Refleksi pengembangan karakter dalam tulisan ini, merupakan ungkapan saya terkait bagaimana proses dan hasil dari kegiatan KBM yang mengintegrasikan strategi pengembangan karakter. Hal baik dan menyenangkan yang saya ungkapkan disini merupakan cara terbaik untuk meningkatkan cara berpikir positif diri saya, sehingga berdampak pada kemauan untuk meningkatkan kinerja.

Baca Juga

Pengembangan Karakter

Saya sebagai guru ketika melaksanakan kegiatan pengembangan karakter pada anak di kelas dilakukan mengingat guru sebagai orang tua kedua siswa di sekolah maka sewajarnya guru mempunyai peranan besar dalam mentransfer ilmu dan memberi bekal ilmu dan pengambangan karakter kepada siswanya. Betapa pentingnya peran yang dimiliki, sehingga guru dinilai sebagai sosok berpendidikan yang diharapkan mampu mendidik anak bangsa untuk masa depan. Membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter Indonesia. Guru tidak sekedar mendidik dan memberi materi akademik saja di sekolah, namun lebih dari itu. Guru diharapkan juga dapat menanamkan nilai-nilai positif pada siswa, karena guru merupakan role model bagi para siswanya. Untuk mendukung hal ini, para guru seyogyanya mengokohkan karakter dirinya dalam membangun karakter para siswanya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan para guru dalam membangun karakter siswanya:

  1. Menjadi contoh bagi siswanya
  2. Menjadi apresiator
  3. Mengajarkan nilai moral pada setiap pelajaran
  4. Bersikap jujur dan terbuka pada kesalahan
  5. Mengajarkan sopan santun dan lain-lain

Hal yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan capaian kegiatan pengembangan karakter pada siswa, terutama dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari di sekolah, penanaman nilai-nilai karakter dapat dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan meliputi literasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan awal dan akhir pembelajaran,pembiasaan, dan penetapan tata tertib.

Mengembangkan Karakter Kreatif

Karakter kreatif dapat dihadirkan melalui kegiatan belajar yang dapat diwujudkan dengan mengajak anak-anak untuk belajar berinovasi karena dengan berinovasi akan menumbuhkan kreatifitas yang merangsang agar anak mau berkreasi yang dapat membangkitkan skill kreatifitas. Guru dapat memberikan dorongan dan motivasi yang bermakna sehingga mereka tahu akan manfaat dari apa yang mereka lakukan.

Hal yang dilakukan guru untuk meningkatkan skill kreatif anak pada kelas adalah dengan sesering mungkin memberikan tugas yang berupa proyek/projek. Upaya menumbuhkan skill kreativitas membutuhkan sentuhan untuk merangsang anak untuk selalu berkarya dan berinovasi. Variasi dengan konsep-konsep yang berbeda membutuhkan daya imajinasi yang tinggi yang dapat memotivasi untuk selalu berkarya. Inovasi yang bermanfaat untuk dinikmati dan dirasakan sehingga dapat memberikan kepuasan yang menimbulkan semangat untuk selalu berkarya dan terus berkarya

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

Refleksi pengembangan karakter skill berpikir bernalar kritis yang sering didengungkan oleh adalah mengingat perkembangan siswa bukanlah sepenuhnya tugas guru disekolah akan tetapi tidak bisa terlepas dari tanggung jawab dan peran orang tua yang sangat besar. oleh karenanya antara guru disekolah dan orang tua harus ada kerjasama yang nyambung sehingga apa yang diharapkan guru di sekolah tidak terpatahkan setelah sampai dirumah karena bagaimanapun perkembangan anak peran orang tua sangatlah besar. Untuk berpikir kritis siswa diberikan tugas yang menantang dan berisiko sehingga mereka mampu untuk mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan resiko yang bisa terjadi.

Untuk meningkatkan capaian skill bernalar kritis pada kegiatan pengembangan karakter siswa adalah dengan memberi tantangan tingkat tinggi pada siswa. Tantangan dimaksud seperti, soal, proses KBM dan yang lainnya dengan tujuan untuk merangsang siswa berpikir. 

Mengembangkan Skill Kolaboratif

Skill kolaboratif merupakan suatu hal yang niscaya untuk dikembangkan selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat. Hal tersebut ditambah dengan kondisi pandemi yang mengharuskan belajar dari rumah, Saat ini sangat memungkinkan untuk dilaksanakannya pembelajaran kolaboratif. Kolaboratif sesungguhnya merupakan kebutuhan manusia dimana secara alamiah manusia sebagai makhluk sosial senantiasa berhubungan dengan manusia lainnya, bekerjasama, dan saling bantu membantu antar sesama. Demikian juga dalam dalam kegiatan pembelajaran, kolaborasi merupakan suatu keniscayaan. Pada kegiatan belajar konvensional, kolaborasi biasanya dilakukan antar siswa, atau guru dalam satu sekolah atau dalam satu kelas yang sama.  Namun dengan tersedianya jaringan komunikasi internet, kolaborasi sangat mungkin dilakukan antar sekolah, antar wilayah, bahkan melampaui batas negara. Salah satu hikmah besar di balik musibah pandemi Covid-19 dalam dunia pendidikan kita telah dipaksa menggunakan TIK untuk pembelajaran.

Hal baik yang akan dilakukan untuk meningkatkan capaian skill berkolaborasi anak pada kegiatan pengembangan karakter anak di kelas adalah pembelajaran secara kolaboratif memungkinkan banyak memberikan nilai tambah, baik bagi siswa maupun bagi guru. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain 

  1. Siswa mendapatkan pengalaman bekerjasama bukan hanya dengan sesame teman sekelasnya, namun dengan siswa lain yang sebelumnya belum mereka kenal.
  2. Dalam pembelajaran kolaboratif interaksi antar siswa yang baru mereka kenal menjadi terarah karena mengikuti program yang sudah direncanakan oleh guru.
  3. Kegiatan yang bersifat kolaboratif biasanya akan mendorong motivasi dan semangat kompetitif dalam arti positif bagi siswa.

Pengembangan Karakter Komunikatif

Refleksi pengembangan karakter berikutnya adalah terkait dengan skill komunikasi yang efektif. Dalam upaya menumbuhkan kemampuan berkomunikasi pada siswa adalah menjadi pribadi yang penuh dengan daya tarik atau karisma tidak harus dengan pakaian mewah, uang, ketampanan dan fasilitas yang dimiliki, tapi bisa juga dinilai dari kemampuan berkomunikasi. Apapun jenis bidang yang ditekuni, kemampuan komunikasi dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan. Adapun keuntungan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik adalah dapat menumbuhkan kepercayaan dengan orang lain, memainkan peran besar dalam penyelesaian konflik dan mencegah munculnya potensi konflik, dan dapat meningkatkan produktivitas

Cara meningkatkan capaian skill kemampuan berkomunikasi pada kegiatan pengembangan karakter anak ini diperoleh dari upaya refleksi pengembangan karakter yang penulis upayakan adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi pendengar yang baik
  2. Pahami dengan siapa kita bicara
  3. Menunjukkan bahasa tubuh yang baik
  4. Berbicara langsung ke intinya
  5. Ketahui waktu dan tempat yang tepat untuk berbicara
  6. Awali dan akhiri percakapan dengan topik yang kamu bahas

Harapan

Refleksi pengembangan karakter ini telah menunjukkan beberapa hal yang pantas untuk diceritakan. Kemauan untuk menceritakan sesuatu merupakan salah satu pertanda keinginan untuk melatih cara berkomunikasi secara lisan. Semoga saja upaya untuk mencoba mengungkapkan suatu pikiran melalui tulisan ini dapat meningkatkan motivasi diri dalam mengupayakan pengembangan karakter siswa. 

Link Sekolah

loading...

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *