Pendekatan pendidikan beraliran humanistik terus berkembang seiring semakin meningkatnya kesadaran bahwa pada dasarnya pengembangan sumberdaya manusia yang paripurna terletak pada upaya menggali potensi siswa yang tiada terbatas. Semua siswa pada dasarnya memiliki potensi kecerdasan yang beragam berangkat dari karakteristiknya masing-masing. Setiap siswa memiliki kecenderungan potensi kecederdasan berbeda. Prinsip pendekatan pembelajaran yang berbasis pada multiple intelegency telah benar-benar merubah arah paradigma pendidikan saat ini. Pendekatan yang sedang dikembangkan kini adalah pendidikan berdiferensiasi, dimana memandang setiap siswa sesungguhnya berpotensi untuk dapat maksimal dalam belajar jika mendapatkan layanan pembelajaran yang tepat.

Secara sederhana kita dapat mamahami makna dari pendekatan berdiferensiasi ini beranjak dari pemahaman terhadap perbedaan karakteristik setiap individu siswa yang merupakan hal yang alamiah. Penjelasannya adalah bahwa setiap karakter siswa dibentuk oleh pengalaman peribadinya berinteraksi mulai dari lingkungan terdekatnya seiring waktu kemudian berkembang semakin kompleks. Mulai dari interaksi ketika mereka dilahirkan oleh ibu yang berbeda, diasuh oleh lingkungan keluarga yang berbeda, dibesarkan oleh keluarga dan lingkungan dengan karakteristik sangat beragam. Pengalaman individu siswa yang unik ini berasal dari proses terebut, untuk kemudian kita asuh di dalam ruang kelas yang selama ini cenderung diperlakukan sama.

Penyeragaman perlakuan terhadap siswa yang nyata-nyata memiliki keunikan yang beragam itu sesungguhnya justru mengerdilkan potensi siswa yang belum berkesempatan mendapat pelayanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristiknya. Maka, perubahan perilaku yang diharapkan ketika proses pendidikan di sekolah terjadi sering gagal pada siswa-siswa tertentu yang terkadang memiliki karakteristik unik tersebut. Berdasarkan hal itu maka setiap siswa berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang menyesuaikan dengan karakteristiknya, untuk kemudian pelan-pelan digiring untuk berubah sehingga mereka menemukan gaya belajarnya sendiri. Melalui strategi pendekatan berdiferensiasi ini, akan membuka kesempatan setiap siswa untuk berkembang secara wajar dan optimal.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, pendekatan pendidikan berdiferensiasi menjadi sangat penting dilaksanakan karena mamandang bahwa banyak siswa yang memiliki latar belakang keluarga yang berbeda harus belajar dari rumah. Hal ini berdampak pada, lebih dekat dengan keluarga dan kesempatan guru untuk berinteraksi dengan siswa yang terbatas. Sesuai dengan aspek penting yang harus diperhatikan pada proses belajar jarak jauh yang diistilahkan dengan 5 M,  yaitu 1) memberdayakan konteks, 2) memilih tantangan, 3) membangun keberlanjutan, 4) memahami konsep dan 5) memanusiakan hubungan maka konteks menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Selain konteks, tantangan, kebrlanjutan, konsep dan membina hubungan yang harmonis menjadi sangat penting juga.

Dalam rangka tetap menjamin pencapaian aktivitas belajar yang optimal maka pelayanan yang baik juga harus menjadi perhatian sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan di masa PJJ dan juga kelanjutannya. SD Negeri 7 Subagan yang memiliki visi “Membangun karakter inteegritas melalui perwujudan karakter kritis, kreatif, komunikasi dan kolaborasi, mengambil langkah-langkah strategis untuk tetap menjamin pelayanan pendidikan yang optimal tetap berlangsung berbasis pendekatan pendidikan berdiferensiasi. Upaya yang dilakukan tersebut tercermin dari Rencana Pembelajaran yang disusun guru dimana salah satu strategi yang diterapkan untuk dapat mengatasi ketimpangan capaian aktivitas pembelajaran di masa Pandemi Covid-19 ini dengan strategi kunjungan rumah.

Pembelajaran jarak jauh yang selama ini dilaksanakan memanfaatkan beberapa strategi yaitu 1) pembelajaran melalui Google Class Room, 2) Melalui Whatsaap Group, 3) Melalui Google Meet, 4) Mengumpulkan tugas langsung ke sekolah, 5) Pemanfaatan media youtube untuk pembelajaran, 6) Pemanfaatan Google Form untuk evaluasi, 7) Pemanfaatan Quisis untuk evaluasi interaktif, dan  8) Strategi kunjungan rumah. Pelasaksanaan point 1 s/d 6 yang intensif dilaksanakan masih menyisakan beberapa masalah diantaranya : 1) Beberapa siswa yang sering tidak hadir ketika dilaksanakan pembelajaran di Google Class Room ditandai dengan tidak mengisi daftar hadir; 2) Beberapa siswa yang tidak menjawab respon guru ketika berdiskusi di Whatsaap Group, 3) Beberapa siswa yang terlambat menyetorkan tugas-tugas yang diberikan baik di Google Class Room maupun di Whatsaap Group, 4) Beberapa siswa yang terlambat menyetorkan tugas evaluasi di Google Form, 5) Hanya sebagian siswa yang dapat mengikuti kegiatan pembelajaran yang menggunakan Google Meet dan Quisis.

Langkah-langkah yang telah dilakukan guru untuk memenuhi tugas di antaranya adalah sebagai berikut : 1) Menghubungi orang tua siswa, dengan cara menelpon orang tua/siswa secara langsung, 2) Menghubungi tetangga terdekat siswa agar menyampaikan pesan kepada orang tua dan siswa yang bersangkutan agar memenuhi tugas yang telah diberikan, 3) Menyampaiakan pesan kepada orang tua yang kebetulan datang ke sekolah membawa tugas yang rumahnya berdekatan dengan rumah siswa tersebut. Hasil dari pendekatan yang telah dilakukan adalah siswa atau orang tua siswa yang terlambat mengumpulkan tugas selanjutnya menyetorkannya secara langsung ke sekolah walaupun terlambat.

Sementara tetap saja ada beberapa siswa walaupun jauh lebih sedikit yang belum mengumpulkan tugas yang diberikan sesuai materi. Beberapa siswa dengan krakteristik khusus terhambat dalam berkomunikasi, yang mungkin disebabkan oleh beberapa hal seperti 1) tidak tersedianya jaringan internet, 2) tidak tersedianya paket kuota internet, 3) keterlambatan yang berlarut-larut dapat berdampak pada kepercayaan diri siswa yang rendah, sehingga semakin malas dalam upaya pemenuhan tugasnya, dan 4) siswa yang ditinggal bekerja oleh orang tuanya sehingga tidak mendapatkan perhatian dan bimbingan belajar yang baik.

Alternatif terakhir dari tindakan guru yang kemudian dilakukan untuk pemenuhan tugas-tugasnya adalah dengan mengadakan kunjungan rumah. Alasan dilaksanakannya strategi kunjungan rumah ini adalah: 1)  memastikan siswa dapat mengumpulkan tugasnya secara tuntas, 2) pemantauan tentang kondisi siswa sehingga guru lebih memahami kondisinya yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam pemberian tugas selanjutnya, 3) memberikan motivasi kepada siswa sehingga kepercayaan dirinya tumbuh kembali sehingga proses belajar dapat dilanjutkan, 4) memberikan masukan kepada siswa terkait strategi belajar yang dapat ditempuhnya sehingga dapat belajar secara efektif dan maksimal, 5) memberikan pemahaman kepada orang tua terkait proses pembelajaran yang dilaksanakan sehingga dapat mengambil peran dalam berpartisipasi dalam pembimbingan belajar anak, 6) mendengarkan keluhan anak dan orang tua dan sedapat mungkin untuk diberikan masukan dari guru, 7) membimbing siswa terkait materi yang kesulitan mereka pahami, 8) memberikan masukan dan saran kepada orang tua bagaimana strategi yang baik dalam pembimbingan belajar anak.

Adaptasi Rencana Pembelajaran Guru

Guru dalam merencanakan pembelajaran dalam menghadapi dinamika perkembangan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 dirancang sedemikian rupa sehingga aspek seperti 1) memahami konteks, 2) memilih tantangan, 3) membangun keberlanjutan, 4) memahami konteks dan 5) memanusiakan hubungan menjadi bagian yang terintegrasi dalam RPP. Perancangan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru tersebut tetap mengacu pada kurukurum yang berlaku dengan proses penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator. Selanjutnya guru memetakannnya ke dalam tema-tema tertentu dengan tetap menggunakan acuan buku panduan guru Kurikulum 2013.

RPP selanjutnya dikembangkan dan disesuaikan dengan situasi pembelajaran jarak jauh yang dilaksankaan. RPP yang dikembangkan dengan ruang lingkup mingguan dengan pertimbangan bahwa, 1 sub tema yang dibelajarkan pada Kurikulum 2013 harus dituntaskan 1 minggu, dengan menetapkan hari Sabtu sebagai hari penyelenggaraan evaluasi pembelajaran.  Adapun struktur RPP mingguan yang dikembangkan terdiri dari 3 bagian penting yaitu:

  1. Bagian Awal

Memuat tentang upaya guru memotivasi siswa agar melaksanakan aktivitas positif yang bertujuan mengembangkan karakter seperti kebiasaan bangun pagi, membantu orang tua, mengadakan kegiatan kebersihan diri dan lingkungan, berdoa, sarapan

  1. Bagian Inti

Memuat langkah-langkah pembelajaran baik dengan menggunakan strategi seperti :

  1. Belajar di Google Class Room dengan membaca petunjuk pemebelajaran hari itu, menonton video, membaca buku, membaca petunjuk penugasan dalam bentuk projek, fortofolio dll, mengisi daftar hadir, mengumpulkan tugas, berdiskusi dan membaca pengumuman guru
  2. Belajar di Google Meet dengan mengikuti proses belajar langsung dimana siswa dapat berinteraksi secara interaktif
  3. Belajar di Whatsaap, dengan mengikuti perkembanan diskusi, menontont video, mendengarkan suara, dan membaca uraian petunjuk belajar dan materi oleh guru, bertanya jawab, berdiskusi dan saling sapa antar teman
  4. Belajar di Quisis, dimana siswa secara interaktif mengikuti evaluasi interaktif yang dilaksanakan guru, secara bersamaan guru memandu kegiatan melalui Whatsaap Group
  5. Belajar di Google Form, dimana siswa menjawab soal-soal secara langsung dimana guru dapat memperoleh timbal balik secara cepat
  6. Belajar langsung melalui bimbingan klinis secara langsung oleh guru baik ketika siwa mengumpulkan tugas atau ketika berkunjung ke rumah siswa yang berlaku kepada beberapa siswa yang tidal dapat belajar menggunakan alternatif belajar a ~ e.
  7. Bagian Akhir

Bagian akhir kegiatan belajar dapat diisi dengan berbagai variasi bentuk penguatan guru terhadap proses dan atau hasil belajar siswa, kegiatan menyimpulkan proses pembelajaran, melaksanakan evaluasi tindak lanjut, kegiatan literasi dan penugasan mengisi jurnal harian siswa, dan pemberian evaluasi singkat.

Pembimbingan Kepala Sekolah

Supervisi Guru

Peran kepala sekolah dalam hal ini adalah pembimbingan dalam hal teknis penulisan dan substansi RPP agar relevan dengan tahapan seperti diuraikan di atas. Proses pembimbingan dilakukan secara intensif pada Whatsaap Group Sekolah dan langsung berdasarkan jam kerja di sekolah. Pembimbingan ini diperlukan dalam rangka memastikan langkah kegiatan memang benar-benar sesuai dan relevan dengan prinsip 5 M di atas. Beberapa tahapan tindakan kepala sekolah dalam pembimbingan RPP guru adalah seperti uraian berikut :

 

  1. Merencanakan proses pembimbingan, pendampingan dan fasilitasi sesuai dengan Rencana Supervisi Akademik kepala sekolah dan program kepala sekolah lainnya
  2. Mensosialisasikan kegiatan pembimbingan yang disampaikan pada setiap rapat-rapat sekolah di sela-sela penyelenggaraan pembelejaran guru
  3. Menjadwalkan kegiatan pembimbingan secara mingguan yang bersifat dinamis dan berkelanjutan berdasarkan pertimbangan priorotas, keperluan, dan kepentingan.
  4. Melakukan pembimbingan berdasarkan aspek-aspek :
    • Akademik, meningkatkan kompetensi guru dalam hal akademik sehingga penananaman konsep-konsep materi pembelajaran menjadi benar dan relevan
    • Pedagogi, implementasi strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru menjadi relevan dan senantiasa berkembang berlandaskan aspek inovasi, berorientasi pelayanan dan pemahaman terhadap pendidikan berdiferensiasi
    • Karakteritik siswa, orang tua dan lingkungannya, pendekatan memanusiakan hubungan semakin berjalan efektif sehingga memudahkan guru untuk berkomunikasi dengan siswa dan orang tua siswa sehingga membantu meningkatkan aktivitas belajar dan meminimalsir potensi masalah terkait kesalahpahalaman dengan orang tua siswa.
    • Profesiaonlisme guru, dimana kepala sekolah memberi dorongan agar guru senantiasa belajar terkait komptensi akademik dan pedagogi, utamanya dalam penyelenggaraan evaluasi dan refleksi pembelajaran yang bersifat autentik dan berkelanjutan sehingga dapat mengukur aktivitas dan hasil belajar siswa dan memberi feed back terhadap capaian belajar siswa secara lebih komprehensip. Pembimbingan aspek profesionalisme juga terkait dengan bagaimana guru dalam mengimplementasikan pembelajaran selalu menghadirkan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Tampilan RPP baik secara struktur, tahapan dan penulisan yang relevan, teratur dan sesuai dengan kaedah penulisan berkiblat pada EYD
  5. Refleksi berkelanjutan, kegiatan ini bersamaan dengan kegiatan kegiatan sosialisasi berkelanjutan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya yang tersedia seperti media tayang yang relevan, refleksi dengan menggunakan bantuan teknologi seperti gadget, LCD, media sosial, dan aplikasi yang relevan seperti Whatsaap Group dan berbagai aplikasi pada Akun Google dengan segala fiturnya yang dapat membantu pelaksanaan refleksi dan evaluasi seperti Google Form, Google Drive, Google Doc, Google Presentation, Google Spreadsheet, Google Site (sd7ok.id)dan Blog sekolah (metode.id).

Sebagai bentuk kegiatan nyata dari aktivitas pembimbingan kepada guru dilakukan mulai dari Guru Kelas dan Guru Mapel. Berikut uraian interaksi kepala sekolah dengan guru pada beberapa platform aplikasi seperti Whatsaap Group dan Google Class Room seperti di bawah ini:

loading...

1 Comment

I kadek dwi anggara darma putra · March 9, 2021 at 9:56 am

Lelah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *