Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa

Penyegaran Calon Dosen/Instruktur PPG |Unit 2. Pembimbingan PPL

Fasilitator : Ahmad, PhD, dan Pamujo, M. Pd (Kemdikbud Dirjen GTK)

Daftar Isi Unit 2

  1. KB 1 Strategi Pembimbingan Praktik Keprofesionalan Mengajar
  2. KB 2 Strategi Pembimbingan Praktik Keprofesionalan Non Mengajar
  3. KB 3 Menjadi Guru Mempesona
  4. KB 4 Pengembangan Leadership Skill Guru Pemula
  5. KB 5 Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa
  6. KB 6 Refleksi Pembelajaran di Kelas
  7. KB 7 Refleksi Pembelajaran Bersama
  8. KB 8 Menyusun Jurnal Refleksi Pembelajaran

KB 5 Mengumpulkan Feedback Pembelajaran dari Siswa

Proses pembelajaran adalah proses interaksi sosial sistematis antara guru dan siswa
dengan tujuan untuk melakukan alih pengetahuan dan keterampilan sehingga siswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang diajarkan guru. Guru merancang dan menerapkan pembelajaran, sementara siswa mengalami proses pembelajaran. Dalam penerapan tersebut guru menyediakan dan mengelola lingkungan belajar sehingga siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Baca Juga

  1. Strategi Penyusunan Kisi-Kisi Instrumen
  2. Strategi Refleksi Pembelajaran
  3. Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa
  4. Pengembangan Leadership Skill Guru Pemula
  5. Menjadi Guru Mempesona
  6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis TPACK
  7. Strategi Perencanaan Refleksi
  8. Peer Teaching
  9. Konsep Evaluasi Pembelajaran
  10. Mengembangkan Bahan Ajar
  11. Merancang Langkah Pembelajaran
  12. Mengembangkan Indikator dan Tujuan Pembelajaran
  13. Praktik Keprofessionalan Mengajar
  14. Praktik Keprofessionalan Non Mengajar
  15. Platform LMS Moodle & Big Blue Button

Pengelolaan tersebut mencakup mengelola sumber belajar, cara belajar, dan cara mengukur ketercapaian pembelajaran.  Siswa terlibat secara intensif dalam proses pembelajaran karena menjadi subyek yang aktif mencari, menerima, dan menyimpan berbagai pengetahuan. Siswa juga menjadi subyek yang aktif mengalami tahapan proses pembelajaran. Oleh karena itu, bila kita ingin mengetahui atau memberikan penilaian perihal bagaimana sebuah proses pembelajaran berlangsung maka kita dapat meminta informasi dari siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran. Informasi yang dikumpulkan oleh seorang guru dari siswanya untuk mengetahui kualitas pembelajaran yang dilakukan biasa disebut umpan balik siswa  (students feedback).

Pada kegiatan belajar 5 ini dibahas mengenai umpan balik siswa dalam pembelajaran dengan tujuan agar dosen/instruktur dapat memperbarui kembali wawasan mengenai umpan balik siswa. Wawasan tersebut penting agar Dosen/Instruktur dapat membimbing mahasiswa PPL PPG dalam kegiatan mengumpulkan umpan balik dari siswa. Umpan balik merupakan bagian penting dari pembelajaran, khususnya jika seorang guru ingin meningatkan kemampuan praktik mengajar dan mencapai standar yang tinggi. Oleh karena itu guru perlu mempertimbangkan bahwa umpan balik terbaik untuk melihat kualitas pembelajaran sesungguhnya bersumber dari siswa yang diajarnya.

Eksplore Lebih Lanjut

  1. Unit 1 tentang Penyusunan Perangkat Pembelajaran
  2. Unit 2 tentang Pembimbingan PPL
  3. Unit 3 tentang Pembimbingan Penilaian Pembelajaran
  4. Unit 4 tentang Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan

Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Mengenal ragam bentuk umpan balik dalam pembelajaran.
  2. Menganalisis ragam bentuk umpan balik siswa dalam pembelajaran.
  3. Membuat instrumen umpan balik pembelajaran untuk siswa.

Materi

Umpan Balik dalam Pembelajaran
Menggunakan umpan balik pembelajaran yang bersumber dari siswa didasarkan pada berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama bahwa siswa yang memiliki pandangan yang berharga dalam melihat apa yang terjadi di kelas dan bagaimana kelas dikelola oleh seorang guru. Tidak ada orang yang melakukan pengamatan dengan menyeluruh pada sebuah proses pembelajaran selain dari siswa. Hal ini terjadi karena siswa merupakan partisipan dari sebuah proses pembelajaran. Pengamatan siswa memang tidak terbangun secara sistematis dan direncanakan sejak awal pembelajaran. Oleh karena itu, untuk mengumpulkan berbagai serpihan
pengamatan para siswa ini guru dapat menggunakan teknik mengumpulkan umpan
balik yang sistematis di akhir pembelajaran.

Pertimbangan kedua berkaitan dengan pertimbangan pertama, bahwa sebagai partisipan seorang siswa akan memiliki pandangan yang detil terkait berbagai langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran. Misalnya apakah penjelasan guru sudah dapat diterima para siswa? Apakah mereka merasa nyaman dalam bertanya? Bagaimana aktivitas di kelas yang dibangun oleh guru menarik minat dan perhatian mereka untuk belajar? Bagaimana guru mampu membangun diskusi yang
menyenangkan di kelas? Bagaimana aktivitas di kelas dikelola guru dengan efektif?serta berbagai pertanyaan lain yang menjadi pemicu pada siswa untuk dapat mengeluarkan kembali memori pengalaman mereka pada saat mengikuti pembelajaran.

Dalam memberikan umpan balik terhadap pembelajaran, siswa akan menggunakan perangkat memori atau ingatan. Artinya, pada dasarnya siswa memang tidak diminta melakukan sebuah pengamatan kepada gurunya. Aktivitas utama siswa di kelas adalah belajar sesuai konstruksi pengelolaan kelas yang dibangun gurunya. Namun dengan keterlibatan yang intensif, siswa tentu merekam pengalaman pembelajaran tersebut di dalam memori ingatannya. Rekaman tersebut dapat berupa rekaman ingatan realitas dan dapat pula tercampur dengan kesan pribadi (impresi). Oleh karena itu untuk dapat mengumpulkan informasi mengenai pembelajaran yang telah lalu, instrumen umpan balik yang dikembangkan harus dapat menggali kembali rekaman peristiwa dalam memori siswa.

Di samping itu, karena dalam situasi pembelajaran siswa memang tidak dalam tujuan dan kapasitas mengamati secara khusus, maka dapat saja gugusan pengalaman yang terekam di dalam memorinya tersimpan secara acak. Mempertimbangkan hal ini maka instrumen umpan balik yang diisi siswa harus disusun secara tematis agar informasi yang dikehendaki dapat dengan mudah dipanggil (recall) oleh oleh sistem memori siswa. Dengan demikian informasi yang dibutuhan guru dapat benar-benar disampaikan oleh siswa sesuai dengan apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan diingatnya.

Fungsi Umpan Balik Siswa
Umpan balik secara umum memiliki beberapa fungsi. Dalam konteks proses pembelajaran, fungsi mendasar umpan balik dari siswa untuk guru antara lain:

  1. Fungsi Informatif. Artinya bahwa berbagai tanggapan/umpan balik dari siswa berfungsi untuk memberi tahu kepada guru mengenai situasi dan kondisi dari berbagai aspek pembelajaran, sesuai dengan kacamata siswa sebagai partisipan dalam proses pembelajaran. Dengan mengetahui situasi dan kondisi tersebut guru dapat memetakan kelebihan dan kelemahan pembelajarannya, sehingga dapat dijadikan dasar meningkatkan kualitas diri dan kualitas proses pembelajaran.
  2. Fungsi Motivasional. Artinya bahwa berbagai tanggapan/umpan balik dari siswa berfungsi untuk menjadi informasi yang menyemangati guru agar bekerja lebih baik lagi. Informasi dari siswa yang bersifat negatif maupun positif terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan seyogyanya tidak menjadikan guru patah semangat, justru harus tambah semangat untuk memperbaiki berbagai aspek pembelajaran yang dianggap belum baik oleh siswa.
  3. Fungsi Komunikatif. Artinya kegiatan menuliskan dan mengumpulkan umpan balik dari siswa berfungsi untuk menjalin komunikasi antara siswa dengan guru. Umpan balik menjadi saluran bagi siswa untuk mengungkapkan berbagai kesan, pesan, pandangan, dan tanggapan dari berbagai aktivitas pembelajaran yang dikelola oleh guru. Oleh karena itu penting bagi guru untuk secara teliti dan sistematis memeriksa isian umpan balik dari siswa agar guru dapat memahami berbagai keinginan siswa mengenai pembelajaran.

Kegiatan Mengumpulkan Umpan Balik Pembelajaran
Dalam kegiatan mengumpulkan umpan balik dari siswa, guru dapat menggunakan bentuk umpan yang sifatnya langsung maupun tidak langsung. Umpan balik langsung adalah umpan balik yang disampaikan siswa secara langsung kepada guru. Bentuknya dapat berupa penyampaian umpan balik dengan menggunakan sarana verbal (kebahasaan) secara lisan. Kegiatan yang umum untuk mefasilitasi bentuk umpan balik langsung adalah dengan tanya jawab secara langsung setelah pembelajaran selesai. Agar dapat memandu siswa dalam memberikan umpan balik, guru lebih dulu dapat menyiapkan daftar pertanyaan yang akan digunakan untuk menggali respon siswa atas pembelajaran. Dengan mempertimbangkan waktu pembelajaran yang terbatas, maka kegiatan mengumpulkan umpan bali dari siswa juga tidak panjang durasinya. Oleh karena itu umumnya pertanyaan disampaikan secara klasikal atau mengambil sampel dari beberapa siswa saja.

Metode pengumpulan umpan balik dengan tanya jawab tersebut kurang dapat mengumpulkan dan menggambarkan tanggapan yang terpercaya. Hal ini disebabkan siswa berada dalam situasi dan kondisi yang kurang nyaman. Ketidaknyamanan pertama disebabkan waktu yang terbatas dalam tanya jawab. Ketidaknyamanan lainnya disebabkan siswa merasa kurang bebas dalam mengungkapkan pendapatnya, karena ada faktor sungkan atau malu dengan kawan yang lain.

Metode lain dalam mengumpulkan umpan balik dari siswa yaitu menggunakan metode tidak langsung. Dalam metode tidak langsung ini siswa menyampaikan penilaian atau tanggapan terhadap proses pembelajaran menggunakan media yang disiapkan guru. Metode tidak langsung ini dapat menggunakan sarana verbal maupun nonverbal. Dengan sarana verbal dapat dilakukan dengan menggunakan tulisan, sedangkan sarana nonverbal dapat menggunakan media gambar, simbol, atau lambang tertentu yang disepakati. Pengumpulan tanggapan siswa menggunakan metode tidak langsung lebih terpercaya hasilnya dan umumnya lebih nyaman bagi siswa dalam memberikan tanggapan. Berikut ini dipaparkan beberapa contoh kegiatan pengumpulan umpan balik (tanggapan) tidak langsung yang dapat dilakukan oleh guru. Dosen/Instruktur dapat menambahkan atau mengembangkan contoh kegiatan lainnya yang dapat melengkapi beberapa contoh kegiatan di sini.

1.  Angket/Kuisioner
Salah satu kegiatan paling umum dan mudah dilakukan untuk mengumpulkan feedback dari siswa yakni menggunakan angket tertulis. Angket ini dapat dibuat dengan sederhana, berisi berbagai aspek kinerja guru yang hendak dimintakan pendapat pada siswa, dengan menggunakan simbol check, silang, atau lingkaran untuk mengisinya. Dalam penyusunan angket ini, strategi yang efektif adalah dosen/instruktur dapat meminta mahasiswa untuk membuat angket, dengan butir pertanyaan yang diturunkan dari instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Pada saat butir pertanyaan sudah jadi maka mahasiswa PPL diminta mengkonsultasikan kembali kepada dosen/instruktur. Dengan proses ini maka dapat dihasilkan angket yang reliabel dalam mengukur respon siswa. Tingkat kesulitan pertanyaan atau pernyataan, kejelasan atau keterbacaan kalimat, dan diferensiasi jawaban menjadi kunci untuk menghasilkan angket yang andal. Hasil angket ini nantinya dihitung sesuai rumus yang ditentukan, untuk selanjutnya diperoleh hasil akhir yang menyatakan tingkat ketercapaian pelaksanaan pembelajaran atau kepuasan siswa.  Dalam menggunakan angket untuk mengumpulkan feedback dari siswa, guru harus menyiapkan dulu lembar angket yang berisi pertanyaan atau pernyataan dengan opsi jawabannya. Kedua hal tersebut harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan usia siswa. Misalnya untuk siswa sekolah dasar (SD) maka pilihan jawaban dapat saja hanya menggunakan “YA” dan “TIDAK” dengan
kombinasi pertanyaan atau pernyataan negatif dan positif.

2. Catatan Tanggapan Bebas
Kegiatan pengumpulan tanggapan dari siswa dapat dilakukan dengan meminta catatan tanggapan bebas dari siswa. Model tanggapan bebas ini dapat berbentuk penugasan yang meminta siswa membuat catatan tanggapan bebas atas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam bentuk tulisan. Walaupun tanggapan bebas, guru hendaknya tetap mememberikan panduan berupa aspek-aspek apa saja yang perlu diberikan tanggapan oleh siswa sehingga siswa dapat fokus untuk menyusun tanggapan tersebut. Selain memberikan tanggapan, siswa juga dapat diminta untuk memberikan usul mengenai langkah atau tindakan pembelajaran seperti apa yang diinginkan. Oleh karena waktu yang terbatas, guru dapat memfokuskan pada beberapa aspek saja, atau bisa juga menjadikan penulisan catatan tanggapan sebagai tugas di rumah dan dikumpulan keesokan harinya.

3. Koin Emoticon

Selain menggunakan model angket klasik dalam bentuk verbal dan tanggapan tertulis, feedback dari siswa juga dapat dikumpulkan menggunakan model umpan balik visual. Model umpan balik visual ini dilakukan dengan mewujudkan respon siswa ke dalam koin (kepingan) gambar emoticon (simbol emosi) yang mewakili perasaan tertentu. Misalnya gambar tertawa mewakili sangat senang, tersenyum cukup senang, gambar ekspresi datar untuk perasaan biasabiasa, hingga gambar menangis atau cemberut untuk mewakili perasaan sedih. Mahasiswa PPL PPG tentu saja sudah sangat familiar dengan bentuk emoticon karena kerapkali digunakan dalam komunikasi di media sosial.

ppg36

Dalam mengembangkan kegiatan pengumpulan tanggapan menggunakan koin emoticon Dosen/instruktur dapat meminta mahasiswa menentukan ragam ungkapan perasaan yang hendak digunakan dalam feedback untuk selanjutnya dibuat cetakan emoticon ini dan digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, mahasiswa PPL juga diminta untuk membuat beberapa kotak yang mewakili aspek yang akan direspon oleh siswa. Misalnya 3 kotak, kotak pertama “Penjelasan Guru”, kotak kedua “Media pembelajaran”, dan kotak ketiga “Soal Tes”. Ketiga kotak lalu diletakkan di meja di depan kelas. Setiap siswa sudah diberikan 3 set koin (setiap set berisi sekian ragam perasaan) untuk dipilih dan dimasukkan ke dalam kotak di depan kelas. Misalnya siswa sangat menyukai cara guru menjelaskan maka ia dapat mengisikan ke dalam kota nomor 1 emoticon tertawa, jika tidak suka maka emoticon cemberut. Kotak selanjutnya juga seperti cara tersebut.  Dalam pengolahan hasilnya, mahasiswa PPL dapat memberikan harga atas koin tersebut, misal Tertawa lebar skor = 4, tersenyum skor = 3, datar skor = 2, dan cemberut skor = 1. Pada saat membuka kotak setelah semua siswa mengisi maka mahasiswa dapat membuat tabulasi skor berdasarkan emoticon yang masuk di dalam kotak-kotak aspek tersebut.

Dengan cara yang demikian ini siswa akan merasa senang dalam berpartisipasi memberikan jawaban. Apalagi jika siswa tersebut siswa sekolah dasar yang masih senang dengan permainan menggunakan benda atau gambar visual konkrit.  Model respon visual menggunakan emoticon memang bersifat terbatas dalam menggambarkan perasaan siswa. Ragam perasaan yang hendak diungkap mungkin hanya berbatas suka, tidak suka, atau biasa saja. Namun demikian, penggunaan emoticon ini seringkali justru menghadirkan motivasi yang tinggi bagi siswa untuk berpartisipasi mengungkapkan perasaannya melalui gambar tersebut. Oleh karena itu, dosen/instruktur dapat meminta mahasiswa PPL menggunakan model feedback dengan emoticon ini sebagai variasi dalam menjaring respon dari  siswa. Untuk lebih menarik, emoticon dapat dibuat kaya warna dan bentuk bervariasi, namun jelas dalam mewakili perasaan yang hendak disampaikan oleh para siswa.

4. Bull Eyes
Model feedback visual lain yang dapat digunakan untuk mengumpulkan  respon siswa terhadap pembelajaran yang diampu mahasiswa PPL yakni menggunakan model lingkaran warna berlapis yang biasa disebut juga dengan bull eyes. Lingkaran dibuat dengan ukuran sedang, kurang lebih berdiameter 40 cm di atas sebuah kertas karton putih. Lingkaran tersebut di dalamnya berisi beberapa lingkaran lain yang ukurannya lebih kecil. Ruang antar lingkaran diberi warna yang berbeda dan diberi keterangan. Misalnya lingkaran terluar berwarna merah mewakili perasaan tidak senang, selanjutnya agak ke dalam warna oranye mewakili perasaan biasa saja (datar), masuk ke dalam warna kuning mewakili perasaan senang, dan lingkaran inti memiliki warna hijau mewakili perasaan sangat senang. Lingkaran bull eyes ini diletakkan di dekat pintu keluar kelas. Siswa diminta membubuhkan satu titik di area lingkaran sesuai perasaan yang dirasakan selama pembelajaran, dengan syarat satu siswa satu titik saja. Setelah semua siswa membubuhkan titik, maka guru dapat menghitung jumlah titik di setiap lingkaran warna, atau bisa juga cukup melihat kecenderungan jumlah titik terbanyak di bagian tertentu dari lingkaran.

ppg37

Pengumpulan respon dengan menggunakan Bull Eyes lebih ideal digunakan untuk menjaring tanggapan siswa perihal pembelajaran secara umum karena memang lingkaran tidak mewakili aspek tertentu. Kecuali jika mahasiswa PPL ingin mengembangkan respon yang lebih detil pada aspek pembelajaran tertentu maka dapat dibuat beberapa lembar Bull Eyes yang di atasnya diberi nama aspek yang akan di respon siswa (seperti kotak aspek pada koin emoticon). Namun cara tersebut tentu akan memakan tempat yang lebih banyak dan kemungkinan keramaian antrian siswa karena berebut hendak membubuhkan titik, meskipun kedua kendala tersebut tetap bisa disiasati dengan menggunakan area yang lebih luas untuk menempel dan menggunakan sistem antrian untuk mengisikannya.

Aktivitas Daring (online)
Sebagai penguatan penguasaan materi, Dosen/instruktur dapat  melakukan aktivitas dalam jaringan salah satunya mengerjakan lembar (LK) kerja berikut ini untuk kemudian dikumpulkan sebagai bagian dari penugasan daring.

Lembar Kerja (LK) 5.1 Perbandingan kekuatan dan kelemahan feedback pembelajaran.

Rangkuman
Menggunakan umpan balik pembelajaran yang bersumber dari siswa didasarkan pada berbagai pertimbangan. Pertimbangan pertama bahwa siswa yang memiliki pandangan yang berharga dalam melihat apa yang terjadi di kelas dan bagiamana kelas dikelola oleh seorang guru. Pertimbangan kedua berkaitan dengan pertimbangan pertama, bahwa sebagai partispan seorang siswa akan memiliki pandangan yang detil terkait berbagai langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran. Dalam memberikan umpan balik terhadap pembelajaran, siswa akan menggunakan perangkat memori atau ingatan. Artinya, pada dasarnya siswa memang tidak diminta secara kkhusu melakukan pengamatan kepada gurunya.  Umpan balik secara umum memiliki beberapa fungsi. Dalam konteks proses pembelajaran, fungsi mendasar umpan balik dari siswa untuk guru antara lain:

  1. Fungsi Informatif. Artinya bahwa berbagai tanggapan/umpan balik dari siswa berfungsi untuk memberi tahu kepada guru mengenai situasi dan kondisi dari berbagai aspek pembelajaran, sesuai dengan kacamata siswa sebagai partisipan dalam proses pembelajaran.
  2. Fungsi Motivasional. Artinya bahwa berbagai tanggapan/umpan balik dari siswa berfungsi untuk menjadi informasi yang menyemangati guru agar bekerja lebih baik lagi.
  3. Fungsi Komunikasional. Artinya kegiatan menuliskan dan mengumpulkan umpan balik dari siswa berfungsi untuk menjalin komunikasi antara siswa dengan guru. Umpan balik menjadi saluran bagi siswa untuk mengungkapkan berbagai kesan, pesan, pandangan, dan tanggapan dari berbagai aktivitas pembelajaran yang dikelola oleh guru.

Dalam kegiatan mengumpulkan umpan balik dari siswa, guru dapat menggunakan bentuk umpan yang sifatnya langsung maupun tidak langsung. Contoh kegiatan pengumpulan umpan balik (tanggapan) tidak langsung yang dapat dilakukan oleh guru yaitu: Angket/Kuisioner, Catatan tanggapan bebas, Koin Emoticon, dan Bull Eye

Tes Formatif
Silakan kerjakan soal di bawah ini untuk mengevaluasi diri apakah materi yang diuraikan dan dipelajari sudah dapat dikuasai. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda lingkaran (O) pada opsi jawaban yang dianggap benar.

1. Pengumpulan umpan balik pembelajaran menggunakan angket/kuisioner memiliki  beberapa kelebihan di antaranya dapat merekam pandangan siswa dengan lebih detil. Namun angket memiliki kelemahan yaitu….

a. Tidak mampu merekam gambaran proses pembelajaran
b. Kurang dapat menjelaskan proses pembelajaran rinci
c. Lebih menitikberatkan pada konten pembelajaran
d. Dapat membuat malas siswa mengisi karena verbalistik

2. Pengumpulan umpan balik pembelajaran menggunakan catatan tanggapan bebas
memiliki beberapa kelebihan di antaranya dapat memberikan kebebasan pada siswa menyatakan pendapatnya. Namun model tersebut memiliki kelemahan yaitu….

a. Siswa dapat kesulitan menulis karena kehilangan fokus
b. Tidak mampu merekam gambaran proses pembelajaran
c. Lebih menitikberatkan pada konten pembelajaran
d. Dapat membuat malas siswa malas mengisi karena verbalistik

3. Pengumpulan umpan balik pembelajaran menggunakan coin emoticon memiliki  beberapa kelebihan di antaranya dapat membuat siswa senang dan termotivasi berpendapat. Namun model tersebut memiliki kelemahan yaitu….

a. Membuat siswa ramai karena saling berebut alat isian yang tersedia
b. Tidak mampu menyajikan detil proses pembelajaran yang dinilai
c. Lebih menitikberatkan pada konten pembelajaran daripada proses
d. Tidak mampu menyajikan detil pendapat yang disampaiakan siswa

4. Pengumpulan umpan balik pembelajaran menggunakan Bull eye memiliki beberapa kelebihan di antaranya dapat membuat siswa senang karena aktivitas berpendapat lebih bebas. Namun model tersebut memiliki kelemahan yaitu….

a. Membuat siswa ramai karena saling berebut alat isian yang tersedia
b. Tidak mampu menyajikan detil proses pembelajaran yang dinilai
c. Lebih menitikberatkan pada konten pembelajaran daripada proses
d. Tidak mampu menyajikan detil pendapat yang disampaiakan siswa

5. Tanggapan/umpan balik menjadi saluran bagi siswa untuk mengungkapkan berbagai  kesan, pesan, pandangan, dan tanggapan dari berbagai aktivitas pembelajaran yang dikelola oleh guru. Hal tersebut menegaskan fungsi komunikatif dari umpan balik. Fungsi komunikatif ini dipengaruhi oleh….

a. Media yang digunakan
b. Waktu yang lebih lama
c. Kenyamanan lokasi pengisian
d. Banyaknya pertanyaan kritis

Refleksi

  1. Menurut Bapak/Ibu dosen/instruktur kendala apa yang akan dihadapi mahasiswa PPL dalam mengumpulkan feedback dari siswa yang diampunya?
  2. Hal apa yang idealnya menjadi dasar dalam pemilihan instrumen pengumpulan feedback bagi siswa?

 

ppg38

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 Responses to Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa

  1. Pingback: Refleksi – SDN 7 SUBAGAN

  2. Pingback: Peer Teaching – SDN 7 SUBAGAN

  3. Pingback: Evaluasi Pembelajaran – SDN 7 SUBAGAN

  4. Pingback: Mengembangkan Bahan Ajar – SDN 7 SUBAGAN

  5. Pingback: Pembimbingan Praktik Keprofesionalan Mengajar – SDN 7 SUBAGAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *