PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK (Parenting V)

Selamat Sore Bapak /Ibu orang tua siswa. Bagaimana dengan kegiatan belajar anak-anak? Apakah mereka senang, bosan, gembira, atau bahkan sedih?  Tidak hanya Bapak/Ibu yang kesulitan, kamipun sangat-sangat kesulitan menjalani era baru ini. Tapi perubahan ini telah menantang kita untuk siap menerima dengan iklas perubahan ini dengan belajar. Kami saat ini sedang belajar, belajar menerima keadaan dan belajar menyesuaikan diri dengan keadaaan ini.

Bapak/Ibu Orang Tua siswa yang kami banggakan, perlu kita sadari bersama, bahwa tantangan Pandemi Covid~19 telah menyebabkan perubahan yang masiv di berbagai sektor kehidupan, termasuk di dunia pendidikan. Setiap pagi Bapak/Ibu biasanya membangunkan siswa, untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah, mengantarkan mereka sampai di depan gerbang sekolah, yang disambut guru-guru. Apakah hal itu hanya akan menjadi sebuah kenangan? Mungkin suatu saat nanti kita hanya dapat berbagi cerita tentang bagaimana serunya sekolah di masa normal. Hampir semua orang tua, guru dan masyarakat, berkeinginan keadaan menjadi normal lagi. Kita tidak dapat hidup seperti ini selamanya, ini pasti akan normal kembali.

Tetapi adakah yang bisa meramalkan bagaimana kondisi masa depan? Saat ibu mengantar anak pergi ke sekolah pada Bulan Desember Tahun 2019, Apakah kita tahu bahwa hari ini di bulan Oktober 2020 akan ada Tragedi Pandemi Covid~19? Hal yang sama juga berlaku saat ini, kita tidak akan pernah tahu bagaimana kelanjutan dari proses belajar jarak jauh ini, Apakah yang akan terjadi di Bulan Oktober tahun 2021? Kita tidak tahu, kita hanya mampu mengira-ngira. Apakah keadaan ini akan  berlangsung singkat, lama, atau bahkan selamanya. Apakah kita hanya mampu diam menunggu, supaya keadaan normal kembali?

Untuk itu Bapak/Ibu, kita tidak semestinya hanya diam terpaku, menunggu hal yang kita tidak akan tahu pasti. Jika kita menunggu, sementara perkembangan teknologi dan perkembangan zaman terus melaju, maka kita akan tertinggal. Tatanan peradaban baru telah membentang di hadapan kita, yang menyediakan banyak tantangan dan banyak peluang. Sekarang yang terpenting bagaimana kita menyiapkan anak-anak kita bisa menjalani kehidupan di masa yang akan datang, yang penuh dengan tantangan dan peluang. Belajar adalah kata kuncinya.

Sudah zamannya kita belajar hal-hal yang perlu dan penting. Maka pemerintah menghadirkan Kurikulum baru yang disederhanakan dari Kurikulum 2013. Sudah saatnya kita merubah pola pikir bawah belajar itu tidak harus di sekolah saja, belajar dapat dimana saja, dengan siapa saja, dan kapan saja. Yang terpenting dari belajar itu adalah bagaimana kita dapat melakukan sesuatu setelah belajar. Kita mendapatkan hal baru, pengalaman baru dari kegiatan belajar.

Coba kembali ingat-ingat masa lalu kita. Apakah semua pelajaran yang Bapak/Ibu peroleh selama belajar di sekolah dapat langsung memberi kita jalan untuk menjalani kehidupan masa ini? Apakah karir atau pekerjaan Bapak/Ibu saat ini semuanya  lahir dari proses belajar di sekolah? Tentu tidak  semuanya Bapak/Ibu. Pekerjaan yang kita lakoni hari ini lahir dari pengalaman, termasuk di dalamnya pernah mengalami proses belajar dari guru di sekolah, belajar dari orang tua, belajar dari teman-teman kita di tempat kerja, belajar dari atasan kita, belajar dari lingkungan tempat tinggal kita, dan bahkan belajar  mandiri atau autodidak.

Bapak/Ibu, pasti setuju, bahwa kita mampu sukses dan berhasil hari ini setelah keluar dari kesulitan. Pengalaman kita menjalani kehidupan yang berat adalah pelajaran berharga, dan yang terpenting harus kita sadari hari ini kita masih dan terus belajar. Hari ini kita sama-sama belajar untuk keluar dari masalah yang disebabkan oleh Pandemi Covid~19. Siswa belajar, guru belajar, pengawas belajar, kepala dinas juga belajar, sampai pada tataran menteri pendidikan terus berbenah, belajar dan belajar. Kenapa kita mesti belajar? Jawabannya karena kita ingin memecahkan masalah.  Pengalaman yang paling berharga saat ini adalah sama-sama belajar untuk memecahkan masalah sebagai dampak dari Pandemi. Sehingga tidak salah orang mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik.

Perhatikan bagan di atas.  Cara yang terbaik untuk belajar menurut penelitian Dale adalah melalui pengalaman.  Menurut Dale, metode yang paling tidak efektif berada di bagian teratas piramida dan metode yang paling efektif berada di bagian paling bawah. Pengalaman belajar diberikan dengan tujuan mewakili kenyataan atau hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang nyata. Semakin jauh Anda bergerak ke bawah piramida, semakin besar pengalaman pembelajarannya dan semakin banyak informasi yang mungkin disimpan siswa.

Hal ini juga menunjukan bahwa ketika memilih metode pembelajaran, penting untuk Bapak dan Ibu orang tua ingat bahwa pelibatan anak dalam proses memperkuat pengetahuan yang didapatkannya. Mereka tidak perlu disuruh menghafal. Dengan melihat piramida  pengalaman  belajar Dale diatas, maka Bapak dan Ibu oran tua dapat menghubungkan keterkaitan antara tujuan pembelajaran, pengalaman belajar dengan pilihan cara belajar, serta penggunaan teknologi dan media pembelajaran, serta berbagai sumber belajar.

Saat ini Bapak Ibu orang tua adalah guru di rumah. Berdasarkan paparan di atas memperlihatkan kepada kita, jika kita mampu mengajak anak-anak belajar, memberi mereka pengalaman dalam membantu pekerjaan kita, mengajak mereka belajar, bersama-sama mengerjakan tugas-tugas dari guru, akan membawa mereka mendapatkan pengalaman belajar paling berarti.

Tidak kurang dari itu, kami dari pihak pendidik, masih terus belajar, menghadirkan proses belajar yang akan mengarah ke hal itu. Jadi apapun yang kami tugaskan kepada anak-anak, di dalam Google Class Room adalah proses balajar. Tidak lama setelah ini, kami akan mengajak Bapak/Ibu dan anak belajar melalui ZOOM MEETING, sebagai pengganti pembelajaran tatap muka. Belajar menggunakan ZOOM MEETING adalah proses memperoleh pengalaman belajar.

Jadi nanti berdasarkan kesepakatan dengan guru kelas, sempatkan untuk mendampingi anak buah hati kita dalam belajar melalui ZOOM. Sudah barang tentu ini berdasarkan kesepakatan guru, siswa dan orang tua. Salam.

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *