MENYAMBUT HARI KEMERDEKAAN DALAM REFLEKSI

Published by TeacherCreativeCorner on

Menyambut Hari Kemerdekaan RI saat ini masih berlangsung dalam suasana Pandemi Covid-19. Masih seperti tahun lalu, suasana Hari Kemerdekaan tidak semarak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin hal ini, merupakan esensi perubahan itu sendiri. Perubahan tidak dapat diprediksi secara pasti sebelumnya, mungkin hanya Tuhan yang tahu terkait dengan hal ini.

Menyambut hari kemerdekaan RI ke 76 saat ini, dihadirkan dalam bentuk refleksi sebagai upaya berjuang memajukan kompetensi diri. Hal ini terinspirasi dari semangat para pejuang kemerdekaan yang secara iklas berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan. Perayaan dengan mode seremonial dan simbolik di masa Pandemi Covid-19 ini tidak mungkin dilaksnakan. Kenapa tidak dilakukan dengan kerja nyata saja. Walaupun kecil, tetapi semoga dapat memaknai semangat juang para perintis kemerdekaan. Mereka berjuang mengorbankan jiwa dan raga, kita berjuang mengorbankan waktu dan pemikiran, sekiranya belum setimpal dengan jasa-jasa mereka.

Pembaca yang budiman dan murah hati, penulis berupaya mamaknai jiwa para pejuang melalui ulasan berikut. Pembaca yang berjiwa pejuang, belum lengkap jika tidak iklas untuk membaca tulisan ini. Seberapapun jeleknya tulisan ini, sebagai upaya memaknai jiwa para pejuang, maka wajib untuk iklas membacanya. MERDEKA

Baca Juga


Pendahuluan

Refleksi adalah salah satu bentuk upaya melihat balik proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, yang dilanjutkan dengan melihat perencanaan guru pada minggu berikutnya. Hal ini sangat penting dilakukan bukan sebagai bentuk intimidasi atau mencari kesalahan, tetapi lebih kepada semangat bersama menyesuaikan diri dengan perubahan yang sedang terjadi. Tanpa upaya secara bergotong-royong dalam upaya beradaptasi terhadap perubahan, maka yang akan terjadi adalah kegagalan adaptasi. Kegagalan dalam beradaptasi akan berdampak pada ketertinggalan, yang memerlukan energi sangat besar dalam upaya mengejarnya.

Bayangkan saja ketika kita berlari, ketika kita beristirahat terlalu lama, maka membutuhkan energi yang sangat besar untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Berbeda halnya dengan istirahat yang kita lakukan dilakukan sesuai kebutuhan. Terlalu nyaman beristirahat yang lama maka akan berdampak pada kita telah tertinggal jauh. Maka kembali penulis sampaikan, energi yang diperlukan untuk mengejar akan semakin besar. Jika sampai hal ini terjadi, akan berdampak pada upaya untuk berubah merupakan pekerjaan berat.

Upaya mengantisipasi ketertinggalan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan tuntutan pendidikan harus dilakukan jika tidak ingin tertinggal.  Maka tidak ada cara lain adalah secara perlahan tetapi berkelanjutan untuk berlari kecil, untuk mengejar ketertinggalan. Artinya hal sekecil apapun wajib dilakukan untuk dicicil sedikit demi sedikit sehingga kita tidak tertinggal jauh dalam hal kompetensi.

Pemikiran itulah yang menjadi landasan penulis melakukan refleksi berkelanjutan untuk memastikan guru dan siswa dapat beradaptasi dengan perubahan tersebut. Kenapa harus dilaksanakan konsisten? Karena perubahan yang kecil tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan akan menjamin penyesuaian terhadap perubahan itu akan terjadi. Sekali saja berhenti atau tidak konsisten akan berdampak sangat buruk pada upaya perubahan tersebut. Orang akan mulai berpikir untuk mengabaikan upaya perubahan itu. Guru akan dianggap tidak serius, dan sekedar saja dalam melakukan tugasnya. Guru yang layak ditiru saja sudah tidak serius, apalagi siswanya.

Pekerjaan ini bukan pekerjaan mudah, tidak semudah mengucapkan “Ayo kita berubah”, tetapi di balik himbauan itu diperlukan beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:

  1. Keberlanjutan, kembali penulis ulangi, keberlanjutan adalah hal yang niscaya harus dimiliki dalam mengusung upaya perubahan
  2. Bersedia belajar, guru dan siswa harus bersedia belajar secara berkelanjutan untuk memahami dan menguasai elemen-elemen perubahan tersebut
  3. Motivasi, hal ini merupakan hal yang sangat penting dimiliki sebagai bentuk dampak dari pemikiran perubahan tersebut. Motivasi adalah energi pendorong utama perubahan. Motivasi bersumber dari pemikiran atas kesadaran pentingnya perubahan. Motivasi diri untuk berubah yang kuat merupakan hal yang paling utama, sedangkan motivasi eksternal adalah upaya menumbuhkan motivasi internal dimaksud.
  4. Keteladanan, kepala sekolah merupakan teladan dari guru, guru merupakan teladan bagi siswa, maka perubahan dimaksud harus dapat diteladani baik oleh kepala sekolah dan guru sebelum siswanya dapat melakukan perubahan.
  5. Memelihara perubahan, perubahan yang terjadi tidak akan berlangsung lama jika tidak dipelihara. Pelaku perubahan tidak akan dapat memacu perubahan jika perubahan yang telah terjadi tidak terpelihara. Upaya memelihara perubahan itu harus diikuti dengan penguatan dan penghargaan, Pujian sekecil apapun yang dilakukan akan sangat berharga bagi upaya menjamin semangat perubahan itu akan dapat dilaksanakan.

Refleksi Pembelajaran Sesi Menyambut Hari Kemerdekaan

Kegiatan Menyambut Hari Kemerdekaan RI, penulis mencoba kembali mengadakan refleksi pembelajaran Minggu IV disertai meninjau RPP Minggu V. Apakah hubungan antara menyambut hari kemerdekaan dengan refleksi pembelajaran? Sesungguhnya hubungan tersebut hanya sebatas momen yang bersamaan saja, antara semangat menyambut hari kemerdekaan, agar tercermin dalam semangat dalam rangka secara berkelanjutan mengadakan perbaikan kinerja. Atau mungkin jika mau mencari judul alternatif adalah “Menyambut Hari Kemerdekaan dan Upaya Meningkatkan Kinerja”.

Pembelajaran Kelas I

Komentar

Aktivitas guru dalam meningkatkan partisipasi anak telah berlangsung baik. Guru setelah menyajikan pembelajaran pada Google Classroom, Whatsapp, dan juga telah melakukan bimbingan klinis. Tugas-tugas yang disajikan telah dipandu dengan video salam pembuka dan materi pembelajaran.

Saran

Mohon frekuensi penyajian materi dengan video intensitasnya ditingkatkan, dan sesekali upayakan dengan Google Meet.

RPP Kelas I Minggu V

Komentar

RPP telah disajikan secara baik dan untuk dilaksanakan dengan baik, pada pembelajaran Minggu V ini.

Saran

Tetap semangat

Pembelajaran Kelas II

Komentar

Proses pembelajaran di Kelas II telah berlangsung baik sekali, dimana selain melalui Whatsapp, Google Classroom, guru juga telah membuat video menyapa siswa sebagai pengantar dalam upaya pembentukan sikap. Demikian pula guru telah menghadirkan video materi pembelajaran sebagai panduan belajar anak-anak yang belajar didampingi orang tua. Terpantau juga diskusi dalam membuat kesepakatan belajar antara orang tua dengan guru.

Saran

Kegiatan pembelajaran yang telah baik mohon dipertahankan dan dilanjutkan. Tetap semangat.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: