MEMBACA JALAN MEMASUKI GERBANG DUNIA ~ (Parenting I)

PENTING SEMPATKAN UNTUK MEMBACA

MARI RENUNGKAN BERSAMA

Indonesia menempati urutan ke 60 dari 61 negara dengan tingkat kemampuan budaya baca paling rendah di dunia. Bahkan hanya setingkat lebih tinggi dari negara Boswana Afrika. Miris sekali. Apakah ini layak kita banggakan? Tak kurang dari ratusan aktivis, pemerintah, maupun yayasan telah berjuang untuk meningkatkan budaya baca bagi kalangan generasi muda dan anak-anak.

Apakah sudah terjadi dengan anak-anak kita? Apakah kita sebagai orang tua telah berbuat untuk mendorong anak-anak kita agar memiliki wawasan yang luas dengan meningkatkan minat bacanya? Kegiatan membaca yang  rutin akan membawa kita dan anak-anak kita mengenal dan mengetahui lebih banyak.

Tanpa dukungan kita sebagai orang tua yang juga harus memberi teladan dan senantiasa tanpa henti mendorong anak-anak kita untuk memulai kegiatan membaca maka mustahil hal itu akan terwujud.

Kadang ada orang berkata, informasi saat ini dapat diperoleh dari manapun. Apalagi dengan hadirnya internet, yang akan sanggup memberikan kita banyak pilihan informasi, seperti tayangan video, berita online dan sebagainya. Tapi apakah sudah dipastikan, anak-anak kita ketika memegang HP, telah mencari informasi bermanfaat? Jangan-jangan mereka kecanduan gym. Atau tiktokan, atau bahkan mengakses situs-stus di atas 18 tahun.

Memang hal ini sangat dilematis. Apalagi di tengah-tengah situasi belajar di rumah seperti ini, kesibukan kita terkadang mengabaikan itu. Kita kadang lebih fokus untuk bekerja dari pada memperhatikan anak-anak kita.

Kalau dipikir lagi, untuk apa sih kita bekerja? Kan untuk anak juga? Penghasilan kita yang kita dapatkan dari bekerja adalah untuk anak-anak kita. Mungkin kita sepakat dengan hal ini. Kita bekerja adalah untuk kebutuhan anak-anak baik dari makanan hingga pendidikan mereka.

Tetapi pernahkah kita merenung? Mengejar karir, prestasi kerja, keuntungan yang besar, sehingga kita memiliki banyak kekayaan dengan alasan demi anak-anak kita, seolah menjadi pembenar bahwa kita telah melakukan hal yang baik untuk anak-anak dan pendidikannya. Kita lupa satu hal. PERHATIAN.

Uang memang sangat penting di zaman ini, tapi PERHATIAN kita sebagai orang tua tidak bisa tergantikan oleh uang.  Bayangkan misalnya kita bekerja keras membanting tulang hingga mampu menghasilkan uang banyak, tetapi melupakan PERHATIAN pada anak kita. Setiap hari kita penuhi kebutuhan mereka dari A sampai Z, sehingga kita telah mengklaim bahwa kita sudah memperhatikan mereka. Si anak yang kurang perhatian ini akhirnya keluyuran lepas kontrol tanpa pengawasan. Mereka akhirnya salah pergaulan, dan membangkang dengan orang tuanya. Setelah mereka dewasa, akhirnya mereka terjerumus ke hal-hal negatif. Mereka menjadi sampah masyarakat, mempermalukan keluarga.

Mereka tidak diterima bekerja dimanapun, karena tidak memiliki skill atau keterampilan, tidak memiliki wawasan akibat jarang membaca. Mereka akhirnya tersesat. Ketika mereka berkeluargapun masih meminta bantuan orang tua, hingga istri dan cucu  masih juga menjadi tanggungan kita.

Saat itu kita hanya bisa merenung, setres dan struk pada akhirnya. Penyesalan kita sebagai orang tua akan muncul belakangan hari. Kekayaan yang kita kejar mati-matian dari awal akhirnya tidak lagi kita miliki, karena dihabiskan oleh anak dan untuk bekal pengobatan pun sudah tidak kita miliki.

Tapi Bapk/Ibu orang tua siswa yang saya banggakan, tidak udah kawatir. Masih ada waktu, mumpung anak-anak kita masih kecil, dan belum terjerumus hal-hal negatif tadi, Maka mari kita berbenah. Yang saat ini mereka perlukan adalah PERHATIAN. Melihat apa yang saya paparkan di atas, tidak ada alasan apapun bagi kita untuk mengabaikan anak-anak. Sisihkan minimal 1 jam waktu kita untuk memberi mereka PERHATIAN.  Waktu satu jam itu, kalau tukang ojek mungkin akan rugi Rp 50.000. Artinya kita telah menabung untuk masa depan anak sebesar itu. Jadi jangan ragu, kesuksesan mereka kelak ada di tangan kita. Investasikan waktu kita sebentar untuk kesuksan mereka kelak.

Terkait dengan itu, kami hanya bisa membantu, menghadirkan pembelajaran melalui Google Class Room  dan WA yang isinya telah kami rancang untuk membentuk kebiasaan positif pada anak-anak kita. Selebihnya ada pada Bapak/Ibu orang tua untuk senantiasa PERHATIAN dengan anak-anak. Mereka adalah buah hati kita, 9 bulan dalam kandungan ibunya, dengan harapan mereka akan menjadi anak yang berguna kelak. Perjuangan belum berakhir, mulai dari acara megedong-gedongan, ototan dan sebagainya, kita telah menunjukkan perhatian yang besar terhadap mereka. Mumpung sudah basah kita mandi sekalian. Artinya perjugan kita jangan berhenti sampai di situ, PERHATIAN yang lebih kepada mereka adalah kunci keberhasilan mereka kelak.

Seperti pembicaraan saya di awal, selain kegiatan pembiasaan positif terkait karakter dan sikapnya, membaca merupakan hal positif lainnya yang tidak boleh diabaikan. Membaca akan mengantarkan kita memasuki gerbang informasi yang tiada habis. Budaya membaca akan mengantarkan anak-anak kita memiliki wawasan yang luas. Wawasan yang luas akan mencerahkan kehidupan mereka kelak.

Bersama kami melalui Google Class Room telah kami sajikan berbagai bacaan menarik, melalui topik literasi yang dapat anak-anak baca dan diskusikan bersama Bapak/Ibu. Jika anak-anak berkeinginan mendapatkan bacaan lebih banyak lagi, di internet tersedia melimpah. Akan tetapi kembali kami tekankan, PERHATIAN kita adalah kunci. Dampingi mereka ketika mengakses sumber informasi. Ajak mereka berdiskusi, berikan mereka motivasi, bahwa generasi merekalah yang akan membawa bangsa ini maju. Merekalah kelak yang akan menjadi dokter, pegawai, pejabat, politisi, polisi, petani sukses, pedagang sukses yang memiliki wawasan luas dan karakter baik. Pastikan Bapak/Ibu ada di belakang kesuksesan mereka. SEMANGAT

This entry was posted in Artikel, Parenting, Pembelajaran, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *