Pendahuluan

Tragedi Pandemi Covid-19 benar-benar telah meluluh lantakkan sendi-sendi peradaban dunia. Tidak semata-mata masalah kesehatan, tetapi telah berdampak kepada semua aspek kehidupan seperti industri, jasa, perekeonomian, pendidikan, hingga politik. Dalam bidang pendidikan ancaman loss of learning terjadi, dimana peserta didik mengalami kehilangan kesempatan dalam mengikuti pendidikan jika proses pendidikan tidak mampu berubah sesuai situasi yang berlaku. Proses pendidikan yang sebagian besar harus berlangsung dari rumaah dengna mode pembelajaran jarak jauh, tidak semuanya dapat dilaksanakan secara efektif karna berbagai kendala yang ada.

Mode pembelajaran PJJ/tatap muka terbatas adalah dua hal yang sangat mungkin dilaksanakan di tengah situasi Pandemi Covid-19 yang kita sendiri belum tahu kapan berakhirnya. Pilihan itupun jika dilaksanakan harus direncanakan secara matang, sehingga berpeluang memperoleh hasil yang baik. Integrasi kedua model tersebut dalam kurikulum satuan pendidikan sangat mungkin untuk dilaknsakan mengingat secara nasional standar kompetensi untuk setiap jenjang pendidikan telah disederhanakan.

Penjabaran mode pemmbelajaran PJJ/tatap muka terbatas pada pengaturan beban belajar Kurikulum Kondisi Khusus Pandemi Covid-19 dapat direncanakan mengikuti 3 skenario. Hal ini dilaksanakan karna untuk menyesuaikan dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi seiring dinamika perubahan zona penetapan status Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. Hal ini diperlukan untuk memudahkan pelaksanaan pembelajaran yang senantiasa berubah setiap saat, sehingga memerlukan struktur beban belajar yang yang lebih fleksibel.

Baca Juga

Strategi Pengembangan

Pada penjelasan selanjutnya dari artikel ini akan digambarkan bagaimana upaya sekolah dalam memeksimalkan proses pembelajaran melalui Pembelajaran Mode PJJ/Tatap Muka terbatas sebagai sebuah opsi. Hal ini juga diperkuat oleh landasan argumen untuk mewujudkan visi pemerintah secara umum yang mengedepankan pengembangan sumber daya manusia melalui dunia pendidikan, yang digagas kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indoensia.

Upaya mewujudkan Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkeperibadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan bekebinekaan global, selanjutnya diwujudkan melalui visi sekolah. Visi adalah ” Mewujudkan siswa yang berketuhanan berakhlak mulia, kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif dan berintegritas. Berdasarkan visi tersebut selajutnya dijabarkan menjadi misi sekolah yaitu : 1) Mendorong dan mewujudkan siswa yang berketuhanan dan berahklak mulia; 2) Mendorong dan mengembangkan kemampuan nalar siswa yang kritis; 3) Mendorong dan mengembangkan kreatifitas siswa untuk berinovasi; 4) Mendorong dan mengembangkan sikap kerjasama yang kolaboratif; 5) Mendorong dan mengembangkan budaya komunikasi yang efektif; 6) Mendorong dan mengembangkan budaya sikap berintegritas.

Upaya mewujudkan misi seperti dikemukakan di atas dilakukan dengan langkah seperti dijelaskan berikut:

Pendekatan Berdiferensiasi

Melalui pemetaan profil siswa guru dapat menentukan langkah tepat dalam memilih strategi pendekatan pembelajaran berdiferensiasi secara relevan, dengan pilihan  berdasarkan aspek:

Mode Pembelajaran
  1. PJJ dengan Google Class Room berbantuan Whatsaap, Google Meet dan Quisis
  2. Bimbingan klinis dan penyetoran tugas mingguan ke sekolah
  3. Kunjungan rumah mingguan atau sesuai kemampuan guru
Ekstra Kurikuler

    Pada masa pembelajaran di masa darurat Covid-19 dalam hal pengembangan bakat dan minat siswa sekolah menyediakan pilihan kegiatan yaitu :

    1. Metembang
    2. Coding Scratch
    3. Sains Club
    4. Seni seperti Menari, menyanyi, melukis

    Pengembangan model pembelajaran dilakukan didahului oleh identifikasi siswa yang diakukan oleh guru dengan menggunakan format:

    Format Pra Pembelajaran Model PJJ/Tatap Muka Terbatas

    Refleksi Guru

    Kegiatan refleksi dilaksanakan untuk mengembangkan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran secara berkelanjutan, sehingga tujuan pembelajaran yang mengacu pada tujuan kurikulum dapat tercapai. Kegiatan refleksi bertujuan untuk :

    1. Penyempurnaan perencanaan pembelajaran meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir dan evaluasi
    2. Penyempurnaan proses pelaksanaan pembelajaran baik PJJ (Google Class Room, Whatsapp, Google Form, Google Meet dan Quisis)

    Kegiatan refleksi dilakukan secara mingguan, setiap Hari Sabtu minggu bersangkutan atau paling lambat 3 hari setelahnya. Aspek yang menjadi objek refleksi adalah :

    1. RPP yang dibuat guru yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir dan evaluasi
    2. Penyajiannya pada proses pembelajaran baik PJJ (Google Class Room, Whatsapp, Google Form, Google Meet dan Quisis), bimbingan klinis, atau kunjungan rumah

    Workshop Sekolah

      Kegiatan workshop sekolah dilaksanakan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang mengakomodir pengembangan sikap/karakter, pengetahuan dan ketrampilan yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila secara berkelanjutan, sehingga tujuan pembelajaran yang mengacu pada tujuan muatan pelajaran dan kurikulum dapat tercapai. Kegiatan workshop sekolah minimal dilaksanakan dua kali dalam setahun meliputi awal tahun pelajaran, dan atau akhir semeseter. Secara teknis kegiatan workshop direncanakan dengan mengedepankan partisipasi guru yang dilaksanakan dengan prinsip kekeluargaan dan niat sadar untuk terus belajar untuk mengembangkan kompetensi. Tujuan dilaksanakannya workshop sekolah yaitu :

      1. Penyampaian informasi kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk disikapi
      2. Meningkatkan kompetensi dan wawasan guru dalam menyelaraskannya dengan kebijakan pemerintah
      3. Menjaga dan meningkatkan motivasi kerja guru untuk selalu tumbuh dan berkembang secara adaptif untuk menyikapi segala bentuk perubahan yang terjadi

      Skenario Mode Pembelajaran PJJ/Tatap Muka Terbatas

      Skeario pembelajaran yang mungkin dilaksanakan dalam mengadaptasi perubahan yang tidak menentu ini adalah sebagai berikut:

      Pembelajaran Jarak Jauh

      1. Menggunakan media HP dengan kelengkapan aplikasi dan layanan seperti paket kuota, Google Classroom, Google Meet, Whatsapp, Quisis yang disediakan orang tua.
      2. Mekanisme layanan pembelajaran oleh sekolah seperti pada point B.
      3. Layanan setor tugas mingguan yang diterima guru
      4. Layanan kunjungan rumah pada kondisi tertentu

      Ketentuan ini berlaku pada penerapan kondisi Covid-19 dengan status merah dan orange atau menurut keputusan pemerintah dalam rangka pengendalian penularan pandemic Covid-19.

      Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

      1. Menggunakan media HP dengan kelengkapan aplikasi dan layanan seperti paket kuota, Google Classroom, Google Meet, Whatsapp, Quisis, antar jemput anak ke sekolah dengan Protokol Kesehatan.
      2. Mekanisme layanan pembelajaran oleh sekolah seperti pada point B, tatap muka sesuai jadwal dan jumlah terbatas, serta prosedur kesehatan yang ketat.
      3. Layanan setor tugas mingguan yang diterima guru
      4. Layanan kunjungan rumah pada kondisi tertentu

      Ketentuan ini akan berlaku sebagai masa transisi dari mode PJJ ke muda tatap muka penuh jika ditetapkan bahwa SD Negeri 7 Subagan berstatus kuning hingga hijau atau berdasarkan keputusan pemerintah.

      Pembelajaran Tatap Muka Penuh dapat dilaksanakan dalam kondisi

      1. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dapat dilaksanakan secara baik
      2. Diijinkan oleh Pemerintah ketika sarana dan prasarana sekolah memenuhi
      3. Ijin oran tua, Ijin orang tua adalah mutlak, walaupun pemerintah telah mengijinkan jika ada satu orang tua yang meminta pembelajaran tetap dilaksanakan secara jarak jauh, pihak sekolah wajib melayani

      Ketentuan ini akan diberlakukan jika masa transisi Tatap Muka Terbatas dilakukan dan kondisi status SD Negeri 7 Subagan telah menujukkan zona kuning/hijau atau menurut keputusan pemerintah.

      Skenario Langkah Mode Pembelajaran PJJ/Tatap Muka Terbatas

      Skenario pembelajaran merupakan langkah pembelajaran yang dilakukan dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan kurikulum, tujuan muatan pelajaran yang akhirnya merujuk pada tujuan hasil penjabaran kompetensi dasar. Skenario pembelajaran mengikuti mode pembelajaran yang digunakan, dipilah menjadi 3 (tiga) yaitu 1) Mode PJJ, 2) Mode PTMB, 3) Mode PTMP, yang disesuaikan dengan konten kompetensi dan jenjans, yaitu:

      Mode Pembelajaran PJJ 

      Kegiatan Awal

      Kegiatan awal sedapat mungkin memuat perilaku pembiasaan di rumah untuk pengembangan sikap dan skill dasar berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, dengan uraian di platform, seperti:

      • Menyapa siswa, mengingatkan siswa untuk bangun pagi, membersihkan tempat tidur dan lingkungan rumah, membersihkan diri, berpakaian dan sarapan
      • Menugaskan siswa mempersiapkan perangkat dan sarana belajar lainnnya.
      Kegiatan Inti

      Kegiatan inti memuat pengembangan kompetensi berdasarkan kompetensi sesuai jenjang, sikap dan skill berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, kritis, kreatif, berkebinekaan global, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar minimal sebagai berikut:

      1. Menugaskasn siswa untuk mengikuti kegiatan belajar PJJ melalui Google Class Room, Whatsapp, Google Meet, Google Form, Quisis
      2. Mengerjakan tugas mengisi presensi
      3. Menyajikan materi tentang pembiasaan Taat Prokes Covid-19 secara berkala
      4. Menugaskan siswa mengikuti pembelajaran sesuai langkah-langkah yang ditetapkan guru dengan pilihan kegiatan seperti :
        • Penerapan Model Project Base Learning, dengan tahapan yang disesuaikan beserta kelengkapan instrumen yeng relevan seperti LKS
        • Penugasan Terstruktur, dengna tahapan yang disesuaikan beserta kelengkapan petunjuk pengerjaan yang relevan
        • Penerapan Metode Kuis, dengan menggunakan aplikasi yang relevan seperti Quisis atau Google Form
      5. Melakukan penguatan dan apresiasi untuk memotivasi siswa
      Kegiatan Akhir

      Kegiatan inti memuat pengembangan kompetensi berdasarkan kompetensi sesuai jenjang, sikap dan skill berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, kritis, kreatif, berkebinekaan global, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar minimal seperti berikut:

      1. Menyimpulkan pelajaran
      2. Refleksi pembelajaran, dengan mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan umpan balik terkait proses pembelajaran
      3. Kegiatan pengayaan berupa aktivitas membaca buku fiksi dan non fiksi yang dapat diperoleh di sekolah dan atau internet
      4. Mengingatkan siswa mengisi jurnal harian sepengetahuan orang tua ditandai dengan tanda tangan dan komentar

      Mode Tatap Muka Terbatas (PTMB)

      Kegiatan Awal

      Kegiatan awal sedapat mungkin memuat perilaku pembiasaan di rumah untuk pengembangan sikap dan skill dasar berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar minimal diantaranya:

      1. Menyapa siswa, mengingatkan siswa untuk bangun pagi, membersihkan tempat tidur dan lingkungan rumah, membersihkan diri, berpakaian dan sarapan
      2. Menugaskan siswa mempersiapkan perangkat dan sarana belajar lainnnya
      3. Berangkat ke sekolah di antar orang tua dengan menaati Prokes Covid-19, seperti membawa makanan dan minuman sendiri, cairan disenfektan, memakai masker,
      Kegiatan Inti

      Kegiatan inti memuat pengembangan kompetensi berdasarkan kompetensi sesuai jenjang, sikap dan skill berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, kritis, kreatif, berkebinekaan global, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar minimal sebagai berikut:

      Belajar Dari Sekolah (BDS ~ 2 Jp)

      1. Menyapa siswa, sambil melakukan pengukuran suhu tubuh di depan sekolah
      2. Melakukan pencatatan suhu tubuh oleh petugas/guru
      3. Siswa mencuci tangan, membersihkan dengan tissue, membersihkan dengan cairan disinfektan
      4. Siswa memasuki ruang kelas dengan memperhatikan jarak, tidak melepas makser
      5. Mengerjakan tugas mengisi presensi
      6. Menyajikan materi tentang pembiasaan Taat Prokes Covid-19 secara berkala
      7. Menugaskan siswa mengikuti pembelajaran sesuai langkah-langkah yang ditetapkan guru dengan pilihan kegiatan seperti :
        • Penerapan Model Project Base Learning, dengan tahapan yang disesuaikan beserta kelengkapan instrumen yeng relevan seperti LKS
        • Penerapan Model Kooperatif dengan tetap sesuai Prokes seperti siswa berkolompok, berdiskusi mengerjakan tugas pembelajaran dengan menggunakan instrument yang relevan
        • Penugasan Terstruktur, dengna tahapan yang disesuaikan beserta kelengkapan petunjuk pengerjaan yang relevan
      8. Siswa dipulangkan, langsung pulang/dijemput orang tua siswa

          Belajar Dari Rumah (BDR)

          1. Siswa samai di rumah, melepas pakaian, mandi, mencuci pakaian sendiri
          2. Melanjutkan pembelajaran dan masuk ke platform belajar yang digunakan sesuai penugasan dari guru
          3. Melakukan penguatan dan apresiasi untuk memotivasi siswa
          Kegiatan Akhir

            Kegiatan inti memuat pengembangan kompetensi berdasarkan kompetensi sesuai jenjang, sikap dan skill berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, kritis, kreatif, berkebinekaan global, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar minimal seperti berikut:

            1. Menyimpulkan pelajaran
            2. Refleksi pembelajaran, dengan mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan umpan balik terkait proses pembelajaran
            3. Kegiatan pengayaan berupa aktivitas membaca buku fiksi dan non fiksi yang dapat diperoleh di sekolah dan atau internet
            4. Mengingatkan siswa mengisi jurnal harian sepengetahuan orang tua ditandai dengan tanda tangan dan komentar

            Mode Pembelajaran Tatap Muka Penuh (PTMP):

            Mode PTMP dilaksanakan jika kondisi telah sepenuhnya hijau dengan ketentuan masih tetap melaksanakan Prokes Covid-19 yang telah menjadi kebiasaan baru dalam upaya menjaga kesehatan diri anak.

            Kegiatan Awal

            Kegiatan awal sedapat mungkin memuat perilaku pembiasaan di rumah untuk pengembangan sikap dan skill dasar berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar minimal diantaranya:

            1. Menyapa siswa, mengingatkan siswa untuk bangun pagi, membersihkan tempat tidur dan lingkungan rumah, membersihkan diri, berpakaian dan sarapan
            2. Menugaskan siswa mempersiapkan perangkat dan sarana belajar lainnnya
            3. Berangkat ke sekolah di antar orang tua dengan menaati Prokes Covid-19, seperti membawa makanan dan minuman sendiri, cairan disenfektan, memakai masker.
            Kegiatan Inti

            Kegiatan inti memuat pengembangan kompetensi berdasarkan kompetensi sesuai jenjang, sikap dan skill berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, kritis, kreatif, berkebinekaan global, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar (blended learning) minimal sebagai berikut:

            1. Menyapa siswa, sambil melakukan pengukuran suhu tubuh di depan sekolah
            2. Melakukan pencatatan suhu tubuh oleh petugas/guru
            3. Siswa mencuci tangan, membersihkan dengan tissue, membersihkan dengan cairan disinfektan
            4. Siswa memasuki ruang kelas dengan memperhatikan jarak, tidak melepas makser
            5. Mengerjakan tugas mengisi presensi
            6. Menguatkan tentang pembiasaan taat Prokes
            7. Menugaskan siswa mengikuti pembelajaran sesuai langkah-langkah yang ditetapkan guru dengan pilihan kegiatan seperti :
              • Penerapan Model Project Base Learning, dengan tahapan yang disesuaikan beserta kelengkapan instrumen yeng relevan seperti LKS
              • Penerapan Model Kooperatif dengan tetap sesuai Prokes seperti siswa berkolompok, berdiskusi mengerjakan tugas pembelajaran dengan menggunakan instrument yang relevan
              • Mempresentasikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru
              • Penugasan Terstruktur, dengan tahapan yang disesuaikan beserta kelengkapan petunjuk pengerjaan yang relevan
            8. Guru melakukan penguatan dan apresiasi
            9. Kegiatan pengayaan berupa aktivitas membaca buku fiksi dan non fiksi yang dapat diperoleh di sekolah dan atau internet
            10. Mengingatkan siswa mengisi jurnal harian sepengetahuan orang tua ditandai dengan tanda tangan dan komentar
              Kegiatan Akhir

              Kegiatan inti memuat pengembangan kompetensi berdasarkan kompetensi sesuai jenjang, sikap dan skill berke-Tuhanan dan berakhlak mulia, kemandirian, gotong-royong, kritis, kreatif, berkebinekaan global, dengan memuat uraian kegiatan di platform belajar (blended learning) minimal seperti berikut:

              1. Menyimpulkan pelajaran
              2. Refleksi pembelajaran, dengan mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan umpan balik terkait proses pembelajaran

              Pengaturan Beban Belajar Pembelajaran Model PJJ dan Tatap Muka Terbatas

              Pengaturan beban belajar dengan mengakomodir berbagai kemungkinan skenario berbeda yaitu 1) Pembelajaran Jarak Jauh, 2) Pembelajaran Transisi Tatap Muka Terbatas (BDR/BDS), 3) Pembelajaran Tatap Muka Penuh, dapat digambarkan sebagai berikut:

              Beban Pembelajaran PJJ dan Tatap Muka Terbatas

              Kesimpulan

              Sebagai manusia yang berakal, sebaiknya kita tetap menjadikan hambatan sebagai tantangan dan peluang termasuk dalam menghadapi tragedi Pandemi Covid-19. Manusia sudah terbukti menjadi manusia yang adaptif, sehingga sampai saat ini telah mampu menciptakan peradaban yang mungkin manusia zaman dulu belum pernah memikirkannya. Bahkan kenyataan peradaban saat ini sungguh di luar prediksi dan imajinasi manusia zaman dulu. Hambatan dan tantangan zaman, seperti perang, wabah dan bencana alam merupakan sebagian besar yang menjadi penyebab dari capaian peradaban manusia saat ini.

              Tulisan di ataspun, tidak munkin dapat dikemukakan seandainya tidak ada tragedi Pandemi Covid-19. Sehingga dalam hal ini, kita harus mampu mengambil makna positif di balik bencana kemanusiaan ini. Sehingga sebagai manusia kita selalu berpikiran positif, tidak saling menyalahkan, tidak saling menghujat, apalagi saling menghinakan. Semestinya saat ini kita senantiasa berkolaborasi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Upaya bahu membahu dan saling mendukung dalam rangka memecahkan kebuntuan terjadinya learning loss pada dunia pendidikan merupakan hal yang baik dilaknsakan.

              Perubahan pola pikir sekecil apapun, ketika memaknai sebuiah tragedi dari sisi positif sehingga akal sehat tetap berlangsung, untuk mencari solusi. Pencarian solusi dan jalan keluar selanjutnya akan menciptakan kreatifitas dan inovasi yang senantiasa berkembang, yang akan mewarnai perabadan masa depan yang mungkin akan menghadirkan tantangan lebih berat dari yang kita alami saat ini. Semoga saja tulisan singkat di atas dapat bermakna dan memberi sisi pandang yang berbeda dalam kekalutan pencarian solusi di tengah suasana Pandemi Covid1-19 khususnya dalam bidang pendidikan.

              Sumber Relevan klik di sini

              loading...
              Categories: Uncategorized

              1 Comment

              Ni Luh Sari Suryastini · July 19, 2021 at 12:27 am

              Menginspirasi

              Leave a Reply

              Your email address will not be published. Required fields are marked *