LAPORAN MINGGU IX & KEGIATAN GALUNGAN KUNINGAN

RAHAJNEG RAHINA KUNINGAN

Tidak terasa perayaan Hari Galungan dan Kuningan untuk umat Hindu di Bali telah dilalui. Hari Galungan merupakan hari Suci bagi umat Hindu yang diperingati setiap bertemunya Hari Buda Kliwon Dungulan.  Buda adalah sama dengan Rabu yang jumlah harinya 7 hari, Kliwon adalah hari Panca Wara yang jumlah harinya adalah 5 hari, sedangkan Dungulan adalah Wuku. Sehingga Galungan dan Kuningan diperingati setiap 210 hari (6 bulan Kalender Bali).

Perayaan Hari Galungan dan Kuningan menurut keyakinan Hindu adalah memperingati kemenangan dharma melawan adarma ketika Dewa Indra berhasil mengalahkan Mayadenawa, Sang Raja yang Lalim dalam mitologi Hindu.  Dharma atau kebenaran selalu akan menang mengalahkan adharma atau kebatilan.  Makna memperingati Hari Galungan dan Kuningan saat ini, lebih kepada mengalahkan sifat adharma yang juga meliputi kita sebagai manusia yang masih berada dalam kegelapan (Awidya).  Maka dari itu kita harus senantiasa mencari pencerahan hidup, atas segala kegelapan yang menimpa.

Kegelapan akan lebih mudah dicerahkan jika kita memiliki rencana dan prediksi berdasarkan hasil mulat sarira (refleksi). Walaupun sesungguhnya masa depan itu tidak dapat diprediksi,  seperti halnya filosofi moderen terkait VUCA (voletile, Uncerternty, Complexcity, dan Ambigu), sesungguhnya kegelapan itu dapat di raba dan dirasakan berdasarkan kematangan pengalaman kita. Lahirnya perencanaan adalah suatu upaya memetakan masa depan yang gelap, sehingga kita memiliki keyakinan untuk menjalankan aktifitas.

Bayangkan saja jika kita ingin pergi ke arah timur, di jalanan yang gelap dengan satu penanda bintang. Maka kita akan meraba jalan dengan kaki kita dan menuju arah timur dengan tetap memperhatikan posisi bintang itu. Jika belum sampai maka kita dapat merenung untuk mencari acuan pembanding misalnya pohon, sementara rencana kita pergi ke timur harus tetap, tidak boleh berubah. Alam dan pengalaman telah memberi kita acuan, maka sekarang tinggal ketetapan hati untuk berpegang teguh pada rencana semula.

Terkait dengan itu maka rencana kerja dalam hal ini adalah rencana kerja di sekolah seperti RPP ataupun rencana kerja kepala sekolah seharusnya ditetapkan di awal dan kita akan capai berdasarkan faktor-faktor penanda yang dijadikan acuan. Kegiatan refleksi berulang kalipun harus tetap dilaksanakan untuk mencapai tujuan dari perencanaan yang telah ditetapkan. Berikut laporan dan rencana kerja  dimaksud untuk tetap memberi keyakinan bahwa apa yang diinginkan dapat dicapai.

Laporan dan Rencana Kerja Kepsek Minggu IX

Laporan dan Rencana Kerja Kepsek Minggu X

Guru Mendampingi Siswa 

Video Profil Sekolah

Siswa Melengkapi Tugas PJJ

Zoom Meeting Supervisi BAN-SP

Laporan Best Practices Kepala Sekolah

Video Kratifias Siswa

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *