Tips Belajar Agar Cepat Memahami Materi Diklat

Proses belajar sangat erat kaitannya dengan proses mengkomunikasikan sesuatu. Kenapa bisa seperti itu? Alasannya mudah saja, bagaimana mungkin kita dapat mengkomunikasikan sesuatu tanpa kita memahami konten yang akan kita komunikasikan. Makanya kita sebagai guru sangat getol meminta siswa kita untuk selalu mengkomunikasikan apa yang mereka palajari baik melalui tugas membaca, bercerita dan menuliskannya.

Baca Juga

  1. Strategi Penyusunan Kisi-Kisi Instrumen
  2. Strategi Refleksi Pembelajaran
  3. Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa
  4. Pengembangan Leadership Skill Guru Pemula
  5. Menjadi Guru Mempesona
  6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis TPACK
  7. Strategi Perencanaan Refleksi
  8. Peer Teaching
  9. Konsep Evaluasi Pembelajaran
  10. Mengembangkan Bahan Ajar
  11. Merancang Langkah Pembelajaran
  12. Mengembangkan Indikator dan Tujuan Pembelajaran
  13. Praktik Keprofessionalan Mengajar
  14. Praktik Keprofessionalan Non Mengajar
  15. Platform LMS Moodle & Big Blue Button

Tidak jauh dari alasan itulah, penulis mencoba berupaya menyampaikan apa yang sedang kita pelajari sehingga pemahaman kita sendiri akan bertambah terhadap materi tersebut. Walaupun tulisan ini tidak diwajibkan dalam rangka kegiatan diklat, tetapi karena keterbatasan penulis untuk memahami secara cepat materi diklat yang banyak dan padat maka strategi yang ditempuh adalah menuliskan ulang materi yang sedang dipelajari tersebut. Walau terasa sedikit capek, tetapi satu hal sangat bermanfaat sekaligus sebagai tips bagi pembaca untuk cepat memahami materi sekaligus mendapat manfaat lainnya yaitu :

  1. Kecepatan kita mengetik 10 jari pada tooth keybord meningkat, karena sering dan kontinyu dilakukan maka tangan kita terlatih dan  seperti menyatu dengan keybord komputer
  2. Tingkat kesalahan pengetikan berkurang seiring latihan yang konsisten dilakukan. Ini dapat dipahami bahwa, ketika kita mengetik dengan 10 jari tanpa berpikir untuk mencari huruf satu demi satu lagi, kita lebih fokus pada kelengkapan huruf yang nampak di layar komputer, tanpa terganggu oleh gerakan kepala dan mata yang sebentar lihat layar, sebentar lihat tooth, yang justru membuat kita pusing.
  3. Menuangkan ide tulisan menjadi semakin cepat dan cermat, karena kita tidak lagi terganggu oleh proses pengetikan tadi. Hal ini mungkin dapat kita andaikan seseorang sedang menyetir mobil. Si sopir tidak lagi harus melihat dimana setir, dimana rem, persenilng giginya dimana. Gerakan tangan si sopir sudah refleks, sehingga fokus perhatiannya adalah pada jalan di depannya. Bayangkan apa yang terjadi jika sopir masih harus melihat rem sebelum ngerem, melihat perseneling sebelum pindah gigi, melihat setir sebelum berbelok, sangat membahayakan bukan?
  4. Keteraturan bahasa yang kita sampaikan dalam bentuk tulisan selaras dengan ide yang kita hendak sampaikan, jadi gak terlalu banyak merenung karna ide banyak tapi menyampaikkannya tidak bisa.

Eksplore Lebih Lanjut

  1. Unit 1 tentang Penyusunan Perangkat Pembelajaran
  2. Unit 2 tentang Pembimbingan PPL
  3. Unit 3 tentang Pembimbingan Penilaian Pembelajaran
  4. Unit 4 tentang Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan

Atas dasar alasan itu maka sambil belajar penulis langsung saja mengkomunikasikan yang sedang dipelajari melalui tulisan. Saat ini penulis sendang belajar tentang Materi I Kegiatan Belajar Mandiri Diklat Calon Dosen/Insturktur PPG Daring. Materi ini tergolong gambaran umum tentang keseluruhan kegiatan diklat yang baru saja dimulai, meliputi konsep tentang :

  1. Halaman Pendahuluan Penguasaan Materi Ajar yang menjelaskan mekanisme cara belajar terhadap dua modul yaitu Modul Mahasiswa dan Modul Dosen/Instruktur. Pola belajar itu digambarkan seperti bagan di bawah ini:ppg5
  2. Modul mahasiswa PPG Bidang Studi PGSD (modul mahasiswa), materi ini kelihatannya mudah, tetapi sebagai newbe dalam diklat seperti ini tentu saja penulis kelabakan. Materi ini sebenarnya tidak asing selama menjalani kuliah maupun kegiatan PPG yang pernah penulis jalani sebelumnya. Akan tetapi dari sudut pandang kacamata calon instruktur tentu sangat berbeda. Adapun modul mahasiswa PPG yang juga harus dikuasai instruktur adalah meliputi modul mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, IPA dan IPS. Pada saat kegiatan pembelajaran disertai juga dengan kegiatan Refleksi Pembelajaran Modul Mahasiswa PPG Bidang Studi PGSD. Penjelasan lebih lanjut akan dituliskan kemudian pada tugas-tugas berikutnya.
  3. Modul Dosen/Instruktur berupa advanced material yang mengintegrasikan HOTS pada Pembelajaran Bidang Studi PGSD (modul Dosen/Instruktur). Sekali lagi istilah itu tidak asing lagi bagi penulis, tetapi kontennya yang lupa-lupa ingat, apalagi dari sudut pandang sebagai instruktur tentu akan sangat kompleks cara kita berpikir baik dalam rangka memahami dan mengimplementasikannya seandainya lulus kelak beneran menjadi instruktur. Modul advance material yang telah mengintegrasikan HOTS pada pembelajaran meliputi strategi pembelajaran dan pendampingan peserta meliputi kegiatan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, IPA dan IPS. Kegiatan pembelajaran juga dilengkapi dengan kegiatan Refleksi Pembelajaran Modul Advance Material. Penjelasan berikutnya ada pada post blog berikutnya.
  4. Modul Penyegaran Calon Dosen PPG. Materi ini lebih kompleks lagi, mungkin tukang ketiknya lupa mengetikkan kata instruktur sehingga perspektifnya sepertinya hanya untuk dosen saja, mungkin isntrukturnya tidak kebagian tugas ya, hehe. Modul ini bersifat penyegaran artinya dosen maupun istruktur sudah pernah belajar hal ini sebelumnya, tentu bagi penulis yang newbe memiliki tingkat kompleksitas yang lebih berat. Basic keilmuwan penulis sudah barang tentu jauh berbeda dalam tataran implementasi dalam hal ilmu kependidikan. Istilahnya, kepala sekolah yang menjadi instruktur merupakan praktisi, sedangkan dosen adalah pakar istilah asingnya ekspert. Bisa dibayangkan kan, bagaimana kompleksnya hal itu, tetapi sekali lagi ini adalah tantangan, kata orang bijak kita harus keluar dari zona nyaman untuk mau hidup lebih nyaman lagi. Materi penyegaran hingga hari ini statusnya masih restricted availabel from 11 May 2020.         ppg6

Demikianlah gambaran umum dari kegiatan belajar I yang masih bersifat orientasi umum. Orientasi umum diklat ini menurut hemat penulis sangat padat dan kompleks, sehingga waktu belajar harus disediakan seefisien dan seefektif mungkin. Semoga tantangan ini dapat diselesaikan walau hanya sekedar dapat sertifikat dan pengalaman belajar.

This entry was posted in Artikel, Pembelajaran, Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *