Diklat Penyegaran Dosen/Instruktur PPG

ppg

Walaupun dalam masa darurat Covid-19, kesibukan kita sebagai guru tetap saja, hanya jenis kesibukannya saja yang berbeda. Ketika suasana normal guru setiap pagi selalu melakukan kegiatan rutinnya ketika hari sekolah memasuki ruangan kelas dan siap berinteraksi melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Berbeda halnya dalam masa darurat ini, para guru ketika bangun pagi harus memastikan menyampaikan salam kepada siswa dan mengingatkan mereka untuk melakukan kegiatan harian mengisi kegiatan belajar di rumah seperti :

  1. Bangun pagi merapikan tempat tidur
  2. Mengadakan kegiatan kebersihan
  3. Mandi, berdoa, sarapan, berpakaian rapi
  4. Belajar dan emngerjakan tugas yang diberikan oleh guru
  5. Beristirahat yang cukup
  6. Membantu kegiatan orang tua
  7. Bermain dan berolahraga
  8. Beristirahat

Baca Juga

  1. Strategi Penyusunan Kisi-Kisi Instrumen
  2. Strategi Refleksi Pembelajaran
  3. Manfaat Feedback Pembelajaran dari Siswa
  4. Pengembangan Leadership Skill Guru Pemula
  5. Menjadi Guru Mempesona
  6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis TPACK
  7. Strategi Perencanaan Refleksi
  8. Peer Teaching
  9. Konsep Evaluasi Pembelajaran
  10. Mengembangkan Bahan Ajar
  11. Merancang Langkah Pembelajaran
  12. Mengembangkan Indikator dan Tujuan Pembelajaran
  13. Praktik Keprofessionalan Mengajar
  14. Praktik Keprofessionalan Non Mengajar
  15. Platform LMS Moodle & Big Blue Button

Tidak hanya guru kepala sekolahpun masih tetap bekerja tetapi tidak seperti biasanya. Upaya menyemangati, mengkoordinasikan, membuat laporan dan administrasi sekolah yang dapat dikerjakan di rumah  walaupun kadang-kadang tetap ke sekolah karena suatu alsan penting. Kegiatan yang dilakukan di sekolah seperti kegiatan membersihkan sekolah dan menyelenggarakan administrasi bersama tenaga tata usaha dan beberapa guru piket dengan tetap memperhatikan pelaksananaan Social Distancing.  Kegiatan penyelenggaraan administrasi sekolah tersebut dilaksanakan dan dikoordinasikan secara daring melalui layanan Whatsaap .

Aplikasi Whatsaap menjadi andalan bagi guru maupun kepala sekolah dan mungkin praktisi pendidikan lainnya untuk menjalin komunikasi sehingga informasi dan pendelegasian tugas-tugas sebagai abdi negara tetap terselenggara walaupun dalam suasana yang terbatas. Whatsaap merupakan aplikasi perpesanan yang sangat bermanfaat untuk berbagi informasi-informasi pendidikan. Penulis sebagai kepala sekolah sangat dibantu dengan hadirnya layanan Whatsaap dalam rangka melaksanakakan tugas dan mencari informasi.

Eksplore Lebih Lanjut

  1. Unit 1 tentang Penyusunan Perangkat Pembelajaran
  2. Unit 2 tentang Pembimbingan PPL
  3. Unit 3 tentang Pembimbingan Penilaian Pembelajaran
  4. Unit 4 tentang Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan

Secara tidak sengaja penulis mendapatkan informasi dari layanan Whatsaap yaitu tentang rekrutmen calon Dosen/Instruktur untuk melaksanakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Informasi yang dibagikan pada salah satu grup Whatsaap ini adalah berupa Surat Pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1098/B2/GT/2020 tentang Rekrutmen Calon Dosen/Instruktur PPG Prajabatan Program Studi PGSD tertanggal 3 April 2020.

Pada surat tersebut disampaikan bahwa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2020 akan dilaksanakan dengan menggunakan kurikulum dan pola penyelenggaraan yang baru dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) guru yang berkualitas dan berdaya saing. Penyelenggaraan kegiatan ini akan sukses meraih tujuan seperti yang diharapkan tersebut jika dikelola oleh Dosen/Instruktur dan guru pamong yang memiliki kompetensi yang mumpuni. Maka dari itu proses rekrutmen calon Dosen/Instruktur dan guru pamong sangat menentukan dalam rangka melahirkan SDM guru yang berkualitas.

Beberapa hal penting dari surat pemberitahuan tersebut adalah :

  1. Pelaksanaan PPG Prajabatan tahun 2020 akan difokuskan pada Bidang Studi PGSD
  2. Calon mahasiswa PPG Prajabatan tahun 2020 Bidang Studi PGSD adalah calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi tahun 2019 sejumlah 1.125 orang.
  3. Proses pembelajaran pada PPG Prajabatan Bidang Studi PGSD memerlukan paling sedikit 352 Dosen/Instruktur dan 264 guru pamong untuk Provinsi Bali kebutuhan instruktur sejumlah 16 orang dan guru pamong sebanyak 12 orang.
  4. Jadwal rekrutmen Dosen/Instruktur dan guru pamong mulai dari :
    • Informasi rekrutmen dan pendaftaran calon Dosen/Instruktur PPG dan guru pamong mulai tanggal 6 April 2020 melalui sdm.ppg.kemdikbud.go.id yang dilanjutkan dengan seleksi administrasi hingga tanggal 24 April 2020
    • Penetapan dan pengumuman hasil seleksi calon Dosen/Instruktur PPG dan guru pamong pada tanggal  yang awalnya direncanakan tanggal 26 April diundur hingga tanggal 2 Mei 2020 karena ada kewajiban tambahan bagi calon Dosen/Instruktur untuk mengupload berkas prestasi akademik dan bukti keatifan berinovasi dalam bidang pendidikan terutama dari jalur praktisi pendidikan khususnya kepala sekolah
    • Akhirnya bagi peserta yang memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan diklat adalah mereka yang akun peribadinya di situs sdm.ppg.kemdikbud.go.id mendapatkan pengumuman tersendiri  pada tanggal 2 Mei 2020, yang dilanjutkan dengan pemberian akses ke ke situs Learning Mangement System (LMS) yang rencana awalnya tanggal 4 Mesi 2020 tetapi mundur hingga keesokan harinya yaitu pada tanggal 5 Mei 2020, tepat ketika blog ini ditulis.

Penulis yang kebetulan menyempatkan diri untuk mendaftar pada kegiatan tersebut ternyata diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan diklat rekrutmen calon Dosen/Instruktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) di bawah naungan Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Kesempatan ini terbilang sangat langka, karena dari keisengan mendaftar dan mengupload berkas akhirnya lolos. Tetapi rintangan besar masih menghadang untuk meraih kesempatan menjadi Instruktur dari jalur praktisi pendidikan dalam hal ini kepala sekolah.

Selanjutnya berdasarkan surat pengumuman yang kopnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan No 1170/B2/GT/2020 menjelaskan bahwa untuk LPTK di bawah naungan Universitas Pendidikan Ganesha, dari kebutuhan instruktur sebanyak 16 orang, dari 95 orang yang mendaftar dan dinyatakan lolos adalah 25 orang (termasuk penulis sendiri), sehingga nanti selesai mengikuti kegiatan asesemen akhir akan disisihkan 9 orang lainnya.

ppg1

Kegiatan ini  diistilahkan dengan penyegaran Dosen/Instruktur  yang bertujuan supaya calon Dosen/Instruktur mampu :

  1. Menguasai advanced materials sessuai bidangnya serta mampu mengintegrasikan HOTS dalam perencanaana dan pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Dasaar
  2. Mampu melatih mahasiswa mengembangkan perangkat pembelajaran dengan pendekatan TPACK berbasis platform RI 4.0 yang mengembangkan critical thingking, creative thingking, reflective thingking dan decision making siswa melalui inquiry based activity.
  3. Mampu membimbing mahasiswa melaksanakan PPL
  4. Mampu membimbing mahasiswa melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran berbasis HOTS
  5. Mampu membimbing mahasiswa melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan atau continuing profesional bedvelopment.                             

Peluang ini dapat diraih jika berhasil mengikuti perogram diklat 32 Jp untuk menyelesaikan beberapa tugas diklat, seperti struktur kegiatan di bawah ini :

1. Penguasaan Materi Ajar, terdiri dari  (0 Jp)

  • Modul mahasiswa PPG Bidang Studi PGSD (modul mahasiswa);
  • Modul advanced material yang telah mengintegrasikan HOTS pada Pembelajaran Bidang Studi PGSD (modul Dosen/Instruktur)

2. Pengembangan Perangkat Pembelajaran (8 Jp)

Pengembangan perangkat pembelajaran (tujuan, bahan ajar, media, model pembelajaran, evaluasi pembelajaran) dengan pendekatan TPACK berbasis platform RI 4.0 dengan materi

  • Merancang dan melaksanakan observasi
  • Mengembangkan indikator dan tujuan pembelajaran
  • Merancang skenario pembelajaran
  • Mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran
  • Mengembangkan soal evaluasi
  • Melaksanakan peer teaching
  • Melaksanakan kegiatan refleksi pengembangan perangkat pembelajaran dan peer teaching

3. Pembimbingan PPL (8 Jp)

  • Membimbing mahasiswa PPG praktik keprofesionalan mengajar
  • Membimbing mahasiswa PPG praktik keprofesionalan non mengajar
  • Membimbing mahasiswa PPG menjadi guru yang memesona
  • Mengembangkan leadership skill mahasiswa sebagai pemimpin pembelajaran
  • Membimbing mahasiswa kelakukan refleksi pemalaksanaan PPL

4. Pembimbingan Penilaian Pembelajaran (8 Jp)

  • Membimbing penyusunan kisi-kisi soal
  • Membimbing pengembangan pedoman penilaian
  • Membimbing analisis dan penerapan evaluasi untuk perbaikan proses pembelajaran

5. Continuing Professional Development (4 Jp)

  • Membimbing penyusunan penelitian tindakan kelas
  • Membimbing melakukan akses terhadap sumber dan model belajar terbaru
  • Membimbing refleksi pembelajaran

6. Asesemen (4 Jp)

Sehingga total jam pelajaran diklat adalah 32 Jp, dimana 1 Jp = 50 menit, sehingga total kegiatan dalam durasi 1600 menit atau  26,7 jam.

This entry was posted in Artikel, Pembelajaran, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *