Landasan

Siapa yang tidak mau anaknya kelak berhasl dan sukses?  Sebagai orang tua tentu sangat mendambakan anak-anaknya kelak berhasil mencapai cita-cita yang mereka inginkan. Kita akan berjuang sekuat tenaga untuk dapat mendukung upaya anak mengejar cita-cita dan harapannya. Jangankan berhutang, menggadaikan sawah dan warisan keluarga siap dipertaruhkan untuk mendukung supaya anak-anak sukses di masa depan.

Guru sebagai orang tua di sekolah, juga tidak ketinggalan. Tidak ada seorang guru yang tidak senang anak didiknya berhasil dalam belajar dan mencapai cita-citanya kelak. Maka segala upaya dilakukan. Termasuk mengikut sertakan anak didik mereka dalam ajang lomba kompetisi sains nasional. Mungkin keikutsertaan anak didik pada ajang lomba ini tidak serta merta menjadi jaminan kesuksesan mereka kelak. Tetapi tidak juga dapat dipungkiri, sangat banyak anak-anak yang telah berhasil menjadi juara lomba sains nasional saat ini telah berhasil masuk pada universitas ternama, dan bahkan telah berhasil mencapai cita-cita mereka.

Para guru pembina sains di masing-masing sekolah, utamanya di sekolah dasar, yang telah bekerja keras memilih anak-anak berbakat di bidang sains, untuk maju mengikuti kompetisi dan bersaing dengan anak-anak sebayanya. Guru-guru pembina sains, baik di tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten hingga provinsi, telah berupaya menunjukkan jalan bagi anak-anak berbakat di bidang sains untuk mengejar cita-citanya.

Profil

Adapun rahasia guru sains telah berhasil membawa banyak siswa yang sukses berkompetisi dalam sains, karena sebagian besar mereka memiliki profil sebagai berikut :

  1. Iklas bekerja, demi sebuah keberhasilan anak didiknya, mereka tidak kenal waktu dalam memberikan pendalaman materi-materi sains baik yang bersifat pengetahuan kognitif hingga penalaran tingkat tinggi
  2. Memiliki visi, sebagian besar guru pembina sains, memiliki visi, tujuan yang jelas, sehingga tercermin dari strategi pembinaanya yang konsisten yang selalu mengedepankan hal-hal reflektif.
  3. Memiliki strategi efektif dalam membina peserta didiknya yang berbakat dalam bidang sains.
  4. Ketertarikan dengan sains, tidak dapat dipungkiri, materi sains, bagi guru maupun siswa adalah materi yang menarik, dan paling banyak diminati anak-anak, dalam beberapa level kemampuan.
  5. Kemandirian, guru sains umumnya mandiri dan memiliki dorongan pribadi dan bertanggungjawab, sehingga tantangan tugas membina siswa adalah merupakan tantangan.
  6. Unggul dalam memotivasi anak didik, Nah inilah bagian penting dari karakter yang tidak boleh dilupakan dalam membina anak sehingga berhasil memenangkan lmba, yaitu selalu mendorong anak untuk memiliki motivasi memenangkan persaingan.

Melihat hal itu, maka setiap tahun, ajang Kompetisi Sains Nasional selalu dibanjiri peserta, karena salah satu karakteristik mata pelajaran ini adalah ada kepastian dan merupakan cerminan kehidupan kita sehari-hari. Maka strategi pembinaan sains yang tepat sebagian besar guru pembina sains menerapkan pendekatan yang mengedepankan nalar bagi peningkatan prestasinya.

Strategi Pembinaan

Berikut strategi yang sering guru-guru lakukan dalam meningkatkan prestasi belajar anak didiknya dalam hal sains yang terbukti telah berhasil dalam membawa anak-anaknya berhasil yaitu:

  1. Menghadirkan tantangan belajar yang tingkat tinggi, sehingga anak-anak berusaha belajar lebih untuk mampu menyelesaikan tantangan tersebut, sehingga otomatis kompetensi anak-anak dalam menguasai materi lebih dari siswa lain yang tidak ikut berkompetisi
  2. Menghadirkan soal kontekstual, yang diseleraskan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga anak lebih mampu memanfaatkan berbagai aspek panca indra untuk merangsang nalarnya bekerja, yang tidak dialami oleh siswa lain yang belum berkesempatan berlomba
  3. Menghadirkan alat peraga multi deminsi dalam membelajarkan siswa seperti video, media konkret, gambar dan yang lainnya, yang sangat bermakna bagi siswa.
  4. Menghadirkan trik jitu dalam menjawab tantangan soal terutama dalam matematika yang sudah terbukti efektif dalam mendukung kecepatan anak dalam menggunakan kecerdasan numeriknya dalam melakukan perhitungan rumit. Hal ini akan berdampak pada kecepatan dan ketelitian siswa dalam berpikir.
  5. Menghindari aspek menghafal materi baik bidang IPA maupun Matematika, sehingga anak-anak dapat memiliki alur imajinasi yang lebih terbuka, karena tantangan yang dihadirkan setiap saat selalu berubah polanya. Maka siswa akan lebih peka dalam hal kemampuan siswa untuk beradaptasi terhadap perubahan.
  6. Menghadirkan inspirasi, guru sains dalam membentuk karakter anak yang unggul dan mampu menyelesaikan masalah, selalu didorong melalui isnpirasi tokoh-tokoh orang yang telah berhasil dalam hidupnya karena telah belajar sains
  7. Menhadirkan latihan soal-soal yang secara rutin diberikan, bukan bermaksud untuk menghafal materi semata, tetapi seabgai bentuk upaya guru menghadirkan masalah kepada siswa
  8. Menjadi penyemangat ketika anak didik yang berbakat dalam hal sains, gagal memenangkan kompetisi, dan hal ini menjadi titik balik bagi lecutan motivasi anak dalam belajar yang kelak melebihi harapan guru pembina maupun orang tuanya

Kesimpulan

Uraian tips di atas telah terbukti banyak meloloskan anak-anak dalam persaingan sebagai anak paling berbakat pada ajang kompeitisi sains. Keberhasilan adalah tujuan, tetapi kegagalan adalah hal yang biasa terjadi. Walaupn kegagalan anak-anak dalam bersaing pada ajang kompetisi tersebut tidak bisa dihindari, akan tetapi tantangan yang telah berhasil dilalui anak didik menghadirkan proses belajar yang luar biasa berkesan. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri siswa itu sendiri. Mereka akan mencitrakan dirinya sebagai salah satu kandidat siswa berbakat dalam bidang sains, yang diunggulkan di sekolahnya masing-masing. Kesan ini akan dibawa anak ketika mereka akan melanjutkan sekolah pada jenjang berikutnya. Tidak jarang kemudian potensi itu akan muncul dan optimal ketika mereka sekolah di SMP, SMA bahkan perguruan tinggi. Maka dari itu, usaha yang telah dilakukan sekolah dalam mengikutsertakan anak didiknya yang potensial dan berbakat dalam bidang sains, adalah sebuah strategi pengelolaan pembelajaran yang nantinya selain bermanfaat bagi siswa, demikian pula secara tidak langsung akan berkontribusi pada keberhasilan pengelolaan mutu pendidikan di sekolah. Keberhasilan menjadi juara bukan tujuan utama dari kegiatan ini, yang paling penting adalah memberi kesempatan kepada anak untuk berproses dalam persaingan yang kelak pasti akan mewarnai perjalanan kehidupan anak ketika mereka menghadapi tantangan kehidupan nyata di masa depan.