Penyegaran Calon Dosen/Instruktur PPG | Unit 1 Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Fasilitator : Ahmad, PhD, dan Pamujo, M. Pd (Kemdikbud Dirjen GTK)

Daftar Isi Uni 1

  1. KB1 Merancang Pelaksanaan Observasi
  2. KB2 Mengembangkan Tujuan dan Indikator Pembelajaran
  3. KB 3 Merancang Langkah Pembelajaran
  4. KB 4 Mengembangkan Bahan Ajar
  5. KB 5 Evaluasi Pembelajaran
  6. KB 6 Peer Teaching
  7. KB 7 Refeksi

KB 2. Mengembangkan Tujuan dan Indikator Pembelajaran

Sebelum mengembangkan RPP kita terlebih dahulu menganalisis KD agar dapat menentukan tujuan pembelajaran. KD yang kompleks dapat dipecah menjadi menjadi beberapa topik agar fokus, yang ditulis sebagai Indikator Kompetensi (IPK). Strategi menganalisis KD agar berbentuk lebih sederhana harus kita latihkan kepada mahasiswa PPG sehingga lebih mudah menuliskannya ke dalam bentuk indikator-indikator pembelajaran. Penulisan tujuan pembelajaran hendaknya memuat aspek Audience, Behavior Conditions, Degree. (ABCD).

Capaian pembelajaran

  1. Menjelaskan tahapan dalam merumuskan tujuan dan indikator pembelajaran
  2. Menyusun tujuan dan indikator pembelajaran
  3. Menyusun tujuan dengan menyertakan komponen Audience, Behavior Conditions, Degree. (ABCD).
  4. Mentransfer pengetahuan dan melatihkan keterampilan tentang penyusunan tujuan dan indikator ini kepada mahasiswa peserta PPG

Baca Juga

  1. Strategi Penyusunan Kisi-Kisi Instrumen
  2. Strategi Refleksi Pembelajaran
  3. Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa
  4. Pengembangan Leadership Skill Guru Pemula
  5. Menjadi Guru Mempesona
  6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis TPACK
  7. Strategi Perencanaan Refleksi
  8. Peer Teaching
  9. Konsep Evaluasi Pembelajaran
  10. Mengembangkan Bahan Ajar
  11. Merancang Langkah Pembelajaran
  12. Mengembangkan Indikator dan Tujuan Pembelajaran
  13. Praktik Keprofessionalan Mengajar
  14. Praktik Keprofessionalan Non Mengajar
  15. Platform LMS Moodle & Big Blue Button

Materi

Perumusan tujuan pembelajaran selalu diupayakan dan diarahkan kepada pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan. Tujuan pengembangan ranah kognitif pembelajaran memuat hasil dari kegiatan belajar berupa memahami, memecahkan masalah, mengevaluasi, dan membuat kesimpulan. Perumusan tujuan kognitif sebaiknya selalu mempertimbangkan tingkatan dari tugas kognitif sederhana hingga paling sulit. Tujuan ranah keterampilan selalu menjadi bagian dari tujuan pembelajaran untuk melatihkan keterampilan sesuai yang tertera pada uraian kompetensi dasar. Sementara tujuan ranah sikap merupakan pengetahuan dan kemampuan melaksanakan sikap-sikap yang baik meliputi sikap individual dan sosial.

Eksplore Lebih Lanjut

  1. Unit 1 tentang Penyusunan Perangkat Pembelajaran
  2. Unit 2 tentang Pembimbingan PPL
  3. Unit 3 tentang Pembimbingan Penilaian Pembelajaran
  4. Unit 4 tentang Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan

Terdapat beberapa prinsip pengembangan tujuan pembelajaran tingkat pendidikan dasar. Diantaranya seperti pada gambar berikut :

ppg7

Berikut penjelasan dari gambar di atas :

  1. Responsibility , yang maknanya mampu membedakan yang benar dan yang salah, memenuhi tugas mereka sebagai anggota keluarga, lingkungan masyarakat, dan sebagai warga bangsa. Menunjukkan kemampuan bertoleransi terhadap perbedaan nilai-nilai pluralistik
  2. National Identity, memahami identitas sebagai seorang warga negara yang memiliki rasa cita tanah air.
  3. Habit of Reading, mengembangkan minat membaca secara luas melalui upaya menumbuhkan minat baca
  4. Languange Skills, mampu berkomunikasi dengan orang lain dalam kaidah berbahasa yang baku dengan sikap berbahasa yang santun
  5. Learning Skills, mengembangkan keterampilan belajar mandiri, terutama keterampilan menajemen diri dan keterampilan kolaborasi.
  6. Breadth of Knowladge, cakupan penguasaan/pengetahuan meliputi membaca, berkomunikasi, berhitung, kreatifitas, seni, agama , sains dan sosial
  7. Healty Lifestyle,  memahami pentingnya hidup sehat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari

Berikut adalah hubungan cakupan pengetahuan  dan dengan kedalaman pengetahuan seperti ilustrasi di bawah ini :

ppg8

Ilustrasi di atas menggambarkan arah dan tujuan pembelajaran hendaknya mempertimbangkan kedalaman dan cakupan/keluasan. Sebagai contoh fakta dari ilustrasi di atas adalah terdapat pada perbandingan suatu pekerjaan antara dokter THT dengan dokter umum. Hal ini juga berlaku pada perbandingan hal lainnya dimana suatu keahlian atau bahkan pekerjaan menuntut kedalaman pengetahuan terhadap hal yang spesifik dan di saat yang bersamaan yang bersangkutan belum tentu menguasai hal yang lain. Sebagai perbandingan ada pekerjaan atau keahlian lain yang menuntut pemahaman yang luas tetapi tidak mendalam, demikian juga sebaliknya.

Pada dunia pendidikan hal ini berlaku terhadap karakteristik materi tertentu yang apakah dalam proses pembelajaran diperlakukan dengan memahami secara mendalam atau orientasi kita kepada hanya sebatas mereka tahu saja. Hal ini tentu perlu menjadi pertimbangan jika dikaitkan dengan kompleksitas materi pada KD tertentu. Strategi perumusan indikator ke tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan keluasan dan kedalaman materi hendaknya selalu merujuk pada Taksonomi Bloom. Taksonomi Bloom dapat membantu guru untuk menentukan materi ajar melalui penggunaan kata kerja operasional mulai dari C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4  (menganalisis), C5 (mengevaluasi),  C6 ( berkreasi atau mencipta), seperti dijelaskan pada bagan di bawah ini.

ppg9

Selain itu menurut Edgar Dale, guru dapat merancang aktivitas pembelajaran agar siswa secara optimal memeroleh pengalaman belajar.

ppg10

Guru dapat menyelenggarakan pembelajaran secara optimal melalui pengalaman belajar berdasarkan interaksi belajar dengan benda konkrit. Seperti digambarkan pada ilustrasi di atas. Semakin ke puncak semakin abstrak materi pelajaran maka akan semakin sedikit peluang mengoptimalkan hasil belajar, berbeda halnya dengan dasar piramida yang menyimpulkan pelaksanaan belajar konkrit berdasarkan proses belajar melalui pengalaman langsung.

Setelah menganalisis kedalaman dan keluasan materi pada kompetensi dasar dan selanjutnya kita menyusun indikator dan tujuan pembelajaran. Komponen ABCD dalam perumusan tujuan pembelajaran dijelaskan sebagai berikut :

  1. Audience, adalah sasaran atau peserta didik
  2. Behavior, adalah perubahan tingkah laku berupa perubahan sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa yang akan teramati pada akhir pembelajaran
  3. Conditons, yaitu situasi yang  menggambarkan kemampuan sebagai hasil belajar yang telah diperolehnya
  4. Degree, yaitu ukuran kualitatif atau kuantitatif atas perubahan perilaku yang diharapkan terjadi.

Contoh penerapan ABCD pada tujuan pembelajaran dapat berurutan maupun acak seperti contoh berikut :

  1. Siswa kelas IV SD mampu menjelaskan perubahan wujud benda dengan tepat setelah melihat video pembelajaran
  2. Setelah melihat video pembelajaran siswa kelas IV SD dapat menjelaskan perubahan wujud benda padat dengan tepat.

Kegiatan lanjutan dalam rangka upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait penjabaran indikator sehingga sampai pada tujuan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan kerja kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 4~6 orang dengan latar belakang berbeda. Setiap kelompok melakukan aktivitas sebagai berikut :

ppg11

Pada akhir pembelajaran KB 2 ini turut disertakan tes formatif dalam rangka mengukur sejauhmana kita telah mempelajari bahan ajar Penyegaran Dosen/Instruktur ini yaitu :

  1. Kompetensi dasar (KD) setiap mata pelajaran akan diurutkan menjadi tujuan dan indikator. Menurut anda setelah KD sebaiknya tujuan atau indikator terlebih dahulu? Berikan penjelasan.
  2. Jika tujuan pembelajaran harus mengandung ABCD dapatkah Anda membuat pola kalimat ABCD, CABD dan susunan yang lainnya?