Sebagai guru saya menyadari sering menugaskan mereka untuk bercerita, menulis dan berbagai kegiatan produktif lainnya. Tujuannya sangat jelas, yaitu ingin memberikan pengalaman terbaik kepada siswa dalam belajar. Bercerita tentang pengalaman terbaik, merupakan kegiatan yang menurut pendapat saya sangat baik untuk memotivasi siswa dalam belajar.

 

Baca Juga

Pengembangan Karakter

Bercerita pengalaman terbaik adalah ketika melakukan kegiatan pengembangan karakter anak pada kelas yang saya ampu baik di kelas I, kelas II ataupun di kelas III yaitu kegiatan rutin. Kegiatan rutin disini saya terapkan secara terus menerus di sekolah yang bertujuan untuk membiasakan siswa untuk melakukan sesuatu dengan baik. Contohnya yaitu:

  1. Melakukan doa (tri sandya) Bersama sebelum melakukan pembelajaran
  2. Membiasakan mengucapkan salam baik kepada guru maupun siswa
  3. Membuang sampah pada tempatnya
  4. Membiasakan meminta izin keluar/masuk ruangan
  5. Membiasakan berpakaian rapi
  6. Membiasakan datang tepat waktu
  7. Membiasakan berbahasa dengan baik
  8. Membiasakan rajin membaca dan bersikap ramah kepada seluruh anggota komponen di sekolah.

\Kegiatan rutin tersebut dilakukan saat sebelum pandemi covid 19, namun di saat pandemic covid 19 yang diwajibkan pembelajaran tanpa tatap muka, hal baik yang bisa saya lakukan  dalam kegiatan pengembangan karakter anak diantaranya yakni:

  1. Selalu mengingatkan kepada siswa untuk bangun pagi, disini dimaksudkan agar anak terbiasa disiplin waktu dan tidak terbiasa malas.
  2. Tetap melakukan persembahyangan (tri sandya) di rumah masing-masing.
  3. Menganjurkan untuk hidup bersih, membuang sampah pada tempatnya dan peduli lingkungan.
  4. Tetap memantau perkembangan siswa melalui group WA baik itu dalam absen maupun pengumpulan tugas. Hal ini dapat memupuk rasa tanggung jawab siswa terhadap kewajibannya sebagai seorang murid.

Strategi Peningkatan Capaian

Untuk meningkatkan capaian kegiatan pengembangan karakter anak pada kelas  yang saya ampu yaitu kelas I, II dan III. Hal yang akan saya lakukan yakni:

  1. Memberikan literasi pada siswa melalui literasi sekolah atau membaca dari sumber internet. Disini peran saya sebagai guru khususnya mata pelajaran Agama Hindu memberikan motivasi pada siswa terkait membaca bahan bacaan yang nantinya akan menambah wawasan dan kemampuan daya pikirnya.
  2. Mengenalkan tata tertib kepada siswa serta mematuhinya. Saya selaku guru di sekolah akan mengenalkan tata tertib sekolah  dan meminta siswa untuk mematuhinya. Disini dimaksudkan agar siswa tumbuh menjadi siswa yang taat terhadap aturan.
  3. Mengajarkan sopan santun kepada siswa yaitu mengucapkan salam “Om Swastyastu”. Disini dimaksudkan agar siswa dapat menjaga sikap saling menghormati.
  4. Memberikan pesan moral kepada siswa pada setiap pelajaran. Disini dimaksudkan saat saya mengajar di kelas khususnya materi agama Hindu yang saya ampu saya selalu menyisipkan pesan moral di akhir pembelajaran. Contohnya saat  memberikan materi Tri Kaya Parisudha disana saya memberikan pesan moral “di setiap baik buruknya perbuatan  pasti akan ada timbal balik dari perbuatan yang kita lakukan”.

Menumbuhkan Skill Kreatif

Bercerita pengalaman terbaik dalam hal menghadirkan kegiatan belajar yang dapat menumbuhkan skill kreatif pada siswa di kelas I, II dan III yaitu: melakukan perubahan-perubahan atau inovasi dalam mengajar tidak terbatas dalam mata pelajaran saja namun menstimulasi bakat dan kreativitas yang terdapat pada diri siswa. Sehingga skill kreatif pada siswa senantiasa terasah dan berkembang. Contohnya dalam Agama Hindu siswa tidak hanya saya berikan  materi yang terkait dengan mata pelajaran agama hindu namun skill kreatif disini saya kembangkan kepada siswa dalam mekidung ataupun menembang pupuh, sehingga skill siswa dalam mekidung bisa terasah sejak dini.

Untuk meningkatkan skill kreatif anak pada kelas I, kelas II dan III yang saya ampu, hal yang akan saya lakukan adalah selalu membimbing dan memberikan motivasi untuk siswa agar skill yang dimiliki bisa terarah dan tingkat kreativitas anak bisa berkembang. Contohnya: menjelaskan cara pembuatan keterampilan pada anak. Saya sebagai guru akan menjelaskan cara pembuatan kreatifitas suatu produk dengan cara menjelaskan cara pembuatannya melalui video pembelajaran, dan meminta anak untuk membuat kreatifitas sesuai dengan skillnya. Tugas kreatifitas tersebut bisa dikumpulkan melalui video yang direkam oleh siswa itu sendiri ataupun dibantu oleh orang tuanya di rumah. Dalam kegiatan praktik di kelas rendah khususnya kelas I, II dan III yang saya ampu saya memberikan kegiatan praktik membuat sarana persembahyangan dalam kehidupan sehari-hari contohnya membuat canang. Dengan membuat sarana persembahyangan tersebut skill dari siswa diasah untuk memunculkan kreativitas sehingga pengembangan pendidikan karakter bisa muncul dari skill yang dimiliki tersebut. Melalui kegiatan ini siswa diharapkan mampu untuk membangun kreatifitas serta kemampuan skill kreatif semakin terarah dan berkembang.

Menumbuhkan Skill Bernalar Kritis

Bercerita pengalaman praktik baik untuk menumbuhkan skill berpikir bernalar kritis pada siswa kelas I, II dan III hal baik yang telah saya lakukan adalah dengan memberikan pembelajaran kontekstual yang mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini model pembelajaran ini akan memberi pengalaman belajar kepada siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritisnya. Untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran perlu dilakukan strategi-strategi sebagai berikut. Pertama, menyeimbangkan antara konten dan proses, dalam penyajian materi pelajaran agar diseimbangkan antara konten dan proses. Dalam pelajaran Agama Hindu, harus seimbang antara pemberian materi konsep (penyajian fakta, konsep, prinsip, dsb) dan praktik (keterampilan proses).  Kedua, seimbangkan antara ceramah dan diskusi. Ketiga, ciptakan diskusi kelas, saya sebagai guru sebaiknya memulai presentasi dengan ”pertanyaan”. Ajukan pertanyaan yang dapat mengkreasi suasana antisipasi. Dalam hal ini kegiatan diskusi bisa saya terapkan pada siswa kelas II dan III. Dimana siswa sudah mampu untuk berinteraksi dengan teman sejawatnya. 

Selain itu hal yang telah saya lakukan yakni:

  1. Lebih banyak memberikan soal AKM. AKM  mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif para murid. Siswa diharapkan lebih banyak membaca literasi sebelum menjawab suatu pertanyaan.
  2. Memberikan suatu pertanyaan atau soal-soal yang HOTS.
  3. Menyajikan materi yang berupa video dan dibarengi dengan memberikan suatu pertanyaan untuk membuktikan kebenaran materi dengan memberikan tugas-tugas atau pertanyaan yang menguji tentang suatu konsep.

Hal yang akan saya lakukan untuk meningkatkan  capaian skill berpikir kritis diantaranya yakni:

  1. Siswa diberikan untuk bisa memecahkan masalah secara kelompok maupun individu. Memberikan suatu permasalahan dan siswa menjawab dan memecahkan permasalahan tersebut.
  2. Saat pembelajaran saya lebih memberikan soal-soal yang HOTS. HOTS adalah jenis soal yang dalam pengerjaannya memerlukan kemampuan analisis yang tinggi. Misalnya (1) membanding dan membedakan, (2) menerangkan sebab, (3) menjelaskan, (membuat) (4) menyimpulkan, (5) membuktikan.
  3. Memberikan tugas menyimak tayangan video contohnya video tentang Daiwi Sampad dan Asuri Sampad. Kemudian siswa diminta untuk menilai tayangan tersebut dan menganalisis mana perbuatan yang baik dan perbuatan buruk dari tayangan tersebut.
  4. Memberikan soal dalam bentuk AKM, literasi dan numerasi.

Menumbuhkan Skill Kolaboratif

Dalam pembelajaran tanpa tatap muka atau yang sering disebut dengan pembelajaran daring di masa pandemic ini, menumbuhkan skill kemampuan kolaborasi terhadap siswa dengan memberikan kegiatan diskusi melalui whatsapp group ataupun google classroom. Dalam hal ini tidak terlepasnya dari peran guru yang selalu memantau bagaimana interaksi siswa dalam kelompok tersebut, dan bagaimana memupuk peduli antar siswa sehingga masing-masing siswa memiliki rasa tanggung jawab. Namun dalam penerapannya di era masa pandemi ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi baik dari guru maupun siswa itu sendiri. Salah satunya yaitu terbatasnya kuota internet yang dimiliki oleh siswa sehingga dalam menerapkan proses diskusi secara daring agak sedikit terhambat. Hal yang saya lakukan untuk memecahkan masalah ini yakni siswa saya minta agar tetap berkolaborasi baik itu dengan orangtua, kakak, ataupun adik dan seluruh anggota keluarga untuk tetap menjalin kolaborasi, memupuk rasa tanggung jawab serta peduli terhadap sesama. 

Hal yang akan saya lakukan dalam meningkatkan  capaian kolaborasi  pada anak adalah:

  1. Membimbing siswa dalam memupuk rasa kebersamaan dan peduli antarsiswa, sehingga masing-masing merasa bertanggung jawab.
  2. Membimbing siswa dalam meningkatkan pengetahuan antar siswa karena interaksi merupakan faktor berpengaruh terhadap penguasaan konsep.
  3. Membimbing dan membina dalam murid belajar memecahkan masalah bersama.
  4. Senantiasa membimbing dalam meningkatkan keberanian untuk berpendapat dan menyampaikan ide.
  5. Memupuk rasa tanggung jawab siswa dalam mencapai suatu tujuan bersama.
  6. Tetap berkolaborasi dengan orangtua siswa terkait jika ada permasalahan dalam diri siswa tersebut.

Menumbuhkan Skill Komunikatif

Komunikasi adalah proses di mana seseorang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan serta menggunakan informasi untuk berhubungan dengan lingkungan dan orang lain. Dalam hal ini yang telah saya lakukan terhadap siswa  untuk menumbuhkan kemampuan komunikasinya adalah:

  1. Memberikan kesempatan kepada siswa dalam menyampaikan pendapat ataupun pertanyaan apabila ada yang kurang dimengerti oleh siswa.
  2. Memberikan pertanyaan kepada siswa terkait materi yang telah disampaikan apakah sudah dipahami atau belum.
  3. Melalui diskusi siswa diminta untuk memberikan tanggapan kepada siswa yang lain 
  4. Memberikan komentar dan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa baik itu melalui Google Classroom ataupun whatsapp.
  5. Selalu memberikan umpan balik atau respon kepada siswa yang sudah mau memberikan komentar ataupun pendapat sebagai penghargaan bagi siswa sudah berkomunikasi dengan baik.

Dalam hal ini jika pembelajaran tatap muka maka hal yang akan saya lakukan untuk meningkatkan komunikasi siswa:

  1. Dalam proses pembelajaran selalu melakukan kontak mata kepada siswa di kelas. Cara ini akan membantu meningkatkan keterampilan dalam berkomunikasi dengan orang lain.
  2. Akan tetap menjadi pendengar yang baik, jika ada keluhan, saran, baik dari siswa atau orang tua siswa.
  3. Menyesuaikan cara berkomunikasi dengan latar belakang lawan bicara yang akan membantu membangun hubungan baik dengan siswa.
  4. Dalam melakukan komunikasi selalu meminta petunjuk dan saran dari lawan bicara.
  5. Mengadakan kunjungan rumah, jika ada masalah yang serius, sehingga permasalahan  dalam pembejaran bisa segera diatasi.
  6. Selalu menjaga kualitas bicara, dan nada bicara kepada siswa ataupun orang tua sehingga dapat memberikan kesopanan dalam berbicara.
  7. Di dalam kelas saya sebagai guru berusaha menunjukkan guru yang berwibawa, menyenangkan siswa dengan sedikit humor dalam setiap komunikasi.

Harapan

Harapan saya sebagai guru saat ini tiada lain adalah untuk dapat mengabdikan diri sebesar besarnya bagi upaya memberikan pembelajaran yang bermutu. Hanya dengan itu diri saya merasa berguna menjadi guru Agama Hindu. Terimakasih.

Situs Sekolah

 

            loading...

            0 Comments

            Leave a Reply

            Your email address will not be published. Required fields are marked *