Kepala Sekolah Lebih Mampu Memimpin Pembelajaran Inovatif Melalui Google Class Room

Membangun Indonesia melalui dunia Pendidikan dengan pembelajaran dalam jaringan yang efektif dan menyenangkan.

Kepala sekolah kreatif yang berorientasi agar siswanya senang dalam belajar sering mengalami kendala ketika tidak mampu memantau proses pembelajaran yang dilaksanakan guru. Artinya inovasi level dewa sekalipun jika pemantauan atau supervisi itu tidak pernah di lakukan maka akan mentah di tingkat implementasi. Kendala ini biasanya kita dapati ketika pelaksanaan pembelajaran tatap muka, dimana waktu pembelajaran hanya saat kegiatan sekolah saja, sehingga kepala sekolah tidak sempat melakukan pemantauan yang efektif. hal ini berbeda dengan jika kita memantau proses pembelajaran menggunakan layanan Google Class Room.

Ok Baiklah. Pembaca yang budiman, terkait dengan itu, berbagai keunikan, fungsi dan kegunaan Google Class Room akan penulis paparkan di bawah ini. Penulis berharap kita lebih memahami bagaimana kaitan antara fungsi kepala sekolah sebagai manajer sekaligus supervisor di sekolah dengan keunikan dari Google Class Room sebagai penyedia layanan LMS. Pembaca yang kebetulan bernasib sama dengan penulis, yaitu memimpin sekolah ada baiknya juga harus care dengan layanan ini. Karena biasanya kebanyakan dari kita yang ogah ya, ikut-ikutan ngerti tentang layanan yang satu ini. Alasannya karna, “Itu kan tugas guru, kita kan tugasnya sebagai manager”.

Kalau di kelas nyata, biasanya kepala sekolah melakukan supervisi, misalnya melalui kunjungan kelas. Kita biasanya mengunjungi kelas dan melakukan pendampingan dan memfasilitasi guru-guru tentang bagaimana situasi pembelajaran, situasi sarana dan prasarana kelas, dan memastikan setiap program kepala sekolah terkait pembelajaran memang sudah di jalankan oleh guru di kelasnya masing-masing.

Sesungguhnya hal yang sama dapat kita lakukan pada kegiatan PJJ dengan melalui aplikasi Google Class Room. Caranya adalah, kita meminta guru-guru kelas yang telah memiliki kelas maya tersebut mengundang kita untuk bersama-sama menjadi guru di kelasnya masing-masing, melalui email kita. Caranya seperti gambar di bawah ini :

Google Class Room Kelas V

Proses Mengundang Kepala Sekolah Sebagai Guru

Kepala Sekolah Menyetujui  Undangan

Pertanyaannya, apakah setelah kita bergabung sebagai guru di kelas kita akan ikut mengajar? Sudah barang tentu tidak, kehadiran kita di Google Class Room-nya punya guru kita adalah dalam rangka ikut memantau proses pembelajaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, senantiasa harus tahu dan tanggap terkait proses pembelajaran yang akan, sedang dan sudah berlangsung.

Hebatnya lagi, kepala sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai pemimpin pembelajaran ketika ikut menjadi guru di kelas pada Google Class Room, memiliki hak akses yang hampir sama dengan guru. Tetapi tidak semua hak akses tersebut kita gunakan karena hal tersebut justru akan mengganggu hak guru sebagai pelaksana pembelajaran. Beberapa hak akses yang dapat kita gunakan adalah :

  1. Memantau proses pembelajaran mulai dari guru merencanakan pembelajaran yang biasanya masih tampil berupa draft di Google Class Room
  2. Memantau tingkat kehadiran siswa ketika pelaksanaan pembelajaran melalui link presensi yang dapat di atur khusus, agar kita dapat memantau
  3. Memantau proses pelaksanaan pembelajaran ketika pembelajaran berlangsung, seperti proses penyampaian materi, penugasan, proses pengembalian tugas dan penilaian oleh guru.
  4. Memantau proses diskusi antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa
  5. Memantau rekap penilaian guru mulai dari rubrik hingga pensekorannya
  6. Memberikan penguatan kepada siswa dengan cara posting komentar kepala sekolah di ruang diskusi
  7. Memberikan pengumuman kepada siswa terkait kegiatan-kegiatan sekolah
  8. Mampu secara dini memberikan saran dan masukan kepada guru terkait tampilan kelas, bahasa tulis guru, cara penyampaian materi, penugasan dan penilaian

Tindakan ini oleh beberapa guru mungkin akan dianggap kita terlalu “kepo” dengan guru, tetapi mengingat hal ini adalah tugas kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang semestinya kita lakukan baik pada pembelajaran tatap muka atau daring. Hebatnya hal ini tidak mungkin kita lakukan ketika pembelajaran tatap muka berlangsung. Kita tidak mungkin dapat memantau proses pembelajaran setiap kelas setiap saat. Proses pemantauan hanya dapat kita lakukan pada jam sekolah dan itupun tidak semua kelas.

Tidak demikian halnya dengan kelas maya Google Class Room. Proses pemantauan kita di Google Class Room dapat dilakukan pagi, siang, sore, bahkan malam hari sekalipun. Demikian pula kita masih dapat memantau jejak proses pembelajaran itu sudah berlangsung lama, yang terkadang perlu kita review bersama-sama dengan guru.

Melihat hal itu, penulis beranggapan bahwa PJJ dengan memanfaatkan Google Class Room sangat efektif bagi kita sebagai kepala sekolah dalam memantau proses pembelajaran berdasarkan fungsi kita sebagai pemimpin pembelajaran. Inovasi pembelajaran PJJ maupun tatap muka yang kita selenggarakan dengan tujuan agar pembelajaran berlangsung efektif dan menyenangkan dapat terselnggara. Penulis berharap, jika seandanya nanti kondisi normal di jalankan dimana pembelajaran tatap muka kembali di laksanakan, proses pelaksanaan PJJ menggunakan Google Class Room ini masih relevan dilaksanakan. Saat itu layanan Google Class Room bukan hanya sebatas media proses pembelajaran LMS, tetapi juga sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan oleh guru maupun kepala sekolah dalam penyelenggaraan administrasi kelas. RPP yang meliputi materi ajar, media, penugasan dan soal evaluasi yang semestinya di tulis dan dicetak, nanti bisa kita tulis di Google Class Room saja. Tulisan tersebut  selanjutnya dapat diakses oleh guru, siswa, orang tua dan kepala sekolah. Ajaibnya lagi, semua file tersebut tersimpan rapi di Google Drive guru dan kepala sekolah.

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kepala Sekolah Lebih Mampu Memimpin Pembelajaran Inovatif Melalui Google Class Room

  1. peserta lomba blog ke 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *