Pengembangan karakter anak, menjadi isu yang paling penting dalam upaya mendidik insan generasi penerus bangsa. Suatu hal yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Sebagai guru hal-hal apa saja yang relevan diterapkan untuk pengembangan karakter anak.

Baca Juga

Aspek strategi pengembangan karakter anak

Selama pembelajaran dimasa pandemi memang sulit untuk memantau karakter anak secara langsung apabila dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Maka dari itu saya sebagai guru kelas 4 berusaha untuk memantau karakter anak. Misalnya a)Dengan menampilkan dan memberikan tugas “ Kegiatan Awal “dalam pembelajaran di classroom. Pada kegiatan ini siswa diharapkan untuk selalu bangun pagi, membantu orang tua yang mana diharapkan agar siswa menjadi siswa yang rajin, cekatan, dan bukan menjadi siswa yang malas. b) Menganjurkan untuk selalu berdoa. Untuk menjadikan siswa yang beriman dan bertaqwa kepada TYME, religius, sehingga dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan tidak baik. c) Menganjurkan untuk selalu hidup bersih, peduli terhadap lingkungan. Menumbuhkan rasa simpati dan empati. d)   Memberikan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh siswa untuk dapat memahami materi pelajaran. Ini bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. e)  Selalu berkomunikasi kepada siswa. Menanyakan tentang tugas-tugas yang telah diberikan baik melalui WA pada group ataupun secara japri. Selalu memberikan motivasi, semangat dan dorongan untuk selalu bertanggung jawab akan menyelesaikan tugas yang diberikan. Komunikasi dan koodinasi dengan orang tua siswa, selalu rutin dilakukan untuk memantau perkembangan karakter siswa. f) Menugaskan siswa untuk membuat jurnal. Salah satu bentuk dokumentasi pengembangan karrakter yang dilakukan anak di rumah.

Meningkatkan capaian kegiatan pengembangan karakter anak

    • Kejujuran, Mandiri: Meningkatkan karakter jujur dan mandiri Selama ini saya sebagai guru belum yakin 100% tentang kejujuran anak dalam mengerjakan tugas. Apakah benar anak sudah bangun pagi? Apakah sudah benar siswa mengerjakan tugas mebantu orang tua dengan inisiatif sendiri? Apakah sudah benar siswa mengerjakan tugasnya sendiri, mandiri? Jangan-jangan tugasnya dikerjakan oleh kakanya, ortu dan temannya. Ke depan mungkin kami sebagai guru akan memantau langsung ke rumah siswa untuk mengetahui kegiatan siswa. Bekerja sama dengan orang tua siswa.
    • Disiplin. Karakter disiplin akan kami amati lebih intesif. Karena banyak siwa yang tidak rutin mengirim tugas. Banyak siswa yang terlambat absen. dan ada siswa yang mengabsen setelah dua atau tiga hari berikutnya.
    • Cinta tanah air. Rasa cinta tanah air pada siswa perlu ditingkatkan. Sudah jarang siswa menyanyikan lagu kebangsaan. Ini menumbuhkan rasa kebangsaan dan bela Negara. kalu rasa cinta tanah air sudah merosot akan menumbuhkan benih-benih separatis di masa mendatangkan. Apalagi situasi sekarang di Laut Natuna Utara keadaan sedang gawat dengan Cina. Nanti diharapkan benih-benih bela Negara diharapkan untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia. Karena Kedaulatan Harga Mati, NKRI harga mati.

Dengan meningkatnya karakter siswa diharapkan Profil Pelajar Pancasila dapat terwujud dan tercapai demi majunya generasi bangsa Indonesia di masa mendatang. Dalam pembelajaran nanti akan lebih sering diisi dengan menyanyikan lagu wajib.

Meningkatkan skill kreatifitas anak 

     Pada dasarnya setiap anak telah dikaruniai potensi kreatif sejak dilahirkan. Hal ini dapat kita lihat melalui prilaku anak yang secara alamiah gemar bertanya, gemar mencoba, gemar memperhatikan hal baru, gemar berkarya melalu benda apa saja yang ada dalam jangkauanya termasuk didalamnya gemar berimajinasi.

  1. Berusaha menyajikan pembelajaran yang dapat menghasilkan suatu produk yang sesuai dengan materi yang kita sajikan. Guru menyajikan suatu proses pembuatan produk dan siswa membuat model lain sesuai dengan tingkat kreatifitas pada anak.
  2. Berusaha untuk membuat tugas dalam bentuk video kreativitas. Siswa membuat video dan mengirim video tersebut ke google classroom.
  3. Berusaha memotivasi siswa untuk ikut dalam ajang kompetisi akademik dan non kademik. seperti olimpiade matematika dan sains, lomba perayaan hari raya besar. Seperti puisi, menyanyi, pidato dan metembang.
  4. Mengumpulkan hasil produk kreatifitas siswa kesekolah untuk dapat dijadikan penilaian fortofolio.
  5. Menghimbau siswa agar datang ke sekolah untuk mengikuti latihan berupa ekstra kurikuler seperti metembang , geguritan dan menyanyi solo.

Meningkatkan skill kreatif siswa 

Seorang anak disebut kreatif jika ia menunjukkan ciri-ciri berikut ini; (a) Anak yang

kreatif cenderung aktif, (b) Bereksplorasi, bereksperimen, memanipulasi, bermain-main, mengajukan pertanyaan, menebak, (c) Menggunakan imajinasi ketika bermain peran,bermain bahasa, bercerita, (d) Berkonsentrasi untuk tugas tunggal dalam waktu cukup lama,(e) Menata sesuatu sesuai selera, (f) Mengerjakan sesuatu dengan orang dewasa, (g)Mengulang untuk tahu lebih jauh.

  1. Menjelaskan cara pembuatan ketrampilan pada anak. Saya sebagai guru akan menjelaskan cara pembuatan kreatifitas suatu produk dengan cara menjelaskan cara pembuatannya melalui video pembelajaran, artikel singkat melalui tulisan di word, melalui link di toutube, atau melalui powerpoint. Tidak menutup kemungkinan untuk mejelaskan melalui google meet.
  2. Mengajarkan cara membuat ketrampilan pada anak secara langsung. Siswa yang mengalami masalah dalam pembuatan ketrampilan, akan kami suruh datang ke sekolah dengan protocol kesehatan.
  3. Memberikan tugas dalam bentuk permainan kreatif yang ada hubungannya dengan materi pembelajaran dan yang sangat disukai anak. Misalnya membuat alat peraga tentang hubungan konversi satuan panjang.

Mengembangkan skill berpikir dan bernalar    kritis.

 Salah satu syarat untuk menjadi pelajar pancasila adalah berpikir kritis. Berpikir kritis adalah sebuah tindakan menanggapi informasi yang kita terima dengan mempertimbangkan benar apa tidaknya  informasi tersebut. Untuk itu saya sebagai guru berusaha untuk memberikan materi pembelajaran agar siswa bisa berpikir kritis.

  1. Dalam menyajikan materi yang berupa video atau artikel dibarengi dengan memberikan suatu pertanyaan untuk membuktikan kebenaran materi dengan memberikan tugas-tugas atau pertanyan yang menguji tentang suatu konsep. Misalnya membuktikan suatu teori dengan percobaan sederhana.
  2. Memberikan suatu pertanyaan atau soal-soal yang HOTS. HOTS adalah jenis soal yang dalam pengerjaanya memerlukan kemampuan analisis yang tinggi. Misalnya (1) membanding dan membedakan, (2) menerangkan sebab, (3) menjelaskan, (membuat) (4) menyimpulkan, (5) membuktikan.
  3. Jarang menggunakan soal yang sifatnya berupa hafalan.
  4. Lebih banyak menggunakan soal essay atau jawaban terbuka.
  5. Lebih banyak memberikan tugas dalam bentuk percobaan sederhana dengan menggunakan lembar kerja siswa /LKS.
  6. Memberikan tugas dalam bentuk pengamatan langsung, wawancara, dan menganalisis penyebab suatu keadaan dan bagaimana usaha pencegahannya. Misal mengamati tentang pembuangan limbah di sungai serta usaha untuk mencegah  atau mengurangi pencemaran lingkungan.
  7. Lebih banyak memberikan soal AKM. AKM mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif para murid. Siswa diharapkan lebih banyak membaca literasi sebelum menjawab suatu pertanyaan.
  8. Hal yang akan saya lakukan untuk meningkatkan capaian skill berpikir kritis adalah :
  9. Lebih banyak memberikan soal – soal HOTS.
  10. Lebih banyak memberikan soal dalam bentuk AKM, literasi dan numerasi.
  11. Memberikan suatu permasalahan dan siswa menjawab dan memcahkan permasalahan tersebut.
  12. Memberikan tugas untuk membuat suatu model. Misal model tiruan bumi. Model kincir Model perkalian dan pembagian. Mengamati tarian daerah, Model rumah adat dan lain sebagainya.
  13. Menugaskan untuk menyimak suatu video di youtube, kemudian siswa diharapkan menilai apakah peristiwa dalam video itu benar apa tidak.

Menumbuhkan skill kemampuan              kolaborasi siswa

Dalam situasi pembelajaran PJJ secara daring di masa pandemi, agak sukar menumbuhkan kemampuan berkolaborasi dengan teman sejawatnya. Apalagi dalam mengatasi situasi menularnya penyakit virus corona.  Untuk itu skill berkolaborasi dapat ditumbuhkan terhadap anak adalah bagaimana siswa dapat bekerjasama/ berkolaborasi dengan orang tua di rumah, kakak, adik dan anggota lainnya. Jadi kemampuan kolaborasi adalah kemampuan yang dapat membuat siswa dapat bekerja sama dengan orang lain, untuk menumbuhkan karakter siswa serta mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

                 Dalam melaksanakan /atau menyajikan pembelajaran di classroom tentunya banyak masalah yang dihadapi oleh siswa. Seperti masalah HP yang memorinya penuh, paket kuota yang hampir habis, serta materi yang belum bias dimengerti oleh siswa. Untuk itu diperlukan kolaborasi siswa / atau komunikasi terhadap anggota keluarga. Saya sebagai guru selalu menyarankan agar siswa tetap berkolaborasi dengan orang tua dalam menjawab materi, membuat video penugasan. Peranan orang tua sangat penting dalam meningkatkan situasi pembelajaran jarak jauh ini.

Meningkatkan  capaian kolaborasi  pada anak 

    1. Jika ada masalah, saya sebagai guru akan cepat menyelesaikan masalah dengan berkolaborasi dengan orang tua.
    2. Menganjurkan atau menyarankan kepada siswa yang bermasalah agar menanyakan kepada teman kelasnya, atau belajar bersama-sama untuk menjawab dan mengerjakan tugas yang diberikan. Biasanya ada siswa lebih mengerti dengan materi bila diajarkan oleh teman kelasnya(Penggunaan tutor sebaya)
    3. Bekerjasama dengan lembaga pendidikan swasta seperti GO,prime generation. Siswa diharapkan mengikuti les bila dianggap perlu.
    4. Selalu menganjurkan kepada siswa agar selalu bersikap terbuka dan mau membantu temannya yang mengalami masalah dalam mengerjakan tugas.
    5. Jika pembelajaran tatap muka sudah dimulai, saya sebagai guru akan menerapkan metode belajar kerja kelompok. Menerapkan model belajar yang memerlukan kolaborasi atau kerjasama dalam Tim, misal Jig saw, kompetisi kelompok, kerjasama dalam tim. Model pembelajaran kolaboratif, diharapkan dapat menumbuhkan potensi dan kebiasaan siswa sejak dini dalam pengembangan kompetensi abad 21.
    6. Saya sebagai guru akan selalu aktif mendengar keluhan dan saran siswa atau orang tua baik melalui wa di group atau pribadi.

Menumbuhkan  kemampuan berkomunikasi pada siswa

  1. Menjalin komunikasi dengan siswa baik lewat wa, telegram di group dan japri.
  2. Selalu menyapa siswa setiap pagi untuk mengingatkan siswa untuk bangun pagi, mengerjakan tugas dan absen.
  3. Selalu menanyakan kepada siswa tentang materi yang telah disajikan.
  4. Mengingat siswa agar selalu mengirim tugas di classroom atau disetor ke sekolah.
  5. Menghubungi orang tua siswa melalui hp atau telepon jika siswa tidak ada kabar selama pembelajaran berlangsung.
  6. Memeriksa pekerjaan siswa dan mengembalikan nilai siswa serta memberikan komentar.
  7. Memberikan semangat dan menumbuhkan kesadaran siswa bahwa belajar itu sangat penting untuk menumbuhkan karakter siswa.

Meningkatkan kemampuan berkomunikasi pada siswa

  1. Tetap konsisten melakukan apa yang telah saya lakukan selama pembelajaran PJJ ini.
  2. Akan tetap menjadi pendengar yang baik, jika ada keluhan , saran, baik dari siswa atau orang tua siswa.
  3. Menyesuaikan cara berkomunikasi dengan latar belakang lawan bicara yang akan membantu membangun hubungan baik dengan siswa.
  4. Dalam melakukan komunikasi selalu meminta petunjuk dan saran dari lawan bicara.
  5. Mengadakan kunjungan rumah, jika ada masalah yang serius, sehingga permasalahan dalam pembejaran bisa segera diatasi.
  6. Selalu menjaga kualitas bicara, dan nada bicara kepada siswa ataupun orang tua. sehingga dapat memberikan kedamian dan kesejukan.
  7. Saya sebagai guru berusaha menunjukkan guru yang berwibawa, menyenangkan siswa dengan sedikit humor dalam setiap komunikasi.
  8. Berusaha mengajar siswa dengan ketulusan. Dengan demikian kita dapat mengajar secara total tanpa banyak mengharapkan imbalan, dan itu merupakan kewajiban yang akan kita pertanggungjawabkan di alam sana.

Mengembangkan karakter anak, merupakan tanggung jawab semua, namun demikian, masih banyak yang dapat dilakukan oleh kita dalam upaya meningkatkan capaian pengembangan karakter anak

loading...
Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *