pelajar Indonesia berkomunikasi dengan budaya yang berbeda dari dirinya secara setara dengan memperhatikan, memahami, menerima keberadaan, dan menghargai keunikan masing-masing budaya sebagai sebuah kekayaan perpektif sehingga terbangun kesalingpahaman dan empati terhadap sesama
  3. refleksi dan bertanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan: secara reflektif memanfaatkan kesadaran dari pengalaman kebinekaannya agar terhindar dari prasangka dan stereotip terhadap budaya berbeda, sehingga dapat menyelaraskan, perbedaan budaya agar tercipta kehidupan yang harmonis antar sesama dan kemudian secara aktif partisipatif membangun masyarakat yang damai dan inklusif, berkeadilan sosial, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan

Sikap dan karakter Profil Pelajar Pancasila pada aspek berkebinekaan global, menunjukkan katagori selalu sebesar 54,8%, sering sebesar 25,2%, kadang-kadang sebesar 10,7%, sementara jarang dan tidak pernah masing-masing sebesar 3% dan 6,3%.

Sikap Bergotong-Royong

Elemen dari sikap bergotong-royong dan berkolaborasi adalah:

  1. Kolaborasi, bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain
  2. Kepedulian, memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan orang lain
  3. Berbagi, memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya daan ruang yang ada di masyarakat secara sehat

Sikap berkolaborasi dan bergotong-royong menujukkan data katagori selalu sebesar 53,5%, sering sebesar 30,9%, sementara kadang-kadang dan jarang masing-masing 10,5% dan 2,8%

Sikap Mandiri

Sikap mandiri dapat dipilah menjadi beberapa elemen indikator seperti:

  1. Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi, melakukan refleksi terhadap kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi dimulai dan memahami emosi dirinya dan kelebihan serta keterbatasan dirinya, sehingga ia akan mampu mengenali dan menyadari kebutuhan pengembangan dirinya yang sesuai dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi
    Regulasi diri, mampu mengatur pikiran, perasaan dan perilaku dirinya untuk mencapai tujuan belajarnya
  2. Pada aseek mandiri, persepsi siswa terhadap anaknya menunjukkan data dengan katagori selalu berada pada persentase 42,3%, sering sebesar 30,6%, kadang-kadang sebanyak 20,0%, dan jarang sebesar 3,8%.

 

Sikap Bernalar Kritis

Sikap bernalar kritis memiliki elemen katagori sebagai berikut:

  1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, memiliki rasa keingintahuan, mengajukan pertanyaan yang relevan, mengidentifikasi dan mengklarifikasi gagasan dan informasi yang diperoleh, serta mengolah informasi tersebut
  2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran, dalam pengambilan keputusan menggunakan nalarnya sesuai dengan kaidah sains dan logika dalam pengambilan keputusan dan tindakan dengan melakukan analisis serta evaluasi dari gagasan dan informasi yang didapatkan
  3. Merefleksi pemikiran dan proses berpikir, melakukan refleksi, melakukan refleksi terhadap berpikir itu sendiri (metakognisi) dan berpikir mengenai bagaimana jalannya proes berpikir tersebut sehingga ia sampai pada suatu simpulan
  4. Mengambil keputusan, mengambil keputusan dengan tepat berdasarkan informasi yang relevan dari berbagai sumber fakta dan data

Aspek benalar kritis, berdasarkan persepsi siswa menunjukkan capaian pada kreteria selalu pada persentase 33,7%, sering sebesar 30,6%, kadang-kandag sebesar 26,0%, sementara jarang dan tidak pernah sebesar 5,2% dan 4,5%.

Sikap Kreatif dan Inovatif

Indikator dari sikap kreatif dan ionvatif adalah sebagai berikut:

  1. Menghasilkan gagasan yang orisinal, menghasilkan gagasan yang terbentuk dari hal paling sederhana, saperti ekspresi pikiran dan/atau perasaan, sampai dengan gagasan yang kompleks untuk kemudian mengapikasikan ide baru sesuai dengan konteksnya guna mengatasi persoalan dan memunculkan berbagai alternatif penyelesaian
  2. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal, menghasilkan karya yang didorong oleh minat dan kesukaannya pada suatu hal, emosi yang ia rasakan, sampai dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya.

Selanjutnya persepsi orang tua terhdap anaknya pada sikap kreatif dan inovatif. Data menunjukkan capaian aspek ini berdasarkan katagori selalu sebesar 22,7%, sering sebesar 32,0%, kadang-kadang sebesar 20,2%,

 

loading...

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *