Refleksi Pembelajaran Bersama

Penyegaran Calon Dosen/Instruktur PPG |Unit 2. Pembimbingan PPL

Fasilitator : Ahmad, PhD, dan Pamujo, M. Pd (Kemdikbud Dirjen GTK)

Daftar Isi Unit 2

  1. KB 1 Strategi Pembimbingan Praktik Keprofesionalan Mengajar
  2. KB 2 Strategi Pembimbingan Praktik Keprofesionalan Non Mengajar
  3. KB 3 Menjadi Guru Mempesona
  4. KB 4 Pengembangan Leadership Skill Guru Pemula
  5. KB 5 Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa
  6. KB 6 Refleksi Pembelajaran di Kelas
  7. KB 7 Refleksi Pembelajaran Bersama
  8. KB 8 Menyusun Jurnal Refleksi Pembelajaran

KB 7 Refleksi Pembelajaran Bersama

Dalam konstruksi teoritis dan praktis kegiatan refleksi pembelajaran, terutama refleksi setelah pembelajaran (on action) dimungkinkan untuk dapat melibatkan pihak eksternal di luar entitas pembelajaran. Konsep demikian ini bersesuaian dengan konsep pembelajaran lessons study dengan konstruksi langkah dasarnya plan, do, dan see. Dalam program PPL PPG ini kegiatan refleksi bersama tersebut juga menjadi bagian penting dari keseluruhan kegiatan praktik mengajar. Kegiatan refleksi bersama untuk mengevaluasi proses pembelajaran ini juga bersesuaian dengan konsep yang dikembangkan oleh Michigan State University yang meyebutnya sebagai Konferensi.

Konferensi merupakan kegiatan bertemunya mahasiswa PPL dengan guru pamong dan dosen pembimbing lapangan secara bersama-sama untuk mendiskusikan kemajuan mahasiswa yang dicapai dalam kegiatan PPL. Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai capaian mahasiswa dan berbagai masalah yang dihadapi dalam mahasiswa dalam PPL. Dosen pendamping dan guru pamong dapat melakukan konfirmasi, memberikan saran, serta solusi permasalahan yang dihadapi mahasiswa (USAID, 2016: 19).

Eksplore Lebih Lanjut

  1. Unit 1 tentang Penyusunan Perangkat Pembelajaran
  2. Unit 2 tentang Pembimbingan PPL
  3. Unit 3 tentang Pembimbingan Penilaian Pembelajaran
  4. Unit 4 tentang Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan

Kegiatan konferensi tersebut dapat diadopsi dalam PPL PPG ini dalam bentuk refleksi bersama setelah selesai pelaksanaan pembelajaran, yang melibatkan mahasiswa PPL PPG bersama dengan guru pamong dan dosen/instruktur pembimbing. Dalam kegiatan refleksi bersama ini mahasiswa diminta berperan aktif untuk merefleksi pembelajaran yang sudah dilakukan. Hal ini dapat diawali dengan membangun pertanyaan reflektif mengenai apa yang sudah terlaksana, hal apa saja yang dirasa mudah dilakukan, hal apa saja yang terasa sulit dilakukan, performa terbaik pada bagian mana, dan performa paling rendah pada bagian mana. Selanjutnya dapat didiskusikan perihal faktor yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran yang sudah dilakukan.

Dalam refleksi bersama ini mahasiswa dapat dibimbing untuk membangun refleksi berdasarkan kesadaran dan kejujuran. Perlu dijelaskan di awal proses refleksi bahwa kegiatan ini bertujuan menemukan berbagai kelebihan dan kekurangan mahasiswa dalam mengajar. Kelebihan dalam mengajar tentu dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Di dalam refleksi dapat muncul kritik dan saran dari dosen/instruktur maupun guru pamong. Kritik dan saran tersebut hendaknya bersifat konstruktif dan jauh dari niatan menghakimi kesalahan mahasiswa.

Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami fungsi refleksi bersama antara mahasiswa, instruktur dan guru pamong  dalam kegiatan PPL PPG;
  2. Memahami langkah-langkah refleksi pembelajaran bersama dalam PPL PPG.
  3. Menganalisis langkah-langkah refleksi pembelajaran bersama dosen/instruktur dan guru  pamong.

Materi

Refleksi Bersama dalam Kegiatan PPL PPG
Kegiatan refleksi pembelajaran dalam sejarahnya berakar dari usaha John Dewey (1933, 1938) yang membiasakan refleksi sebagai aktivitas penting dari pengalaman pengajaran. Kegiatan refleksi didasarkan pada pemikiran reflektif, yang menurut pandangan Dewey pemikiran tersebut akan memandu seorang guru untuk bertindak secara terencana dan intensif, dan bukan bertindak responsif, spontan, tanpa rencana (Shandomo, 2010). Dengan demikian, guru yang membiasakan berpikir reflektif adalah guru yang selalu berusaha bertindak dengan terencana dan intensif.

Tindakan yang terencana dan intensif ini merupakan wujud dari profesionalitas. Berdasarkan pandangan di atas, refleksi bersama dalam kegiatan PPL PPG ini adalah usaha untuk membimbing mahasiswa PPL merintis usaha menjadi guru yang profesional. Ciri guru profesional salah satunya adalah mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan. Refleksi merupakan dasar untuk mengembangkan keprofesian guru tersebut. Dengan demikian pembiasaan melakukan refleksi dalam pembelajaran akan membentuk budaya profesional dalam diri mahasiswa, sehingga kelak pada saat menjadi guru budaya reflektif tersebut telah terbentuk. Selain itu refleksi bersama ini menjadi bentuk tanggung jawab profesional guru pembimbing dan dosen/instrukur dalam proses penyiapan guru. Oleh karena itu kegiatan refleksi bersama idealnya dilakukan secara berkala dan intensif pada saat PPL agar agar kualitas proses dan hasil PPG dapat tercapai dengan optimal.

Fungsi Refleksi Bersama dalam Kegiatan PPL PPG
Berdasarakan pandangan di atas maka refleksi bersama dalam pembelajaran sebagaimana yang dilakukan dalam kegiatan PPL PPG memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Fungsi Evaluasi. Kegiatan refleksi bersama antara mahasiswa PPL dengan guru pamong dan dosen pembimbing memiliki fungsi untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian kemajuan mahasiswa. Fungsi tersebut sejalan dengan pandangan Dewey bahwa refleksi merupakan proses pemeriksaan diri dan evaluasi diri yang dilakukan pendidik secara teratur untuk meningkatkan praktik profesional mereka secara efektif. Dalam fungsi evaluasi ini, refleksi bersama dapat menjadi sarana untuk melihat tingkat pencapaian mahasiswa dalam kegiatan PPL. Berbagai pencapaian yang baik menjadi catatan untuk diteruskan dan dipertahankan, sedangkan pencapaian yang kurang baik dapat ditingkatkan. Artinya evaluasi ini menjadi dasar untuk melakukan tindak lanjut.
  2. Fungsi Pengendalian. Hasil evaluasi dalam proses refleksi bersama dapat menjadi dasar untuk melakukan pengendalian. Maksud pengendalian di sini yaitu untuk mengontrol kualitas kinerja mahasiswa sejak awal. Fokus utama pengendalian tentunya berdasarkan pada hasil evaluasi yang dianggap masih di bawah standar. Dengan pengendalian kualitas kinerja mahasiswa sejak awal maka diharapkan kualitas mahasiswa di akhir kegiatan PPL dapat mencapai standar yang ditetapkan.
  3. Fungsi Peningkatan. Hasil evaluasi dalam proses refleksi bersama dapat menjadi dasar membuat rekomendasi perbaikan atau peningkatan kualitas kinerja mahasiswa PPL. Pada dasarnya tujuan refleksi dilakukan untuk menemukan berbagai kekuatan dan kelemahan seorang guru. Berbagai kelemahan yang ditemukan selanjutnya diidentifikasi penyebabnya dan dicarikan alternatif perbaikan di pembelajaran yang akan datang.
  4. Langkah-Langkah Refleksi Bersama dalam Kegiatan PPL PPG  Refleksi bersama dilakukan setelah proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa selesai. Model pertemuan dalam refleksi bersama (konferensi) ini dapat menggunakan model diskusi panel atau bisa menggunakan focus group discussion (FGD). Refleksi bersama ini dapat dilakukan di sekolah dengan mengambil waktu yang disepakati antara mahasiswa, guru pamong dan dosen/instruktur. Dengan demikian baik mahaiswa PPL, guru pamong, dan dosen/intruktur dapat hadir bersama mengikuti pelaksanaan refleksi dari awal hingga akhir, agar hasilnya komperhensip dan disepakati bersama.

Dalam refleksi bersama, idealnya ditentukan tema refleksi agar diskusi dalam refleksi dapat berjalan dengan fokus, efektif, dan efisien. Oleh karena itu sebelum refleksi bersama dilakukan, dosen/Instruktur pembimbing PPL dan guru pamong dapat berembug untuk menentukan tema yang akan dikaji dalam refleksi bersama. Tema refleksi dapat diambilkan dari 4 kompetensi guru, yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogi, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Dapat juga tema merupakan bagian yang lebih rinci dari setiap kompetensi tersebut, misalnya keterampilan membuka pembelajaran, keterampilan bertanya, dan sebagainya. Setelah tema ditentukan maka tema-tema tersebut diserahkan ke mahasiswa agar mahasiswa dapat menyusun penjadwalan pelaksanaan refleksi bersama sesuai dengan tema-tema tersebut.
Berikut ini disajikan langkah-langkah pembimbingan kegiatan refleksi bersama. Langkah yang tersaji di sini adalah salah satu alternatif saja, Dosen/instruktur dapat mengembangkan atau menambahkan langkah lain sekiranya diperlukan.

  1. Langkah 1: Dosen/instruktur menjadi pemimpin jalannya refleksi pembelajaran bersama. Pada langkah 1 ini dosen/instruktur meminta mahasiswa PPL untuk mempresentasikan berbagai kelebihan dan kekurangan yang dirasakan dalam pembelajarannya, berbasis pada penilaian diri (self assesment). Selain itu dipaparkan juga kemampuan yang sudah dicapai dan belum dicapai oleh mahasiswa. Kelebihan, dan kekurangan kemampuan tersebut dalam konteks kompetensi guru yang menjadi tema refleksi saat itu.
  2. Langkah 2: Dosen/instruktur meminta pandangan dari guru mengenai berbagai aspek kelebihan dan kekurangan serta capaian kemampuan yang telah dipaparkan
    oleh mahasiswa.
  3. Langkah 3: Berdasarkan penilaian diri (self assesment) mahasiswa dan pandangan dari guru pamong, dosen/Instruktur membuat penegasan dan penguatan perihal aspek kemampuan yang belum dikuasai dan yang sudah dikuasai oleh mahasiswa PPL.
  4. Langkah 4: Dosen/instruktur, guru pamong, dan mahasiswa PPL bersama-sama menyepakati aspek yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari mahasiswa pada pembelajaran yang lalu.
  5. Langkah 5: Dosen/instruktur dan guru pamong dapat menawarkan alternatif dukungan atau tindakan yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kekurangan dalam diri mahasiswa agar pembelajaran ke depan lebih baik.

Selain berbasis pada kesadaran dan kejujuran mahasiswa, refleksi pembelajaran bersama juga dapat menggunakan penilaian kinerja mahasiswa yang tertuang dalam instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran (IPPP). Guru pamong dan dosen/instruktur masing-masing memegang instrumen penilaian kinerja mahasiswa tersebut. Di dalam kegiatan refleksi inilah mahasiswa, guru pamong dan dosen/instruktur mengidentifikasi kecenderungan nilai pada aspek kinerja mana saja yang masih rendah, yang cukup (kurang optimal), dan yang sudah baik. Sajian data nilai pada pada akhirnya dapat menjadi dasar perbaikan di waktu mendatang.

Interaksi dalam refleksi bersama dapat dikembangkan dalam suasana yang fleksibel. Kegiatan ini bukan ajang untuk saling menyalahkan atau menghakimi. Mahasiswa, dosen/instruktur, dan guru pamong dalam refleksi adalah satu tim, yang bekerja sama untuk mencapai hasil pembelajaran yang terbaik bagi siswa. Dalam kesadaran sebagai team work inilah maka relasi dalam interaksinya tidak menjadikan suatu peran memiliki otoritas lebih dibanding peran yang lain. Dalam refleksi, baik mahasiswa, dosen/instruktur dan guru pamong harus duduk sejajar sebagai elemen dari team work yang bertujuan memecahkan masalah pembelajaran dan pengajaran. Kegiatan refleksi justru dapat menjadi ruang bagi mahasiswa, untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari dosen/instruktur maupun dari guru pamong perihal mengatasi permasalahan pembelajaran yang riil, yang pernah dialami mahasiswa saat praktik mengajar.

Satu hal yang penting dalam refleksi adalah merencanakan tindak lanjut. Oleh karena itu, setelah mahasiswa dibimbing mengidentifikasi kelebihan dan kelemahannya, maka mahasiswa dapat diminta menyusun perencanaan perbaikan pembelajaran. Di dalam tindak lanjut tentu saja harus memuat strategi dan skenario perbaikan atas kelemahan yang ditemukan. Setelah rencana tindak lanjut tersusun, dosen/instruktur hendaknya mereview perencanaan tersebut. Hal ini penting dilakukan selain untuk melihat fokus perbaikan yang direncanakan mahasiwa, juga untuk melihat bahwa perencanaan perbaikan dalam tindak lanjut tersebut logis dari sisi waktu maupun dari sisi kemampuan mahasiwa.

Aktivitas Daring (online)

Sebagai penguatan penguasaan materi, Bapak/Ibu dosen/instruktur dapat melakukan aktivitas dalam jaringan salah satunya mengerjakan lembar (LK) kerja berikut ini untuk kemudian dikumpulkan sebagai bagian dari penugasan daring.

  1. LK.7.1 Pemetaan aktivitas mahasisiwa, guru, dan dosen/instruktur dalam refleksi Bersama.
  2. LK 7.1 terlampir di halaman akhir Kegiatan Belajar 7

Rangkuman
Dalam program PPL PPG ini kegiatan refleksi bersama tersebut juga menjadi bagian penting dari keseluruhan kegiatan praktik mengajar. Kegiatan refleksi bersama untuk mengevaluasi proses pembelajaran ini juga bersesuaian dengan konsep yang dikembangkan oleh Michigan State University yang meyebutnya sebagai Konferensi. Konferensi merupakan kegiatan bertemunya mahasiswa PPL dengan guru pamong dan dosen pembimbing lapangan secara bersama-sama untuk mendiskusikan kemajuan mahasiswa yang dicapai dalam kegiatan PPL. Kegiatan refleksi pembelajaran dalam sejarahnya berakar dari usaha John Dewey (1933, 1938) yang membiasakan refleksi sebagai aspek penting dari pengalaman pembelajaran. Kegiatan refleksi didasarkan pada pemikiran reflektif, yang menurut pandangan Dewey pemikiran tersebut akan memandu seorang guru untuk bertindak secara terencana dan intensif dan bukan bertindak responsif dan tanpa rencana (Shandomo, 2010).
Berdasarkan pandangan di atas maka refleksi bersama dalam pembelajaran sebagaimana yang dilakukan dalam kegiatan PPL PPG memiliki beberapa fungsi, antara
lain:

  1. Fungsi Evaluasi,
  2. Fungsi Pengendalian dan
  3. Fungsi Peningkatan.

Langkah-langkah melakukan refleksi bersama yang dapat dilakukan yaitu:

  1. Langkah 1: Dosen/instruktur menjadi pemimpin jalannya refleksi pembelajaran bersama.
  2. Langkah 2: Dosen/instruktur meminta pandangan dari guru mengenai berbagai aspek kelebihan dan kekurangan serta capaian kemampuan yang telah dipaparkan oleh mahasiswa.
  3. Langkah 3: Berdasarkan penilaian diri (self assesment) mahasiswa dan pandangan dari guru pamong, dosen/instruktur membuat penegasan dan penguatan perihal aspek kemampuan yang belum dikuasai dan yang sudah dikuasai oleh mahasiswa PPL.
  4. Langkah 4: Dosen/instruktur, guru pamong, dan mahasiswa PPL bersama-sama menyepakati aspek yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari mahasiswa padapembelajaran yang lalu.
  5. Langkah 5: Dosen/instruktur dan guru pamong dapat menawarkan alternatif dukungan atau tindakan yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kekurangan dalam diri mahasiswa agar pembelajaran ke depan lebih baik.

Tes Formatif
Silahkan kerjakan soal di bawah ini untuk mengevaluasi diri apakah materi yang  diuraikan dan dipelajari sudah dapat Bapak/Ibu dosen/instruktur kuasai. Pilihlah satu jawaban yang dianggap paling tepat dengan memberikan tanda lingkaran (O) pada opsi jawaban tersebut:

  1. Refleksi bersama dapat menjadi sarana untuk melihat tingkat pencapaian mahasiswa dalam kegiatan PPL. Tingkat pencapaian mahasiswa dapat dilihat berdasarkan….
    a. Hasil observasi guru dan dosen/instruktur
    b. Self asesemen mahasiswa dan hasil observasi dosen/instruktur
    c. Self asesemen mahasiswa dan hasil observasi guru
    d. Self asesemen mahasiswa dan hasil observasi guru dan dosen/instruktur
  2. Refleksi bersama dapat menjadi sarana untuk mengontrol kualitas kinerja mahasiswa PPL sejak awal. Kontrol atas kualitas mahasiswa diperlukan untuk….

a. Memastikan kesamaan kompetensi
b. Memastikan variasi kompetensi
c. Memastikan tingkat kompetensi
d. Memastikan standar kompetensi

   3. Refleksi bersama dapat menjadi dasar membuat rekomendasi perbaikan kualitas               kinerja mahasiswa PPL. Rekomendasi tersebut harus dijalankan oleh….

a. Mahasiswa dan dosen/instruktur
b. Mahasiswa saja
c. Mahasiswa dan guru pamong
d. Mahasiswa, guru pamog, dan dosen/instruktur

  4. Dosen/Instruktur meminta pandangan dari guru mengenai berbagai aspek kelebihan        dan kekurangan serta capaian kemampuan yang telah dipaparkan oleh mahasiswa.          Hal tersebut dilakukan dosen unuk….

a. Menguatkan motivasi mahasiswa dalam kegiatan praktik mengajar
b. Memastikan mahasiswa mendapakan bimbingan dalam proses mengajar
c. Mencari alternatif pembenaran untuk menilai praktik mengajar mahasiwa
d. Mengklarifikasi presentasi mahasiswa mengenai praktik mengajar

5. Dosen/Instruktur, guru pamong, dan mahasiswa PPL bersama-sama menyepakati              aspek yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari mahasiswa pada pembelajaran          yang lalu. Kesepakatan tersebut akan berpengaruh pada….

a. Peningkatan motivasi mahasiswa
b. Peningkatan nilai mahasiswa
c. Peningkatan kinerja mahasiswa
d. Peningkatan gaya mengajar mahasiswa

Refleksi

  1. Menurut Bapak/Ibu dosen/instruktur faktor apa saja yang menjadi kendala dalam
    pelaksanaan refleksi bersama?
  2. Menurut Bapak/Ibu dosen/instruktur manfaat baik apa yang diperoleh mahasiswa,
    guru pamong dan dosen dalam kegiatan refleksi bersama ini?

LK.7.1 Pemetaan aktivitas mahasisiwa, guru, dan dosen/instruktur dalam refleksi bersama  Nama Dosen/Instruktur Anggota Kelompok

1. …
2. …
3. …
4. …dst

Petunjuk pengerjaan: Isilah tabel di bawah ini untuk memetakan aktivitas mahasiswa PPL, Dosen Instruktur, dan guru pamong dalam kegiatan refleksi  bersama.

ppg90

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Refleksi Pembelajaran Bersama

  1. Pingback: Pembimbingan Praktik Keprofesionalan Mengajar – SDN 7 SUBAGAN

  2. Pingback: Laporan Diklat Dosen/Instruktur PPG| Hari II ~ 12 Mei 2020 Kelas 22 – SDN 7 SUBAGAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *