Bapak/ibu orang tua siswa yang saya banggakan, Selamat Siang Rahajeng. Rahajeng Galungan dan Kuningan.  Mogi Kenak ring Geria, Puri utawi Jero soang-soang. Lugrayang tityang mapaungu atur akadik. Ampurayang yening wenten nenten manut ring kayun.

Setiap orang boleh dong, menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Mau jadi ini dan itu. Apakah kita yakin cita-cita itu HARUS tercapai?  Naa.. dimana posisi kita saat itu? Apakah meng IYA kan, dengan berkata begini “Ya nak kmu pasti bisa, belajarlah yang rajin ya, pasti Tuhan akan mengabulkan harapanmu”. Atau begini mungkin,”Oh sekarang kalau kerja jadi Guide itu gak cerah lagi, tuh Bapak punya teman yang jadi Guide nganggur!”  Kira kira kita akan memilih tindakan yang mana?

Bapak/Ibu orang tua siswa yang HEBAT, masa depan adalah gelap, kita tidak bisa memprediksi apakah ke depan itu Dokter yang pekerjaannya masih bagus, atau Guru mungkin, atau jadi Guide? Kita tidak tahu pasti. Perkataan orang tua di atas yang menyarankan anak-anaknya rajin belajar, sudah sangat tepat. Kami pun sependapat, kamipun mendorong anak-anak Bapak Ibu belajar yang rajin dengan cara dan strategi pembelajaran yang memang sudah kami rancang dengan matang. Memberi TUGAS salah satu upaya kami dalam menuntun anak-anak Bapak/Ibu untuk rajin belajar.

Nahh terkait TUGAS, tugas yang seperti apa kira kira cocok sehingga selain rajin anak kita mendapatkan manfaat ? TUGAS MENULIS SANGAT COCOK. Alasannya apa? Ok saya jelaskan ya, KENAPA tugas menulis sering kami pilih sebagai strategi belajar yang tepat. Selain MASA DEPAN YANG GELAP seperti saya bilang di atas, ada satu hal yang pasti ada di masa depan. TIDAK ADA PEKERJAAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN KEGIATAN MENULIS SEBAGAI BAGIAN DARI PEKERJAANNYA.

Dalam kegiatan menulis itu ada unsur BERPIKIR menggunakan NALAR. Dalam kegiatan MENULIS itu akan menggugah mereka untuk KREATIF. Dalam kegiatan MENULIS  salah satu cara meningkatkan kemampuan mereka BERBAHASA TULIS. Melalui MENULIS maka mereka pasti akan MEMBACA. Menulis bukan pekerjaan mudah, lebih sulit dari berbicara, lebih sulit dari memasak, lebih sulit sulit dari sekedar menjalankan tugas-tugas kita sehari-hari. MENULIS ITU BERPIKIR. MENULIS ITU SULIT.

Filem KOREA yang Bapak/Ibu tonton setiap hari itu lahir dari kemampuan hebat dari penulisnya, demikian pula acara-acara TV yang setiap hari kita tonton. Para pekerja-pekerja acara TV yang hebat itu berawal dari KEMAMPUAN MENULIS MEREKA YANG MAPAN, berawal dari kemampuan mereka BERPIKIR menggunakan NALAR yang KRITIS KREATIF dan INOVATIF.  Perangkat teknologi yang Bapak/Ibu seperti GADGET atau LAPTOP yang merupakan benda yang tidak bisa lepas dari genggaman kita setiap hari, juga berawal dari kemampuan MENULIS, BERPIKIR, BERNALAR, KRITIS KREATIF dan INOVATIF. Motor atau mobil yang bapak ibu kendarai setiap hari itu juga LAHIR DARI kemampuan MENULIS, BERPIKIR, BERNALAR, KRITIS KREATIF dan INOVATIF. Maka tak heran Suzuki mpunya moto “INOVASI TIADA HENTI”.

Sekarang pertanyaannya, Apakai kita mau ke depan anak-anak kita, generasi bangsa yang akan mengisi masa depan kita hanya sebagai pengguna alat saja? Mereka sangat PUAS ketika hanya membeli dan punya alat alat itu? Sadarkah kita saat ini kita sedang di jajah teknologi? Kenapa kiga di jajah? Alasannya karena kita tidak memiliki kemampuan MENULIS, BERPIKIR, BERNALAR, KRITIS, KREATIF dan INOVATIF. Kita hanya bisa bengong dan kagum dan menggunakannya, dan rela membeli mahal-mahal demi kebutuhan kita. Triliunan rupiah uang kita mengalir ke Jepang, Cina dan negara-negara industri maju yang menempatkan kemampuan MENULIS, BERPIKIR, BERNALAR, KRITIS KREATIF dan INOVATIF sebagai hal yang penting.

.

Sadarlah kita sudah tertinggal terlalu jauh, Sebuah hasil penelitian terhadap kemampuan SAINS siswa-siswa di Jakarta menemukan, Anak-anak kita (di JAKARTA) pendidikannya tertinggal 145 tahun. Duhhh, prihatin kita, itu di Jakarta, apalagi di lain tempat. Jangankan berpikir membuat alat, pendidikan kita aja tertinggal 145 tahun. Bagaimana cara mengejarnya? Mungkin jawabannya BAPAK IBU sudah tahu, kita harus Belajar dan bekerja lebih keras lagi. Lebih keras dari biasanya.

Ketika kita tidak lagi sebagai PENGGUNA, tetapi PENCIPTA saat itulah kita akan terlepas dari PENJAJAJHAN TEKNOLOGI. Kapankah itu? SANGAT JAUH BAPAK IBU

Kita semua prihatin, apa jadinya anak-anak kita kalau masa depannya dibayangi oleh PENJAJAHAN. Pemerintah SAAT INI tidak pernah  berhenti memikirkan ini. Sekolah, kepala sekolah dan guru-guru tidak pernah berhenti memikirkan ini. Maka Bapak Ibu juga akan tidak akan pernah berhenti memikirkan ini. KITA HARUS TERLEPAS DARI PENJAJAHAN TEKNOLOGI ITU.

Kami sebagai guru SD sebagai peletak dasar dari upaya membentuk anak yang MENULIS, BERPIKIR, BERNALAR, KRITIS, KREATIF dan INOVATIF hanya bisa dalam upaya memotivasi anak-anak agar belajar lebih giat dan keras seperti halnya harapan Bapak Ibu orang tua yang BERBAHAGIA. Maka dari itu dukung semua PROGRAM kami. Di masa Pandemi Covid-19 ini kami hanya memiliki Bapak/Ibu sebagai teman berbincang dalam memikirkan masa depan anak-anak kita. Hanya itu yang kami punya, SEMANGAT. Jika Bapak/Ibu berkenan, marilah BERGOTONG ROYONG untuk mendidik anak-anak kita. Kami berharap Bapak/Ibu sudi meluangkan waktu bagi anak-anak dan mendorong mereka agar belajar lebih giat lagi.

Melalui kegiatan MENULIS kita wujudkan masa depan anak-anak, buah hati kita, harapan Bapak/Ibu. Ijinkan juga guru-guru kami untuk memberi mereka tugas. Karena sesungguhnya SEMNGAT kami yang tinggi yang memimpikan masa depan anak-anak tidak lagi dalam PENJAJAHAN TEKNOLOGI. Itulah yang menjadi sebab, adanya tugas-tugas yang mungkin terasa berat. Kita sudah TERLAMBAT JAUH, MAKA MARI BERSAMA_SAM AKITA KEJAR. Langkah kami untuk memberikan tugas-tugas merupakan bagian dari upaya kami mewujudkan cita-cita dan harapan anak-anak kita. Kami mohon Bapak/Ibu sudi kiranya melakukan langkah-langkah kecil. Ijinkan kami memberi tugas, ijinkan kami hadir setiap hari di keluarga Bapak/Ibu. Tugas-tugas yang kami berikan tak lebih dari rasa peduli terhadap impian Bapak/ibu sekeluarga. KAMI PEDULI dengan anak-anak, kami mencintai mereka, TUGAS-TUGAS ini adalah untuk kepentingan mereka.

KAMI sangat peduli. Kalau tidak peduli, kami tidak akan SESEMANGAT INI. RAHAJENG