Penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajarn tidak dapat terelakkan lagi, apalagi pada masa Pandemi Covid-19 ini. Pembelajaran jarak jauh yang sebelumnya seperti tidak pernah terpikirkan akan terjadi, ternyata kita lakukan hari ini. Guru-guru dalam pembelajaran jarak jauh tetap dituntut untuk mampu menghadirkan proses belajar yang bermakna yang selalu berorientasi proses. Maka kehadiran teknologi dalam hal ini sangat dibutuhkan.

Teknologi dalam kaitannya untuk membantu proses pembelajaran dapat berperan sebagai media pembelajaran, sumber belajar atau menjadi andalan dalam membantu guru untuk menemukan strategi terbaik dalam melaksanakan pembelajaran. Upaya berinovasi melalui strategi terbaru dalam pelaksanaan pembelajaran yang nyata-nyata dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas pembelajaran sangat diperlukan.  Ide terkait strategi baru dalam berinovasi dengan memanfaatkan teknologi merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas. Wujud strategi tersebut disitilahkan dengan metode tepat guna dalam menignkatkan aktivitas dan kreativitas pembelajaran.

Dalam rangka membantu niat guru dalam meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi sehingga proses belajar semakin aktif dan kreatif maka beberapa guru di sekolah kami telah mencoba untuk berinovasi. Salah satu media yang digunakan adalah video pembelajaran, yang disusun seedemikian rupa, dan diunggah di youtube chanel. Manfaat kegiatan ini, selain guru dapat menyampaikan materi dengan tepat, guru juga berkesempatan untuk belajar menyesuaikan pembelajaran yang selama ini selalu dilaksanakan dengan tatap muka, beralih ke pembelajaran virtual. Sehingga aktivitas ini akan semakin mematangkan kepekaan guru dalam merancang pembelajaran di era baru ini.

Selain untuk menyesuaikan, guru juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuannnya dalam penggunaan teknologi yang memang sudah wajib dikuasai di era digital ini. Secara tidak langsung guru akan mengenal dan menggunakan berbagai aplikasi pendukung dalam penyusunan langkah-langkah pembelajaran berbasis metode terbaru tersebut. Berdasarkan kesepakatan model atau metode ini selanjutnya disebut dengan “Metode Pembelajaran Tematik  Berbasis Video Youtube”

Peran kepala sekolah dalam hal ini adalah sebagai fasilitator, pembimbing dan pendampingan secara melekat membantu guru tahap demi tahap memberikan jalan dalam menyempurnakan karyanya. Bukan berarti kepala sekolah menjadi pihak yang selalu mengontrol saat pelaksanaan kegiatan, tetapi memberikan cara pandang yang lain terutama dari beberapa aspek yang mungkin terlupakan oleh guru tersebut. Pada pelaksanaan pengambilan gambar, penyusunan, editing dan layout beberapa hal yang perlu mandapat masukan terkait video dimaksud, guru dapat meminta bantuan guru lain dalam menyempurnakan karyanya selain kepala sekolah itu sendiri.

Salah satu contoh tampilan video yang masin dalam tahapn editing berikut, adalah karya salah seorang guru di SD Negeri 7 Subagan ( Ni Luh Sudiarsih, Guru Kelas III) yang membelajarkan materi tematik yang memuat muatan IPA, Matematika dan PKn. Seperti video di bawah ini:

 

Penyempurnaan model pembelajaran dengan menggunaka video yang selanjutnya akan di uplod di Youtube ini dilakukan melalui pendekatan supervisi yang bersifat memotivasi. Sehingga setiap karya yang dihasilkan oleh guru adalah karya terbaiknya saat itu, yang layak mendapatkan penghargaan. Akan tetapi proses penyempurnaan harus tetap dilakukan, karena si perancang kegiatan biasanya terkadang melupakan aspek tertentu, utamanya dalam menghadirkan strategi pembelajaran yang mampu memotivasi siswa untuk menignkatkan aktivitas belajarnya di rumah. Adapun masukan yang diberikan dalam rangka menyempurnakan karya tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Video tersebut harus dipecah menjadi beberapa bagian video bersambung, dimana dalam satu video menghadirkan satu topik saja, sehingga memungkinkan guru untuk menghadirkan tampilan berbeda dalam setiap videonya, dan memberi kesempatan siswa untuk belajar atau mengerjakan tugas, misalnya muatan IPA, Matematika dan Pkn dibuat secara terpisah, tetapi dalam pemenggalan video terebut dibuatkan peralihan yang menyatakan bahwa video tersebut bersambung dan menjadi satu kesatuan tematik
  2. Pada awal kegiatan sebaiknya guru menampilkan wajahnya sekilas untuk mengantarkan materi pembelajaran dimaksud, dengan menanyakan kabar, menyampaikan tujuan, dan memberi motivasi
  3. Sebaiknya guru dalam menyampaikan tentang cara penghematan listrik, gambar langkah-langkah menghemat listrik harus diambil dan dicontohkan oleh guru secara langsung, dan siswa dapat meniru dan melaksanakan kegiatan tersebut secara langsung pada saat pengerjaan tugas di rumahnya masing-masing
  4. Guru mendemonstrasikan secara langsung pembuatan baling-baling dari kertas, dan siswa nanti dapat dengan mudah meniru apa yang telah dilakukan guru pada pengerjaan tugas di rumahnya masing-masing
  5. Guru mendemonstrasikan secara langsung cara membandingkan satu bentuk bidang datar kertas dimana aktivitas belajarnya adalah membandingkan luas dan kelilingnya, dan menentukan keliling dan luasnya secara tepat dengan perhitungan matematika. Ssiswa dapat meniru dan mendemonstrasikan kegiatan tersebut secara langsung di rumahnya masing-masing pada saat mengerjakan tugas
  6. Guru dapat mendemonstrasikan beberapa tingkah laku yang mencerminkan pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari hari melalui contoh video yang dapat dicari sumbernya di internet.
  7. Guru selalu memotivasi siswa agar senang belajar pada setiap tahapannya
  8. Setiap akhir kegiatan guru menyampaikan petunjuk tenetang pengerjaan tugas-tugasnya, termasuk pada kegiatan evaluasi yang dihadirkan melalui Google Class Room
  9. Pada setiap akhir kegiatan guru juga harus menyampaikan kesimpulan, harapan dan tindak lanjut dari kegiatan belajar yang telah dilaksanakan.

Dalam rangka memastikan bahwa saran dan masukan tersebut dapat dilaksanakan maka kepala sekolah melaksanakan pendampingan secara melekat, konsisten dan berkelanjutan. Ada kalanya guru akan merasa susah, mengeluh dan memiliki banyak alasan untuk tidak menyempurnakan karyanya. Hal itu adalah hal wajar, dan hal wajar pula kepala sekolah harus memotivasi lagi demi kesempurnaan sebuah karya. Kesempurnaan yang sejati memang tidak ada, tetapi upaya mendekati itu selalu ada jalan, dan tergantung seberapa jauh kemampuan kita untuk bertekad menyelesaikannya. Hambatan terbesar dalam upaya menyelesaikan sebuah karya adalah niat kita sendiri. Kalau niat kita besar dalam menyempurnakan karya dan pekerjaan kita, hambatan sebesar apapun pasti dapat terlewati.