Sambungan

Tetapi sebelum membaca sambungannya, lebih baik baca dulu di bawah ini!

Pada suatu hari ada teman guru mengeluh, sulitnya naik pangkat, harus buat PTK dan seabrek surat-suratnya.  Yaahh,.. dalam hati saya tertegun, karena naik pangkat itu kadang dilihatnya sebagai hak. Sesungguhnya apa sih itu kenaikan pangkat? Menurut hemat penulis dalam pandangan sederhana saja, pangkat itu kan pemberian. Benar tidak? Naik pangkat itu kan hadiah, Benar tidak?   Naik pangkat itu kan penghargaan, benar tidak?  Oh ya, para hadirin pada tepuk tangan…… benar katanya, hehe.

Apasih naik pangkat itu? Sesungguhnya naik pangkat itu adalah hak guru, karena setiap guru berhak untuk naik pangkat, setiap guru berhak mendapatkan kesempatan untuk meniti jenjang karir. Kalau berbicara masalah karir, bukan hanya berlaku di ranah formal, hal ini sering kita temukan pada bidang non formal seperti perusahaan-perusahaan yang memberikan motivasi kepada karyawannya untuk dapat bekerja lebih baik. Nah loooo, karir itu ternyata urusannya mutu kerjaan yang lebih baik. Beratnya ya disini.

Sehingga hak untuk naik pangkat tadi berubah menjadi kewajiban. Pertanyaannya kemudian adalah, sudahkah kita bekerja menjadi guru dengan baik? Apa indikasi ketika kita bekerja dengan baik dan berhak mendapatkan kesempatan untuk meniti karir?  Menurut buku 4 Panduan Penilaian Angka Kredit Guru secara lengkap dapat di baca pada bagian akhir tulisan ini.

Secara sederhana dan garis besar persaratan yang harus kita penuhi ketika kita ingin hak kita untuk mendapatkan kesempatan meniti karir di guru adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan tugas sebagai guru dengan baik
  2. Selalu belajar
  3. Selalu berinovasi

Hanya tiga hal di atas sesungguhnya yang menjadi sarat ketika guru berkeinginan untuk meninti karirnya. Indikasinya apa? Alat ukurnya apa? Berikut penjelasannya:

  1. Guru melaksanakan tugas dengan baik ditandai dengan diberi nilai baik oleh atasannya seperti DP3 nilai baik, SKP nilai baik, apa itu DP3 dan SKP? Cari tahu sendirilah!
  2. Selalu belajar, kalau di bidang pendidikan itu istilahnya Pengembangan Diri. Indikasinya adalah sering ikut pelatihan agar kemampuannya meningkat, sering ikut pertemuan sesama guru agar selalu berbagi kebaikan antara sesama guru
  3. Selalu berinovasi, nahhh ini yang berat, Ini jawabannya ada pada PIKI. Apa itu PIKI? Cari tahu sendiri! hahaha…………  OK Bagian ini penulis buka sedikit. PIKI itu (Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif). Indikasinya adalah guru selalu melihat, bahwa ketika mengajar pasti pernah salah. Kenapa? Karena yang dihadapi itu manusia, siswa itu manusia. Manusia yang asalnya beragam, jadi ketika mengajar pasti pernah salah memperkirakan sifat dan watak siswa. Belajar dari kesalahan itu guru harus merubah cara mangajar. Nah upaya merubah cara mengajar inilah yang memerlukan serangkaian cara. Bukti nyata guru telah merubah cara mengajarnya ini bentuknya bermacam-macam. Inilah yang disebut PIKI.

Penjelasannya silahkan disimak pada lampiran di bawah ini:

atau kalau sulit di baca, silahkan dilihat di sini!