Mengapa literasi fiksi harus kuasai anak-anak SD?

Soal Asesmen Literasi fiksi adalah alat ukur untuk mengetahui kemampuan siswa berimajinasi. Kenapa kemampuan berimajinasi menjadi satu hal penting bagi anak? Melalui kemampuan berimajinasi siswa dapat menuangkan kreatifitasnya seni. Kreatifitas yang mencerminkan kemampuan siswa berimajinasi bisa diwujudkan melalui karya seni, baik seni rupa, music, suara dan sastra. Asesmen Nasional merupakan alat untuk mengukur kemampuan siswa dalam berpikir nalar kritis, kreatifitas dan inovasi, komuikatif dan kolaborasi, yang salah satunya hasil imajinasi. Maka Asesmen Literasi Fiksi bertujuan untuk mengukur standar minimal kemampuan siswa dalam berimajinasi dalam bidang sastra baik melalui tulisan ataupun lisan.

Kemampuan siswa dalam menyuarakan isi hati melalui karya sastra merupakan produk hasil imajinasi siswa. Kemampuan imajinasi dalam bidang sastra mengutamakan unsur-unsur dalam hal upaya mengkomunikasikan ide dan gagasan terkait imajinasi yang dituangkan dalam bahasa baik tulis maupun lisan. Kemampuan memahami makna tersirat maupun tersurat dalam karya sastra adalah hal yang menjadi ciri dari pengukuran literasi fiksi. Kemampuan anak dalam memahami karya sastra meruakan landasan bagi siswa yang hendak menyalurkan bakat dan minatnya dalam bidang kesustraan.

Baca Juga

Peluang meningkatkan kualitas hidup yang bersumber dari kemampuan menyuarakan imajinasi baik tertulis maupun lisan masih menjadi andalan di masa yang akan datang. Bagaimana sebuah cerita filem, sinetron, karya novel, cerpen, puisi, lagu dan bentuk lainnya tetap diperlukan sebagai hiburan, bahkan menjadi industri yang sangat menguntungkan. Kebermaknaan anak-anak berkreatifitas dalam kemampuan imajinasi sehingga mendukung pengembangan bakat dan minatnya sangat penting dimiliki. Hal itu menjadi standar pengukuran bagi pelaksanaan pendidikan terutama di pendidikan dasar. Maka atas dasar alasan itulah, pengukuran kompetensi literasi fiksi diadakan.

Bagaimana cara mengembangkan kemampuan literasi fiksi?

Upaya mengembangkan kemampuan literasi fiksi pada anak-anak khususnya pada bangku sekolah dasar, dilakukan secara terintegrasi, baik dalam ruang lingkup pembelajaran, kegiatan ekstraurikuler, kegiatan lomba kreatifitas seni dan pelaksanaan iven sekolah yang rutin atau tertentu. Fokus pada kegiatan pembelajaran atau ekstrakurikuler, melatih anak dalam menuangkan imainasinya dapat dalam bentuk tugas membuat cerita pendek. Strategi pembelajaran dalam rangka pembuatan cerita pendek tetap mengacu pada standar kompetensi yang hendak dikuasai siswa. Penjabaran kompetensi pembelajaran yang nantinya memuat langkah pembelajaran untuk membelajarkan siswa dalam menuangkan ide dan gagasan imajinatif selanjutnya dituangkan ke dalam RPP.

Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dapat dilaksakan untuk megembangkan kemampuan iterasi fiksi anak-anak adalah sebagai berikut:

  1. Guru menceritakan salah satu kisah pada cerpen, dimana siswa mendengarkannya dengan seksama
  2. Guru menunjukkan dan bertanya jawab dengan siswa tentang penokohan dan karakternya, latar, seting, dan pesan yang tersurat maupun tersirat dari cepen tersebut
  3. Siswa ditugaskan mencari contoh salah satu cerpen yang dapat di cari di perpustakaan sekolah atau internet.
  4. Siswa ditugaskan membedah cerpen tersebut untuk menemukan penokohan dan karakternya, latar, seting dan pesan-pesan moralnya
  5. Siswa ditugaskan menuangkan ide dan gagasan imajinasinya dalam bentuk cerpen karya siswa
  6. Siswa dibawah bimbingan guru mendiskusikan cerpen karya siswa tersebut dengan memberi masukan terkait penokohon dan karakternya, latar, seting da pesan moralnya
  7. Siswa dibimbing guru dalam teknis penulisan terkait ejaan dan koteks kebahasaan lainnya
  8. Siswa mengembangkan kegiatan menulis cerpen berdasarkan bacaan cerpen yang menginspirasinya
  9. Siswa mempublikasikan produk cerpennnya pada media social, blog, majalah dan media lainnya

Bagaimana cara mengukur kompetensi literasi fiksi?

Sesungguhnya, sesuai dengan pendapat penulis sebelumnya, kemampuan penulisan karya sastra untuk meningkatkan kemampuan literasi fiksi siswa dapat diukur baik dari sisi proses maupun produk hasil belajar. Sehingga penilaian evaluasi literasi fiksi lebih baik dilakukan secara performance atau unjuk kerja dengan tidak melupakan soal-soal kognitif yang bersifat high order thingking skill. Model pengukuran dimaksud seperti:

  1. Menilai kemampuan siswa dalam memahami unsur ekstrinsik dalam memahami cerpen
  2. Menilai kemampuan siswa dalam memehami unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen
  3. Menilai siswa pada saat mengemukakan ide dan gagasan awal sebelum penulisan cerpen
  4. Menilai siswa dari kemampuannya untuk tekun dan ulet mengembangkan kemampuan imajinasinya
  5. Menilai siswa dari kemampuanya menyelesaikan tugas penulisan cerpen
  6. Menilai siswa dari produk cerpen yang dihasilkan
  7. Menilai kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan/mempublikasian hasil karyanya

Kemampuan yang hendak diukur pemerintah melalui Asesmen Kompetensi Minimum dalam bidang literasi fiksi adalah kemampuan minimal yang paling tidak dilakukan merujuk pada point 1 dan 2 di atas. Sementara kemampuan itu akan lebih maksimal jika point selanjutnya dari langkah pembelajaran yang mengintegrasikan upaya pengembangan literasi fiksi seperti dijelaskan di atas.

Contoh-contoh cerpen buatan guru dan siswa

Baca Juga

KISAH KAMBING KOTOR
AJI SAKA
BENDA WASIAT
AINI DAN BURUNG KECIL
BUAYA YANG TIDAK JUJUR
BALAS BUDI BURUNG BANGAU

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat kita garis bawahi bahwa kemampuan literasi fiksi yang dimiliki siswa utamanya di sekolah dasar harus senantiasa dikembangkan dalam rangka memberi mereka kemampuan berkreasi dalam bidang sastra terutama cerpen. Kompetensi ini selanjutnya menjadi landasan bagi pengembangan bakat dan minat anak untuk tertarik dalam dunia kesustraaan, dimana hal ini masih merupakan sebuah peluang bagi mereka dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Melalui hal itu maka lahirlah bibit-bibit praktisi kesusastraan sepert penulis novel, cerpen, puisi dan lain-lain.

loading...

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *