Mengambil Keuntungan dari Pandemi Covid ~ 19 dalam Bidang Pendidikan

covid

Peristiwa Pandemi Covid 19 yang telah merenggut jiwa 202.000 jiwa ini telah menjadikan dunia menjadi kalut. Ekonomi dunia di ambang resesi yang ditandai dengan harga minyak sampai minus. Bayangkan jika anda punya barang jualan karena saking banyaknya (Over Suplay) sampai memohon kepada pembeli untuk membeli untuk mau membeli dan rela memberikan uang kepada pembeli supaya mau membeli barang kita. Hal ini katanya baru pertama kali terjadi dalam sejarah ekonomi dunia. Situasi harga berbagai komoditas tidak menentu memberikan keuntungan dan kerugian tersendiri kepada para pelaku perdagangan itu. Para spekulan di pasar yang jeli dapat mengambil keuntungan dari peristiwa ini. Misalnya anda sekarang punya modal banyak dan tempat penyimpanan minyak, anda dapat membeli minyak yang harganya minus untuk ditimbun dan selanjutnya dijual nanti pada saat harga tinggi. Bayangkan berapa keuntungan yang akan anda peroleh.

Eksplore Lebih Lanjut

  1. Unit 1 tentang Penyusunan Perangkat Pembelajaran
  2. Unit 2 tentang Pembimbingan PPL
  3. Unit 3 tentang Pembimbingan Penilaian Pembelajaran
  4. Unit 4 tentang Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan

Bukan hanya para spekulan pasar yang dapat memanfaatkan situasi ini, anda para guru yang bergelut di dunia pendidikan, juga dapat mengambil keuntungan dari keadaan ini. Bagaimana caranya? dan keuntungan apa yang akan kita dapatkan? Dalam hal ini bukan hanya semata-mata uang yang dapat dinilai sebagai keuntungan, tetapi peluang dan kesempatan. Dalam bidang ekonomi permasalahan ekonomi yang menjerat dunia dalam situasi ini menjadi kesempatan dan peluang bagi para spekulan untuk mengambil keuntungan. Bahkan Indonesia yang mata uang rupiahnya menguat terjadi akibat mengambil keuntungan dari jatuhnya harga minyak.

Masalah yang ditimbulkan dari situasi Pandemi Covid 19 sehingga pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan kegiatan belajar diselenggarakan di rumah sesungguhnya dapat dijadikan peluang bagi guru maupun kepala sekolah dalam rangka berinovasi dalam penyelenggaraan pembelajaran maupun pengelolaan sekolah.

Permasalahan yang teridentifikasi dari kebijakan pemerintah tentang kegiatan belajar di rumah adalah sebagai berikut :

  1. Kesulitan untuk mengadakan kontak dengan siswa dengan hanya menggunakan metode daring
  2. Kesulitan bagi guru untuk mengetahui perkembangan proses dan hasil belajar siswa secara lebih mendalam dan komprehensip
  3. Kesulitan bagi guru untuk menerapkan metodologi pembelajaran jika dibandingkan dengan situai normal apalagi pada pembelajaran dengan konten yang kontekstual yang harus memerlukan kedekatan dan kebersamaan siswa
  4. Kesulitan guru dalam menentukan ruang lingkup materi pembelajaran sesuai ranah kurikulum

Akan tetapi dengan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nasional dimana guru tidak diwajibkan untuk memenuhi beban tugasnya dalam melaksanakan pembelajaran mengingat situasi darurat ini telah sedikit mengurangi beban moral guru sebagai pendidik yang juga mengalami kondisi harus bekerja dari rumah. Mungkin beban tersebut selanjutnya beralih ke orang tua siswa yang harus senantiasa mendampingi anak dalam kegiatan belajarnya di rumah. Serangkaian tugas yang diberikan guru kepada siswa secara daring, walau telah dibatasi dengan himbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tidak membebani siswa dengan tugas dari sekolah di saat situasi darurat seperti ini. Hal tersebut tetap juga menjadi beban orang tua, karena tidak semua orang tua memiliki kemampuan dan keterampilan untuk mendampingi anak ketika belajar materi persekolahan.

Berbagai hambatan tersebut di sisi lain ternyata telah berdampak baik dari sisi upaya untuk memaksa guru berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran daring. Moment  untuk menyelenggarakan pembelajaran inovatif untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti dikemukakan di atas merupakan kesempatan dan peluang kita sebagai guru dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan kita dalam pengelolaan pembelajaran dan pendidikan di sekolah.

Bagi guru yang hampir setiap saat dituntut untuk mengembangkan diri melalui kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah tentunya kesempatan ini tidak dapat disia-siakan untuk meningkatkan intensitas kegiatan inovasi pembelajaran. Berikut ini beberapa inovasi yang mungkin dapat dilaksanakan guru dalam berinovasi mengatasi permasalahan hambatan kegiatan pembelajaran di tengah situasi Pandemi Covid 19 adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan aktivitas dan hasil belajar dengan melaksanakan pembelajaran berbasis layanan pesan singkat atau SMS, ini dapat diterapkan pada wilayah yang cakupan akses internet yang minim
  2. Peningkatan asktivitas dan hasil belajar dengan melaksanakan pembelajaran berbasis media sosial, seperti Whatsaap, Facebook, Instagram, Telegram dan Tweter.
  3. Peningkatan aktivitas pembelajaran berbasis CMS (Conten Management System) seperti blog, Moodle, Jomla, dan platform sejenis lainnya.
  4. Peningkatan aktivitas pembelajaran berbasis LMS (Learning Manajement System) seperti Google Class, Edmondo, Cisco Webex, Zoom, Microsoft Oficce 360, Youtube Meet, Google Form dan Quipper School.
  5. Peningkatan aktivitas pembelajaran berbasis Startup yang bergerak di bidang pendidikan seperti Ruangguru, Sekolahmu, Zenius, Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, IndonesiaX dan Sekolah Pintar.
  6. Peningkatan aktivitas pembelajaran berbasis siaran TVRI

Selain guru kepala sekolahpun dapat mencari peluang untuk melakukan inovasi dalam situasi darurat seperti ini. Keberadaan blog sekolah ini juga dibuat dalam rangka untuk ikut berupaya berinovasi mengatasi permasalahan hambatan manajemen informasi sekolah yang memang saat ini harus diselenggarakan secara daring. Komunikasi antara sekolah dengan siswa dan orang tua dalam keadaan seperti ini harus ditingkatkan Kehadiran blog ini dengan beberapa konten seperti :

  1. Soal-soal latihan, yang memuat topik soal latihan diperuntukkan untuk siswa yang ingin belajar soal-soal berbasis Google Form sehingga dapat mengaksesnya setiap saat pada blog ini
  2. Artikel pembelajaran, yang memuat topik berupa materi-materi permintaan guru yang diunggah dan dapat dikunjungi oleh siswa
  3. Artikel guru, yang memuat opini, kajian dan tips yang dapat digunakan oleh penulis untuk berbagi pengalaman dan bagi pembaca untuk sekedar mengetahui jalan pikiran penulis, atau bahkan dapat mengispirasi.
  4. Laporan administrasi, yang memuat topik laporan pelaksanaan kegiatan sekolah yang dapat digunakan pihak lain untuk melaksanakan monitoring pelaksanaan pembelajaran dan pengelolaan sekolah seperti Pengawas dan Dinas Pendidikan. Laporan tersebut memuat beberapa konten seperti jurnal harian guru/kepala sekolah, rencana uraian tugas guru/kepala sekolah, foto maupun video.

Sekian tulisan singkat ini dibuat dalam rangka mengawali pembuatan laporan minggu ke VI pelaksanaan belajar di rumah seperti link di bawah ini.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Belajar di Rumah Minggu ke VI

This entry was posted in Artikel, Pembelajaran, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

1 Response to Mengambil Keuntungan dari Pandemi Covid ~ 19 dalam Bidang Pendidikan

  1. mantab pak trims ilmunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *