Essay Guru Penggerak

Sekedar posting artikel, di tengah-tengah kesibukan yang sengaja bikin sibuk. Berkat program guru penggerak Kemendikbud, jadi sibuk sendiri lagi. Setelah menyelesaikan Program Diklat Calon Dosen/Instruktur PPG yang hasilnya entahlah, lulus apa tidak yah. Coba lagi tantangan baru, “Program Guru Penggerak Kemendikbud”. Tetapi ini bukan main-main, kan main kan main, seperti iklan TV, hehe.  Di tanya macem-macem, dan jangan macam macam, ini dia essay saya. Semoga berhasil yah, kali ini. Soalnya tulisannya lumayan panjang, jadi pantas pula menghiasi halaman blog ini.

Jelaskan tentang diri Anda secara singkat

Saya menamatkan pendidikan guru di D-2 PGSD IKIP Singaraja Tahun 2003, berkat bantuan beasiswa dan donasi salah seoarang teman dari Swistzerland. Memperoleh predikat terbaik saat seleksi CPNS Tahun 2003 dengan nilai tertinggi. Melaksanakan tugas pertama kali di SD Negeri 1 Seraya Barat. Merintis pelaksanaan kuliah jarak jauh S-1 Universitas Terbuka angkatan pertama di Kabupaten Karangasem pada tahun 2005, dan tamat tahun 2007. Tahun 2008 s/d 2010 bekerja sama dengan Jack Foundations Australia menyalurkan bantuan gedung sekolah. Pada Tahun 2010 pertama kali ikut kompetisi lomba PTK tingkat Kabupaten dengan predikat Juara I. Pada Tahun 2011 mengikuti PPG angkatan I di Undiksha Singaraja. Dipindahkan ke SDN 1 Karangasem tahun 2012 untuk selanjutnya dipercaya menjadi ketua KKG Kecamatan. Menggagas, merintis dan mengelola penerbitan Jurnal Ilmiah dari tahun 2014 hingga kini. Menjadi finalis Inobel tingkat nasional pada tahun 2011 dan OSN Guru pada tahun 2015. Menggagas kegiatan inovatif pada KKG hingga tahun 2017. Dipindahkan ke SD Negeri 12 Karangasem untuk dipercaya sebagai kepala satuan pendidikan. Gelar master saya peroleh pada tahun 2018 di Undiksha. Menjadi wakil ketua K3S Kecamatan Karangasem 2017 ~ sekarang. Finalis best practices tahun 2019 dan Juara II Best Practices di tahun itu. Aktif dalam Dewan Pendidikan, Forum Ilmiah Guru, Tim Pembina OSN danTIm PKB. Berhasil melaksanakan pendidikan keluarga dan mengimbaskannya secara sukarela kepada sekolah lain.

Ceritakan pengalaman Anda membangun kolaborasi dengan rekan kerja untuk melibatkan orang tua murid dan komunitas dalam proses belajar. Jelaskan prosesnya sejak awal hingga akhir, serta dampak yang terjadi setelahnya.

Pengalaman melibatkan orang tua ketika bertugas sebagai kepala satuan pendidikan di SD Negeri 12 Karangasem. Permasalahan diawali dengan rendahnya partisipasi orang tua dengan sekolah. Memotivasi guru dan pengurus komite agar mensosialisasikan kegiatan pelibatan orang tua dalam rangka ikut bersama menumbuhkan sikap dan karakter anak. Karena sesungguhnya orang tua adalah guru pertama dan utama bagi siswa. Pembentukan paguyuban di laksanakan tahun 2017 dengan kegiatan rutin adalah parenting sambil arisan. Arisan uang selanjutnya berubah menjadi arisan buku karena terdorong untuk melibatkan orang tua dalam gerakan literasi sekolah. Arisan buku berkembang selanjutnya orang tua mempunyai gagasan untuk membuat PERTAMAK (Perpustakaan Kamar Anak) pada setiap rumah anak-anak yang bukunya diisi dengan buku hasil arisan buku. Berkat keterlibatan orang tua sekolah berhasil menyelenggarakan beberapa iven seperti Bazar Orang Tua, dan kegiatan sosial lainnya yang melibatkan orang tua siswa. Pelatihan pendidikan keluarga yang pernah saya jalani akhirnya semakin menguatkan keyakinan dan pemahaman saya bahwa pendidikan keluarga adalah yang pertama dan utama. Melihat kenerhasilan gerakan literasi sekolah di SDN 12 Karangasem melalui program PERTAMAK, akhirnya saya diminta membimbing sejumah sekolah seperti SDN 1 Pertima dan SDN 6 Bugbug untuk mengadakan pendidikan keluarga. Organisasi paguyuban terbentuk yang mengadopsi organisasi kearifan lokal yaitu banjar adat.

Ceritakan bagaimana Anda menggunakan refleksi diri dan umpan balik orang lain untuk mengembangkan diri Anda.

Sebagai guru maupun kepala sekolah saat ini tidak bisa menutup diri dari perubahan termasuk mendapatkan kritik. Refleksi diri saya semakin sadari ketika selalu membuat jurnal harian yang mencatat setiap kejadian dan aktifitas di sekolah. Jurnal kepala sekolah demikian pula guru dan bahkan siswa merupakan alternatif solusi dalam meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Motivasi untuk senantiasa berkmbang juga berdasarkan hasil refleksi ketika kita menulis jurnal. Pentingnya jurnal bagi kepala sekolah, guru dan bahkan siswa telah meningkatkan intensitas peribadi saya melakukan aktifitas untuk berkarya mengembangkan kemampuan mengajar dan berbagi ide dengan sesama guru. Pengembangan diri yang dilakukan selama ini selain merupakan mitivasi internal juga dodorong oleh pengawas sekolah . dan kepala dinas yang secara sungguh-sungguh terus mendorong agar guru senantiasa berkembang. Baik berkembang dalam keterampilannya membelajarkan siswa maupun keterampilannya dalam pengambangan diri yang akan berdampak kepad apengembangan karir. Kegiatan menulis buku, menyeleggarakan Penelitian Tindakan Kelas dan kegiatan inovatif lainnya yang akan bersifat menantang kita sekaligus dapat menmabah wawasan kita. Refleksi adalah salah satu strategi jitu dalam meningkatkan kemampuan kita dalam menyelenggarakan pembelajaran maupun menyelenggarakan pendidikan secara luas.

Ceritakan bagaimana cara Anda membangun interaksi dengan anak di lingkup kelas/sekolah. Jelaskan bagaimana Anda menciptakan lingkungan yang memastikan keselamatan dan keamanan semua anak. Jelaskan bagaimana Anda mempertimbangkan dampak bagi anak ketika Anda memilih praktik pembelajaran di kelas atau menerapkan kebijakan baru.

Keselamatan anak adalah sangat penting dalam proses pembelajaran dan pendidikan. Interaksi di sekolah antar segenap warga sekolah dan lingkungannya kerap mengancam keselamatan anak-anak. Potensi ancaman bisa datang dari siapa saja dan apa saja dan oleh siappun juga. Kegiatan belajar sehari di luar kelas selalu dilaksanakan ketika bertugas di SDN 12 Karangasem, yang diistilahkan dengan “Sekolah Ramah Anak”. Segala hal yang berinteraksi dengan anak dapat berubah menjadi ancaman, baik interaksi dengan manusia atau lingkungan. Peran sekolah dan guru adalah menciptakan layanan pendidikan yang ramah anak, pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Melalui kegiatan belajar yang ramah anak, scara psikologis anak akan berkembang secara baik dan lebih cepat, sehingga dapat mengoptimalkan hasil belajarnya. Maka dari itu setiap kebijakan sekolah yang diambil harus selalu mempertimbangkan aspek kenyamanan anak dalam belajar. Beberapa pengalaman menjalankan program pendidikan dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan anak adalah sebagai berikut : 1. Membina dan mengarahkan guru agar dalam bergaul bersama anak menghindarkan diri sebagai subjek yang dapat menjadi ancaman terhadap anak baik psikologis maupun fisik. Kekerasan kepada anak dapat dalamm bentuk fisik, gestur dan kata-kata. Semua bentuk sarana komunikasi itu dipastikan tidak akan mengganggu kenyamanan anak 2. Mensosialisikan kepada orang tua siswa dalam kegiatan pendidikan keluarga di SD Negeri 12 Karangasem tentang pentingnya kepedulian mereka untuk menjaga buah hatinya dari ancaman bai dari luar maupun interen keluarga secara fisik maupun psikis. Motivasi yang sering saya berikan adalah “Investasikanlah hidup Bapak/Ibu kepada anak-anak kita, sesungguhnya bukan sekedar harta dan kekayaan yang mereka perlukan, tetapi perlindungan dan kasih sayang” 3. Membina siswa agar selalu menjaga pergaulan sehari-hari agar terhindar dari perilaku yang merugikan anak lain baik sengaja maupun tidak, fisik maupun psikis” seperti bulying misalnya 4. Secara terprogram selalu mengadakan kerja bakti bersama segenap warga sekolah untuk memebersihkan lingkungan dari benda -benda yang berbahaya bagi kenyamanan dan keamanan anak 5. Secara terprogram mengadakan kegiatan perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang dapat menjadi ancaman bagi keamanan dan kenyamanan anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah 6.Secara terprogram merancang pengadaan peralatan yang menunjang kenyamanan dan keamanan anak di sekolah seperti, jalur penghubung, halaman yang bebas penghalang dan lubang yang membahayakan, tempat berteduh di saat panas, ventilasi udara, kecukupan sinar dan pencahayaan, tempat cuci tangan, meja, bangku dan peralatan lainnya yang aman. Intinya sekolah hadir selain dalam rangka memberikan layanan pendidikan atetapi juga hadir untuk memberi rasa aman, senang dan nyaman dalam mengikuti pembelajaran. Anak senang, guru senang, orang tua menang.

Ceritakan bagaimana Anda menggerakkan sebuah upaya perbaikan yang mengakomodasi perbedaan dan keragaman di komunitas Anda. Jelaskan proses kolaborasi serta refleksi terhadap hasil yang dicapai.

Perbedaan akan selau ada dan menjadi sebiah keniscayaan. Menyatukan perbedaan agar menjadi persamaan adalah mustahil, maka yang diperlukan adalah mengkomunikasikan perbedaan sehingga terjadi saling pengertian. Penggunaan pakaian adat Bali sebagai bentuk upaya mengagungkan budaya bali kepada setiap penduduknya yang tinggal di Bali sempat menjadi polemik. Saya mengatasinya dengan tetap megedepankan aspek indahnya keberagaman. Setiap anak diberikan kebebasan untuk berekspresi sesuai norma cara berpakaian. Sekolah ramah anak salah satunya adalah dalam rangka mengakomodir setiap perbedaan menjadi paduan yang serasi dan tidak eprlu dipermasalahkan. Sehari belajar di luar rumah di SDN 12 Karangasem tempat saya bertugas sebelumnya menjadi hal positif yang mendapat tanggapan positif dari orang tua siswa. Kolaborasi dengan kepala lingkungan dan pemangku kepentingan lain dalam rangka menemukan jalan keluar terhadap permasalahan tersebut sangat penting. Refleksi guru dan kepala sekolah secara intensif lebih efektif dilaksanakan oleh orang di luar pendidikan sehingga memberi pandangan berbeda terhadap nilai dan norma yang akan mengembangkan kedewasaan berpikir warga sekolah. Masalah capaian dalam hal ini yang menjadi ukuran adalah sejauhmana siswa dan orang tua mendapatkan manfaat

This entry was posted in Artikel, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

1 Response to Essay Guru Penggerak

  1. Ni Luh Sari Suryastini says:

    Mantap. Maju terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *