Tujuan Pengembangan Kurikulum

Pandemi Covid-19 tersebut, telah berdampak pada ketidakpastian pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi terkini terkait tingkat resiko penyebaran berbasis zona. Maka dari itu diperlukan panduan pelaksanaan pembelajaran yang dituangkan dalam kurikulum dalam kondisi khusus. Secara umum tujuan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus ini, adalah untuk memberikan panduan kepada kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua dalam menyelenggarakan pendidikan pada tatanan kehidupan baru Pandemi Covid-19. Sementara itu secara khusus, Kurikulum Satuan Pendidikan Pada Tatanan Kehidupan Baru di SD Negeri 7 Subagan disusun dengan tujuan:

  1. Memberikan pedoman kepada guru dalam menyusun dan mengembangkan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran beserta perangkat pendukung lainnya yang relevan dengan penerapan pembelajaran pada kondisi khusus
  2. Memberikan pedoman kepada guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran baik tatap muka (luring), tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh (daring) yang disesuaikan dengan kondisi yang berkembang dinamis
  3. Memberikan pedoman dalam pengambilan keputusan menyangkut penilaian /hasil belajar siswa yang disesuaikan dengan perkembangan kondisi yang dinamis
  4. Memberikan pedoman pihak manajemen (kepala sekolah dan staf) dalam menentukan program-program peningkatan mutu dalam pelaksanaan pembelajaran pada kondisi khusus
  5. Memberikan pedoman kepada orang tua siswa dalam pelaksanaan pembimbingan anak pada pelaksanaan pembelajaran kondisi khusus
  6. Memberikan pedoman pelaksanaan belajar kepada siswa dalam belajar efektif ketika belajar tatap muka (luring) maupun belajar dari rumah (daring).
  7. Memberikan pedoman agar guru, siswa dan orang tua tetap waspada terhadap penyebaran Virus Corona Covid-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan baik ketika berada di rumah, di luar rumah dan di sekolah.
  8. Baca Juga

TUJUAN DAN RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN KURIKULUM

LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN KURIKULUM PADA TATANAN KEHIDUPAN BARU

PRINSIP ARGUMENTASI NALAR PENYUSUNAN KURIKULUM 2021/2022

LANDASAN FILOSOFIS PENYUSUNAN KURIKULUM

Ruang Lingkup Pengembangan Kurikulum

1. Acuan Konseptual

Acuan konseptual yang dijadikan landasan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika pada kondisi tatanan kehidupan baru adalah :

  1. Peningkatan iman, takwa dan akhlak mulia;
  2. Toleransi dan kerukunan umat beragama;
  3. Persatuan nasional dan nilai kebangsaan;
  4. Peningkatan potensi, kecerdasan, bakat dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik;
  5. Kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu;
  6. Kebutuhan kompetensi masa depan;
  7. Kebutuhan dunia kerja;
  8. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
  9. Keragaman potensi dan karakteristik daerah serta lingkungan;
  10. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
  11. Dinamika perkembangan global; dan
  12. Karakteristik satuan pendidikan

2. Prinsip Pengembangan

Prinsip pengembangan yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah sebagai berikut:

  1. Berpusat pada potensi peserta didik dan sekolah
  2. Menyesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa
  3. Berdasarkan kebutuhan peserta didik kini dan di masa yang akan datang
  4. Belajar sepanjang hayat
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan

3. Prosedur Operasional

Prosedur penyusunan kurikulum SD Negeri 7 Subagan meliputi analisis, penyusunan dan deskripsi hasil penyusunan. Secara rinci berikut deskripsi masing-masing aitem di atas adalah:’

1. Analisis

Analisis kurikulum meliputi

a. Analisis Konteks

    • Dukungan sumber peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan kegiatan
    • Situasi Pandemi Covid-19 yang turut berpengaruh dalam penyusunan kurikulu

b. Analisis Kebutuhan

    • Kebutuhan peserta didik Kebutuhan peserta didik menyesuaikan dengan kondisi masa pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas atau yang akan berubah menyesuaikan dengan kondisi penyebaran Pandemi Covid-19 berbasis zona
    • Kebutuhan orang tua, Kebutuhan terkait panduan belajar yang melibatkan orang tua dalam upaya mendampingi dan menyediakan fasilitas anak-anak belajar, sehingga timbul saling pengertian antara orang tua dan guru untuk bersama-sama mewujudkan proses belajar yang optimal baik di sekolah maupun di rumah dalam rangka mengembangkan karakter dan kompetensi.
    • Kebutuhan guru, Kebutuhan guru terkait motivasi, pengembangan diri, sarana dan prasarana dalam mewujudkan proses belajar yang efektif baik dari sisi pengembangan karakter dan kompetensi
    • Kebutuhan sekolah, Kebutuhan sekolah secara umum untuk menciptakan suasana kondusif sehingga dapat memperlancar proses pelaksanaan pembelajaran baik dari sisi pengembangan karakter dan kompetensi siswa yang disesuaikan mode pembelajaran yang akan senantiasa berubah karna masih dalam pelaksanaan pembelajaran dalam kondisi khusus

d. Analisis Ketersediaan Sumberdaya

  • Mempertimbangkan aspek ketersediaan dana dari strategi pengelolan sekolah dan pembelajaran di kelas
  • Mempertimbangkan aspek ketersediaan tenaga pengajar dan pengelolaan administrasi dalam pengelolaan manajemen sekolah dan kelas
  • Mempertimbangkan ketersediaan sarana pendukung yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan sekolah

2. Penyusunan Kurikulum

Kegiatan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan meliputi beberapa langkah yaitu:

    • Perumuswan Visi, misi dan tujuan sekolah;
    • Pengorganisasian muatan kurikuler pada satuan pendidikan;
    • Pengaturan beban kerja pendidik yang disesuaikan dengan beban belajar peserta didik
    • Penyusunan kalender pendidikan yang disesuaikan dengan kalender pendidikan yang dikelauarkan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali
    • Penyusunan silabus muatan atau mata pelajaran, muatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri
    • Penyamaan persepsi terkait penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran guru kelas dan atau guru mata pelajaran
    • Perencanaan pelaksanan refleksi berkelanjutan terkait perencanaan, pelaksanaan dan rencana evaluasi guru
    • Perencanaan supervisi oleh kepala sekolah terkait perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran berdasarkan hasil refleksi baik dilaksanakan berdasarkan inisiatif pribadi guru atau dipimpin oleh kepala sekolah

3. Penetapan dan Pengesahan

Kurikulum yang telah disusun membentuk draf Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang selanjutnya dipilah menjadi Dokumen I dan Dokumen II, dilakukan kajian dari Pengawas Pembina untuk mendapatkan masukan dan saran. Kurikulum selanjutnya di sosialisasikan dengan komite dan/atau orang tua siswa.

Selanjutnya dilakukan penetapan kurikulum berdasarkan hasil rapat dewan guru di sekolah dengan melibatkan komite sekolah. Kegiatan terakhir adalah pengesahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya, dalam hal ini adalah Kepala Disdikpora Kabupaten Karangasem

Keterlibatan Para Pihak

Keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah seperti uraian di bawah ini:

  1. Guru, Guru terlibat penuh dalam penyusunan kurikulum sesuai dengan kompetensi bidang yang diampunya
  1. Siswa, Keterlibatan siswa dalam memberikan umpan balik terkait pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
  1. Orang Tua, Pada pelaksanaan pembelajaran yang sangat dinamis di era tatanan kehidupan baru ini menjadikan orang tua  menempati posisi yang akan dapat membantu anak dalam mengoptimalka proses belajar di rumah. Maka dari itu masukan dan saran yang relevan sangat penting untuk diakomodir.
  1. Pengawas Pembina, Pengawas Pembina Gugus III Kecamatan Karangasem, telah senantiasa memberikan masukan, membimbing dan memfasilitasi pada kegiatan penyusunan kurikulum
  1. Komite Sekolah, Komite sekolah sebagai bentuk perwakilan orang tua sangat relevan untuk diajak berdikusi tentang bagaimana upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah pada kegiatan penyusunan kurikum
loading...

1 Comment

Wayan Suberata · June 17, 2021 at 6:05 am

Apa dalam perinsip pengembangan kurikulum untuk SD perlu memperrimbakan kebutuhan kerja
Apa dalam pengembangan kurikulum tidak memperhatikan budaya ke arifan lokal
Dalam alanisis sampai d… Yang nmr c nya apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *