Laporan Kegiatan Belajar Minggu VII, 24 ~ 29 Agustus Tahun Pelajaran 2020/2021

Tak terasa proses pembelajaran PJJ di Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021 telah menginjak pada minggu ke VII. Upaya pemerintah untuk mengembalikan proses pembelajaran ke pembelajaran tatap muka masih tetap menunggu situasi penyebaran Covid-19 mereda, dengan beberapa skenario yang akan diperlakukan berbeda atas zona kuning dan hijau. Akan tetapi untuk zona merah dan orange masih harus gigit jari, karena tidak diijinkan membuka sekolah. Pada beberapa kondisi justru zona yang telah berwarna kuning kembali ambruk ke zona merah dengan ditemukannya klaster baru penyebaran Covid-19 di daerah tersebut, yang  berdampak ditutupnya kembali proses belajar mengajar dengan cara tatap muka.

Atas situasi darurat ini, proses pembelajaran jarak jauh masih akan tetap di jalankan pada empat bulan ke depan. Untuk itu pemerintah bersama DPR telah menyetujui menggelontorkan dana hingga 9 triliun rupiah dalam rangka pengadaan sarana-prasarana PJJ termasuk di dalamnya pulsa paket kuota internet. Jatah pembagian kuota ini akan menyasar pada guru, siswa, doosen dan mahasiswa. Guru akan mendapatkan jatah kuota hingga 42 Gigabyte sementara siswa akan mendapatkan jatah sebesar 35 Gigabyte, untuk dosen dan mahasiswa masing-masing akan mendapatkan kuota sebesar 50 Gigabyite. Kebijakan ini akan dilaksanakan selama 4 bulan ke depan sambil menunggu situasi mereda dengan harapan pemberian vaksin secara masal akan dapat diberikan pada awal dan pertengahan tahun 2021.

Tanggapan positifpun datang dari kalangan orang tua yang memberikan tanda jempol melalui perpesanan media Wahatsaap Group SD Negeri 7 Subagan, setelah penulis menyampaikan info tersebut. Walaupun bukan yang terbaik, tetapi pilihan belajar di rumah saat ini telah dengan sangat terpaksa dilakukan, sehingga terjadi perubahan kebiasaan masyarakat yang berubah secara drastis. Dimana mereka yang sebelumnya nyaman menyerahkan urusan pendidikan anak dari pengatahuan, keterampilan hingga karakter mereka ke sekolah, namun saat ini mereka terpaksa terlibat.

Apa hendak dikata, perubahanlah yang kekal, bencana kesehatan ini datang secara cepat dan merontokkan kemapamanan yang telah berlangsung. Hingga akhirnya para orang tua siswa kembali menemukan jatidiri dan fungsi sejatinya sebagai guru yang pertama dan utama. Tak kurang dari ratusan dan bahkan mungkin ribuan teori pendidikan, himbauan dan bahkan program pemerintah yang mengharuskan keluarga terlibat aktif dalam hal pendidikan seolah menemukan jalan terangnya saat ini.

Pemikiran Ki Hajar Dewan Tara tentang Tri Pusat Pendidikan sekiranya baru saat ini mendapatkan tempat di hati masyarakat. Seperti itulah sesungguhnya pendidikan, dimana orang tua menempati posisi pertama dalam pembentukan karakter anak-anaknya. Kalau kita renungkan itulah salah satu hikmah yang bermanfaat dari Pandemi Covid-19 ini.

Berikut punulis sajikan laporan pelaksanaan PJJ di SD Negeri s7 Subagan minggu VII

Laporan dan Rencana Kerja Kepsek

RPP GURU

KBM DI GOOGLE CLASS ROOM

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *