Conten Creator Project

Ketika wabah Pandemi Covid-19 membayangi kita semua ada saja orang yang mencibir tugas guru. Ada saja yang tega mengatakan bahwa guru itu bangun tidur dapat gaji. Sesungguhnya secara fakta jauh dari keadaan itu. Fakta yang nampak seolah-olah hal itu menampikkan semua tuduhan yang dialamatkan kepada profesi guru saat ini.

Di masa pandemi Covid-19 ini, justru guru berpikir dan bekerja keras untuk menyiasati agar siswa tetap dapat belajar. Belajar kalau diartikan siswa harus berhadapan dengan buku, pulpen dengan gurunya yang berdiri di depan kelas, tidak lagi berlaku dalam hal ini. Sepertinya pandangan tentang belajar harus dikembangkan lagi, agar tidak dipersepsikan bahwa siswa harus bergelut dengan buku, dan guru berdiri di depan kelas.

Sesuai situasi terkini pengertian belajar telah berkembang, bukan hanya siswa dapat mencari ilmu sendiri sebagai pengetahuan, tetapi lebih dari itu. Belajar adalah suatu kondisi yang menuntut perubahan perilaku di mana siswa mencari, menggunakan dan membagikan ilmu tersebut kepada yang lain. Istilah pengalaman belajar seperti yang kita sering dengar selama ini agaknya juga sudah berkembang lagi. Belajar saat ini lebih kepada berbagi pengalaman belajar, berbagi pengalaman menerapkan apa yang dipelajari, berbagi produk dari hasil belajar itu dan pada akhirnya adalah mendapat tanggapan atas apa yang telah dikerjakan dari proses belajar itu.

Contoh Produk CCP

Guru bukan satu satunya pihak yang harus ada ketika istilah belajar itu ada. Orang tua, lingkungan siswa di rumah, di kampungnya, dan lingkungan yang dapat digali tanpa batas yaitu lingkungan dunia maya. Internet sebagai lingkungan yang teramat luas dan dalam adalah sumber belajar yang harus digali, guru yang paling ahli dalam bidangnya sangat mudah ditemukan melalui konten-kontennya di internet. Kalau hasil belajar ingin dinilai maka media sosial adalah media alternatif yang tepat dapat menilai dan memberi masukan.

Bagaimana dengan validitas instrumen penilaian itu? Perlu diingat, bahwa penilaian yang tepat terhadap produk atau konten saat ini adalah pengguna atau penikmatnya. Ketika pengguna konten atau dalam hal ini penonton merasa nyaman menonton dan mampu mengambil sesuatu dari apa yang ditontonnya maka produk tersebut bernilai baik. Karena nilai mutu dari suatu produk termasuk produk proses pembelajaran senantiasa berkembang berdasarkan trennya masing-masing. Guru atau ahli penilaianpun dalam hal ini tidak lagi dapat memonopoli penilaian produk, termasuk produk hasil belajar.

Contoh RPP CCP

Bukankah tren menunjukkan sesuatu yang dapat dianggap baik saat ini? Bukankah tren itu selalu berubah? Bukankah perubahan itu yang selalu kekal? Apakah kita dapat mengendalikan tren? Bukankah bakat itu selalu berkembang mengikuti tren? Apakah sistem penilaian yang standar, stagnan, dan kaku dapat menilai tren yang selalu berubah dan berkembang? Mungkin kita akan sepakat menjawab bahwa tren lah yang menentukan bagaimana cara kita menilai. Terus apakah sudah kita lakukan? Jawabannya sangat sulit dilakukan, karena terus menerus berubah. maka dari itu berikan kepercayaan kepada perkembangan tren tersebut untuk menilai produk hasil belajar yang mengikuti trennya.

Jadi melihat dari paparan di atas pembelajaran dengan pendekatan Content Creator Project adalah cara yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran saat ini atau di masa yang akan datang. Melalui CCP guru mempunyai peluang banyak untuk mewujudkan siswa seperti apa yang siswa inginkan, bukan yang guru inginkan. Melalui CCP siswa dapat mencari lebih cepat bakat dan minat apa yang seharusnya mereka pelajari, bukan hanya mengerjakan tugas dari guru yang tidak mereka senangi. Melalui CCP orang tua dapat mengarahkan anaknya agar mampu mengembangkan bakat dan minatnya.

Sedangkan peran sekolah dalam hal ini dimana? Sekolah, staff dan guru tugasnya hanya memfasilitasi siswa untuk dapat dengan cepat menyesuaikan diri atas perubahan yang terjadi. Perubahan cara pandang ini harus disertai oleh perubahan pandangan sekolah dan guru tentang perkembangan makna dan hakekat belajar saat ini. Demikian juga orang tua, cara pandang dalam memandang pendidikan anak tidak lagi harus sama ketika mereka belajar dulu. Semuanya harus menyesuaikan diri terhadap perubahan ini.

Cara kerja CCP sebenarnya sangat sederhana. Kebetulan yang diberikan dalam contoh RPP ini adalah CCP berbasis youtube. Sebenarnya bukan sesederhana itu cara kita dapat memandang strategi CCP ini. Kita dapat menyesuaikan strategi CCP ini dalam segala kondisi. Biasanya hambatan yang paling besar ketika berbicara masalah daring adalah paket pulsa, hp kamera dan aplikasinya. Apakah hal lain tidak dapat dimanfaatkan untuk penerapan CCP dalam pembelajaran? Jawabannya sangat banyak.

Berbagai cara dapat dilakukan guru agar pendekatan ini dapat dilaksanakan terutama jika menghadapi beberapa kondisi yang merupakan sebuah rintangan seperti :

  1. Jika tidak ada HP kita dapat memanfaatkan medsos guru untuk membagikan konten siswa dimana siswa sebelumnya diberikan tugas dengan cara dibawakan ke rumahnya masing-masing, dimana guru memberi penjelasan terkait dengan tugas yang akan diberikan. Tugas yang telah selesai selanjutnya diunggah oleh guru dan komentarnya disampaikan kembali pada siswa.
  2. Jika ada salah seorang teman siswa telah memiliki perangkat HP, maka akan lebih gampang lagi dimana tugas-tugas yang diberikan diunggah oleh siswa tersebut dimana selanjutnya memberikan kesempatan publik di medsos untuk memberikan komentar.

Demikianlah artikel ini ditujukan untuk mengungkapkan keresahan kita terhadap perubahan yang terjadi berkat ada atau tidak adanya Pandemi Covid -19, bahwa perubahan itu pasti terjadi. Perubahan yang terjadi hendaknya disikapi dengan perubahan cara pandang juga. Bahkan perubahan dalam memandang perubahan itu sendiri. Strategi CCP adalah salah satu solusi dalam melaksanakan proses belajar dimana siswa akan mencari dan mendapatkan apa yang mesti mereka pelajari berdasarkan apa yang mereka senangi. Proses belajar yang menghasilkan produk belajar tersebut selanjutnya dibagikan kepada publik melalui medsos. Dinamika medsos yang senantiasa berkembang memiliki aturan tersendiri dalam melakukan penilaian terhadap konten atau produk belajar itu. Standar penilaian publik adalah kenyamanan dan kebermanfaatan konten menurut jenis konten yang dibagikan tersebut. Sekian terimakasih.

This entry was posted in Artikel, Pembelajaran, Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *