ARSIP RPP MINGGU KE XVII

Landasan

Seperti biasanya, penulis membuat laporan pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 7 Subagan, melakukannya melalui video youtube, kali ini disajikan lewat tulisan terkait pelaksanaan pembelajaran. Laporan pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan pada prinsip-prinsip refleksi. Kenapa refleksi? Karena kegiatan reflektif merupakan inti dari proses pelaksanaan pembelajaran itu sendiri. Hal ini dilaksanakan berangkat dari kesadaran bahwa kesempurnaan sebuah proses yang akan mencapai hasil optimal untuk mewujudkan  tujuan yang telah ditetapkan dilalui melalui proses perbaikan secara berkelanjutan, melekat, intensif, dan mendalam. Landasan pemikiran ini tiada lain adalah siswa sebagai subjek pembelajaran yang menjadi lahan kerja guru itu adalah manusia, yang berasal dari berbagai karakteristik yang harus dipelajari. Tiada guru sepintar dan seinovatif apapun jika tidak pernah salah dalam melaksanakan strategi pembelajaran apapun. Begitu kita memulai sebuah proses pembelajaran, maka kesalahan dan kekeliruan penerapan strategi adalah hal yang absolut.

Sampai kapanpun, mulai dari guru berpangkat Penata Muda yang baru diangkat sampai guru sesnior berpangkat pembina sekalipun, tidak akan pernah 100% benar dalam upaya menyelenggarakan pembelajaran. Kenapa? Karena setiap siswa berbeda karakternya, bahkan perbedaaan karakter itu bersifat deferensial yang absolut. Absolut dimaksud adalah sebuah keniscayaan setiap siswa sangat berbeda, baik berangkat dari latar belakang keluarga, hingga waktu yang menjadi ruang lingkup pembicaraan generasi siswa adalah juga absolut. Atas dasar itu maka kesiapan berubah setiap guru dalam pengembangan strategi pembelajaran juga absolut dan niscaya. Jawaban dari dinamika perubahan karakteristik siswa yang dipandang dari sisi komprehensip adalah diferensiasi absolut melalui pendekatan reflektif. Menurut pandangan penulis, pendekatan pembelajaran apapun itu, yang ditemukan para pakar pendidikan tidak lebih  hanya sebuah segmen absolutisme deferensiasi pendidikan, yang cepat atau lambat akan expired. Maka sekalilagi jawaban dari semua itu, sebagai bentuk solusi keambiguan sebuah diferensiasi absolut yang niscaya tersebut adalah kegiatan reflektif.

Maka dari itu pendekatan reflektif merupakan kegiatan wajib dari guru maupun kepala sekolah untuk dapat mengembangkan penjaminan mutu pendidikan hinggan tujuan yang ditetapkan dalam konteks pengelolaan sekolah dan atau pembelajaran harus berlandasakan pada pendekatan reflektif. Pendekatan reflektif dalam bentuk refleksi pembelajaran yang senantiasa dikondisikan oleh kepala sekolah dalam bentuk  bentuk supervisi berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk memberi kepastian dan jaminan bahwa pelaksnaan pembelajaran utamanya di masa Pandemi Covid 19 dapat berlangsung sebagai mana mestinya. Supervisi bukan semata-mata pengawasan dalam arti sempit, tetapi meliputi pendampingan, pembimbingan, fasilitasi dan pengarahan secara berkalanjutan kepada para guru. Hal ini akan memberi kepastian dan kepercayaan diri guru dalam melaksanakan tugas. Kepastian yang dimaksud adalah kepastian untuk tetap dalam kerangka perubahan dalam memberi layanan pendidikan yang bersifat diferensiatif.

Berapa komponen review yang dilaksankan  sebagai kegiatan supervisi yang bersifat reflektif meliputi beberapa point penting yang menjadi penekanan.  Strategi  supervisi pendidikan yang dilakukan selama ini secara konsisten dilakukan adalah terkait beberapa hal sebagai berikut

  1. Review Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, yang dilaksanakan sebelum pembelajaran di mulai, untuk memberi masukan, saran, bimbingan, fasilitasi, pendampingan dan penguatan terhadap hal-hal positif sebagai perwujudan praktik baik yang akan dilaksanakan guru.
  2. Review pembelajaran yang telah dilakukan yang dituangkan dalam Google Class Room, Google Form, Whatsaap Group, Google Meet, Quisis, kunjungan rumah dan pembibingan klinis baik daring maupun luring
  3. Review penerapan metode, penggunaan media dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, yang harus disesuiakan dengan prisip diferensiasi
  4. Review penerapan kegiatan pengembangan karakter melalui jurnal siswa
  5. Review penerapan pembiasaan budaya positif yang diselenggarakan di rumah
  6. Review terhadap pelaksanaan dan pengembangan kegiatan literasi yang sampai saat ini belum berjalan optimal

Strategi Pembelajaran

Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dapat terpantau pada semua guru adalah dengan menggunakan pola mingguan, dengan tahapan langkah-langkah:

Pembiasaan

  1. Menyampaikan salam kepada siswa, sebagai bentuk upaya guru dalam menjalin hubungan dengan siswa secara komunikatif
  2. Mengintervensi siswa dalam pengembangan budaya positif mulai dari bangun pagi, merapikan tempat tidur, membantu orang tua membersihkan rumah, mandi, sarapan, berdoa, yang dilanjutkan dengan melihat tugas-tugas yang diberikan guru baik dari platform Google Class danRoom Whatsaap Group
  3. Pelibatan orang tua, melalui kegiatan menyapa di Whatsaap Group orang tua siswa

Materi Inti

  1. Materi inti diawali dengan mengisi daftar hadir, yang disediakan di Google Class Room
  2. Menampilkan petunjuk pengerjaan tugas-tugas secara sederhana hingga kompleks dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik, pada beberapa kegiatan pembelajaran khusus seperti pelaksanaan Project Base Learning, fortofolio dan aktivitas siswa lainnya
  3. Menghadirkan media pembelajaran seperti video dan gambar ilustrasi, untuk memberi siswa bantuan dalam upaya memmahami materi pembelajaran
  4. Menghadirkan tugas konstruktif yang mengutamakan pemanfaatan bahan, dan sumber belajar yang dapat diakses siswa secara lebih mudah baik daring maupun luring di lingkungan rumahnya sendiri.
  5. Menghadirkan kegiatan belajar untuk mendukung upaya pengembangan cara berpiir kritis, inovasi, komunikasi dan kolaborasi dengan melibatkan orang tua maupun masyarakat di sekitar tempat tinggal siswa

Pengembangan Budaya Literasi

  1. Penugasan kepada siswa mencari sumber belajar berupa bacaan, tontonan dan hiburan yang dapat mendukung pengembangan wawasan positif siswa untuk mendukung pengembangan karakter ingin tahunya
  2. Pemberian tantangan lain berupa kegiatan kestrakurikuler dalam upaya pengembangan bakatnya

Refleksi Pembelajaran

Refleksi pembelajaran yang dilaksanakan dalam bentuk review terhadap pelaksanaan program strategis secara sekilas disajikan seperti uraian di bawah ini :

  1. Review Kelas I

Secara umum pelaksanaan pembelajaran di Kelas I telah berjalan baik. Beberapa strategi yang dilaksanakan guru adalah:

  • Belajar melalui Google Class Room secara terbatas dalam rangka membiasakan siswa
  • Belajar melalui Whatsaap Group dimana guru menghadirkan penugasan kepada siswa
  • Bimbingan klinis kepada siswa dilakukan guru baik siswa datang secara terbatas ke sekolah dan guru datang ke rumah siswa dalam bentuk kunjungan rumah

Berikut di bawah ini adalah bentuk refleksi pembelajaran kepada guru kelas I, dimana guru telah optimal dalam menggunakan segala cara dalam upaya membelajarkan siswa secara optimal di masa PJJ ini, Tampilan di bawah ini adalah screnshoot RPP guru yang dimuat pada situs sekolah dan implementasinya pada pembelajaran pada Google Class Room. Secara detail dapat dipantau pada situs https://www.sd7ok.id/laporan-pembelajaran-semester-ii-t-a-20202021/laporan-minggu-ke-xvii-26-april-01-mei-2021

  1. Review Kelas II

Pembelajaran yang dilaksanakan guru kelas II, telah diselenggarakan dengan sangat baik. Maka dari itu beberapa temuan yang dapat dideskripsikan sebagai berikut

  • Perencanaan pembelajaran telah dirancang dengan sangat baik, yang telah menyajikan tahapan mulai dari kegiatan awal, inti, refleksi dan evaluasi pada hari Sabtu.
  • Penuangan RPP pada Google Class Room telah dilakukan dengan baik. Dimulai dari kegiatan pembiasaan di rumah pada setiap awal kegiatan. Pada hampir setiap kegiatan inti telah disertai dengan ilustrasi yang bertujuan untuk mengembangkan daya literasi anak. Penugasan yang dihadirkan telah dilakukan secara bervariasi, dilengkapi dengan media pembelajaran pada setiap kegiatan pembelajarannnya.
  • Kegiatan akhir pembelajaran telah disertai dengan penugasan berbasis kegiatan projek dan literasi
  • Beberapa hal yang perlu mandapat masukan dalam hal ini adalah kehadiran media video buatan guru sendiri sangat direkomendasikan

  1. Review Kelas III

Pembelajaran yang dilaksanakan guru kelas III, telah beranjak pada tingkat kesulitan materi yang agak kompleks.  Maka dari itu beberapa strategi yang diterepkan adalah sebagai berikut :

  1. Pembelajaran secara Full Daring masih dilaksanakan menyasar pada hampir semua siswa, dengan menghadirkan materi menantang yang berupaya mendorong penumbuhan kreatifitas siswa
  2. RPP yang ditulis tangan secara apik, kemudian dituangken ke dalam langkah pembelajaran pada Google Class Room, perlu ditingkatkan stimulan literasi pada setiap langkah kegiatan pembelajaran pada Google Class Room sehingga dapat mendorong siswa untuk membaca pentunjuk secara jelas. Walaupun uraiannya agak panjang tidak menjadi masalah, karena hal inilah yang akan mendorong siswa berkembang kemampuan literasi informasinya.
  3. Hambatan yang ditemukan adalah terkait dengan waktu siswa yang tidak 100% dapat mengikuti pembelajaran secara tepat waktu, karena menyesuaikan dengna waktu siswa dapat belajar.

  1. Review Kelas IV

Pembelajaran siswa kelas IV secara daring, dilakukan dengan sangat baik, dimana sebelum pembelajaran dilaksanakan guru senantiasa menyiapkan RPP mingguan sebagai acuan umum pelaksanaan pembelajaran. Sebagaimana halnya siswa lainnya, berikut temuan ketika mlaksanakan refleksi kegiatan adalah :

  • Langkah pembelajaran baik dari saat perencanaan dan yang telah berhasil dituangkan ke dalam Google Class Room secara rinci dan apik
  • Kegiatan pembelajaran berbasis projek yang bermakna telah dilakukan oleh guru
  • Mulai dari pengembangan karakter, pembiasaan, kegiatan inti, dan kegiatan akhir berupa refleksi, literasi dan evaluasi mungguan telah dilaksanakan guru secaa optimal
  • Masukan bagi guru adalah agar interaksi siswa ketika diskusi ditingkatkan, melalui kegiatan duskusi di Google Class Room.

  1. Review Kelas V

Proses pembelajaran pada siswa kelas V telah berjalan baik, beberapa temuan yang tepat untuk dikemukakan adalah :

  • Perencanaan, pelaksanaan, kegiatan akhir dalam bentuk refleksi dan evaluasi pembelajaran tetap dilaksanakan secara konsisten
  • Walaupun tingkat partisipasi tinggi, tetapi selama kegiatan belajar berlangsung beberapa siswa tidak aktif terutama pada penggunaan Google Meet
  • Kegiatan projek telah dilaksanakan berikut dengan kegiatan kunjungan rumah
  • Kegiatan literasi, sangat sulit dilaksanakan walaupun guru telah menugaskannya pada siswa sehingga perlu di evaluasi pelaksanaannya

  1. Review Kelas VI

Proses pembelajaran di kelas VI, telah berlangsung baik. Berikut beberapa temuan yang dapat disampaikan adalah:

  • Proses perencanaan pembelajaran dengan menggunakan RPP mingguan telah dirancang secara baik
  • Implementasi pembelajaran yang dituangkan dalam Google Class Room telah tersusun apik dan baik, mulai dari kegiatan pembiasaan, kegiatan inti, refleksi dan evaluasi
  • Guru juga sudah memuat langkah pembelajaran berbasis project bases learning
  • Beberapa hal yang perlu ditingkatkan adalah proses diskusi dengan siswa agar ditingkatkan, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan bertanya dan menanggapi secara baik

  1. Mapel PJOK

Perencanaan pembelajaran Mapel PJOK juga telah dirancang dengan baik, yang diseleraskan dengan jadwal pembelajaran berdasarkan RPP guru kelas. Berikut beberapa temuan :

  • Persiapan pembelajaran PJOK, juga telah memuat bagaimana cara mengembangkan karakter melalui kegiatan pembiasaan pada siswa yang dimuat pada Google Class Room sebagai bentuk implementasi RPP yang telah disusun
  • Kegiatan inti layaknya pembelajaran PJOK, selalu menampilkan dan menyajikan langkah pembelajaran yang berorientasi kinerja
  • Kegiatan evaluasi yang reflektif juga telah dihadirkan dengna menghadirkan soal yang authentik

  1. Mapel Agama Hindu

Proses pembelajaran Mapel Agama Hindu kelas I, II, III, IV, V dan VI, telah disajikan secara sistematis yang disalamnya juga mengintegrasikan muatan lokal Bahasa Bali ketika diimplementasikan ke dalam pembelajaran

Berikut beberapa temuan yang dapat digambarkan adalah sebagai berikut:

  • Penyusunan RPP mingguan untuk Mapel Agama Hindu telah tersaji dengan baik, yang memuat bagian-bagian esensial seperti tujuan, langkah kegiatan dan evaluasi pembelajaran pada kegiatan mengakhiri pembelajaran
  • Kegiatan kegiatan awal telah memuat aspek pembiasaan dalam pengembangan karakter ketika siswa belajar dari rumah
  • Kegiatan inti telah pula menyajikan langkah-langkah pembelajaran yang mencerminkan pembelajaran yang bersifat kontekstual
  • Kegiatan akhir dan refleksi beserta evaluasinya telah diperkaya dengan penugasan-penugasan yang secara efektif akan mampu mengembangkan kemampuan siswa bukan hanya dalam hal kognitif tetapi lebih banyak ke dalam hal keterampilan hidup sesuai dengan konteks beragama Hindu dalam lokal budaya bali

Penutup

Secara garis besar telah digambarkan di atas bahwa, kegiatan refleksi pembelajaran terhadap RPP dan implementasi pembelajaran pada Google Class Room sebagian besar telah sesuai dengan harapan. Supervisi yang telah penulis lakukan terhadap guru dengan mengedepankan bukan semata-mata aspek pengawasan, tetapi, pendampingan, fasilitasi, bimbingan secara melekat dan berkesinambungan telah berdampak pada kemampuan guru berproses dalam hal beradaptasi dengan setiap perubahan yang diharapkan. Aspek mental psikologis guru telah pula tertanam bahwa kepala sekolah bukan semata-mata sebagai seorang yang memilki kuasa supervisi tetapi lebih dari itu adalah teman sejawat yang mengedepankan aspek kesetaraan. Pendampingan, fasilitasi, bimbingan yang bersifat berkesinambungan telah menumbuhkan rasa percaya diri guru bahwa sesungguhnya mereka mampu berubah seperti apapun yang diharapkan. Semangat jiwa pengabdian guru yang tumbuh bukan semata-mata frase yang indah diucapkan tetapi telah menjadi budaya sekolah.

Perkembangan terakhir dari proses penyelenggaraan pendidikan di SD Negeri 7 Subagan, telah mampu mewujudkan kompetensi anak untuk memiliki pemikiran kritis dalam bernalar, berinovasi, berkomunikasi dan berkolaborasi, pada semua elemen sekolah. Muatan materi yang disajikan secara literatif yang mengedepankan nalar kritis dan inovatif oleh para guru, yang dilaksanakan dengan pembelajaran yang mendasarkan kemampuan komunikatif dan kolaboratif saat ini telah menunjukkan hasilnya.

Pembelajaran yang mengedepankan pengembangan nalar anak dan inovasi terselenggara pada proses pmbelajaran berbasis problem base dan project base learning. Hal ini diperkuat dengan kehadiran soal bernuansa AKM yang memiliki stimulan yang relevan sehingga siswa selalu menggunakan aspek nalarnya dalam menyelesaikan permasalahan.

Aspek komunikatif dan kolaboratif dapat dikembangkan karena aspek kegiatan yang dilaksanakan secara berkelompok pada beberapa sesi belajar. Penugasan yang dilakukan seperti menjelaskan secara lisan melalui video telah pula mendorong anak untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya secara baik. Kegiatan mengerjakan pekerjaan rumah dengan berkolaborasi dengan orang tua merupakan hal positif dalam pengembangkan pembiasaan positif di rumahnya masing-masing ketika BDR dilaksanaakan.

Kegiatan lain yang juga mendorong siswa untuk meningkatkan kreatifitasnya adalah melalui beberapa kegiatan lomba yang akhir-akhir ini telah menjadi ajang pembuktian bahwa semua kegiatan refleksi tersebut telah bermuara pada prestasi siswa. Walaupun hasil itu dirasakan secara acak pada beberapa kegiatan lomba berdasarkan minat dan bakat tertentu. Pada beberapa bulan terakhir, siswa SDN 7 Subagan telah pula memperoleh prestasi pada beberapa ajang kegiatan lomba seperti lomba menyanyi, puisi, bercerita, poster dan kompetisi sains nasional.

loading...

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *