Saat ini boleh dibilang saatnya demam Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan Berdiferensiasi, Merdeka Belajar dan banyak lagi istilah-istilah baru yang dikemukakan oleh para pakar pendidikan. Kalangan yang beraliran skeptisisme, mungkin akan berpandangan, ”Apalagi ini, gak ada sesuatu yang baru tuh!” sembari memperlihatkan kerutan masam di wajahnya. Ada juga yang berkata, “Ah paling ganti menterinya, ganti lagi kebijakannya!”.

Komentar-komentar miring seperti itu, ada saja, baik yang vulgar maupun terjadi di sudut-sudut percakapan publik yang tidak terekspose. Akan tetapi apapun itu komentarnya, kita semuanya sesungguhnya berada pada frase kerinduan warga terhadap harapan perbaikan mutu pendidikan untuk menjadi lebih baik. Baik yang sedang apriori, pesimis, atau kalangan yang pro, adalah mereka yang merindukan Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Harapan warga negara untuk menjadikan bangsa menjadi lebih baik kelak dikemudian hari, sesungguhnya yang paling esensial adalah ketika menjadikan karakter sebagai panglima. Banyak sisi sebenarnya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan karakter, yang harus dikembangkan dalam dunia pendidikan sejak dini. Salah satunya adalah mendorong generasi muda pelajar Indonesia untuk senantiasa berkreatifitas.  Hanya dengan berkreatifitas positif, maka bakat dan minat dari anak-anak kita akan mendapatkan penyaluran sehingga mampu menciptakan nilai-nilai yang sebenarnya merupakan dampak pengiring, yang bersifat jangka panjang.

Mendorong kreativitas salah satunya adalah dalam bidang seni. Seperti dikutip dalam Buku Panduan FL2SN 2021, “Dengan olah seni kehalusan rasa dan harmonisasi antara wacana dan fakta dapat diolah menjadi suatu kreatifitas yang memperkuat kecakapan peserta didik dalam kepekaan, kepedulian dan toleransi”. Walaupun itu bersifat jangka panjang, tetapi itulah dunia pendidikan, tidak seperti ibarat makan cabai, langsung terasa.

Pada Tahun 2021, Pusat Prestasi Nasional yang merupakan sebuah badan di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kembali menyelenggarakan Festival Lomba Seni Siswa Nasional yang bertujuan memberikan wadah berekspresi, apresiasi, menumbuhkan daya kreatifitas, sportifitas dalam pengembangan bakat dan minat terhadap seni bagi siswa. Adapun topik FL2SN yang diambil saat ini adalah “Eksplorasi Talenta Seni dan Budaya pada Masa Pandemi untuk Indonesia Pulih”

Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam mewujudkan karakter Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatan festival seni tersebut, SDN 7 Subagan turut berpartisipasi dalam 2 kategori yaitu menyanyi tunggal dan seni tari. Berikut adalah lagu yang dinyanyikan salah seorang siswi SD Negeri 7 Subagan dalam ajang tersebut.

Lirik Lagu Cinta Untuk Mama

Apa yang kuberikan untuk mama

Untuk mama tersayang

Tak kumiliki sesuatu berharga

Untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan

Senandung dari hatiku untuk mama

Hanya sebuah lagu sederhana

Lagu cintaku untuk mama

Apa yang kuberikan untuk mama

Untuk mama tersayang, oh

Tak kumiliki sesuatu berharga

Untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan

Senandung dari hatiku untuk mama

Hanya sebuah lagu sederhana

Lagu cintaku untuk mama

Walau tak dapat selalu ku ungkapkan

Kata cintaku ‘tuk mama

Namun dengarlah hatiku berkata

Sungguh, ku sayang padamu, mama

Hanya ini kunyanyikan

Senandung dari hatiku untuk mama

Hanya sebuah lagu sederhana

Lagu cintaku untuk, oh, mama

Lagu cintaku untuk mama

Mama

 

Sumber: Musixmatch

Penulis lagu: Seli Pontoh

loading...

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *